Hari ini adalah hari Selasa, tanggal 8 Maret 2022. Graciella baru tiba di gerbang universitasnya sambil menghela napasnya lega.
Bagaimana dia tidak bernapas lega? Hatinya begitu tenang dan tidak gelisah begitu sudah memasuki gerbang universitasnya.
Masalahnya, di perjalanan dia terjebak macet. Iya, terkadang dia menaiki angkutan umum pada situasi tertentu.
Misalnya pada situasi sekarang. Dia malas untuk berjalan kaki, padahal jarak antara rumahnya dengan universitasnya tidak terlalu jauh.
Graciella
Nada!
Grace memanggil temannya begitu melihat dia berjalan di depannya, tak jauh darinya.
Nada Raisya
El? Lo baru dateng?
Nada Raisya
Astaga
Graciella
Ck, lebay.
Graciella
Lo, kan, tau kebiasaan gue yang kadang-kadang begini.
Nada mengangguk.
Nada Raisya
El.
Graciella
Apa, Nad??
Nada mengarahkan atensi Graciella dengan jari telunjuknya.
Graciella yang mengikuti arah jari telunjuk Nada menjadi tersentak. Mereka melihat Juan masuk ke perpustakaan.
Graciella
Ma—Mas Juan?
Spontan, Nada menginjak kakinya Graciella karena hal ini.
Graciella
Aduh, sakit. Lo main injek aja, kebiasaan!
Nada Raisya
El, lo jangan panggil Juan di sini pake sebutan ’Mas’!
Grace mengerutkan keningnya.
Graciella
Hah?
Graciella
Emangnya kenapa?
Nada Raisya
Pokoknya jangan, El.
Nada Raisya
Panggil dia ‘Mas’ pas interaksi di WhatsApp.
Nada Raisya
Di kampus, panggil dia ’Kak’, kalo elo nggak mau diketawain jejeran cewek yang suka sama dia.
Graciella
Gue nggak takut diketawain, sih, Nad.
Graciella
Gue, kan, pemberani, haha.
Nada Raisya
𝘐𝘴𝘩! Lo ngatak lama-lama, ya?!
Graciella
Gue bukannya ngatak dari dulu??
Graciella terkekeh begitu melihat Nada mendengkus kesal dan menatapnya dongkol.
Graciella
Lagian, kan, yang gue panggil ‘Mas’ itu Juan. Bukan cewek yang suka sama dia.
Nada Raisya
Haduh. Terserah, deh, ya.
Nada Raisya
Satu hal yang lo harus inget, lo bakal dianggep caper atau musuhnya sama jajaran cewek yang suka sama dia.
Graciella
Gak takut.
Graciella
Lagian panggilan ‘Mas’ lebih cocok sama dia.
Nada merotasikan bola matanya malas.
Nada Raisya
El, jujur sama gue.
Graciella
Iya, Nad?
Nada Raisya
Sebagai temen sejati lo, gue tau kalo kalo lo ngatak banget kayak gini.
Nada Raisya
Pasti ada alesan tersembunyi.
Grace menelan air liurnya susah payah.
Graciella
Maksud lo?
Nada memperkecil jaraknya dengan Graciella.
Kemudian, dia menoleh kanan-kiri sebelum membisikkan sesuatu ke telinga kiri Graciella.
Nada Raisya
Lo suka sama Kak Juan?
Refleks, Graciella menoyor kepala Nada dengan sebal.
Graciella
Mana mungkin?
Graciella
Nggak. Gue nggak suka sama dia. Aneh lo.
Nada tersenyum miring.
Nada mengetahui tanda-tanda sahabatnya ini suka dengan sseorang. Dia yakin hal yang terjadi sekarang, terjadi karena dia menyukai Juan.
Dulu saja, ketika Graciella menyukai salah satu ketua ekstrakurikuler basket, sikap temannya itu menjadi keras kepala terhadap hal yang berhubungan dengan doi.
Nada Raisya
Kak Juan masih jomlo.
Nada Raisya
Ngaku, deh. Lo suka sama dia, kan?
Nada Raisya
Kalo elo nggak suka sama dia, kenapa kemaren di chatan lo bilang ‘Yah, kepotek gue’?
Skakmat.
Graciella terdiam dengan pipi yang mulai memerah.
Graciella
Ya, itu, kan....
Graciella
Maksud gue, tuh, kalo orang kayak dia udah punya pacar, kepotek gue. Nggak cuman dia aja. Kayak tipe—”
Nada Raisya
Oke.
Nada Raisya
Terserah lo, El.
Nada Raisya
Lo aneh sejak ketemu sama dia.
Nada Raisya
Kalo suka dia, bilang ke gue.
Nada pergi meninggalkan Graciella yang masih mematung di tempatnya.
Comments