Dathan ikut duduk di sofa. Berada tepat di depan Neta. Dia melihat jas yang dibawa Neta untuknya. Karena jas itu, wanita itu datang padanya.
“Maaf aku tidak tahu jika kamu datang hari ini.” Dathan dengan suara basnya memulai pembicaraannya.
“Kebetulan jasnya jadi lebih awal. Jadi saya mengantarkannya lebih cepat.” Neta tersenyum.
Melihat senyum Neta membuat jantung Dathan berdesir. Senyum itu membuatnya merasakan getaran aneh di hatinya. “Aku belum tahu siapa namamu? Kemarin kita belum sempat berkenalan.” Dia berusaha untuk tetap tenang. Memilih mengalihkan pandangan dari senyum Neta.
“Nama saya Marsya Kineta, Pak.” Neta mengulurkan tangannya.
Dathan menerima uluran tangan Neta. Tangan wanita itu tidak terlalu halus. Dathan yakin wanita di depannya itu adalah seorang pekerja keras.
Neta segera menarik tangannya dan beralih pada jas yang dibawanya. Dia segera menyerahkan jas yang dibawanya pada Dathan. “Ini, Pak. Saya sudah mencucinya di laundry langganan saya.”
Dathan menerima jas yang dibawanya. “Apa laundry di tempatmu mengerjakan dengan baik?” Dia membuka ritsleting yang membungkus jas miliknya. Pertanyaan yang dilontarkan cukup pedas untuk orang-orang yang baru mengenalnya.
“Tempat laundry memang buka tempat laundry terkenal, tetapi di sana mereka mengerjakan dengan baik.” Neta mencoba menjelaskan. Tempat laundry itu saja sudah merogoh koceknya cukup dalam. Jadi tentu saja jaminannya pasti bersih.
“Baiklah, kita lihat saja.” Dathan membuka kantung jas dan mengeluarkannya. Dia menempelkan jas pada hidungnya. Mengecek setiap sudut bagian.
Neta menautkan kedua alisnya ketika melihat aksi Dathan. Dia tidak mengerti apa yang dilakukan oleh Dathan. Sungguh aneh baginya.
“Di sudut sini masih tercium parfum miliku. Artinya mereka tidak mencuci dengan benar.” Dathan yang mendapati jas bagian depan tercium aroma parfum miliknya. Walaupun samar dengan aroma parfum laundry, tetap saja dia masih merasa ada yang tersisa dari parfum miliknya.
Neta membulatkan matanya. Sungguh ini membuatnya benar-benar terkejut. Dia ingat jelas jika tadi dia sudah mencium jas itu, dan tidak mendapati aroma parfum Dathan.
“Tidak mungkin parfum Pak Dathan masih ada di jas itu. Tadi saya sudah mencium jas itu dan tidak mendapati aroma parfum Pak Dathan.” Neta mencoba membela diri. Tidak mungkin dia salah tadi pagi mencium aroma parfum Dathan.
Dathan mengalihkan pandangan pada Neta. “Apa kamu tahu aroma parfum yang aku pakai?” tanyanya memastikan.
“Saya tahu.” Dengan percaya diri Neta menjawab. Dia memang hapal betul aroma parfum milik Dathan. Perpaduan aromatik rempah dan nuansa woody, dan begitu segar sekali.
Dathan menatap lekat wajah Neta. Menurutnya menarik sekali seorang wanita mengingat parfum yang dipakainya. Padahal jelas tidak mudah mengingat aroma parfum pria. Karena aromanya hampir sama.
“Kalau begitu kamu cek lagi.” Dathan memberikan jas itu pada Neta. Memancing Neta untuk mengetahui seberapa dalam Neta mengetahui aroma parfum miliknya.
Neta dengan polosnya menerima jas yang diberikan oleh Dathan. Dia mengendus aroma jas milik Dathan dengan saksama. Memastikan jika aroma parfum Dathan tidak ada di sana.
Dathan melihat jelas bagaimana Neta mengendus jas miliknya. Sungguh lucu sekali ketika melihat Neta melakukan hal itu. Dia sudah seperti kucing yang sedang mengendus makanannya.
Saat Dathan menatapnya, Neta merasa sedikit takut. Dia memikirkan apa ada yang salah dengan yang dilakukan. Sampai akhirnya, Neta menyadari jika dia baru saja menciumi jas Dathan. Sungguh ini adalah hal bodoh yang dilakukannya.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 289 Episodes
Comments
mel
ha...ha.....kebayang gak tuk malu nya.....
2024-08-14
0
nobita
dasar Neta di kerjain sama Dethan...
2024-06-17
0
Anonymous
😂🤣😅 seperti kucing mengendus makanan..😄
2024-06-15
0