setelah bencana munculnya portal dungeon diseluruh dunia diikuti munculnya para monster yang menginvasi bumi dan munculnya manusia-manusia yang memiliki kekuatan untuk melawan para monster. mulai banyak perubahan terjadi pada struktur pendidikan, pengenalan mengenai jenis monster dan jenis kekuatan Hunter mulai diperkenalkan sejak dini pada sekolah negeri maupun swasta.
seiring berjalannya waktu sekolah negeri dan swasta mulai menghilang dan berubah menjadi akademi Hunter, dimana anak-anak yang memiliki kekuatan (bakat) ataupun yang tidak memiliki bakat untuk menuntut ilmu serta untuk memangkas gap diantara para manusia biasa dan Hunter sejak dini . pada awalnya semua berjalan sesuai harapan dimana mereka selalu bekerja sama namun seiring berjalannya waktu mulai adanya diskriminasi diantara mereka.
para siswa yang memiliki bakat mulai melakukan pembulyan terhadap siswa normal sedangkan para tenaga pendidik tidak pernah memperdulikan hal tersebut, menganggap hal itu normal dan yang lebih prihatin adalah para tenaga pendidik hanya mengurus hal yang tidak penting seperti cara berpakaian dan rambut siswa. dari waktu - waktu akademi Hunter mulai menuju kearah yang berbeda tidak seperti yang diharapkan.
akademi Hunter cabang Ubud tempat dimana darma menuntut ilmu pun telah sangat melenceng dari tujuan awalnya, kini para siswa yang berbakat dan memiliki background keluarga yang kuat mulai menindas para siswa yang tidak berbakat dan membully mereka habis-habisan namun para tenaga pendidik tidak pernah peduli tentang hal tersebut karena mereka beranggapan bahwa didunia yang telah berubah ini berlangku hukum rimba. dimana yang kuat memangsa yang lemah, bila kau tidak ingin dimangsa jadilah kuat dan hancurkan mereka.
pada salah suatu ruangan di gedung akademi Hunter cabang Ubud tampak dua sejoli yang berbeda usia sedang memadu kasih, mereka tampak penuh semangat mengejar kenikmatan duniawi, disekitar mereka banyak buku berserakan dilantai dan meja yang dihiasi berbagai macam botol ramuan hasil eksperimen.
tampak seorang siswi dengan rambut hitam sebahu sedang meliuk-liukkan tubuhnya dengan penuh semangat diatas seorang pria paruh baya yang kini sedang memainkan gunung kembar siswi tersebut. selang beberapa saat pria paruh baya tersebut mencengkram gunung kembar siswi tersebut dengan sangat keras sambil mendesah.
"auwwch...pak Jordy sudah sampai?"
"iya Din,,,makasih iya"
"sama-sama pak, tapi ingat janji bapak iya?" ucap Dina sambil berdiri dari tubuh pak jordy
"tentu saja Dina, aku sudah menyiapkannya" pak Jordy lantas bangun dan mengambil sebuah kotak hitam seukuran telapak tangan dari salah satu laci pada meja kerjanya.
"dengan menyerapnya pil ini, saya jamin kekuatan sihirmu akan meningkat 2 kali lipat namun ingat tugasmu besok lusa adalah untuk mencederai darma dari kelas non awakened saat kompetisi antar kelas"
"tentu saja pak akan saya lakukan, kalau boleh saya tahu kenapa bapak begitu membenci dirinya padahal ia tidak memiliki kemampuan sama sekali??"
"itu untuk membalas dendam atas perbuatan ayahnya padaku beberapa tahun silam"
"ayahnya? bukannya dia yatim piatu dari informasi yang beredar"
"itu hanyalah rumor belaka, orang tua darma adalah Ryan dan Astrid dari guild Scarlett Phoenix"
"tuan Ryan dan nyonya Astrid? bukannya mereka 2 dari 7 Hunter rank S di Bali, tapi kenapa darma tidak memiliki bakat apapun dan bukannya akan jadi masalah bila aku mencederai darma saat kompetisi antar kelas pak ?apalagi salah satu petinggi guild Scarlett akan datang menyaksikan kompetisi tersebut"
"kamu tenang saja Dian,karena menurut informasi yang saya dapatkan darma telah dibuang dari keluarganya jadi tidak akan jadi masalah kalo kamu membuatnya terluka parah"
"baik pak"
"cepatlah bekemas karena mata pelajaran selanjutnya akan segera dimulai"
"baik pak"
Dian langsung bergegas mengenakan seragam miliknya dan keluar dari ruangan kerja pak Jordty dengan penuh senyuman diwajahnya.
"tidak sia-sia aku menyerahkan tubuhku pada bandot tua itu" gumam Dian sambil menatap kotak pemberian pak Jordy.
dilain tempat darma yang telah mendapatkan bola crystal tersebut bergegas menuju ke rumahnya, sesampainya di rumahnya ia mempersiapkan dirinya terlebih dahulu untuk menyerap bola crystal karena darma masih mengingat rasa sakit saat ia mendapat infinite gauntlet dan kekuatan dragon God.
darma mengeluarkan infinite gauntlet miliknya dan mengeluarkan bola crystal yang ia simpan pada storage. darma mendekatkan bola crystal pada infinete gauntlet seketika bola crystal berubah menjadi butiran cahaya hijau dan bersatu dengan infinete gauntlet. setelah beberapa saat semua butiran cahaya terserap pada infinete gauntlet dan tampak mulai ada perubahan pada infinete gauntlet dengan bertambahnya corak kuning emas.
"huhh lega aku tidak perlu merasakan sakit lagi" gumam darma dengan senangnya karena ia tidak perlu merasakan rasa sakit seperti saat pertama kali namun beberapa saat kemudian rasa sakit mulai muncul dan menjalar kembali pada seluruh tubuhnya yang membuatnya berguling tidak karuan menahan sakit.
darma harus menahan rasa sakit tersebut selama 5 menitan sampai semua rasa sakit itu menghilang, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan keringat dan cairan berwarna hitam yang menyebarkan bau yang sangat tajam.
"sial, kenapa ini terjadi lagi" gumam darma sambil menatap langit-langit rumahnya
* skill dragontification telah berhasil didapatkan dan skill reflect telah ditingkatkan*
"dragonfication dan peningkatan skill reflect? apa dragonfication mirip dengan gigantification serta bisa kau jelaskan peningkatan skill reflect?"
*iya itu benar, gigantification menyebabkan seseorang bisa berubah menjadi raksasa sedangkan dragonfication bisa merubah host menjadi naga namun karena kekuatan host masih sangat lemah maka host tidak bisa berubah menjadi naga seutuhnya dan untuk skill reflect kini akan memantulkan semua serangan sihir sebesar 5 kali lipat untuk serangan yang membahayakan host serta meningkat efek buff yang diterima host menjadi 10 kali *
"skill yang menarik serta peningkatan yang menguntungkan hahaha, apa setiap kali aku mendapatkan fragmen relic ataupun relic akan selalu sesakit ini?"
*tidak, host hanya akan merasakan sakit jika kekuatan yang didapatkan harus melakukan perubahan dalam tubuh*
darma mencoba menggunakan dragonfication pada tangan kirinya seketika sisik berwarna kehitaman mulai muncul pada seluruh lengannya dan jari-jemarinya mulai berubah menjadi cakar naga. hal ini menjadi hal menarik baginya dan ia bisa menggunakan kekuatan ini untuk ujian kompetisi antar kelas.
darma mulai mencoba dragonfication pada anggota tubuhnya lainnya,saat ia melakukan dragonfication pada matanya ia mampu melihat sampai jarak 1 kilometer namun saat ia mencoba melakukan dragonfication pada punggungnya karena ia ingin memiliki sayap seperti naga tapi rasa sakit tak tertahankan membuatnya membatalkan keinginannya.
"aku rasa dengan skill ini aku bisa melawan mereka yang berasal dari kelas Hunter" gumam darma penuh semangat
darma lantas menggunakan sisa waktunya untuk mencoba tower trial untuk menguji kekuatan baru miliknya serta ingin memahami skill yang telah ia miliki saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments