Luna kembali mendatangi pengacara untuk menanyakan perkembangan proses perceraiannya.
Pengacara Luna mengatakan minggu depan udah masuk agenda persidangan. Mendengar kabar itu, Luna menjadi senang.
Luna kembali ke kantornya dan saat ia baru memasuki gedung, tampak Alex yang sedang menunggunya di lobbi.
Luna mengacuhkan kehadiran suaminya itu. Ia tetap berjalan menuju lift. Merasa diacuhkan Luna, suaminya itu berjalan cepat menyusul wanita itu.
Alex menarik tangan Luna cukup keras saat ia akan masuk lift. Luna hampir saja terjatuh karena tarikan Alex yang kuat dipergelangan tangannya.
Luna meringis. Ia melihat pergelangan tangannya merah karena cengkeram tangan Alex yang kuat.
"Apa maumu?" tanya Luna.
"Aku sudah katakan jika kamu nggak akan bisa menuntut perceraian. Aku nggak akan pernah menceraikan kamu," ucap Alex dengan suara keras.
"Kecilkan suaramu. Ini di kantor."
"Kenapa? Apa kamu malu jika karyawan mengetahui kamu menggugat cerai diriku karena ingin hidup bebas dengan selingkuhanmu."
"Jangan membalikkan fakta, Alex."
Luna kembali menekan tombol lift. Ketika lift terbuka, Luna cepat memasuki lift dan menekan tombol menuju ke ruang kerjanya.
Luna duduk di kursi kerjanya dengan napas memburu. Baru saja ia akan membuka laptopnya untuk memulai pekerjaan, pintu ruang kerjanya dibuka paksa seseorang.
Tampak Alex berdiri dengan wajah memerah. Ia terlihat sangat emosi. Ia mendekati Luna dan kembali menarik tangan wanita itu hingga jatuh dari kursi.
Luna hanya diam, karena ia tahu di ruang kerjanya terdapat CCTV. Itu bisa ia jadikan bukti kekerasan yang Alex lakukan pada dirinya.
Luna berdiri, dan memandang dengan mata menatap tajam, seakan menantang Alex.
"Aku nggak akan hadir di persidangan nanti. Percuma kamu melayangkan surat gugatan cerai," ucap Alex melempar selembar kertas ke wajah Luna. Surat panggilan dari pengadilan agama.
Luna tetap berdiri tegak, tanpa rasa takut sedikitpun. Melihat Luna yang acuh, Alex meradang.
"Kamu tampak berani sekarang. Apa karena telah memiliki simpanan kamu jadi berani menantang aku?"
"Kenapa aku harus takut? Aku nggak salah. Lagi pula, kenapa kamu masih bertahan denganku. Bukankah kamu sendiri yang mengatakan jika aku berselingkuh. Kenapa masih mau jadi suamiku?"
"Kau akan menyesal karena telah berani bermain api dibelakangku, Luna."
"Katakan saja, kenapa kamu nggak mau menceraikan aku? Kamu takut semua rekan kerja meninggalkanmu, begitu'kan?" ucap Luna sambil tertawa.
"Jangan angkuh Luna. Aku juga bisa mencari rekan kerja lain."
"Kalau begitu ceraikan aku!"
Alex mengepalkan tangannya marah. Ia nggak mengira Luna akan seberani ini dengan dirinya. Alex nggak ingin berpisah dari Luna. Semua rekan kerjanya kenalan Luna. Pasti mereka akan menghentikan kerja sama jika Luna dan dirinya berpisah.
Sebenarnya dalam hari Alex juga masih menyimpan rasa sayangnya pada Luna. Ia mulai berselingkuh sejak mereka saling sibuk.
Setiap pulang kerja, ia melihat Luna telah terlelap. Alex tidak ingin mengganggu waktu tidur istrinya. ia mulai mencari kepuasan dengan wanita lain.
Alex akui jika jalannya salah. Tidak seharusnya ia menduakan Luna. Namun ia terlanjur nyaman dengan berganti pasangan. Bukan hanya satu wanita yang ia tidur. Alex merasa kenikmatan saat bisa tidur dengan wanita berbeda dan semuanya berusia muda. Kebanyakan wanita yang ditiduri Alex, karyawannya sendiri.
"Kau akan tetap menjadi istriku sampai kapanpun."
"Aku udah nggak ingin menjadi istrimu lagi. Aku pastikan kita bercerai dalam waktu dekat. Aku nggak mau dengan pria yang meniduri banyak wanita. Lagi pula aku sudah nggak ada rasa denganmu!" ucap Luna.
Mendengar ucapan Luna, kembali Alex emosi. Ia mengambil vas bunga yang ada di atas meja kerja Luna. Alex melemparnya ke lantai . Vas bunga itu hancur berantakan dan mengenai kaki Luna hingga berdarah.
David yang kebetulan baru sampai didepan ruang kerja Luna menjadi kaget mendengar suara pecahan kaca.
Sekretarisnya Luna yang mengantar David menuju ruang kerja juga tampak sangat terkejut.
"Sama siapa bu Luna di dalam ruangan?" tanya David.
"Dengan pak Alex, suami bu Luna," ucap Wulandari sekretarisnya Luna.
Mendengar jawaban Wulan, David menjadi kuatir. Dengan tergesa ia membuka pintu ruang kerja Luna. Ia melihat Luna yang meringis. Darah segar tampak dari kakinya.
David spontan mendekati Luna dan berjongkok dekat kaki wanita itu.
"Kaki kamu berdarah. Apakah pria itu penyebabnya?" tanya David.
"David ...." ucap Luna kaget karena melihat kehadiran cowok itu.
David berdiri dari jongkoknya. Ia menantang Alex. Suami Luna itu memandangi David dengan wajah marah.
"Dasar banci. Beraninya dengan wanita. Jika kamu benar laki-laki, hadapi aku."
"Dasar bocah. Jangan jadi pahlawan kesiangan. Siapa kamu? Jangan ikut campur. Ini urusan rumah tanggaku."
"Aku nggak akan pernah tinggal diam melihat pria yang melakukan kekerasan terhadap wanita. Apa lagi dengan Luna?"
"Luna, kamu hanya memanggil nama dengan istriku. Apakah kamu simpanan istriku?" tanya Alex.
Luna dan David saling pandang saat Alex mengajukan pertanyaan.
*
*
*
Bersambung
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah David akan mengakui hubungannya dengan Luna?. Nantikan terus kelanjutan dari novel ini. Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
senjasabdaalam
alex nih definisi laki gk tau diri dah sepingkuh trus kasar kere lagi dah pergi aja lu
2023-03-29
1
Ririt Rustya Ningsih
david bodohhhhhh
2022-11-05
0
Cipika Cipiki
David dasar bocah kamu mah iihh sikapmu itu terlalu terang²an malah nambah jadi masalah
2022-09-18
1