HAPPY READING
Damian sesekali menoleh ke arah Melia yang fokus dengan makanan nya.
"Mel,gimana mau enggak?tanya Aryo.
Minggu besok memang mama dari Aryo akan memperingati hari kelahiran nya dan rencana nya Aryo ingin membelikan sesuatu untuk Mama nya sebagai tanda cinta kepada wanita yang sudah melahirkan nya itu.
"Boleh Mas" jawab Melia
Aryo langsung tersenyum bahagia mendengar jawaban Melia sementara Damian mencoba menekan gemuruh hatinya mendengar jawaban itu.Meskipun Damian tidak tahu maksud dari obrolan mereka berdua namun Damian tetap kesal dan tidak suka.
"Kalian,berdua memiliki hubungan spesial?.." tanya nya.
"He..he.. Keinginan saya sih begitu Tuan semoga saja Melia pun sama dengan saya dan saya minta doa nya saja ya Tuan semoga saya bisa berjodoh dengan Melia" jawab Aryo dengan bahagia.
Melia dan Rani pun sama terkejutnya dengan Roy dan Damian saat mendengar perkataan Aryo yang terkesan blak-blakkan.Aryo berucap kepada Damian sambil tersenyum sedangkan Damian mendengar perkataan Aryo langsung sangat kesal sehingga tanpa sadar Damian menggenggam sendok makan nya dengan kuat.Sikap Damian terlihat jelas dimata Asisten nya dan Roy juga sebenarnya sudah tahu jika Melia dan atasan nya adalah pernah memiliki ikatan pernikahan 7 tahun lalu namun hanya saja Roy ingin mencari bukti dulu tentang kematian Sasa kakak dari Damian yang meninggal bunuh diri agar kesalahpahaman yang selama ini terjadi tidak berlanjut.Apalagi kedua nya pernikahan mereka dahulu sudah membuahkan hasil seorang laki-laki yang sangat tanpa mirip dengan wajah atasan nya ketika Damian kecil.
Setelah selesai mereka semua memutuskan untuk pergi ke ruangan mereka masing-masing,Ketika sampai didepan lift mereka pun masuk kedalam kotak besi itu yang lumayan padat jadi sedikit berdesakan dan saat baru saja Melia kaan masuk tiba-tiba saja tangan nya sudah tertarik dari luar,Melia yang terkejut Dnegan tarikkan itu berusaha melepaskan nya namun bukan Damian nama nya jika dia tidak bisa membuat Melia mengikutinya.
Damian sengaja menarik Melia menuju lift khusus petinggi dan Roy yang melihat itu hanya diam saja agar Aryo dan Rani tidak curiga jika Melia tidak jadi ikut masuk bersama mereka ke lift karyawan.
Ketika mereka berdua sudah berada di dalam lift Melia mencoba menghempaskan tangan Damian tapi malah membuat Damian mengukung tubuh Melia hingga terpojok.
"Lepas Mas" ucap Melia.
"Lepas ha..ha..ha..jangan bermimpi kamu sayang,karena sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan kamu lagi karena kamu itu hanya milik ku Melia".
Belum sempat Melia protes seketika bibir Melia langsung dibungkam oleh Bibir Damian sementara Damian langsung menyatukan bibir keduanya dengan sedikit kasar karena Damian ingin memberikan hukuman kepada Melia agar tidak berdekatan lagi dengan pria manapun apalagi mengingat kejadian di kantin barusan dimana Melia dan Aryo janjian untuk pulang bersama.
Ciuman itu semakin intens Damian lakukan dan tanpa sadar saat Ciuman itu berubah menjadi lembut malah membuat Melia tanpa sadar menikmati nya.
"Kamu harus dihukum baby" ucap Damian di sela ciuman mereka,Suara Damian sudah mulai berat apalagi tangan laki-laki itu sudah mulai berjalan kemana-mana.
Seketika pintu lift terbuka,tepat didalam ruangan Damian,karena lift khusus CEO tersebut di buat memang sengaja sampe didalam ruangan Damian jadi jika seandainya Damian malas untuk memakai lift yang berada di depan meja sekertaris dia akan langsung memakai lift yang ada didalam ruangan nya untuk menuju lantai yang dia inginkan.
"Mas,lepas aku mau keruangan ku" ucap Melia berusaha memberontak.
"Kamu lupa sayang,jika sekarang kamu adalah partner ranjang ku Hem?..jadi kapan pun aku menginginkan mu harus bersedia melayani ku" ucap Damian dengan santai.
"Tidak...aku tidak mau menjadi Partner mu Mas karena selama nya itu hanya akan ada dalam mimpi mu" jawab Melia dengan kesal.
Damian yang mendapatkan penolakan dari Melia tentu saja sangat kesal karena selama ini tidak ada yang bisa menolak keinginan nya apapun itu apalagi sebenarnya jauh di dalam hati Damian,Damian masih sangat mencintai Melia tetapi karena rasa bersalah nya terhadap mendiang sang kakak membuat Damian menepis semua itu.Namun saat berdekatan dengan Melia sebenarnya Damian merasakan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dan itu mengapa membuat Damian ingin terus membuat Melia berada di sisi nya.
"Kau tidak akan kembali keruangan mu Melia jika kamu masih tidak ingin menuruti keinginan ku Melia".
"Lepas Mas kumohon,biarkan aku pergi Mas karena aku hanya ingin hidup tenang dengan Putra ku saja Mas" ucap Melia.
"Itu tidak akan terjadi Melia,kamu hanya milik ku dan tidak akan pernah aku biarkan kamu lolos lagi dari ku".
"Aku mohon mengertilah Mas...Kita sudah bercerai mas dan kamu sudah bukan suami ku lagi,aku tidak mau melakukan dosa lagi dengan menjadi partner ranjang mu" ucap Melia.
Mendengar perkataan Melia,Damian malah memberikan tanggapan yang sangat mengejutkan Melia.
"Kalau gitu malam ini kita menikah" ucap Damian dengan santai.
"Apa?.."Seketika Melia langsung syok mendengar perkataan dari Damian.
Damian mengambil ponsel nya dan mulai menghubungi Asisten Roy untuk menyiapkan pernikahan nya dengan Melia malam ini juga di kediaman Damian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Eni Purwanti
ha...ha ... bagus itu Damian. halalin dulu baru ngapa ngapain😄😄😄😄😄😄
2022-04-17
2