Nadya memanggil salah satu waiter dan ia mengorder 2 ramen, 1 sushi dan 2 orange juice. setelah menunggu beberapa saat hidangan pesanan mereka sampai dan mereka menikmatinya sambil mengobrol mengenai banyak hal namun kesenangan mereka terganggu disaat ada beberapa orang membuat kerusuhan saat mereka memasuki restoran.
darma menatap 5 orang tersebut dengan perasaan geram karena mereka menindas waiter di restoran tersebut, saat salah satu dari 5 orang tersebut hendak memukul waiter tersebut darma segera melemparkan sumpit yang dipegangnya dan melemparkannya kearah orang itu.
"arghhh" teriak orang itu kesakitan saat sumpit yang dilemparkan darma menembus tangannya dan kini sumpit itu menancap pada dinding restoran.
teman-teman dari orang yang terluka itu memandang ke sekeliling dan mereka melihat darma yang memancarkan nafsu membunuh kepada mereka.
"tidak bisakah kalian diam dan jangan mengganggu kenyaman orang lain. jika kalian tidak terima mari kita selesaikan diluar" ucap darma santai sambil berdiri menghampiri mereka. Nadya yang menyaksikan hal itu hanya bisa tersenyum masam dan ia pun berdiri mengikuti darma dari belakang.
seorang pria berbadan besar yang tampak seperti pimpinan dari mereka, berjalan kearah darma yang mendekat. kini mereka saling bertatapan langsung, aura permusuhan keluar dari kelompok lima orang itu.
"apa kau tidak tahu kami siapa" ucap pria berbadan besar itu sambil menunjukkan lambang guild Scarlett Phoenix yang ada pada dadanya.
"tentu saja aku, kalian hanya kumpulan orang yang suka menindas orang lemah" ucap darma santai sambil tersenyum sinis
"darma tidak baik, kita membuat masalah dengan anggota guild Scarlett Phoenix" ucap Nadya sambil memegang tangan darma sambil berusaha menghentikannya
"lebih baik kau dengarkan omongan pacarmu, tapi karena tindakanmu sebelumnya kau harus mengganti rugi. pacarmu terlihat cantik biarkan aku menikmati semalam sebagai konvensasi atas tindakanmu melukai anak buahku" ucap pria itu sambil tangannya berusaha menarik Nadya kearahnya.
darma yang mendengar itu menjadi naik pitam, ia lantas menghentikan tangan pria itu dan darma langsung memukul muka pria itu beberapa kali sampai hidungnya mengeluarkan darah dan darma segera melakukan tendangan T tepat pada ulu hati pria itu yang membuatnya terpental hingga menghancurkan pintu restoran yang ditabraknya. empat orang lainnya lantas bergegas membantu pria itu mereka tidak menyangka orang tersebut dapat menghempaskan pimpinannya.
"kak tunggu disini, aku akan menyelesaikan Masalah ini dulu" ucap darma sambil melepaskan pegangan tangan Nadya pada lengannya.
"mari kita selesaikan masalah ini diluar, aku tidak ingin menambah masalah untuk pemilik restoran ini" ucap darma sambil berjalan keluar melewati mereka berlima,
darma kini berdiri diparkiran dan menatap kelima orang yang sudah mengikutinya, ia melakukan beberapa peregangan dengan menjetikan jari jemarinya.
"anak muda apa kau tidak takut, membuat Masalah dengan guild Scarlett Phoenix?" ucap pria berbadan besar itu
"apa yang harus kutakutkan melawan sekelompok pembully seperti kalian, walaupun ketua guild kalian datang kesini aku akan tetap menghajar dirinya" sahut darma memprovokasinya
"bajingan, berani-beraninya kau berkata seperti itu. semuanya serang" teriak pria tersebut. kelima orang itu berlari kearah dan mereka mencoba menggunakan skill mereka masing-masing, darma yang melihat itu hanya tersenyum dan ia mulai memasang kuda-kuda.
sebuah kumpulan energi mulai berkumpul pada tangannya darma dan ia segera melemparkannya dragon ball kearah kelima orang itu. namun saat dragon ball hanya berjarak 2 meter dari mereka sebuah dinding es muncul dan menghalangi serangan dragon ball. tabrakan antara dragon ball dan dinding es itu menyebabkan sebuah ledakan yang membuat kelima orang itu terpental.
"kapten Ratna" ucap pria berbadan besar tersebut saat melihat seorang gadis muda kini berdiri dihadapannya dan menyelamatkan mereka.
"laxus apa yang sebenarnya terjadi disini" ucap Ratna dingin menatap mereka
"pemuda itu menghina guild Scarlett Phoenix, ia juga melukai salah satu anggota s dan berkata bahwa ia juga akan menghajar guild master" ucap pria berbadan besar yang bernama laxus itu.
"jadi ada orang arogan seperti itu" ucap Ratna sambil mengalihkan pandangannya kearah pemuda itu namun setelah kabut dari ledakan menghilang. Ratna dikejutkan dengan darma yang berada di hadapannya
"oh rupanya kau Ratna, apa kau akan melindungi para pembuat onar itu" ucap darma
"darma itu kau, melindungi pembuat onar apa maksudmu?" sahut Ratna heran
"mereka membuat Maslah direstoran Jepang itu dan menindas salah satu pelayan Disana, serta dia meminta temanku untuk melayani hawa nafsu mereka" sahut darma
"laxus, apa yang dikatakan itu benar" ucap ratna kini menatap mereka berlima
"itu bo...hong kapten " sahut laxus terbata-bata sambil mencoba meyakinkan Ratna namun sayangnya Ratna keburu memukul wajah laxus dengan kekuatan penuhnya yang membuat laxus terpental kembali.
"aku sudah memberitahu kalian untuk tidak membuat onar dan mempermalukan nama guild kita" ucap Ratna dengan perasaan marah
"yang aku katakan itu benar kapten dan knpa kapten lebih percaya orang asing itu daripada saya" keluh laxus sambil menahan rasa sakit akibat serangan Ratna
" orang asing apanya? dia itu anak pertama guild master kita" bentak ratna
laxus dan keempat orang lainnya terkejut mendengar perkataan Ratna, mereka menatap kearah darma dan akhirnya mereka menemukan beberapa kemiripan diantara darma dengan guild master mereka.
"kami minta maaf tuan muda" ucap mereka sambil bersujud
"kalian seharusnya meminta maaf pada mereka ( sambil menunjuk Nadya, pelayan dan beberapa pelanggan restoran yang kini sedang menonton mereka) bukan kepadaku dan ku ingatkan jangan pernh melakukan hal itu lagi. jika kalian melakukanya aku pastikan membunuh kalian serta ingat bayar ganti rugi kerusakan yang kalian lakukan" sahut darma
"baik tuan" sahut mereka bersamaan dan mereka berlari kearah pelayan, pelanggan dan Nadya yang menonton sejak tadi. mereka lantas meminta maaf atas tindakan arogan mereka sebelumnya.
darma bergegas berjalan meninggal Ratna dan menuju ke restoran untuk melanjutkan makan siangnya, semua orang merasa aneh dengan tingkah laku darma yang seakan tidak pernah terjadi apapun sebelumnya. Nadya pun mengikuti darma yang sudah duduk sambil menikmati makanannya.semua orang akhirnya kembali beraktivitas seperti biasanya, Ratna memerintahkan anggota partynya untuk kembali duluan ke guild sedangkan dia akan menemui darma terlebih dahulu.
Ratna kini memasuki restoran tersebut, ia melihat sekeliling dan akhirnya menemukan darma yang sedang duduk bersama dengan seorang wanita. Ratna berjalan menghampirinya dan duduk disebelahnya darma tanpa meminta ijin sama sekali.
"apa yang kau lakukan disini" ucap darma menatap heran Ratna yang sudah duduk disebelahnya
"aku ingin makan siang kebetulan tempatnya lagi penuh jadi aku duduk disini" sahut Ratna santai dan ia memanggil pelayan untuk memesan makanan.
"darma bisa kau perkenalkan dia siapa? karena wajahnya sangat familiar bagiku" sahut Nadya sambil mencoba mengingat-ingat sesuatu
"dia mantan tunanganku" sahut darma santai yang membuat Nadya dan Ratna terkejut dengan ucapannya darma
"kapan aku jadi tunanganku, sialan. aku Ratna sepupunya darma" sahut Ratna sambil memukul lengan darma
"bukannya waktu kau berumur 4 tahun saat aku memberimu permen kau berterima kasih sambil berkata akan menjadi istriku"
"itu hanya perkataanku saat aku kecil"
"ok ok aku mengerti " sahut darma sambil melanjutkan menyantap ramennya sedangkan Nadya kini mulai mengingat mengenai Ratna
"jangan bilang, kau Ratna si ice Queen dari Scarlett Phoenix" ucap Nadya antusias
"aku memang dari guild Scarlett Phoenix namun aku tidak tahu mengenai julukan ice Queen itu"
"aku banyak mendengar dan membaca mengenai sepak terjangmu selama ini, bisakah aku meminta sebuah photo bersama untuk kenang-kenangan"
"boleh saja"
akhirnya Nadya mengambil photo dirinya bersama dengan Ratna dan darma, sebagai kenang-kenangan pertemuan mereka. Nadya dan ratna mengobrol mengenai banyak hal sampai mereka melupakan keberadaan darma disamping mereka.darma yang melihat itu hanya bisa tersenyum masam dan ia memanggil pelayan untuk menambah makanan buat dirinya.
"Ratna bisakah kau membantuku?" ucap darma yang memotong percakapan Ratna dan Nadya
"minta tolong mengenai apa" sahut Ratna yang menatap darma dengan serius
"bisakah kau mengurus ijin untuk diriu masuk ke dungeon yang kini dikelola oleh aliansi guild kalian"
"mengenai itu aku tidak bisa sebab wewenang guild master, namun kau bisa meminta bantuan kepada ibukku"
"aku sudah sempat berbicara dengan Tante Maria namun ia meminta syarat untuk permintaanku itu"
"memangnya apa syarat yang diminta ibu"
"dia meminta 80% dari drop item yang aku dapatkan" sahut darma berbohong kepada Ratna dan mana mungkin ia menjelaskan syarat dari Maria yang sebenarnya
"ternyata ibu masih sama saja, nanti aku akan coba berbicara pada ibuk. sekrang kalian mau kemana" ucap Ratna menatap darma dan Nadya
"aku akan pulang ke Singaraja na" sahut Nadya
"aku akan pulang dan tidur, oh iya terima kasih untuk makanan gratisnya kak Nadya besok-besok jangan sungkan-sungkan nraktir lagi eheheh" ucap darma sambil mengacungkan jempolnya pada Nadya
"iya Dar santai saja" jawab Nadya sambil tersenyum bahagia karena ia bisa makan bersama lagi dengan darma
"tunggu-tunggu, Dimana harga dirimu sebagai Cwo darma. membiarkan cwe datang jauh-jauh dan membayarkanmu makan siang seperti ini"
"tenang Ratna, itu memang keinginan ku" sahut Nadya membela darma
"kamu dengar Ratna, kak Nadya saja tidak keberatan. kalo kamu mau bayarin boleh juga itung-itung buat ganti rugi Anggota partymu"
"cih baiklah, aku yang bayarkan" ucap Ratna sambil pergi ke kasir untuk membayarkan semua tagihannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments