Ketika Melia sampai di depan ruangan Damian,Melia langsung masuk mengetuk pintu ruangan itu.
...Tok...tok...tok......
"Masuk" perintah Damian.
"Permisi pak,Apa ada yang bisa saya bantu?.."Tanya nya.
Damian yang mendengar suara wanita yang di rindukan nya itu pun mulai mengangkat kepala nya dan menatap Melia.
Kemudian tanpa Melia tahu Damian segera mengunci ruangan nya secara otomatis dari tombol yang berada di bawah meja kerjanya.
...Klek......
Pintu Ruangan Damian terkunci secara otomatis setelah itu Damian mulai bangkit dari duduk nya dan menghampiri Melia.
Melia yang melihat Damian menghampirinya mulai waspada apalagi ketika langkah kaki pria itu semakin dekat dengan nya.
Kemudian saat Damian sudah berada di hadapan Melia tiba-tiba saja Damian langsung mengunci tubuh Melia yang berada didepan meja nya.
Saat tatapan keduanya bertemu Melia langsung membuang pandangan nya ke lain arah karena jujur saja jantung nya saat ini berdetak dengan sangat cepat bahkan saat aroma parfum milik Damian masuk kedalam indra penciuman nya seketika tubuh nya langsung meremang.
"Jangan macam-macam kamu Mas,kita sudah tidak ada lagi hubungan apapun selain atasan dan bawahan" ucap Melia.
"Siapa bilang Hem?...jangan dipikir karena kamu berhasil lolos dari ku kamu menganggap semua nya sudah selesai karena sampai kapan pun kamu akan selalu menjadi tawanan ku Melia".Jawab Damian.
Tatapan Damian masih terus menatap wajah cantik mantan istrinya itu,Dan dengan kurang ajar nya Damian mendekatkan wajahnya ke arah Melia namun seketika Melia langsung menoleh ke samping sehingga wajah Damian langsung berhadapan dengan leher jenjang Melia dan saat itu Damian mulai mencium aroma parfum yang selalu Melia pakai dan aroma nya itu benar-benar sangat memabukkan untuknya.
Melia mencoba mendorong tubuh Damian saat mengetahui Damian mulai mendekatkan wajahnya ke arah leher nya namun tenaga nya tidak lebih kuat dari laki-laki dihadapan nya itu.
"LEPAS MAS...ATAU AKU AKAN BERTERIAK AGAR SEMUA ORANG TAHU BAGAIMANA KELAKUAN DARI ATASAN MEREKA HAH".Ucap Melia dengan kesal untuk mengancam Damian agar laki-laki itu melepaskan nya.Sementara Damian yang mendengar ucapan Melia hanya tersenyum mengejek.
"Silakan saja kamu teriak Melia karena ruangan ini kedap suara,sampai suara mu habis pun tidak akan pernah ada yang bisa mendengar teriakan mu itu".
"Sial,aku harus bagaimana lagi ini".Umpatnya dalam hati saat mendengar perkataan Damian.
Melihat Melia yang terdiam membuat Damian tersenyum dan dengan kurang ajar nya Damian mengecup bibir Melia secara singkat dan tentu saja Melia yang mendapatkan perlakuan itu sangat terkejut dan mencoba memberikan tatapan tajam ke arah Damian.
"Astaga kenapa dia imut sekali saat menatap ku dengan tajam".Gumamnya dalam hati namun segera Damian tepis ucapan nya.
"Lepassss....biarkan aku keluar dari sini Mas" ucap Melia sambil memberontak.
"Tidak akan sebelum kamu menyetujui perjanjian kita" ucap Damian.
"Perjanjian?perjanjian apalagi Mas,kita sudah bercerai dan sudah tidak memiliki hubungan apapun jika kau lupa" ucap Melia.
"Apa pria ini sudah lupa dengan talak yang dia sendiri layangkan pada ku 7 tahun lalu?" tanya nya dalam hati.
"Bagiamana?apa kamu bersedia menyetujui perjanjian itu?" Tanya Damian dengan masih menatap wajah cantik Melia.
Mendengar Damian terus saja mengatakan dirinya menyetujui perjanjian membuat Melia pun penasaran sebenarnya perjanjian apa yang di maksud oleh Damian.
"Katakan perjanjian apa yang harus aku setujui?.."Tantang Melia.
"Mulai detik ini kamu adalah milik ku Melia dan kamu juga harus mau menjadi partner ranjang ku Melia..Kapan pun aku menginginkan mu kau harus siap melayani ku...Atau seluruh keluarga mu terutama Putra tercinta mu akan mati ditangan ku" ancam Damian.
Tentu saja semua perkataan Damian membuat Melia terkejut apalagi saat mendengar Damian menyebut Putra nya,tapi yang Melia bingung adalah dari mana Damian tahu jika Melia memiliki seorang putra?Apa Damian sudah pernah melihat Brian?tapi dimana?dan kapan? Semua pertanyaan itu terus berputar di kepala nya.
"Tega sekali kamu Mas...Apa belum puas kamu menyakiti dan menghancurkan ku Mas?...." ucap Melia.
"Kenapa saat itu kamu tidak membunuhku saja agar semua nya impas Mas?.." ucap Melia dengan kesal.
Damian mulai menjauhkan tubuh nya dari hadapan Melia jika tidak mungkin saat ini dia akan kelepasan memperkosa wanita itu karena jujur saja saat dekat dengan Melia nafsu nya langsung naik.
"Terserah pada mu Melia semua keputusan ada ditangan mu" ucap Damian dengan santainya.
"Kamu memang gila Mas dan asal kamu tahu aku lebih baik mati ditangan mu dari pada harus menjadi partner ranjang mu Mas".Ucapnya.
Tentu saja perkataan Melia membuat tubuh Damian langsung membeku,seketika Damian merasakan jika hatinya sakit mendengar perkataan yang keluar dari wanita yang ada dihadapan nya.
Melia yang melihat Damian membeku atas ucapan nya barusan langsung berusaha untuk menekan tombol otomatis pintu yang ada di bawah meja kerja pria itu agar pintu ruangan ini terbuka dan saat sudah mendapatkan nya Melia langsung menekan tombol itu.
Seketika KLLEEEKKK....(suara kunci terbuka).
Kemudian Melia secara perlahan berjalan kerja pintu dan saat sampai di depan pintu Melia langsung membuang pintu ruangan Damian dan keluar dari ruangan itu.
Melia terus berjalan cepat keluar menuju lift bahkan melewati meja kerja Selly,Selly sempat bertanya namun Melia mengabaikannya dan masuk kedalam lift.
Sementara Damian yang sadar jika Melia berhasil keluar dari ruangan nya pun langsung mengamuk.
"SIALAN..BRENGSEK..BRENGSEK"teriak Damian dengan kesal sambil membuang semua barang yang ada di atas meja nya.
Nafas pria itu naik turun karena saking emosinya dan tangan Damian pun masih terkepal dengan kuat.
"Sampai kapan pun kamu akan terus menjadi milik ku Melia apapun cara".Ucapnya.
Sedangkan Selly yang mendengar teriakan serta suara barang-barang terjatuh pun hanya bisa dia di meja kerja nya sambil bertanya ada apa dengan atasan nya itu.
Cerita yang di Bab ini hampir semua nya telah di revisi ya agar lebih bagus dan enak alur nya saat di baca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Yuen
Klo gak mau kok dibiarin sih Mel harusnya pas dicium tu udh km tampar eh ini malah mendesah ya digoyang lah 😂😅😆
2022-04-19
1
Eni Purwanti
adu Mel Mel. kan kalian udah cere????☹️☹️☹️☹️☹️
2022-04-17
2
Ellen Pattipeilohy L
hah koq secepat itu Mel, aduh lski laki brengsekkk
2022-04-15
2