HAPPY READING
Melia melajukan mobil nya,tapi bukan untuk pulang kerumah melainkan untuk pergi menenangkan diri nya,karena tidak mungkin Melia pulang dengan keadaan kacau seperti ini...dia tidak ingin membuat putra nya melihat keadaan nya sekarang bisa-bisa akan banyak pertanyaan dari malaikat kecil nya itu.
Sampai disebuah taman yang terdapat danau serta kursi-kursi didepan nya dengan pepohonan yang sangat rindang di sekeliling nya.
Melia duduk di kursi pinggir danau mencoba menarik nafas nya dalam-dalam dan dikeluarkan secara perlahan untuk menghilangkan sesak yang ada didada nya.
Kejadian yang terjadi dikantor tadi sangat membuat Melia terpuruk ingin rasa nya keluar dari perusahan itu tapi Melia bingung,selain disana gaji nya besar juga Melia sudah nyaman dengan lingkungan dan teman-teman kantor nya.Apalagi ada Brian yang harus dia jamin masa depan nya.Bagaimana dengan malaikat kecil nya kalo saat ini Melia memutuskan untuk berhenti kerja disana.Semua nya benar-benar menjadi terasa sangat sulit sekali bagi nya saat ini,lagi dan lagi Melia mencoba menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
"Aku harus kuat demi anak ku"Ucap Melia mencoba memberi semangat untuk dirinya sendiri,mungkin memang uni sudah saat nya dia berani melawan masa lalu nya demi putra nya.
Setelah merasa lebih baik Melia coba bangkit dari kursi taman dan mulai beranjak untuk pulang dia ingin sekali bertemu dengan malaikat kecilnya dan memeluk tubuh kecilnya itu karena hanya malaikat kecil nya yang mampu membuatnya bahagia.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sedangkan di Perusahan Alexander Group saat ini seorang CEO sedang merasa galau atas kejadian beberapa saat lalu yang dia lakukan kepada mantan istri nya.
Sebenarnya jauh di lubuk hati Damian,dia masih sangat menyayangi dan mencintai Melia bahkan meskipun perceraian sudah terjadi tapi hanya saja Damian selalu mencoba untuk menepis semua perasaan itu terhadap Melia karena terbukti semenjak perceraian nya dengan Melia dia tidak pernah berhubungan lagi dengan seorang wanita.Meskipun ada beberapa model dan para pembisnis yang menyukai nya tapi tidak pernah direspon baik oleh Damian.
Damian mulai menghubungi asisten nya melalui intercom.
"Roy..Keruangan ku segera"Perintah Damian.
Tidak lama datang Asisten Roy kedalam ruangan nya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"Tanya Asisten Roy.
"Tolong kamu sambungkan semua Rekaman cctv setiap Divisi,Aku ingin memantau karyawan ku dari cctv yang tersambung di laptopku" ucap Damian.
Mendengar perintah atas nya itu Asisten Roy sempet mengkerutkan keningnya karena tidak seperti biasa nya Tuan nya itu meminta rekaman cctv perusahaan apalagi untuk semua Divisi.
Melihat Roy terdiam membuat Damian menaikan sedikit oktaf suara nya .
"Roy..Apakah kau tidak mendengar perintah ku?"Tanya Damian
"Ma...ma...Maaf tuan,Saya akan segera menyambungkan nya ke laptop anda"jawab Roy.
Setelah Asisten Roy mengutak-ngatik laptop yang ada dihadapan Damian seketika laptop itu langsung tersambung dengan rekaman cctv dari setiap Divisi,Damian yang melihat itu langsung tersenyum.
"Sudah tuan"Ucap Roy.
"Tolong kau perbesar rekaman cctv nya di bagian Divisi keuangan Roy"perintah Damian.
Meskipun awalnya sempat bertanya-tanya dan bingung melihat tingkah atasan nya itu namun sebagai Asisten Roy langsung melakukan nya.
" Baik tuan"Jawab Roy
Setelah Roy berhasil menyambungkan nya sambungan cctv itu senyum Damian langsung terbit.
"Sekarang kau silakan keluar dan kerjakan kerjaan mu Roy"Ucap Damian.
Roy mengangguk hormat kepada Damian setelah itu Roy keluar dari ruangan atasan nya.
Damian mulai memperhatikan cctv yang terhubung ke Divisi keuangan Damian dapat melihat jika semua karyawan nya sedang fokus meskipun ada beberapa yang masih berlaku lalang,mata elang pria itu mulai memindai satu persatu karyawan nya tapi tidak juga menemukan orang yang dia cari sampai pada akhir nya Damian memanggil kembali Roy lewat intercom nya.
"Roy,keruangan ku sekarang"Perintah Damian.
Sedangkan Asisten Roy yang baru saja sampai diruangan nya dan baru saja akan duduk tiba-tiba sudah dikagetkan dengan suara telpon nya.
Asisten Roy menarik nafas panjang dan membuang nya secara kasar sambil sedikit mengumpat pada Damian.
"Tuan..Tuan..baru juga mau duduk,kalau orang lain mungkin anda sudah saya tengelam kan ke dalam sungai Amazon Tuan".makinya dalam hati namun t tap saja Roy kembali berjalan menuju ruangan Damian.
"Permisi Tuan...Apa ada yang bisa saya bantu?"Tanya Roy saat dia sudah sampai dihadapan Damian yang masih terfokus menatap laptop.
"Roy...kamu kenal sama karyawan kita yang berada di Divisi keuangan yang ikut meeting tadi pagi?"Ucap Damian.
"Maksud anda apa nona Melia dan Aryo Tuan?" tanya Roy
"Ya".
"Memang ada apa dengan mereka berdua tuan?.."Tanya Roy.
"Ehm..maksud saya Melia kenapa dia tidak ada diruangan nya padahal ini masih jam kantor,tidak profesional sekali dia"Ucap Damian
Asisten Roy yang mendengar perkataan atasan nya itu sontak saja langsung membulatkan kedua mata nya karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan atasan nya barusan,pasalnya sejak tadi dia dipangil bulak balik oleh bos nya hanya karena Atasan nya itu ingin tau dimana keberadaan Melia salah satu karyawan yang berada di Divisi keuangan.
"Astaga....ingin rasa nya anda saya tenggelam kan di ember bos" ucap Roy dalam hati saking kesalnya.
Melihat Asisten nya itu tidak menanggapi tentu saja membuat Damian sangat kesal.
"Roy..jangan mengumpat ku kalau tidak mau gaji mu Aku potong hingga 95% bulan ini" Ancam Damian.
Mendengar ancaman Damian tentu saja membuat Roy langsung syok.
"Mmmana saya berani saya Tuan mengumpat anda" ucapnya.
...WAJIB LIKE DAN VOTE UNTUK KARYA KEDUA KU YA🤗...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Marselina Pulingkareng
lanjut......
2022-04-18
2
Eni Purwanti
yaahh.... begitulah nasib jadi bawahan 🤦🤦🤦🤦🤦
2022-04-17
3
🌷Tuti Komalasari🌷
sabar Roy 🤣
2022-04-14
3