...❤️❤️❤️ HAPPY READING ❤️❤️❤️...
...HARAP TINGGAL KAN KOMENTAR YANG MEMBANGUN YA,...
...KLO MAU JULID-JULID SILAKAN MENYINGKIR.....
Flashback
Asisten Roy datang ke kediaman Damian sambil membawa para penata rias yang akan membantu Melia bermake up untuk acara pernikahan nya dengan atasan nya sekitar dua jam lagi.
"Mbak Santi.. dimana Tuan Damian?.." tanya Roy.
"Tuan sedang berada di kamar nya Asisten Roy" jawab Santi salah satu pekerja disini.
Asisten Roy langsung berjalan menaiki anak tangga untuk menuju Kamar Damian.
Flashback end
"Ada apa Roy?".Ucap Damian dengan wajah datar nya.
"Maaf Tuan,Penata Rias yang akan membantu Nona Melia bersiap sudah datang Tuan" jawab Roy.
"Baik..aku akan membawa Melia ke kamar tamu dan suruh mereka semua ke kamar tamu" ucap Damian.
"Baik tuan".
Kemudian Roy langsung berbalik menuju tangga untuk turun ke bawah menemui para Penata Rias yang akan membantu Melia bermake Up dan bersiap.
Sedangkan Damian setalah selesai memberikan perintah kepada Roy langsung masuk dan menghampiri Melia yang sedang Duduk ditepi ranjang.
"Ayo ikut aku,Kamu harus bersiap karena dua jam lagi kita akan menikah" ucap Damian tentu saja sontak membuat Melia membulatkan kedua matanya tidak percaya.
"Aku tidak mau Mas,aku tidak mau menikah dengan mu".Ucap melia dengan nada kesal nya.
"Kamu harus mau Melia,tidak ada pilihan lain selain kamu menikah dengan ku" jawab Damian.
"Aku tidak mau,untuk apa aku menikah dengan mu kalau besok nya aku sudah diceraikan lagi oleh mu,lebih baik kamu cari lah wanita yang mau kamu nikahi".
Melihat Melia terus saja menolak dan tidak menurut kepada nya membuat Damian sangat marah sehingga dengan kasar Damian langsung mendorong tubuh Melia dengan kasar dan menghempaskan nya ke ranjang lalu setelah itu Damian mulai menarik pakaian yang sedang di pakai Melia dengan sangat kasar lalu Damian langsung mengukung tubuh wanita itu dan mulai melakukan serangan yang membuat Melia memberontak dan menangis memukul dada bidang Damian namun tidak berhasil karena Damian memiliki tubuh yang besar dari nya.
Bibir Damian mulai turun ke leher jenjang Melia dan mulai meninggalkan jejak kepemilikkan nya disana Sedangkan tangan Damian sudah mulai bermain dengan tubuh Melia yang lain dan melakukan penyatuan.Melia hanya bisa menangis mendapatkan perlakuan seperti ini dari Damian karena tenaga dan suaranya benar-benar sudah terkuras karena sejak tadi dia terus saja memberontak.
Karena lelah memberontak dan tidak berhasil akhirnya Melia hanya pasrah dengan semua perlakuan Damian pada nya.
Sementara di kamar tamu saat ini para penata rias yang menunggu kedatangan Melia sudah sedikit karena yang ditunggu tak kunjung datang.
"Kemana mempelai wanita nya?kenapa sejak tadi tidak datang-datang?" ucap para perias.
Roy yang sejak tadi keluar dari kediaman Damian untuk bertemu dengan penghulu akhirnya sudah kembali masuk ke dalam kediaman Damian dengan membawa penghulu.
Setelah mempersilakan penghulu itu duduk,Roy langsung menuju ke kamar tamu untuk melihat apakah Para perias sudah selesai memake up Melia namun setelah sampai disana Asisten Roy tidak melihat Melia.
"Dimana Tuan Damian dan Nyonya Melia" tanya Roy
"Nyonya Melia belum datang kesini sejak tadi Tuan" jawab Salah satu perias pengantin.
"Apa?.." ucap Roy dengan tatapan terkejut mendengar penuturan perias pengantin itu.
"Astaga...." ucapnya sambil berbalik menuju ke kamar Damian.
Ketika sampai di depan kamar Damian Roy segera mengetuk pintu kamar Damian namun tidak ada sahutan.
...Tok..tok..tok......
"Tuan.....tuan....tuan..." teriaknya namun tidak ada sahutan dari dalam.
Sementara Dari dalam Kamar Damian saat ini..sepasang manusia sedang asyik tidur pulas tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka karena memang setelah Damian berhasil mencapai puncak Damian langsung tertidur sambil memeluk tubuh Melia.
sedangkan Asisten Roy yang sudah sangat kesal mengetuk pintu Damian pun sempat berpikir jika jika ingin rasa nya dia mendobrak pintu yang ada dihadapan nya itu namun jika itu dia lakukan siap-siap saja bulan ini semua uang gaji dan bonus nya akan di pangkas habis oleh atasan nya itu.Sudah sekitar 15 menit Roy mengetuk pintu yang ada di hadapan nya tapi tidak ada juga tanda-tanda pintu itu akan terbuka.
"Huffffff(tarikan nafas kasar)...Tuan....Tuan Damian...."ketuk nya sambil memanggil.
Tidak lama Damian mulai membuka kedua mata nya kemudian dia langsung menoleh ke arah Melia yang masih tertidur pulas karena kelelahan.Tanpa sadar senyum Damian pun terbit kemudian Damian langsung bangkit dan langsung memakai boxer nya saja setelah itu Damian mulai berjalan ke depan pintu kamarnya.
Pintu kamar Damian terbuka namun hanya bagian kepalanya saja yang keluar dari balik pintu.Sedangkan Roy yang melihat penampilan Tuan nya hanya tersenyum kecut .
"Tuan-tuan apa segitu tidak sabaran nya anda sama Nona Melia sampai harus melakukan itu disaat kita semua ini menunggu anda dan pernikahan anda juga tinggal hitungan jam saja" Gumam Roy.
Namun sayang ucapan itu hanya dikatakan didalam hati nya saja oleh Asisten Roy.
Melihat Roy yang hanya terdiam Damian pun tau jika saat ini Asisten itu sedang mengumpat nya dalam hati.
"Jangan pernah mengumpat ku Roy,jika tidak ingin aku potong gaji dan bonus mu bulan ini" ucap Damian.
"He...he...he...Maaf tuan,Penghulu dan saksi untuk penikahan Tuan dan Nona Melia sudah menunggu dibawah".
"Baik Roy saya akan segera kebawah,oiya kamu bayar para Penata rias dan suruh mereka pulang karena Melia tidak akan dirias" perintah Damian.
"Baik tuan"
Setelah kepergian Asisten nya Damian langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu langsung memakai stelan Jas nya.
Setelah hampir 2 jam menunggu akhir nya Damian turun sendiri kebawah dengan menggunakan stelan Jas warna Navy yang melekat di tubuh gagah nya,di sana Damian sempat melihat jika beberapa orang sudah berkumpul.
"Kita mulai sekarang" ucapnya dengan nada datar.
"Baik Tuan,lalu bagaimana dengan mempelai wanita nya Tuan".tanya penghulunya pasalnya sejak tadi dia tidak melihat mempelai wanita yang akan dia nikahkan.
"Untuk mempelai perempuan nya ada di kamar,setelah melakukan ijab kabul dia akan turun untuk menandatangani bukti nikah" ucap Damian.
"Baik Tuan,langsung saja kalau begitu kita mulai ijab kabulnya" ucap Penghulu.
Damian memang sengaja mencari saksi untuk pernikahan nya untuk menjadi bukti jika mereka berdua menikah dan untuk wali nikah dari pihak Melia,Damian sengaja memakai wali hakim karena Damian tahu jika Ayah kandung asli Melia sudah meninggal sejak wanita itu bayi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Yuen
Bingung sebenernya, yg satu bilang gak mau tpenikmati, yg satu lagi maksa katanya dendam tp cinta... 😆😂
2022-04-19
1
Eni Purwanti
idih mo menang sendiri aja nih Damian. seenaknya aja ngajakin nikah tanpa nanya dulu ke orangnya mau apa ga😊🤦🤦
2022-04-17
2