Nuwa berjalan dengan santai menuju singgasana, dia mendekati tempat Kaisar Hao cun dan permaisuri Xue min berada
"Cih apalagi yang akan gadis sialan itu lakukan" bathin Putri minyi
"Wussssh"
Sebuah Cahaya memasuki tubuh Liu Nuwa, dan semua orang tau, Nuwa disebut sebagai Gadis peramal dari Lembah keabadian yang di sayangi oleh dewa, saat melihat sebuah cahaya muncul,Rakyat dan para bangsawan akan bersujud, sedangkan para anggota kerajaan akan Berdiri menyambut Ramalan Nuwa
"Salam Para kaisar empat benua" ucap Nuwa lantang
"Salam diterima" sahut kaisar Hao cun mewakili
"Hamba hanyalah seorang rakyat biasa, yang rendah pengajaran, miskin harta dan minim materi,hamba tidak dapat memberikan satu benda yang mahal maupun materi yang dalam jumlah banyak, hamba hanya bisa menghadiahkan kepada yang mulia kaisar Hao Cun sebuah anugrah besar yang tidak ternilai" ucap Nuwa
Kaisar Hao dan permaisuri Xue tidak sabar, untuk mendengar kata kata selanjutnya yang akan di katakan oleh Nuwa
"Zen tidak sabar, katakanlah" ucap Kaisar Hao cun, sementara para tamu yang lain juga tidak kalah penasaran nya dengan kaisar Hao cun
"Permaisuri, telah mengandung, dan akan melahirkan seorang putra, kelak, putramu akan menjadi tameng kerajaan, dia putra berbakti, adil dan akan menjadi Kaisar terhebat di seluruh jagat
" Syuhhhh"
Sebuah cahaya Hijau masuk kedalam tubuh permaisuri Xue min, pertanda bahwa dewa akan melindungi janin yang sedang tumbuh tersebut
Permaisuri dan kaisar Hao merasa bahagia dengan kejutan tak terduga dari Nuwa, mereka pun berpelukan,akhirnya mereka akan memiliki putra sendiri, kabar yang Nuwa bawa benar benar membuat seluruh kerajaan merasa bahagia
Kecuali selir Jingyi, saiming dan juga putra mahkota Hao Lian, mereka merasa terancam, para selir sudah tidak ada harapan untuk menggeser posisi permaisuri, sedangkan Putra mahkota, akan di copot dari jabatan nya, dan dia tidak akan menerima hal itu
Putri minyi juga sangat terkejut dengan kabar yang Nuwa bawa, jika ramalan Nuwa benar, maka Nuwa akan semakin terkenal dan di hormati banyak orang, dia tidak suka, dan sangat iri dengan pencapaian yang Nuwa dapat, sementara kaisar Hao cepat cepat memanggil tabib untuk memeriksa kebenaran yang Nuwa katakan, terlihat disana Tabib sedang memeriksa denyut nadi Permaisuri Xue min, semua mata menunggu hasil dari tabib
"Selamat yang mulia, permaisuri telah mengandung janin yang berusia dua bulan" ucap tabib To
"Ya dewa terimakasih" ucap permaisuri memeluk kembali suami nya, dan di balas oleh kaisar Hao cun, betapa bahagia nya mereka saat ini, lalu kemudian permaisuri beralih memeluk Nuwa yang masih memandang penuh haru, dia merasa bahwa ibunya dulu juga sama bahagia nya ketika tau, bahwa dia sedang mengandung
"Terimakasih Nuwa putriku" ucap permaisuri memeluk Nuwa
Nuwa terkejut, ketika permaisuri Xue mengatakan bahwa dia adalah putri nya, hatinya menghangat dan bahagia, mungkin begitulah rasanya di peluk oleh seorang ibu pikir Nuwa
Beralih kepada semua tamu, mereka mulai mengucapkan kata selamat secara bergantian, begitu juga para selir yang terpaksa berpura pura bahagia
Mata Nuwa dan Pangeran Hao Lian bertemu, Nuwa menatap nya dengan tatapan mengejek, dia menaikan alis nya kearah pangeran Hao Lian, dan tentu saja membuat hati pangeran Hao lian merasa geram, dia tau, apa arti ejekan itu
"Nona, bolehkah kita berkenalan" Kaisar Gao yiyan merasa tertarik pada gadis kecil itu, dia telah lama mendengar rumor seorang peramal kecil di kerajaan Hao, dan dia mengira itu hanyalah rumor belaka, namun hari ini dia percaya bahwa rumor itu benar adanya
"Ya, Hormat hamba kepada yang Mulia kaisar Gao" ucap Nuwa menunduk hormat
"Diterima nak, dulu Zen pikir kamu itu hanya sebuah rumor, namun hari ini Zen melihat dengan mata kepala sendiri bahwa rumor itu nyata dan benar adanya" ucap kaisar Gao
Kaisar Fu, dan Qi juga tak ingin kalah, mereka juga datang menghampiri Nuwa
"Jika ada waktu, dan jika butuh bantuan, maka datanglah ke kerajaan Zen, ambil Giok ini, ini adalah tanda pengenal dari Zen, saat nona memperlihatkan nya kepada para penjaga, maka mereka akan tau bahwa nona adalah tamu spesial Zen" ucap kaisar Gao memberikan sebuah giok sebagai tanda pengenal
"Salam nona Nuwa, Zen adalah Kaisar Fu ziran, jika nona berkenan Zen juga ingin mengenali nona lebih jauh" ucap Kaisar Fu memberikan giok nya juga,
"Zen juga, salam kenal nona, Zen adalah Kaisar Qi yunxi" ucap kaisar Qi memberikan giok pengenalnya
Nuwa membungkuk hormat, dia menerima semua nya dengan senang hati , ini adalah sebuah anugrah, jadi kemana pun dia pergi, berarti dia bisa makan enak di manapun dia berada, ehmm benar benar ya hehe.
Hati putri Minyi semakin panas, dan cemburu, melihat semua Tamu kerajaan mendekati Liu nuwa, sementara tetua Liu wo sendiri, merasa bangga, cucu nya kini tumbuh menjadi gadis yang baik, walaupun Nuwa tukang makan, tapi dia tidak lupa untuk bersikap hormat kepada para kaisar
"Ehmm baiklah para yang mulia sekalian, hamba sudah lapar, bolehkah hamba makan sekarang"? tanya Nuwa
Mata mereka saling tatap, lalu kaisar Gao terkekeh lucu mendengar pertanyaan Nuwa
" Makanlah nona, maafkan zen telah mengganggu" ucap kaisar Gao mewakili
"Tidak kok, terimakasih ya" ucap Nuwa, dia pun langsung berlari menuju tempat makanan
"SELAMAT, PEMAIN MENDAPATKAN POIN DARI MISI RAHASIA, YAITU MEMBUAT KESAN KEPADA SEMUA KAISAR, POIN YANG DI DAPATKAN ADALAH 1000 POIN" ucap System
Nuwa semakin kegirangan saat dia mendapatkan jackpot besar hari ini, dan yang dia pikirkan sekarang, hanya makan dan makan, sedangkan Miu, hanya bisa menggelengkan kepala seperti biasanya, pemain yang dia pandu, benar benar berbeda dari yang lain nya
Saat ini Nuwa berada satu meja dengan tetua Liu, dia makan banyak, namun mencoba tetap elegan, dia ingat pesan kakek nya, dia tidak boleh menghancurkan diri nya sendiri dengan menimbulkan kesan jelek di hadapan semua orang, dan tetua Liu hanya bisa tersenyum, melihat Nuwa yang menuruti kata kata nya
"Tumbuhlah dengan baik nak, ketika kakek tidak ada, berjanjilah untuk tetap kuat dan bermanfaat bagi semua orang" ucap tetua Liu wo mengelus kepala Nuwa
perkataan nya membuat Nuwa berhenti makan, dia tidak suka dengan kata kata itu, matanya mulai berawan, dan menitihkan air mata, tetua Liu langsung menghapus air mata Nuwa, dan menggelengkan kepala nya
"Jangan ada air mata, disini hanya boleh ada, air mata kebahagiaan, semua makhluk hidup akan menemui ajal nya, dan entah kapan itu akan terjadi" ucap tetua Liu
Nuwa berdiri, dia sudah tidak mood makan, dia bersimpuh di kaki tetua Liu, dia menumpahkan seluruh kesedihan yang dia miliki, dia ingat di dunia asal nya, dia tidak memiliki ibu, dan hanya memiliki seorang ayah, sedangkan di zaman kuno dalam novel ini, dia hanya mempunyai seorang kakek, dan tidak mempunyai ayah dan ibu, betapa miris kehidupan nya, dia tidak ingin kehilangan tetua Liu, dia akan menciptakan sebuah ramuan keabadian, dia tidak akan membiarkan Kakek nya mat* di telan usia.
"Berjanjilah, kakek tidak akan meninggalkanku, Nuwa tidak punya siapa siapa lagi kek" ucap Nuwa menangis tersedu sedu,
Tetua Liu hanya bisa mengelus sayang kepala Nuwa, namun tidak bisa berjanji, karena semakin hari usia nya semakin senja, entah kapan dewa akan memanggilnya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Bab ini mengandung sedikit bawang
Othor sendiri nulis sambil mewek hehe..
Semoga reader suka
Happy reading ya ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Diah Susanti
kok mengandung 2 bulan, bukannya pengobatannya cuma sebulan 🤨🤨🤨🤨
2024-11-22
0
Nani Susilawati
/Sob//Sob//Sob/ sampe nangis baca nya moga kakak author nya bahagia biar bisa nulis terus
2024-09-06
0
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😇
2024-08-15
1