Dathan meletakan anaknya di kamar. Anaknya yang tertidur di mobil segera dipindahkannya di kamar. Usai memastikan anaknya sudah aman dan pulas kembali, Dathan segera keluar. Bergabung dengan Reno di ruang keluarga.
“Terima kasih, Bi.” Reno tersenyum ketika asisten rumah tangga memberikannya minuman padanya.
Dathan bergabung dengan Reno. Reno adalah temannya kuliah. Dia menjadi asisten dan orang kepercayaan Dathan. Berbeda dengan Dathan yang baru memiliki anak berusia lima tahun, anak Reno justru sudah lima belas tahun. Dathan memang menikah di usia tiga puluh tiga, sedangkan Reno menikah di usai dua puluh tiga tahun.
Dathan adalah seorang duda. Usia pernikahannya terbilang singkat. Dia menikah hanya dalam tiga bulan pernikahan. Lebih tepatnya saat sang istri dinyatakan hamil. Banyak orang yang menyayangkan hal itu. Pernikahan mereka baru seumur jagung, tentu saja banyak yang berharap mereka mempertahankan. Sayangnya prinsip keduanya tak dapat disatukan. Hingga perceraian menjadi pilihan.
Sekali pun bercerai, Dathan dan sang istri mengurus anaknya bersama-sama. Setiap pagi Loveta akan daycare. Reno akan menjemputnya dan membawanya ke kantor. Dia akan bermain di kantor sampai Dathan pulang. Selama jadwal sekolah Loveta akan tinggal dengan Dathan. Saat akhir pekan Loveta akan pergi ke rumah mamanya. Jika sang mama ada urusan, Dathan yang mengurus Loveta. Selama ini Dathan tidak sama sekali memakai babysitter. Dia tidak mau anaknya diurus babysitter.
Selama ini Dathan menyembunyikan identitasnya agar orang tidak mencari informasi tentang dirinya. Dathan tidak mau sampai masalah pribadinya menjadi konsumsi publik. Belum lagi Dathan yang mengurus anaknya sendiri akan menjadi bahan omongan mereka yang tak tahu apa-apa.
Sudah lima tahun Dathan menduda. Tak ada yang tahu selain orang terdekat. Karyawannya pun sudah tahu, tak ada yang menceritakan tentang kehidupan pribadi Dathan.
“Minum tehmu.” Reno menggeser teh milik Dathan saat mengambil teh miliknya.
Dathan mengambil cangkir berisi teh miliknya. Kemudian menyesapnya.
“Kamu sepertinya tertarik dengan gadis tadi.”
Mendengar ucapan sang teman seketika Dathan tersedak. Dia segera menjauhkan cangkir dan meletakkannya di atas meja.
“Kenapa bisa kamu berpikir seperti itu?” tanya Dathan.
“Karena kamu jarang mau memberikan kartu namamu.” Reno tahu persis bagaimana temannya itu. Dia anti sekali dengan orang luar.
“Kamu dengar kan tadi dia ingin mengembalikan jas milikku?” Datham balik bertanya. “Lagi pula tadi dia melihat Cinta. Jadi wajar saja aku memberikan kartu nama,” imbuhnya.
Reno hanya tersenyum. Apa yang dikatakan temannya itu hanya alasan saja. Dia tahu bagaimana dinginnya Dathan. Sekali pun orang itu menangis di depannya, dia tidak akan mengingkari prinsipnya. Namun, dengan wanita tadi Dathan hancurkan semua benteng pertahanannya.
“Tapi, dia cantik juga.”
“Mulus.” Seketika mulut Dathan tanpa diduga menimpali ucapan Reno. Bayangan leher jenjang dan paha mulus Neta terlintas di pikirannya.
Seketika Reno tertawa. Dia segera melempar bantal pada Dathan. “Lihatlah dirimu duda mesum.”
Dathan menerima bantal itu. Sungguh mulutnya tak bisa diajak kompromi sama sekali.
“Kamu sudah terlalu lama menduda. Cepatlah menikah. Apa kamu tidak iri denganku yang bisa menikmati kenikmatan dunia setiap malam.” Reno menjelaskan sambil memejamkan mata. Seolah dia sedang menikmati merengkuh keindahan cinta bersama dengan sang istri.
Dathan mendengus kesal. Anak Reno sudah besar. Dia sudah leluasa melakukan di rumah karena sang anak sudah tidur sendiri. Rasanya dia malas jika membahas hal ini. Jika ditanya rindu belaian atau tidak. Tentu saja jawabannya iya. Dia hanya menikmati indahnya kenikmatan itu hanya selama tiga bulan. Jadi tentu saja dia ingin merasakan kenikmatan itu lagi. Namun, sejauh ini dia tak membuka hati pada siapa pun. Dia sibuk sendiri dengan anaknya, dan tak mau kehilangan momen bersama.
“Gadis tadi siapa namanya?”
Pertanyaan Reno membuyarkan pikiran Dathan. Dia sejenak teringat dengan gadis tadi. Sejak awal membawanya ke hotel, dia tidak menanyakan namanya sama sekali. Jadi tentu saja dia tidak tahu.
“Kita akan tahu jika nanti dia ke kantor.” Dathan menatap Reno.
Reno tersenyum tipis. Artinya sang teman juga tidak tahu. Reno mengambil tehnya. Kemudian menyesap teh miliknya. Dia tahu temannya itu penasaran dengan gadis tadi. Hanya saja terlalu gengsi.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 289 Episodes
Comments
beby
penasaran ya
2023-01-31
5
Pricila Bianca Aidelin
supaya gk nyolo, nikah segera aruh bang 🤣🤣🤣🤣 dari pada menghayal yg gk2 🤣🤣
2022-12-28
2
Nona Azis
aaaaaa yg ganteng masa di anggurin gini sih 🤗
2022-11-16
1