Saif langsung membanting handphonenya saat Aira berani beraninya mengacuhkan dia. Kini dia kembali menelfon Aira untuk mengambilkan berkas yang berada di ruang belajarnya.
Dan nada dering handphone milik Aira pun kembali terdengar, dia dengan malas mengangkat telepon dari Saif.
''Aira, kamu jangan kurang ajar ya dengan mengakhiri panggilan ku. Sekarang pokoknya aku tidak mau tau kau harus mengambil berkas yang tadi sudah aku katakan padamu dan jika kau berani tidak mengantarkan berkas itu maka bersiap lah untuk aku beri kau hukuman setelah aku pulang bekerja.'' kata Saif dengan mengancam Aira bahwa dia akan menyiksanya.
''Tapi aku benar benar sibuk, kenapa kamu tidak menyuruh pelacur mu itu untuk mengambilnya hah. Lagian aku juga tidak pernah masuk ke dalam ruangan kerja mu itu, dan sekarang aku benar benar sangat capek dengan sikap kamu yang hanya mengubungi aku di saat kamu butuh. Dan kau hanya mementingkan dirimu sendiri tanpa memikirkan aku, kau bahkan melarang aku untuk bertemu dengan keluarga aku. Jadi sekarang aku benar benar sudah lelah dan tidak mau lagi menuruti tentang apa yang kau katakan!!'' jawab Aira dengan menolak dan mengatakan semua yang saat ini dia rasakan karena sikap Saif padanya.
Saif pun hanya bisa menahan emosinya saat Aira mengatakan hal seperti ini padanya, Saif harus bisa membuat Aira mau mengantarkan berkas tersebut karena saat ini Saif benar benar sangat membutuhkan berkas itu dan untuk kembali ke rumah nya pun saat ini tidak memungkinkan karena William menginginkan berkas itu segera mungkin.
''Baiklah Saif, mungkin saat ini kau harus mengesampingkan Ego mu karena kau tau bukan bagaimana sifat Aira. Dia akan semakin marah dan tidak akan menuruti apa yang kita lakukan saat kamu membentaknya. Sekarang kau harus bisa membujuk Aira.'' ucap Saif dengan menenangkan dirinya sendiri yang kini hampir emosi karena perkataan Aira.
Tapi kini Saif benar benar sangat membutuhkan Aira jadi dia pun sebisa mungkin untuk bisa membujuk Aira.
''Aira Sayang, dengarkan aku ya. Baiklah aku meminta maaf karena waktu itu aku tidak memberikan kamu ijin untuk bertemu ke dua orang tua kamu. Sekarang aku akan memberikan kamu ijin asalkan kamu mau membawakan berkas itu ke kantor sekarang juga. Aku berjanji bahwa kau boleh menginap di sana kapan pun yang kau mau, aku tidak akan marah atau pun menjemput kamu. Aku akan menunggu kamu sampai kamu pulang sendiri. Sekarang aku mohon Aira, untuk membawakan berkas itu ya, aku mohon Aira.'' ucap Saif dengan nada lemah lembutnya saat berbicara kepada Aira.
''Kau tau Aira bahwa berkas itu sangat penting bagi aku dan jika kamu tidak mengantarkan berkas itu maka aku akan di pecat dari perusahaan ini jadi aku mohon sama kamu untuk membawakan berkas itu pada ku sekarang juga.'' kata Saif dengan kembali memohon kepada Aira agar dia mau membawakan berkas itu ke kantornya.
Aira pun menjadi terdiam dan kini benar benar tidak tega saat mendengar tentang permintaan Saif padanya. Dan akhirnya Aira pun bersedia untuk mengantarkan berkas itu kepada Saif.
''Baiklah, aku akan segera membawakan berkas itu dan kamu tunggu aku di depan kantor karena aku tidak mau masuk ke dalam.'' jawab Aira dengan menyetujui permohonan Saif.
''Baiklah Sayang, terima kasih banyak ya.'' kata Saif dengan tersenyum bahagia dan berkata manis kepada Aira yang mau membawakan berkasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
ihsanul fikri
kok author bkin pemeran utama segoblok ini. biar bikin panjang cerita ya
2024-06-08
3
Fawaz Al ashy
bodoh kau Aira jangan mau di bohongin saif tu
2024-06-04
0
Meta Lia
lebaaaaaay aaaah
2023-06-26
0