Bab 2

Setelah CEO mereka masuk dalam lift,semua para karyawan masuk keruangan mereka masing-masing.Sementara Melia masih terdiam disana karena masih sangat syok ketika mengetahui bahwa orang yang selama ini dia paling hindari adalah pemilik perusahaan tempat nya bekerja.

Melia baru kembali tersadar mendengar suara Rani teman nya.

"Mel,kok bengong gitu sih?jangan bilang kalo kamu tuh terpesona ya sama CEO kita??"Goda Rani.

"Ngaco kamu Ran"ucap Melia yang sambil berlalu dari hadapan Rani.

"Mel,kok ditinggal sih"ucap Rani yang langsung menyusul langkah Melia.

"Ran,kamu keruangan aja dulu ya aku mau ketoilet dulu soalnya kebelet he..he.."ucap Melia

Setelah berpamitan Melia pun langsung pergi ke toilet bukan untuk buang air kecil melainkan disana dia ingin menumpahkan air mata nya yang sejak tadi dia tahan .

...Hiks..Hiks ..hiks ......

"Ya allah kenapa engkau mempertemukan ku dengan Mas Damian lagi,hiks..hiks...hiks hati ku masih terlalu sakit ya allah untuk bertemu dengan nya lagi hiks...hiks...tujuh tahun aku menghindar dari nya tapi kenapa sekarang malah dipertemukan lagi dengan dia ya allah".Isak Melia

Tangis Melia begitu terdengar pilu bagi siapapun yang mendengar nya,setelah dirasa dia sudah lebih baik Melia segera mencuci wajah nya dan merapihkan sedikit riasan nya agar terlihat fresh,Karena Melia tidak mau teman kantornya melihat wajah nya yang kacau.

Setelah itu Melia mulai melangkahkan kaki nya menuju ruangan nya yang berada di lantai 5.

Sementara itu di dalam ruangan CEO saat ini Damian sedang duduk dikursi kebesaran nya.Dieinya masih benar-benar tidak menyangka jika wanita yang menjadi pelampiasan balas dendam nya itu berkerja di anak perusahaan nya di kota A.

Sebenarnya Damian pun sama terkejut nya seperti Melia,tapi Damian mencoba menetralkan perasaan nya yang bergejolak ketika mata mereka berdua bertemu.

Disaat Damian masih dalam lamunan nya memikirkan pertemuan dirinya dan Melia yang tidak disengaja Asisten Roy yang melihat itu pun segera bertanya.

"Tuan,Apa ada yang mengganggu pikiran ada Tuan?Karena saya perhatikan semenjak masuk kedalam ruangan ini anda terlihat melamun Tuan.."ucap Roy.

"Tidak Roy,mungkin saya hanya sedikit lelah karena perjalanan dari kota S"jawab Damian sambil mengenal nafas panjang nya.

"Oiya Roy,kumpulkan semua perwakilan dari Divisi yang ada di perusahaan ini,karena saya mau cek semua nya hari ini dan sekitar 25 menit lagi kita berkumpul diruang meeting"ucap Damian

"Baik pak"ucap Roy.

Setelah mendengar perintah Damian,Roy langsung berlalu dari ruangan Damian.Kemudian Roy mulai memberitahukan semua kepada kepala bagian untuk berkumpul diruang meeting.

Sedangkan Damian masih memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing.

"Selama ini ternyata kamu bersembunyi disini"ucap Damian.

Sebenarnya semenjak perceraian damian dan melia yang terjadi 7 tahun silam.Ada rasa kehilangan yang Damian Rasa kan setelah tidak pernah melihat Melia lagi apalagi mantan istrinya itu benar-benar seperti ditelan bumi setelah perceraian mereka.Tapi selama ini dia mencoba menepis perasaan itu didalam di diri nya.

Sementara di ruang divisi keuangan saat ini,Aryo langsung menghampiri Melia.

"Mel nanti kamu temani saya ya untuk meeting bersama pak Damian.."ucap Aryo.

"Maaf pak,jangan saya deh..gimana kalo rani saja yang menemani bapak untuk meeting dengan pak Damian?"Tolak Melia.

"Tidak bisa Melia karena CEO kita orang nya benar-benar sangat teliti dan tidak mentolerir sedikit saja kesalahan"Ujar Aryo.

"Lebih baik kamu bersiap sekarang,karena meeting sudah akan dimulai sebentar lagi"Ucap Aryo lagi.

Mendengar perkataan Aryo,Melia hanya bisa menghembuskan nafas kasar nya bagaimana tidak hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja dan sebisa mungkin Melia ingin menghindari laki-laki itu.

Akhir nya mau tidak mau Melia mengikuti meeting hari ini bersama Aryo.Melia dan Aryo memasuki ruang meeting dan ternyata disana sudah banyak perwakilan divisi lain yang sudah datang .

Melia duduk disamping Aryo sambil menarik nafas dan membuang nafas nya dengan berlahan agar mengurangi rasa sesak didada nya.

Tidak lama kemudian dari arah luar CEO yang mereka tunggu akhirnya datang juga bersama asisten nya.

Damian masuk keruangan meeting dan duduk di bangku kebesaran nya,seketika saja Aura kepemimpinan benar-benar sangat mendominasi di ruangan ini dan dari tempat duduk nya Damian memindai satu persatu karyawan yang mengikuti meeting hari ini.

Seketika mata nya berhenti di sosok perempuan dengan kemeja putih dipadukan dengan blazer Abu dan rok span dengan panjang selutut siapa lagi kalo bukan Melia mantan istrinya yang saat ini sedang menunduk.

Karena merasa ada yang memperhatikan nya,Melia mencoba mengangkat pandangan nya namun seketika Melia terkejut saat Padangan mata mereka berdua bertemu dan seketika Damian dan Melia merasa tiba-tiba saja jantung nya berdebar hebat.

Lalu Damian mencoba membuang segera pandangan nya dari Melia.

"Selamat siang semua...untuk mempersingkat waktu silakan kalian laporkan hasil kerja kalian masing-masing"ucap Damian dengan nada tegas.

Satu persatu perwakilan karyawan dari divisi masing-masing melaporkan semua hasil kerja mereka.

Dan saat giliran bagian divisi keuangan yang harus melaporkan semua hasil kerja mereka selama ini .Melia mulai berdiri dari kursi nya dan mencoba profesional walaupun sebenarnya sejak tadi dia menahan rasa sesak didada nya.Namun Melia tetap menjelaskan semua nya secara detail,terperinci dan jelas kepada Damian.

Sedangkan Damian yang melihat Melia berdiri untuk melaporkan hasil kerja divisi nya hanya terpaku oleh bibir ceri milik wanita itu.

" Bibir itu..bibir yang membuat ku candu"ucap Damian dalam hati.

Namun seketika Damian langsung merutuki kebodohan nya.

"Apa yang kamu pikirkan Damian,ingat di hanyalah adik seorang pembunuh kakak mu(ucap Damian dalam hati yang langsung menepis pikiran kotor nya).

Damian coba kembali bersikap dingin dan datar walau sebenarnya,ada rasa ingin memeluk wanita yang sudah berhasil memporak-porandakan hati nya tapi karena alasan balas dendam Damian membuang rasa itu dari pikiran dan hati nya.

Akhir nya sekitar 1 jam meeting pun selesai,karyawan yang lain sudah mulai berjalan keluar ruangan begitu juga dengan Melia yang berjalan keluar ruangan meeting sambil ngobrol dan tersenyum manis dengan Aryo.

Damian yang melihat itu,merasakan hati nya terbakar karena tak suka melihat Melia tersenyum manis kepada Kepala divisi keuangan perusahaan nya itu.

Damian terus berjalan dibelakang Aryo dan Melia tanpa mereka berdua sadari.

"Mel,kita langsung makan siang yuk"ucap Aryo sambil melihat ke arah jam tangan nya.

"Boleh Pak,tapi sebelum itu saya ingin ketoilet dulu ya,silakan Pak Aryo duluan saja nanti saya menyusul bersama Rani"ucap Melia.

"Oh gitu,baiklah saya duluan ke kantin ya dan saya tunggu kamu disana"Ucap Aryo sambil tersenyum.

Laki-laki tampan yang menjabat menjadi kepala Divisi perusahaan Damian itu memiliki perasaan khusus kepada Melia semenjak wanita itu masuk di perusahaan ini.

Aryo langsung berjalan menuju lift dan turun kelantai satu untuk makan siang sementara Melia masuk kedalam toilet perempuan untuk membuang air kecil.

Tanpa Melia sadari Damian dari tadi mengikuti nya dan laki-laki itu masuk kedalam toilet perempuan lalu langsung mengunci toilet perempuan.

Ceklek....Ceklek...(suara pintu terkunci)

Pintu toilet itu tertutup,Melia yang keluar dari bilik toilet dan ingin mencuci tangan langsung terkejut saat merasakan tangan kekar yang memeluk nya dari belakang dan ternyata itu adalah Damian.

"Hey sayang...akhir nya Aku menemukan mu."(ucap Damian dengan senyum licik nya).

Damian yang memeluk Melia dari belakang mulai menyusuri leher jenjang Melia dengan bibir nya mulai meningggalkan jejak merah keungguan dileher putih Melia sontak saja Melia terkejut dengan ulah Damian.

"JANGAN KURANG AJAR KAMU MAS??"teriak Melia sambil mencoba melepas tangan Damian yang melingkar di pinggang ramping nya.

"Aku merindukan kamu sayang"ucap Damian.

Mendengar perkataan Damian dan suara Damian yang sangat dekat dengan telinga nya membuat seketika tubuhnya langsung meremang.

"Jangan kurang ajar kamu ya Mas,kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi"ucap Melia.

Melia mulai mundur kebelakang karena Damian terus saja melangkah kehadapan nya sehingga tubuh belakang Melia benar-benar terpojok dan terbentur tembok,tentu saja melihat itu Damian langsung menarik tengkuk leher Melia dan mulai mendekatkan nya bibir nya dengan bibir Melia.

Seketika Damian langsung m***t bibir ceri Melia dengan lembut sementara Melia masih mencoba melepaskan diri dari kukungan Damian.Setelah Melia berhasil lolos dari Damian,Melia langsung menampar pipi Damian.

Ppplllaaaakk.....

"Brengsek kamu Mas"ucap Melia,setelah mengatakan itu Melia langsung lari dan membuka pintu toilet itu dengan kunci yang masih tergantung.Sedangkan Damian yang mendapatkan tampar dari Melia hanya memegang pipi nya sambil terus menatap punggung Melia yang menghilang di balik pintu.

"Sialan..Kenapa Aku tidak bisa menahan diri kalau sudah berhadapan dengan dia?ucap Damian dengan kesal kepada dirinya sendiri.

Kemudian Damian keluar dari toilet dengan perasaan kesal dan masuk kedalam ruangan nya,sementara itu Melia berjalan sambil menangis ke arah ruangan nya untuk mengambil tas nya.

Rani yang melihat wajah Melia kacau dengan airmata yang terus menetes mencoba menghampiri Melia.

"Mel,Are you oke?Apa sudah terjadi sesuatu sama kamu."Ucap Rani yang bingung sekaligus khawatir melihat kondisi Melia.

"Aku gpp Ran,tolong kamu izinkan aku ya ke Pak Aryo,karena tiba-tiba saja aku tidak enak badan jadi mau langsung pulang saja."(ucap Melia).

..."AREA WAJIB LIKE DAN VOTE YA UNTUK KARYA KEDUA KU"....

Terpopuler

Comments

Eni Purwanti

Eni Purwanti

hhmmm ceo geblek😡😡😡😡

2022-04-17

1

HoiLim Yee Lee

HoiLim Yee Lee

nice

2022-04-14

1

Ronika Sitinjak

Ronika Sitinjak

sedih...

2022-04-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!