Mobil sampai di tempat laundry. Tempat laundry yang besar membuat Neta hanya bisa menelan salivanya karena pasti tempat ini sangat mahal. Namun, demi bertemu Dathan kembali, tentu saja dia akan melakukannya.
“Ayo turun.” Dathan membuka sabuk pengamannya sambil menatap Neta.
Neta yang sedang meratapi dompetnya, tersadar ketika suara Dathan terdengar. Dia pun mengangguk. Melepaskan sabuk pengamannya dan segera keluar dari mobil.
Dathan yang keluar segera menghampiri anak. Membantu anaknya turun. Loveta begitu senang sekali ketika turun. Dia segera menghampiri Neta yang sedang turun dari mobil.
“Aunty.” Loveta memanggil Neta dengan semangat.
“Hai, Cinta.” Neta mencubit pipi Loveta gemas.
Dathan yang melihat Neta dan Loveta merasa senang. Anaknya tampak begitu ceria sekali ketika bersama Loveta.
Mereka bersama masuk. Neta menggandeng Loveta. Di saat tangan kanannya memegangi Loveta, tangan kiri Neta menenteng jas milik Dathan. Saat masuk, sudah ada petugas yang menerima kedatangan mereka. Dathan langsung segera memberitahu jika mereka ingin mencuci jas. Petugas segera melayani.
“Ini mau diantar saja?” tanya petugas ketika menerima jas Dathan.
“Tidak, jasnya akan diambil saja.” Dathan langsung memberitahu. Dia memang berniat agar Neta yang mengambil jas tersebut.
Neta hanya pasrah saja. Dia yang tadi melihat tarif laundry hanya bisa memikirkan jika uang itu bisa dipakainya untuk laundry, bisa unruk dipakainya makan selama tiga hari. Sungguh ini benar-benar menyebalkan sekali. Namun, demi wawancara dia akan melakukannya.
Setelah menyelesaikan semuanya, akhirnya Dathan, Neta, dan Loveta kembali ke mobil. Neta akan mengambil jas itu besok. Jadi dia akan ke kantor Dathan lagi besok.
Di mobil Loveta memilih untuk duduk bersama dengan Neta. Terpaksa Neta memilih untuk ke belakang. Duduk bersama dengan Loveta di belakang.
“Papa, Lolo lapar.” Suara Loveta terdengar merengek.
Dathan yang melihat anaknya dari pantulan kaca di atas dashboard pun merasa jika dia harus berbelok untuk mengajaknya makan siang terlebih dahulu.
“Kita ke restoran terdekat.” Dathan menyetujui ide sang anak yang meminta untuk makan terlebih dahulu.
“Aunty, ikut juga ya.” Loveta menatap Neta dengan penuh harap.
Tatapan Loveta sungguh membuat Neta benar-benar tak bisa menolak. “Iya.” Neta mengangguk setuju. Lagi pula, dia berpikir mungkin punya kesempatan untuk mendekati Dathan. Setelah bisa dekat, mungkin dia akan lebih mudah untuk mendapatkan wawancara.
Dathan yang melihat Neta dari pantulan cermin. Dilihatnya gadis itu menerima ajakan anaknya. Merasa senang Neta juga mau ikut.
Dathan menuju ke salah satu restoran terdekat. Mereka bersama-sama turun dan masuk ke restoran. Dathan memilih duduk di sudut restoran agar tidak terganggu dengan lalu lalang orang. Dia ingin menikmati makanan dengan tenang.
Neta yang melihat restoran adalah restoran mahal, hanya bisa menelan salivanya. Sungguh ini tak terduga. Dia bisa ikut makan di restoran mahal. Jarang-jarang dirinya bisa makan di restoran mahal.
“Apa kamu punya alergi?” tanya Dathan ketika memesan makanan.
“Tidak.” Neta menggeleng.
Dathan segera memesan makanan untuk mereka. Dia memilih menu restoran yang menurutnya enak.
“Aunty, aku punya teman, namanya Nesya.” Loveta menceritakan apa hal yang menarik pada Neta.
“Oh ... ya, apa Nesya baik?” Neta menanggapi cerita Loveta.
“Iya, dia baik sekali.” Loveta begitu senang menceritakan temannya itu.
“Kalau teman Cinta baik, artinya Cinta harus berbuat baik juga.” Neta membelai lembut rambut Loveta.
“Iya, Lolo baik dengan Nesya.” Dengan bangganya Loveta menceritakan hal itu.
“Anak pintar.” Neta memberikan jempolnya. Tanpa dia bangga dengan Loveta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 289 Episodes
Comments
beby
calon masa depan
2023-01-31
2
'Nchie
meratapi dompet yg langsung kempes ya Neta
2022-12-12
0
Cici Tarsih
seru nih bakal jadi bunda Lolo
2022-09-22
1