#Sebelum membaca silahkan follow dan kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini, Terima kasih #
"Boleh aja, besok juga boleh langsung kerja di sini" ucap Tante Fany sambil membelai rambut milik Evan
"Jadi boleh Tan aku kerja di sini, makasih Tan" dengan refleks Evan langsung memeluk tubuh Tante Fany karena dirinya merasa senang di terima kerja paruh waktu
"Jadi udah pengin di peluk nih" ucap Tante Fany yang menggoda Evan sambil membalas pelukan darinya dan menarik kepala Evan ke buah dadanya
Evan menelan ludahnya karena melihat belahan dari bukit kembar milik Tante Fany "makasih ya Tan" ucap Evan sambil pura-pura mendekatkan bibirnya ke buah dada milik Tante Fany
"Iya Van kamu besok sudah boleh kerja di sini" ucap Tante Fany sambil membelai rambut milik Evan dan terus mendekatkan kepala Evan ke buah dadanya
"Tan, besar" ucap lirih Evan sambil terus memeluk tubuh Tante Fany
"Apa yang besar Van?" Tante Fany pura-pura bertanya kepada Evan
" Ini Tan" ucap Evan sambil memberanikan diri untuk menyentuh buah dada milik Tante Fany dengan tangannya
"Kalau mau pegang, jangan malu-malu, pegang aja gak papa Van" ucap Tante Fany memberi kode kepada Evan untuk memegang buah dada miliknya
"Emang boleh Tan?" Evan bertanya kepada Tante Fany apakah dirinya boleh memegang kedua bukit kembar itu
"Boleh dong sayang" ucap Tante Fany yang menggoda Evan dan membuka kancing atas bajunya
Evan melihatnya menelan ludahnya terus menerus lalu berlahan tangan Evan mulai menyentuh bukit kembar itu
"Kenyal dan masih kencang Tan" ucap Evan memberanikan diri sambil mengelus bukit kembar itu
"Kamu suka Van ?" Tante Fany bertanya kepada Evan, apa dia menyukai yang kencang
Setelah sore hari menjelang malam lalu toko pakaian tersebut di tutup, lalu Evan dan Tante Fany pulang ke rumah, diperjalanan, Tante Fany membeli makanan untuk mereka berdua setelah itu lalu mereka pulang ke rumah
Sesampainya di rumah, lalu Evan bergegas masuk kedalam dan melanjutkan untuk mandi, sedangkan Tante Fany masuk ke kamar lalu keluar untuk mempersiapkan makanan untuk mereka berdua, lalu Evan datang sudah berpakaian rapi
"Sudah mandi Van?" Tanya Tante Fany yang melihat Evan mendekati dirinya
"Udah Tan" lalu Evan duduk dan mereka berdua mulai menyantap hidangan tersebut sambil mengobrol
Mereka berdua selesai makan, lalu Tante Fany berjalan menuju ke kamar mandi, Evan mencuci piring yang sudah kotor tersebut, setelah selesai mencuci piring, lalu Evan berjalan menuju ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil main game
Setelah Tante Fany mandi lalu memakai pakaian yang tipis dan rok mini yang sedikit terbuka, kebiasaan Tante Fany kalau sudah malam dan berada di rumahnya, bagi laki-laki yang melihatnya pasti gak tahan dong
Lalu Tante Fany berjalan menuju ke kamarnya Evan dan masuk kedalam menemani Evan yang sedang bermain game
"Sedang main game apa Van?" Tanya Tante Fany kepada Evan lalu merebahkan tubuhnya di samping Evan
"Main game tembak-tembakan Tan" ucap Evan sambil melirik ke arah Tante Fany yang berbaring di sampingnya
"Lihat dong" lalu Tante Fany merapatkan tubuhnya dengan tubuh Evan sambil bergelayut di punggung Evan
"Lihat Tan, musuh tinggal dua, bentar lagi mau menang" ucap Evan sambil menunjukkan game tersebut
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
wah ..mesranya..
2023-11-30
2