Gara-gara Lupa

Allea
Allea
Graciella, mana pacar kamu?
Graciella tersentak ketika mendengar pertanyaan mamanya. Gadis itu menunduk sejenak.
Graciella benar-benar akan hal itu. Dia harus apa sekarang?
Graciella
Graciella
Ma, sekarang udah malem. Nanti kapan-kapan aku ajak dia ketemu sama Mama dan Papa, ya?
Graciella melihat mamanya memutar bola matanya.
Allea
Allea
Kamu pasti bohong, kan?
Graciella
Graciella
Hah? Bohong gimana, Ma?
Allea
Allea
Kamu belum punya pacar, kan?
Graciella
Graciella
Aku nggak bohong, Ma.
Graciella
Graciella
Aku udah punya pacar.
Allea
Allea
Yaudah, sekarang mana pacar kamu?!
Allea meninggikan nada bicaranya, membuat Graciella menundukkan kepalanya, takut.
Allea
Allea
Mama paling nggak suka sama pembohong, Grace!
Allea
Allea
Besok, Mama bakal jodohin kamu sama anak temen mama!
Graciella
Graciella
Ma, tapi—
Allea
Allea
Mama nggak mau nerima penolakan.
Allea
Allea
Kamu udah gede, Grace. Kamu harus segera nikah.
Graciella
Graciella
Tapi, aku nggak mau, Ma.
Graciella
Graciella
Aku beneran udah punya pacar.
Allea
Allea
Mama perlu bukti.
Allea
Allea
Mana?
Allea
Allea
Apa dia lebih baik dari cowok anaknya temen mama?
Graciella tertunduk, matanya berair. Sudut keningnya berkeringat. Dia meremas ujung gaunnya.
Allea
Allea
Kamu tidur sana, besok bangun pagi. Mama akan kabari mereka untuk datang besok pagi, jam sepuluh.
Graciella
Graciella
Ma, tapi—
Graciella menghela napasnya. Mamanya mengabaikan ucapannya.
Bagaimana ini? Apa dia harus berbicara dengan Juan?
Graciella pun masuk ke dalam kamarnya, lalu terduduk lemas di belakang pintu kamarnya.
Air matanya terus mengalir dan tidak menunjukkan tanda akan berhenti.
Graciella
Graciella
Gue capek.
Graciella
Graciella
Kenapa harus ada paksaan nikah kayak gini?
Graciella
Graciella
Masa iya, gue baru sehari pacaran langsung putus?
Graciella mengeluarkan ponsel dari sling bagnya. Dia mulai menatap layar ponselnya sendu.
𝘞𝘩𝘢𝘵𝘴𝘢𝘱𝘱 Juan-Editor: Good night, Grace.
Pesan dari Juan yang terpampang di latarnya membuat isakan pilu semakin terdengar.
Graciella
Graciella
Juan, gue... minta maaf.
Graciella mengetikkan pesan di ponselnya untuk Juan dengan gemetar.
Graciella
Graciella
Juan, kita putus.
Graciella langsung mematikan ponselnya, dia melemparnya ke atas kasur.
Graciella
Graciella
Gue harus apa?
Graciella
Graciella
Gue nggak punya ruang buat nolak pernikahan paksa ini.
Graciella
Graciella
Padahal gue nggak tau siapa orang yang mama maksud.
Graciella
Graciella
Gue aja nggak kenal sama dia, kenapa harus nikah sama dia?
Graciella tertunduk. Air matanya membanjiri pipinya.
Graciella
Graciella
Gue nggak mau nikah.
Graciella
Graciella
Lagian gue seharusnya berhak nolak, kan?
Graciella
Graciella
Gue harus bisa nolak kemauan orang tua gue, walaupun itu nggak baik.
Graciella
Graciella
Kalo gue nggak nolak, pengaruh baiknya ke mereka, sedangkan gue? Gue dapet imbas dari kemauan mereka.
Andai saja Graciella tidak lupa akan permintaan orang tuanya, apa mungkin hal semacam ini tidak terjadi?
Rasanya, dia ingin memutarbalikkan waktu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!