Kota bulan perak dimalam hari cukup terang ..
Didalam kamarnya, Yu Chen duduk bersila untuk memulihkan tenaga dalamnya seusai pertarungan maut yang baru saja terjadi.
Dia mencoba menyerap esensi kekuatan langit dan bumi yang padat. Dia mencoba menaikkan tenaga dalamnya walau sedikit demi sedikit. Dia hidup seorang diri maka dari itu dia harus senantiasa meningkatkan kemampuan dirinya.
Yu Chen menyadari dia membutuhkan energi yang sangat besar untuk bisa menerobos batas dirinya. Semakin dalam tenaganya semakin besar sumber daya yang dirinya butuhkan. Untuk itu dia memutuskan besok untuk membeli sebuah pil supaya bisa membantunya menerobos..
Bukan sembarang pil, minimal harus pil tingkat bumi untuk levelnya saat ini. Usai bersamadhi dia membuka matanya dan membaringkan tubuhnya untuk tidur.
Pil tingkat bumi adalah pil yang sangat dibutuhkan para pendekar tingkat tinggi seperti dirinya. Bahan untuk membuat pil ini juga sangat mahal. Dibutuhkan ahli bidang ramuan tingkat bumi atau lebih untuk bisa membuatnya.
Saat pagi tiba , Yu Chen bangun lalu mandi. Hari ini ia berniat untuk mencari bahan Ramuan pil untuk membuat Pil tingkat bumi. Beruntung dirinya memiliki kitab Pengejar Arwah. Kitab itu sangat lengkap segala macam ilmu ada didalamnya. Dan dia sangat menguasainya.
Bahan utama pil tingkat bumi tersebut adalah Jahe Giok berumur 1000 tahun. Rumput kumis naga merah berusia 1000 tahun , Jamur darah biru berumur 1000 tahun. Semakin tua umur bahan ramuannya , semakin besar energi yang dihasilkannya.
Yu Chen meninggalkan penginapan dan pergi ke pusat perbelanjaan di tengah kota bagian selatan wilayah kota bulan perak. Setelah sampai , ia bergegas memasuki toko terbesar yang memilki bangunan lima lantai dan menjual berbagai macam bahan ramuan..
Didalam toko tersebut, Yu Chen melihat banyak pendekar kelas 3 dan pendekar kelas 2 yang sedang membeli berbagai ramuan dan pil. Diapun pun pergi melihat - lihat , namun Yu Chen hanya menggelengkan kepalanya karena di lantai ini tidak ada bahan ramuan yang dicarinya.
Yu Chen pun naik kelantai berikutnya sampai dia berhenti di lantai 4 , dan dilantai ini dia melihat lantai ini dipenuhi dengan Pendekar kelas 1. Kebanyakan dari mereka berusia 17-20 tahun. Pakaian merekapun terlihat mahal dan mewah.
"sepertinya mereka para jenius muda di kota ini " pikir Yu Chen.
Yu Chen kemudian cuek dan tidak mempedulikan mereka, dia terus berjalan untuk melihat bahan- bahan di lantai 4 ini.
Disini Yu Chen tampak mencolok, karena hanya dia yang berpakaian seperti pelajar atau sastrawan. Di mata mereka, belum pernah ada seseorang seperti Yu Chen yang berada atau masuk ke toko semacam ini.
Selain harga bahan ramuan disini sangat mahal , lantai ini juga di khususkan untuk para pendekar bukan kutu buku seperti dirinya. Melihat usia Yu Chen yang sekitar 15 -16 tahun, mereka berpikir bahwa Yu Chen tak pantas berada disana.
Mereka juga tidak, bisa melihat tingkat Yu Chen , jadi mereka berpikir mungkin dirnya memiliki sedikit kepandaian atau mungkin juga hanya seorang sampah kutu buku...
Yu Chen yang tidak bisa mengetahui pikiran para jenius ini, mendatangi petugas dan bertanya tentang bahan yang dicarinya. Karena setelah berkeliling untuk memeriksi , dirinya tetap tidak melihat satu pun bahan ramuan itu.
Mereka yang mendengar bahan ramuan yang dimintanya itu langsung terperanjat. Ada yang terkejut , ada yang tertawa dan ada pula yang mencibir.
"karena mengetahui harga disini sangat mahal..dia berpura - pura bertanya tentang ramuan yang tak mungkin ada disini " ujar seorang pemuda berwajah kuda sambil mencibir.
" ahahahhaha...dia hanya mempermalukan dirinya karena tidak mampu membelinya , " kata pemuda lain berwajah kurus sambil tertawa terkikik.
" cukupp!!! Urus saja diri kalian sendiri , jangan suka mencibir dan mencampuri urusan orang lain " ujar seorang gadis yang sangat cantik berusia 16- 17 tahun mencoba membela Yu Chen.
Mendengar suara merdu itu, membuat perhatian Yu Chen teralih..dan sejenak ia terpesona karena wajah gadis itu serupa dengan idola impiannya semasa dibumi.
Mendengar gadis itu membela Yu Chen , salah satu pemuda berwajah kuda tersebut tampak tidak senang. Dia sangat menyukai gadis ini, tetapi si gadis selalu tidak mempedulikannya.
" Yi'er mengapa kamu membelanya " pemuda berwajah kuda itu seakan tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh gadis tersebut.
" Mungkin karena aku tampan " sebelum gadis itu menjawab dari, Yu Chen menyahuti pertanyaan pemuda itu sambil tersenyum sinis.
Mendengar apa yang diucapkan Yu Chen, gadis cantik itupun tertawa. Sedangkan pemuda berwajah kuda tersebut telah menggertakan gigi karena menahan amarah. Dia pun segera mendekati Yu Chen , tetapi gadis itu langsung menghalanginya.
"Berhenti !!! Jangan bikin keributan disini " ucap gadis itu sambil membentangkan sepasang tangannya yang mungil.
Melihat sang gadis cantik menghalanginya , pemuda berwajah kuda itu merasa cemburu dan semakin marah. Kemudian berteriak kearah Yu Chen sampai ludahnya berhamburan keluar " apakah kamu tidak malu berlindung dibelakang seorang gadis "
" apakah aku salah? Aku memang tampan dan semua yang disini juga melihat bahwa aku tidak berlindung kepada siapapun, tetapi gadis itu sendiri yang sukarela melindungi aku. Jadi, aku sangat bersyukur kepada dirinya " Yu Chen berkata sambil mengedipkan sebelah mata kepada gadis itu.
Melihat dan mendengar Yu Chen yang sedang memuji dirinya , wajah gadis itupun memerah, sedangkan si muka kuda tidak dapat menahan marahnya lagi , kemudian bergegas sambil mendengus bagai kuda marah menyerang Yu Chen.
Yu Chen melihat itu , hanya tertawa sinis ,lalu melambaikan tangan dengan malas. ..
" Srrrr...."...
Angin dingin kuat menyambar dari lengannya dan menghempaskan tubuh pemuda itu sampai menabrak tembok lalu roboh tewas dengan kepala retak..
Beruntung, Yu Chen sedang senang hatinya , jika tidak ..mungkin pemuda itu sudah tewas dengan badan hancur alias tanpa jasad...
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
🌿Leony Fernanda🔱🎻
yg bikin tukang jamu ni...jahe giok hahahah
2022-12-13
1
Rio Cimol
srrrrrrr
2022-12-13
0
Yuliana Lie
yu chen cool
2022-12-11
0