Juan menghela napasnya. Dia duduk di salah satu kursi yang terletak tak jauh darinya. Saat ini, pria itu berada di perpustakaan.
Graciella, gadis itu berasa di ambang pintu perpustakaan. Diam-diam, dia masuk ke dalam perpustakaan untuk mendekat ke arah Juan.
Juan, pria itu mengeluarkan laptop dari tas punggungnya, kemudian menyalakannya.
Tak seharusnya dia datang sepagi ini. Jam masuk mata kuliahnya adalah pukul 09.30 WIB, sedangkan sekarang baru pukul 06.45 WIB.
Ini untuk pertama kalinya Juan datang sepagi ini dengan alasan yang mungkin terdengar konyol.
Iya, dia hanya ingin membaca Naskah Limerence milik Graciella dan ingin segera memulai proses penyuntingannya.
Juan Aidan
Naskah ini unik.
Juan Aidan
Banyak banget plot twistnya.
Juan Aidan
Salut saya.
Graciella yang sudah ada di belakang Juan mendadak membeku dalam beberapa detik. Juan memuji karyanya, itu artinya ia juga memuji dirinya secara tak langsung.
Graciella
Wah, makasih, Kak.
Spontan, Juan tersentak sambil memegang dadanya. Jantungnya hampir copot ketika mendengar suara seseorang.
Juan menoleh ke belakang. Menatap gadis dengan Blus model Sabrina dan celana panjang ¾ itu dengan mengerutkan keningnya.
Wajahnya seperti familier di ingatan Juan. Tapi, siapa? Mengapa dia tidak bisa ingat namanya?
Graciella
Mas Juan lagi baca naskah saya, ya?
Juan terdiam. Memandang gadis di sebelahnya intens.
Sementara Graciella, jantungnya sudah dag-dig-dug tak karuan, begitu Juan menatapnya intens.
Graciella
Saya Graciella, penulis Naskah Limerence.
Graciella menyodorkan tangan kanannya, memberi kode agar Juan membalas jabatan tangannya sebagai perkenalan mereka.
Namun nyatanya tidak demikian. Juan tidak menghiraukan tangan gadis di sebelahnya yang masih terulur selama beberapa detik.
Juan Aidan
Kamu kuliah di sini juga?
Graciella
Iya, Mas.
Graciella
Mas kenapa ke perpustakaan?
Graciella
Bukannya jam masuk kuliah yang pertama udah mau mulai, Mas?
Juan Aidan
Jam kuliah saya masih lama. Jam kedua, pukul 09.30.
Jawaban dari Juan membuat suasana hening selama beberapa saat.
Graciella
Terus...kenapa Mas Juan dateng pagi-pagi gini?
Juan menghela napasnya. Atensinya kembali fokus ke layar laptopnya.
Sementara Graciella, diam-diam dia melirik layar laptop Juan. Dia terkejut sekaligus senang begitu mengetahui bahwa Juan tengah membaca ceritanya.
Graciella
Mas ke sini pagi-pagi karena mau baca naskah saya?
Juan menoleh, kemudian mengangguk.
Juan Aidan
Hm.
Juan Aidan
Naskah kamu bikin saya ketagihan buat baca.
Juan Aidan
Kamu, kok, bisa bikin alur sebagus dan seunik ini?
Mendadak, Graciella langsung berkeringat. Padahal, ruangan ini ber-AC.
Juan masih menatapnya, seolah menunggu jawaban darinya.
Graciella
Saya... mikirin plotnya mateng-mateng, Mas.
Juan Aidan
Oh, gitu.
Atensi Juan kembali fokus pada layar laptopnya.
Juan Aidan
Kamu udah makan?
Blush!
Graciella tidak tahu semerah apa pipinya saat ini. Dia yakin pipinya sangat memerah.
Comments
Nur fathin
lanjut kkk
semangat.....
Ini sangat seruuu😍
2022-03-02
2