Gadis itu masih menatap tak suka ke arah Nuwa, dia senang ketika mendengar Nuwa sakit, dan berharap Nuwa tiada, karena dia sangat iri dengan segala prestasi yang Nuwa miliki
Namanya Kaili, dia adalah salah satu murid di lembah keabadian
"Hey, apa aku terlalu cantik, sehingga kak Kaili begitu mengagumiku"? Ucap Nuwa
Mata kaili berkedip, dia tidak menyangka bahwa Nuwa menyadari tatapan mata nya
" ehmm, tidak Nona, saya hanya kagum dan bersyukur atas kesembuhan anda" sahut kaili berbohong
"Benarkah, bukankah kakak seperguruan sangat senang ketika aku sakit" ucap Nuwa memancing emosi kaili
"... " kaili mengepalkan tangan nya dengan erat
"Sudahlah nona Nuwa, jangan menyudutkan kaili, dia berbicara apa adanya" ucap teman kaili
Mata Nuwa memicing, ternyata banyak musuh terselubung di dalam kelas nya itu
"Sudah, hentikan perdebatan kalian" ucap tetua Liu
"Apa kakek, akan diam saja, setelah tau penyebab Nuwa sakit" ucap Nuwa
Kaili dan Baoyi saling tatap, keringat mengucur didahi kaili saat ini, sedangkan Baoyi tidak mengerti dengan ucapan Nuwa
"apa maksud mu Nu'er"? tanya tetua Liu
" kak kaili mencampurkan Teh rumput liar kedalam minuman ku" tunjuk Nuwa
"... " Tetua Liu menatap tajam kearah Kaili
"Ti, tidak guru, mana mungkin aku berani" ucap kaili berkilah
"Apakah kak kaili lupa, aku adalah Liu Nuwa, aku adalah peramal di lembah keabadian, aku memimpikan semua hal yang akan terjadi padaku,, dewa menolongku, saat aku demam, aku mengobati diriku sendiri, agar terhindar dari racun" ucap Nuwa lantang
"Lancang"
"Wussshh"
Tetua Liu mengibaskan satu tangan nya hingga tubuh kaili terhempas ke tanah
"Argghhh"
"Nona, tukarkan 200 poin mu untuk mendapatkan sebutir pil kejujuran, maka gadis itu akan mengatakan yang sebenarnya" ucap Miu
"Baiklah" ucap Nuwa
"PEMAIN TELAH MEMBELI PIL KEJUJURAN, 200 POIN TERPOTONG OTOMATIS, POIN TERSISA 800 POIN" ucap system
"Tap"
Nuwa melesat dan memasukan sebuah pil kedalam mulut kaili, hal itu membuat semua mata orang melotot
"Apa yang kamu berikan Nu'er"? Tanya tetua Liu
" pil kejujuran" sahut Nuwa
"Nah kak kaili katakan lah, kenapa kau ingin menyingkirkanku" tanya Nuwa
"Aku iri, aku iri karena kau sangat cantik, cerdas, dan dihormati oleh semua orang" ucap Kaili
Kaili terkejut dengan ucapan nya sendiri, lalu di mencoba untuk menutup mulutnya sendiri
Mata tetua Liu seperti akan keluar dari tempatnya, ketika mendengar pengakuan dari kaili
"Ctassshh"
"Arrrghhhh"
Tetua Liu mencambuk kaili dengan keras, dia tidak menyangka, murid kebanggaan nya memiliki sifat keji terhadap cucu nya Liu Nuwa
"Ampuuun guru, ampuun" kaili menjerit ketika tubuhnya terus di cambuki
"KALIAN LIHAT, INI AKIBATNYA JIKA KALIAN BERANI MENCELAKAI CUCU KU, SELAMA INI AKU MENYAYANGI KALIAN, SAMA SEPERTI AKU MENYAYANGI NUWA, APAKAH INI BALASAN YANG KU TERIMA"??? Ucap tetua Liu murka
" SELAMAT, PEMAIN BERHASIL MENDAPATKAN 2000 POIN, 1500 HASIL DARI MEMBERI PELAJARAN KAILI, DAN 500 POIN HASIL DARI KEMARAHAN TETUA LIU" ucap System
Nuwa bersorak dalam hati, dia akan makan enak setelah ini,dia tidak menyangka, kakeknya akan memiliki kemarahan seperti itu dan dia suka
"Tim,kurung bocah ini, obati dia terlebih dahulu" ucap tetua Liu meredakan amarah nya, dia merawat Nuwa dengan penuh kasih sayang, tapi orang luar seenaknya saja menyakiti cucu nya, karena itulah tuan Liu sangat murka ketika mengetahui bahwa yang membuat Nuwa sakit adalah murid nya sendiri
"Kakek, Nuwa lapar" rengek nya
"... " tetua Liu masih dalam keadaan marah, namun yang ada di pikiran cucu nya saat ini hanyalah makan dan makan, sampai sampai dia tidak tau lagi ingin berkata apa
"Pergilah Nu'er, makan apapun yang kau suka, jangan sampai kau berubah gemuk, dan tidak ada pria yang akan menikahimu" ucap tetua Liu
"Tenang saja,Nuwa punya obat p*ncahar" ucap nya santai, lalu pergi dengan perasaan senang
Tetua Liu memandang Nuwa dengan tatapan aneh nya, selain tukang makan, Nuwa juga terlihat kembali pada usia nya yang memang masih anak anak, dulu, Nuwa sangat gila hormat, dia mengharuskan semua murid perguruan nya untuk menyapa nya ketika bertemu, tapi kali ini, dia seperti tidak ada batasan dengan siapapun,dia bersikap arogan dan dewasa, karena tetua Liu sangat memanjakan nya, dan juga dengan kekuatan nya yang maha besar di usia muda, membuat Nuwa angkuh dan lupa menghormati sesama, namun, setelah sembuh dari sakitnya Nuwa seperti telah terlahir kembali, jujur saja, walaupun Nuwa tukang makan, tetua Liu sangat menyukai Liu Nuwa yang sekarang.
...****************...
Saat ini, Nuwa sedang berada di dapur perguruan, semua juru masak kaget dan terheran heran ketika melihat seorang Liu Nuwa mau memasuki tempat yang panas seperti dapur, biasanya Nuwa akan menjauhi tempat yang menurutnya menyebalkan, semua makanan harus sempurna di matanya, ini kali pertama Nuwa memasuki dapur perguruan lembah keabadian
"Bibi, namamu siapa"? tanya Nuwa pada salah satu juru masak
" nama saya tomu, nona" ucap nya sopan
"hari ini aku akan mengajarkan kalian membuat satu resep, tolong siapkan bahan bahan nya," ucap Nuwa, lalu para juru masak kucar kacir mengambil bahan bahan yang telah Nuwa sebutkan
Dengan lihai, jari jemari Nuwa bergerak di atas campan, semua bahan sudah dia buat menjadi adonan, Nuwa akan membuat sayur sop dengan bakso daging, dan kelihaian tangan Nuwa dalam mengolah bahan membuat semua mata menatap nya dengan takjub mereka semua hanya di tugaskan untuk mengingat bahan dan cara membuatnya, tidak lupa juga Nuwa membuat bakwan jagung, agar lebih nikmat katanya
Harum masakan Nuwa menyeruak kedalam hidung semua orang, dan tanpa disengaja membuat perut orang yang mencium nya merasa lapar
Setelah lama berkutat dengan dapur, akhirnya masakan Nuwa sudah selesai, dia membuat sayur sop dengan toping bakso, dan bakwan jagung, mungkin lain kali dia akan mengajari mereka cara membuat kerupuk
"Prokk, prokk"
"Woaaahhh, tidak disangka, nona Nuwa sangat pandai memasak, kalau boleh tau, darimana nona belajar memasak"? Tanya Tomu
" Ilham , dewa memberiku ilham bibi, dia memerintahkan ku untuk hidup lebih baik, dan makan banyak haha" ucap Nuwa cengengesan
Dia terlihat sangat cantik, dengan gigi rapih bertaring milik nya, satu hal yang mereka ketahui, Nuwa telah berubah, dan mereka menyukai nya
"SELAMAT UNTUK PEMAIN, KARENA TELAH MENINGKATKAN NILAI BAIK DI MATA ORANG TENTANG PEMILIK TUBUH ASLI, DAN NILAI DARI MISI RAHASIA INI ADALAH 1000 POIN" ucap system
Nuwa meloncat kegirangan, ternyata hidup di zaman kuno, tidak buruk, dan dia mulai betah tinggal disana
"Baiklah bibi, tolong antarkan satu mangkok sup, dan enam buah bakwan jagung, untuk ku dan juga kakek " ucap Nuwa
"Baik nona" sahut Tomu
"Dan sisa nya, kalian berbagilah dan makan yang banyak agar kalian sehat" ucap Nuwa
Mereka saling tatap, dan mereka sangat bahagia dengan perubahan yang terjadi pada nona nya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Oi Min
jgn sampe saat jiwa Nuwa asli kmbli jadi terkejut karna berubah jadi bulat......wkwkwkwkkwkw
2023-12-20
0
Anne Rukpaida
smakin mnarik crita'y ka 👍
2022-11-03
0
Rosalinda Yo_2
Keren dapat poin terus...👏🏻👏🏻👏🏻
2022-11-01
0