[S²] Nona CEO Dan Sekertaris Tampan
Episode 5
Ria memanggil sekertaris nya untuk datang, dan sekarang sekertaris tampannya itu sudah berdiri di hadapan nya sambil membawa sebuah buku Note kecil.
Andria Maichle
Katakan, apa jadwal saya hari ini? ❄
Erick Petrikcio
Jadwal anda hari ini adalah...
Erick Petrikcio
Jam 9 nanti kita ada meeting dengan perusahaan milik kakek anda, Cleon group.
Erick Petrikcio
Lalu dua jam setelahnya, anda ada tawaran makan siang bersama klien.
Erick Petrikcio
Setelah itu kita harus meluncur ke pedesaan tempat pembangunan sekolah.
Erick Petrikcio
Kita harus memantau pembangunan hari ini.
Andria Maichle
Bukankah pembangunan sekolah adalah hal kecil, kenapa harus saya sendiri yang kesana? ❄
Erick Petrikcio
Maaf nona, saya hanya berpikir, bagus jika anda datang dan melihat nya langsung.
Erick Petrikcio
Anda mengakrabkan diri dengan beberapa orang disana dan menarik mereka untuk mendaftarkan anaknya di sekolah anda.
Andria Maichle
Hem, baiklah. ❄
Andria Maichle
Apakah hanya itu?. ❄
Andria Maichle
Baiklah, kamu bisa keluar. ❄
Andria Maichle
Kembali temui saya... [ melihat jam tangan nya. ]
Andria Maichle
Satu setengah jam lagi. ❄ ( melanjutkan perkataan nya yang tertunda. )
Erick Petrikcio
Baik nona, saya permisi.
Erick pun keluar dari ruangan Ria, meninggalkan gadis itu bersama beberapa berkas di atas meja.
Andria Maichle
Ck, menyusahkan. ❄
___________________________
Ria baru saja selesai melangsungkan meeting bersama perusahaan sang kakek yang sekarang di pimpin oleh ayahnya.
Di ruangan itu kini hanya tersisa Ria, Jay, dan kedua sekertaris mereka.
Andria Maichle
Apakah daddy tidak berniat menjadikan ketiga perusahaan ini menjadi satu? ❄
Andria Maichle
Perusahaan kakek, grandpa dan daddy sama-sama besar. ❄
Andria Maichle
Akan repot jika mengurus nya satu persatu. ❄
Tn. Jaykey Maichle
Daddy juga berpikir begitu, tetapi kamu tahu sendiri bagaimana mommy. ❄
Tn. Jaykey Maichle
Dia tidak akan setuju. ❄
Andria Maichle
Hah... ( menghela nafas. )
Andria Maichle
Kalau begitu suruh Rea untuk membantu. ❄
Tn. Jaykey Maichle
Rea bekerja di perusahaan DENOX. ❄
Andria Maichle
Bagus kan, berarti dia bisa membantu. ❄
Andria Maichle
Lagipula dia bekerja di perusahaan tidak setiap hari. ❄
Tn. Jaykey Maichle
Nanti akan daddy bicarakan saat waktu nya tepat. ❄
Andria Maichle
Hem, baiklah. ❄
Erick Petrikcio
( Hanya diam mendengarkan. )
Jay tidak sengaja melirik Erick ketika ia sedang mengalihkan padangan.
Tn. Jaykey Maichle
Apakah ini sekertaris baru mu? ❄.
Andria Maichle
Erick.. ( isyarat. )
Erick Petrikcio
Siang tuan, saya Erick.
Tn. Jaykey Maichle
Aku seperti pernah melihat mu, apakah kita pernah bertemu? ❄
Seseorang
Mungkin saat berkaca tuan, kalian terlihat sangat mirip.
Tn. Jaykey Maichle
Oh, benarkah? ❄
Tn. Jaykey Maichle
Semirip itu ya?. ❄
Andria Maichle
Ck, sudah lah, berhenti membahas hal yang tidak perlu. ❄
Andria Maichle
Lebih baik daddy kembali, aku masih ada pekerjaan lain. ❄
Tn. Jaykey Maichle
Ck, jahat sekali kamu mengusir daddy mu ini. ( dramatis. )
Andria Maichle
( Memutar bola mata malas. )
Andria Maichle
Daddy terlalu banyak bergaul dengan om Nadi.❄
Erick Petrikcio
{ Ternyata tuan Jay yang terkenal dingin juga bisa bersikap seperti itu. } ( tak percaya. )
___________________________
Ria dan Erick baru saja selesai makan siang bersama Klien.
Seseorang
Terimakasih karena telah bersedia makan siang bersama saya nona.
Seseorang
Saya sangat merasa tersanjung bisa makan siang bersama anak sulung tuan Jay.
Andria Maichle
Hem, saya juga merasa demikian. ❄ ( muka datar. )
Erick Petrikcio
Kami juga berterimakasih atas ajakan makan siang anda tuan. ( tersenyum tipis. )
Seseorang
( Menatap sinis Erick. )
Seseorang
{ Ck, padahal aku hanya ingin makan siang berdua dengan nona Ria. Tapi laki-laki itu sangat mengganggu. }
Andria Maichle
Jika sudah, saya permisi. ❄
Andria Maichle
Saya harus melihat pembangunan proyek hari ini. ❄
Seseorang
Tentu saja nona, silahkan. ( tersenyum manis. )
Ria sama sekali tidak membalas senyuman itu dan langsung berlalu begitu saja.
Erick Petrikcio
Permisi. [ membungkukkan badan. ]
Seseorang
[ Mengepalkan tangan. ]
___________________________
Ria dan Erick langsung meluncur menuju desa, mengingat jarak yang cukup jauh, jadi mereka pergi lebih cepat.
Erick Petrikcio
Kenapa nona seperti itu tadi?. [ Fokus menyetir. ]
Andria Maichle
Seperti itu bagaimana?. ❄
Erick Petrikcio
Tuan tadi, bukankah seharusnya anda tersenyum barang sedikit saja untuk menghargai nya?.
Erick Petrikcio
Beliau terlihat sangat senang ketika bertemu anda.
Andria Maichle
Ck, aku sudah biasa dengan orang seperti itu. ❄
Andria Maichle
Mereka hanya beberapa laki-laki tuan yang berharap bisa memiliki ku. ❄
Andria Maichle
Bukan hanya mereka, bahkan anak-anak mereka juga sama. ❄
Andria Maichle
Mata keranjang, saya tidak suka. ❄
Erick Petrikcio
[ Mengangguk paham. ]
Andria Maichle
Berhenti bicara dan menyetir lah dengan benar. ❄
Andria Maichle
Lupakan saja kejadian itu. ❄
Andria Maichle
Anggap saja angin lewat. ❄
Erick Petrikcio
Baik nona. ( patuh. )
Sesaat keduanya terdiam, namun lagi-lagi Erick melemparkan sebuah pertanyaan kepada Ria.
Erick Petrikcio
Apakah nona tidak berniat untuk menikah di usia sekarang?.
Andria Maichle
Apa maksud mu?, usia saya baru 21 tahun. ❄
Andria Maichle
Saya tidak berniat untuk menikah muda. ❄
Erick Petrikcio
Ba_baiklah nona. ( terkejut dengan respon Ria. )
Andria Maichle
Sekarang berhentilah bertanya atau kamu, saya pecat. ❄
Erick Petrikcio
Baiklah, maaf nona.
Akhirnya Erick pun memilih untuk bungkam.
Comments
axel leoni
apakah sblm mmpnyai anak
jay n nadi jd akrab ?
2022-10-20
5
axel leoni
eeh.. bnr jg ye
2022-10-20
4
Dedeh Dian
lanjut thorr
2022-08-16
0