Kotak Bekal Juan

Graciella
Graciella
Kita makan satu tempat, Mas?
Juan Aidan
Juan Aidan
Iya. Kenapa?
Juan Aidan
Juan Aidan
Saya nggak bawa makanan lagi.
Graciella mulai berusaha menetralisir kegugupannya.
Dia akan makan satu tempat dengan Juan. Ingat, satu tempat.
Juan Aidan
Juan Aidan
Grace?
Grace tersentak, menatap Juan dengan tatapan teduh.
Graciella
Graciella
Mas, sorry. Kayaknya nggak bisa, saya ada jam kuliah sekarang. Sa—
Juan Aidan
Juan Aidan
Oalah, kenapa nggak bilang?
Graciella tersenyum kikuk. Dia benar-benar gugup saat ini.
Graciella
Graciella
Mas, saya permisi dulu, ya.
Juan Aidan
Juan Aidan
Tunggu.
Juan Aidan
Juan Aidan
Ini, bawa bekal saya buat kamu. Kamu laper, kan?
Graciella tercengang mendengarnya.
Juan Aidan
Juan Aidan
Muka kamu keliatan kayak orang belum sarapan.
Graciella meringis pelan.
Graciella
Graciella
Nggak usah, Mas.
Graciella
Graciella
Nanti Mas Juan makan apa kalo bekalnya dikasih ke saya?
Juan menghela napasnya. Dia meraih salah satu tangan Graciella dan meletakkan kotak makannya di atasnya.
Juan Aidan
Juan Aidan
Bawa aja.
Juan Aidan
Juan Aidan
Saya bisa beli makanan di luar.
Graciella
Graciella
Eh?
Graciella
Graciella
Mas—
Juan Aidan
Juan Aidan
Nanti siang, jam dua, tolong temui saya di kafe sebrang kampus, ya. Saya mau ngebahas naskah kamu.
Graciella
Graciella
Oke, Mas.
Juan Aidan
Juan Aidan
Udah sana pergi, katanya jam kuliahnya sekarang? Nanti kamu telat dimarahin dosen.
Graciella tersenyum kikuk, kemudian dia mengangguk dan beranjak pergi dari tempatnya.
Juan mengembuskan napasnya berat.
Graciella, gadis itu sangat sempurna di matanya untuk saat ini.
Mengapa jantung dia menjadi berdetak kencang tak karuan?
Padahal, dia juga pernah berinteraksi dengan penulis perempuan yang dia sunting naskahnya.
Tetapi, mengapa kali ini rasanya berbeda?
Juan Aidan
Juan Aidan
Kenapa saya jadi perhatian sama dia?
Juan Aidan
Juan Aidan
Padahal sebelumnya saya nggak pernah se-perhatian ini sama penulis.
Sementara itu, Graciella telah sampai di ruangan untuk mengikuti jam kuliah kali ini. Dia duduk di sebelah Nada.
Graciella
Graciella
Nad Nad
Nada Raisya
Nada Raisya
Apaan?
Graciella berdecak kesal. Dia menarik buku tulis yang menjadi tempat untuk menulis sesuatu oleh temannya itu.
Hal itu dikarenakan atensi Nada tak teralih ke arahnya sama sekali.
Nada Raisya
Nada Raisya
Aduh, El.
Nada Raisya
Nada Raisya
Gue lagi bikin catetan sosiologi.
Graciella mendengkus.
Graciella
Graciella
Nggak. Siapa suruh nggak mau nengok ke gue?
Perlu diketahui bahwa mereka berdua masuk dalam Fakultas/Jurusan Sosiologi di Universitas Anugrah.
Nada memutar bola matanya malas.
Nada Raisya
Nada Raisya
Oke. Mau ngomong apaan?
Rona merah di pipinya kembali muncul.
Graciella
Graciella
Astaga, tau nggak?
Graciella
Graciella
Mas Juan ngajak gue ketemuan nanti siang.
Grace berbisik ke telinga Nada. Sontak, hal itu membuat Nada terkejut.
Nada Raisya
Nada Raisya
Ngapain?
Senyum kembali terpatri di wajahnya.
Grace mendekat ke telinga kanan Nada.
Graciella
Graciella
Kencan.
Nada Raisya
Nada Raisya
Hah? Kencan?!
Graciella langsung memelototi Nada. Masalahnya hal itu mengundang atensi orang di ruangan ini.
Graciella
Graciella
Kecilin suara lo.
Nada Raisya
Nada Raisya
Lagian lo bilang begitu.
Nada Raisya
Nada Raisya
Tapi, bener lo mau kencan sama dia?
Nada Raisya
Nada Raisya
Berarti lo suka sama dia?
Graciella mendengkus. Dia menoyor kepala Nada kembali.
Graciella
Graciella
Gila, lo.
Graciella
Graciella
Nggaklah. Gue nggak mungkin suka sama dia.
Graciella
Graciella
Dia ngajak ketemuan buat bahas naskah gue.
Nada manggut-manggut begitu mendengar paparan dari Graciella.
Graciella
Graciella
Tapi, Nad.
Graciella
Graciella
Lo perlu tau satu hal ini, sih.
Nada Raisya
Nada Raisya
Apa, El?
Graciella
Graciella
Dia ngasih bekal makanannya buat gue.
Nada Raisya
Nada Raisya
Hah? Demi apa?
Nada Raisya
Nada Raisya
Bohong lagi lo, ya?
Nada Raisya
Nada Raisya
Halu banget. Masa dia ngasih lo bekal makanannya, sih?
Grace menghela napasnya, lalu mengeluarkan kotak bekal Juan dari tasnya.
Nada terbelalak kaget. Dia yakin itu kotak makannya Juan.
Sebab, di sana tertulis nama ‘Juan’ dengan spidol permanen.
Graciella
Graciella
Percaya?
Nada Raisya
Nada Raisya
Ella, kok, bisa?
Graciella
Graciella
Bisa, dong.
Graciella
Graciella
Apa, sih, yang nggak bisa buat gue?
Grace mengibaskan rambutnya, tersenyum bangga.
••TO BE CONTINUED••

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!