Neta berputar-putar senang ketika masuk ke kos-kosannya. Suaranya begitu riang bernyanyi ketika sampai di depan kamar kosnya.
Maria yang mendengar suara temannya dia segera keluar. Dia begitu penasaran dengan hasil dari temannya itu.
“Bagaimana, Ta?” tanya Maria saat membuka pintu kamarnya. Kamarnya berada tepat di samping kamar Neta. Jadi jelas saat keluar dia akan langsung bertemu dengan Neta.
“Maria.” Neta segera meraih tangan temannya. Melonjak-lonjak sambil berputar-putar kegirangan. Sungguh dia benar-benar senang kali ini.
“Ta, katakan padaku, bagaimana? Dia benar Dathan Fabrizio? Dia benar pemilik IZIO?” Maria masih terus berputar mengikuti Neta. Sungguh benar-benar penasaran.
Neta yang mendapatkan pertanyaan itu segera menghentikan aksinya berputar-putar. Dia segera memperlihatkan kartu nama yang diberikan Dathan tadi.
Maria yang penasaran segera meraih kartu nama itu. Dengan segera dia membaca kartu nama tersebut. Alangkah terkejutnya dia melihat nama Dathan Fabrizio sebagai CEO di IZIO Grup.
“Ah ....” Dia berteriak kegirangan. Dia begitu senang sekali. Dia berputar-putar lagi dengan Neta. Dia benar-benar tidak menyangka jika ternyata Neta bisa mendapatkannya.
“Ah ....” Neta juga berteriak senang.
“Hai, kalian berisik sekali.” Seorang tetangga kos mereka keluar. Teriakan Neta dan Maria mengusiknya.
“Maaf-maaf.” Neta segera mengajak Maria masuk ke kamarnya. Dia tak sabar menceritakan apa yang terjadi tadi.
Maria pun tak kalah penasaran. Dia begitu ingin tahu apa yang terjadi pada temannya itu. Apalagi dia melihat jelas jika sang teman memakai gaun cantik berwarna pink.
Neta mengajak Maria masuk dan duduk di tempat tidur. Dia masih memegangi tangan temannya itu. Sambil menatap penuh senyuman di wajahnya.
“Tadi dia memintaku mengganti bajuku yang basah. Membelikan aku gaun ini.’ Neta menceritakan sambil memamerkan gaunnya. “Mungkin untuk permintaan maaf karena anaknya membuat aku basah.” Dia melanjutkan ceritanya. Saat aku berniat untuk mencuci jasnya, aku meminta alamatnya. Awalnya dia tidak memberikannya, sampai akhirnya dia luluh dan memberikan alamatnya padaku.” Neta begitu girang ketika menceritakan akan hal itu.
“Jadi kamu akan bertemu dia lagi?” tanya Maria memastikan.
“Tentu saja.” Neta dengan sombongnya menjawab.
“Aku rasa kamu akan jadi orang pertama yang menjadi pewawancara Dathan Fabrizio.” Mari cukup salut karena temannya itu cukup hebat. Karena dari sekian banyak temannya. Hanya Neta yang bisa. Sungguh di luar dugaannya.
“Siapa dulu. Marsya Kineta.” Dengan sombongnya Neta memamerkan dirinya. Dia juga tidak tahu, ternyata kali ini dia benar-benar beruntung sekali. Bisa mendapatkan celah. Hal itu tentu saja hal yang menakjubkan.
Setelah asyik bercerita akhirnya Maria ke kamarnya. Dia masih ada pekerjaan yang harus dikirimnya.
Kini di kamar Neta sendiri. Dia segera mengganti bajunya. Gaunnya baru sebentar dipakainya. Jadi dia memilih menggantungnya. Sambil menggantung gaunnya, Neta melihat kembali gaun itu. Baru kali ini Neta punya gaun mahal. Barang-barangnya tidak ada yang bermerk. Jadi wajar saja dia begitu senang.
Sejenak dia mengingat jas milik Dathan. Segera dia meraih jas yang berada di paper bag tersebut. Dia harus segera membawa jas itu ke loundry. Agar segera juga dia bisa bertemu dengan Dathan.
Neta tidak mau melepaskan kesempatan berharga bertemu dengan Dathan. Dia harus mendapatkan wawancara dengan Dathan agar dia bisa terus bekerja di perusahaannya.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 289 Episodes
Comments
beby
semangat
2023-01-31
2
Har Tini
neta seneneg banget kyk menang lotre aja🤣🤣🤣
2022-11-19
0
GOD BLESS
sungguh suatu keberuntungan bagi neta.
2022-10-27
0