Tuan Raymond, Nyonya Tiara dan seluruh keluarga yang berkumpul di rumah itu baru saja bangun pagi. Bukan bangun dengan sendirinya tetapi dibangunkan oleh suara teriakan histeris para pelayan yang berlari ketakutan di halaman utama rumah itu.
"Apa apaan itu!?? Merusak waktu tidurku saja sialan!!!" Tuan Raymond melompat dari kasurnya dan beranjak keluar dari kamar bersama Nyonya Tiara, begitupun dengan anggota keluarga yang lain dan pasangan pengantin baru itu.
Mereka semua terkejut mendengar teriakan para pelayan seolah sedang diserang oleh binatang buas.
Bibi Yuni berlari Pontang-panting ketika melihat tuan Raymond dan Nyonya Tiara berjalan cepat ke arah sumber suara.
"Tuan... Tuan... Tolong, gawat hiks hiks hiks... Kekacauan terjadi!!!" Teriak Bi Yuni yang spontan menggenggam tangan tuan Raymond.
" Ada apa!?" Tanya Tuan Raymond seraya menatap wanita itu khawatir.
Mereka berdua terlihat dekat, hal ini malah menjadi risih di mata Nyonya Tiara, tetapi dia berusaha berpikir positif, mungkin karena ketakutan Bibi Yuni sampai bertindak seperti itu.
" Di...di luar... Di luar sangat mengerikan tuan!!" Ucap Bi Yuni sambil menangis histeris.
" Apa yang terjadi Bibi!??" Tukas Cintia dengan wajah kesal.
" sebaiknya kita lihat!" Ajak Vino penasaran.
Apa yang sedang terjadi di rumah itu? Kenapa ada pelayan berlari ketakutan bahkan beberapa di antara mereka sampai mual dan muntah dengan wajah pucat pasi.
Keluarga Vino juga ada di rumah itu, keluarga besar Raymond dan dari pihak Nyonya Tiara juga masih berkumpul di rumah itu. Rencananya mereka akan pergi bersama untuk perayaan di pantai sesuai keinginan Cintia.
Semua orang berjalan keluar, Vino tampak penasaran, dia melangkahkan kakinya dengan cepat dan tiba di halaman utama di mana panggung pernikahan berada.
Mereka semua menatap ke arah halaman utama.
"Apa apaan ini!!!!??" Semua orang terbelalak melihat betapa mengerikannya pemandangan di depan mereka.
"Ya.. ya ampun!!!"
Halaman depan rumah utama Raymond dipenuhi dengan mayat hewan mati yang sudah di mutilasi.
Perkakas dalamnya berceceran di atas altar pernikahan. Darah yang sudah menghitam menempel di seluruh dinding rumah bahkan rumput halaman mereka kini berbau darah dan amis yang sangat menjijikkan.
Tuan Raymond dan Nyonya Tiara terkejut bukan main saat melihat di atas altar ada dua manekin yang berdiri dengan posisi kepala terbalik dan wajah mereka berdua ada di sana.
Kedua matanya diberi tanda silang dan mulutnya diberi Staples yang berdarah-darah membuatnya semakin mengerikan.
"P...PAPA.... APA INI!!!!" pekik Cintia yang seketika itu ambruk ke atas lantai karena tidak kuat melihat pemandangan menyeramkan itu.
Semua keluarga mereka terlihat syok bahkan sama seperti pelayan, mereka muntah muntah karena benda menjijikkan yang ditaruh di halaman rumah itu.
Tiba-tiba....
Syuuuuttt.... Ctalllkkkkk!
Sebuah anak panah mendarat tepat di atas kepala tuan Raymond yang sontak membuat tubuhnya membeku.
Hampir saja benda itu menembus kepalanya.
Semua orang terkejut bukan main, siapa yang melakukan hal mengerikan seperti ini?
Vino menatap ayah mertuanya yang terbujur kaku, anak panah yang tertancap di dinding itu ditempeli dengan kertas putih.
"Ada pesan sepertinya!" Ucap Vino sambil dengan cepat mengambil kertas putih berbercak merah itu .
"Papa... Siapa yang melakukan ini!?? Bajingan mana yang menghancurkan rumah ini!??" Nyonya Tiara berteriak sambil menangis ketakutan.
Sama halnya dengan Cintia yang syok dengan kejadian ini.
Vino membuka kertas itu," “ Ingin melenyapkan ku dengan cara murahanmu? Hah... kau hanya menyerahkan nyawamu padaku Tuan Raymond, hubungan kita telah tuntas saat aku membawa anak perempuan yang jadi tumbal mu, tunggu permainan selanjutnya dariku, mulai sekarang hanya neraka yang akan kau hadapi!!” isi pesan menohok yang dibacakan Vino di depan mereka semua.
Semuanya terdiam dengan tubuh membeku.
Terutama Tuan Raymond dan Nyonya Tiara yang merencanakan semua ini untuk merebut seluruh harta milik Grup Kent.
Dalam angan angan mereka, Simon akan mati karena racun sehingga seluruh harta akan dipegang oleh Laura, mereka akan membunuh Luara setelah mendapatkan semua harta yang mereka incar.
Jahat, itulah isi kepala kedua manusia tidak tahu diri yang sedang menggali kuburannya sendiri.
“ Si... sial.. ini tidak mungkin!" Tuan Raymond berteriak marah dan takut, bagaimana semuanya menjadi salah set?
Bagaimana seluruh rencananya malah hancur dan dia dihadapkan dengan kematian?
“ Tidak bisa begini.. Aku akan membunuhmu sebelum kau melakukan itu bajingan, mulai saat ini, Raymond grup mengumumkan bendera perang dengan Kent corporation, si lumpuh itu tidak akan bisa apa-apa...” ucap Tuan Raymond penuh percaya diri.
Sementara itu, Lanang dan Dani bersama Hendry dan komplotan tim Aryn yang lain telah meninggalkan tempat itu.
Dani si gadis cantik itu berdiri di atas mobil Jeep yang dikemudikan oleh Lanang, sambil memegang busur dan tersenyum menyeringai ke arah rumah Raymond.
“ Kapan kita akan beraksi lagi Hendry, ayam betina cerewet!!!?" teriak Dani seraya menatap hendry yang berada di belakang mobil itu sambil tertawa melihat wajah kesal Hendry karena dipanggil sebagai ayam betina.
“ Aku bukan ayam betina dasar Upil Selena Gomezz...” protes Hendry .
“ Pffthhh hahahah,.... ya.. terserahlah ayam betina, aku menunggu kabar dari tuan Simon, ini sangat menyenangkan, sudah lama rasanya tidur tanpa ada aksi laga!!" celoteh gadis itu sambil duduk dan tersenyum di atas mobil menatap matahari yang bersinar cerah di pagi hari yang segar dan indah ini.
Sama halnya dengan Mansion Mignolet di mana Simon tinggal selama ini.
Berkas berkas sinar matahari memasuki rumah dari cela jendela kaca.
Menggelitik lembut wajah Laura yang terlelap di atas kasur. Wajahnya tak sepucat semalam, tubuhnya mulai mendapatkan kekuatan.
Laura membuka kedua kelopak matanya saat merakan seseorang menyentuh bagian dadanya dengan sebuah lempengan dingin yang mengejutkan dirinya.
Hap....
Saking siaga dan terkejut Laura langsung menangkap tangan orang yang sedang memeriksa kondisinya, siapa lagi kalau bukan Zayn si dokter tampan mempesona yang memikat hati semua mahluk di bumi ini.
“ Siapa kau..” ucap Laura dengan tatapan tajam dan cengkraman yang cukup kuat di pergelangan Zayn.
“ Ahhhh.. lepas lepas lepaskan aku... kau hampir membuat tulang di tanganku retak , ahhhh sial.. aku ini seorang dokter, sedang memeriksa kondisimu bodoh!!" teriak Zayn kesal .
Laura tak percaya dia menatap ruangan kamar itu, seingatnya dia mengeluarkan racun dari tubuhnya semalam dan ambruk tepat saat sosok seorang pria yang tak tahu siapa masuk ke dalam kamarnya.
Gadis itu masih mencengkram tangan Zayn dan menatap ke sekitar, di sampingnya kasur besar itu, ada Simon yang sedang duduk di kursi roda dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya sedang membaca laporan bulanan perusahaannya.
“ Tuan Simon,” ucapnya sambil menatap pria itu.
Simon mengehentikan pekerjaannya sambil menghela nafas, dia belum bisa percaya pada gadis itu sepenuhnya mengingat kejadian terakhir yang dilakukan tuan Raymond padanya.
Dia menulis lagi di benda pipih itu,” Dia dokter pribadiku, lepaskan dia kalau kau mau hidup, jangan membuat keributan yang tidak berarti, menyusahkan ku saja,” tulisnya.
Tanpa diungkapkan pun sudah terasa bagaimana ketusnya suara pria itu jika dia mengatakannya langsung pada Laura.
“ Ma.. maaf...”
.
.
.
.
Like, vote dan komen
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 232 Episodes
Comments
epifania rendo
ketus saja hehhe
2023-01-21
1
🍒⃞⃟🦅Pisces
heheheh Thor si Dani pengen ku peluk Krn garang 😂😂🤭
2022-11-25
1
Dewi Misreni
heleehh pertama ketus kyk gitu. Nanti kelamaan jadi bucin macem Grape dengan Cherry baru tau 😒😒
2022-11-18
2