"oppa.." ucap pelayan itu saat melihat jin sambil menggigit jari nya
"sut..suth.. Jangan berisik" ucap jin takut banyak orang yang mengetahui nya
"oppa boleh saya foto?"
"untuk foto tidak bisa tapi kalo pegang tangan saya boleh"
"tidak papa.. Saya pegang tangan tuan saja" ucap pelayan itu " ya ampun oppa ganteng banget"
"terima kasih"
"oppa apa itu wanita mu?" tanya pelayan itu saat melihat maura yang duduk di sebelahnya
"bukan dia pembantu saya" sahut jin
Maura langsung manyun mendengar ucapan jin
"dah.." ucap jin kepada fans nya itu
jin pun melanjutkan perjalanan nya
"kenapa kamu cemberut?" tanya jin kepada maura
"gak papa" sahut maura
"kamu marah saya bilang kamu pembantu saya?" tanya jin
"gak kok, memang saya pembantu tuan" sahut maura dengan omongan yang sedikit judes
"tuh kamu tau" sahut jin "masa saya harus bilang kamu pacar saya, sedangkan kamu memang pembantu saya dan gak mungkin juga kita pacaran" ucap jin
"apa yang tidak mungkin di dunia ini" sahut maura
"lalu kamu berharap pacaran sama saya" tanya jin sambil tertawa
"gak " jawab maura singkat
" saat ini kamu mentertawakan ku tuan, suatu saat kamu akan jatuh cinta kepada ku haha" ucap maura dalam hati sambil tersenyum jahat
Tiba-tiba jin memberhentikan mobilnya di dekat taman yang berada di tengah kota
"kenapa berhenti?" tanya maura
'kenapa? Saya mau makan memangnya gak boleh?" tanya jin juga
" boleh.. " sahut jin
"nih makan satu buat kamu"
"buat saya?" tanya maura
"iya saya tidak mau orang bekerja saya mati kelaparan" ucap jin
" ternyata ucapan tuan begitu pedas ya" sahut maura
"dah gak usah banyak omong, nih makan"
"kenapa tidak makan di rumah?"
"memangnya kamu tidak bosan berada di rumah terus? Kamu tidak ingin melihat kota korea di saat malam hari di temani idol terkenal seperti saya,? Jika seandainya army indonesia tau dengan keberadaan kamu pasti banyak army yang iri dan membenci mu"
"kok membenci ku?" tanya maura
"memang, karena banyak orang yang menginginkan di posisi kamu" ucap jin
Maura terdiam sambil menikmati makanannya begitu juga dengan jin dia juga asik menikmati makanan itu di dalam mobil sambil melihat lampu-lampu gedung di tengah kota
"saya merindukan suasana seperti inu" jin memulai kembali pembicaraan
"maksud tuan?"
"ya saya ingin sekali jalan-jalan bebas tanpa ada seorang yang mengenali ku
" ya sabar saja. Mungkin nanti juga ada waktu nya" sahut maura
"iya" sahut jin
"tuan bolehkah saya membuka kaca ini?" tanya maura
"tidak usah nanti banyak orang yang lihat saya"
"tapi saya ingin menikmati udara segar di luar" maura menghiraukan ucapan jin dia bukan hanya membuka kaca melainkan dia sendiri yang keluar dari mobil itu
"mau kemana kamu?" jin mau menahan maura namun maura sudah berada di luar duduk di kursi yang tepatnya di depan mobil jin
dari kursi itu maura melambaikan tangan nya untuk meminta jin keluar tapi jin tidak mau, lalu maura mengirimkan pesan ke whatsap nya jin
"ayo tuan duduk di sini, jangan takut gak ada orang kok yang mengenali tuan, kan tuan bisa menggunakan kacamata dan masker" pesan yang di kirim maura kepada jin
Jin mulai bingung setelah membaca pesannya maura, sebenarnya dia juga ingin duduk di kursi itu sambil menikmati udara dingin di situ
Jin mulai mencari topi, masker dan kacamata nya dan dia pun memberanikan diri untuk keluar dari mobil, maura langsung tersenyum lebar saat melihat jin keluar dari mobilnya.
"sini" ucap maura sambil memberikan ruang untuk jin duduk di sampingnya
"tidak usah berisik" sahut jin
"saya tidak berisik" jawab maura
"cuaca dingin seperti ini kamu keluar hanya menggunakan baju tipis seperti itu"
"tenang saja tuan tidak usah mengkhawatirkan saya, saya sudah biasa dengan dingin" jawab maura
"hhm bagus lah"
tiba-tiba ada orang jualanan ea krim yang lewat
"saya mau beli es krim" ucap maura
"ini dingin kamu jangan makan es krim di luar ruangan seperti ini nanti kamu demam" ucap jin mengomel
"tapi saya menginginkan itu, mas.." maura memanggil tukang eskrim itu dan penjual itu berhenti di depan
"saya mau rasa coklat 1.. Tuan mau jiga?" tanya maura kepada jin
"tidak" sahut jin
" berarti cuman satu ya?"
"iya pak" sahut jin
"pacaran di tempat dingin sih gak takut sakit?" tamya tukang es itu
maura langsung tersenyum mendengar ucapan mas mas itu
" kami hanya bersantai sejenak habis ini pulang " sahut jin
"tuan mobil nya berkunci gak?" tanya maura
"kenapa?" tanya jin
"saya ingin mengambil uang untuk membayar es ini " ucap maura
Tanpa berkata apa-apa maura mengeluarkan dompet nya yang berada di dalam saku celananya dan mengasihkan uang kepada maura untuk membayar es nya
"pakai uang saya saja" ucap jin sambil mengasihkan uang nya
penjual es itu pun melanjutkan perjalanan nya
"makasih ya tuan" ucap maura sambil tersenyum
"tidak usah tersenyum, membayrkan segitu tidak membuat saya miskin" jawab jin judes
"hhm gitu banget" sahut maura sambil meminum es
"kamu makan es krim di hari dingin ini awas kalo sampai sakit"
"kalo saya sakit kenapa tuan?"
"saya yang nantinya repot, saya tidak ingin merawat kamu, saya sibuk" ucap jin
"iya gak kok"
Setelah maura selesai memakan ea krim baru terasa udaranya begitu dingin, maura mengilangkan tangan nya untuk memberikan kehangatan untuk dirinya
jin melepas jaketnya dan mengasihkan jaketnya kepada maura
"pakai ini, saya tidak ingin kamu sakit dan syaa tidak mau merawat kamu kalo sakit" ucap jin
"makasih tuan" ucap maura sambil tersenyum
"kita pulang" ucap jin
" nanti dulu tuan saya masih mau di sini" jawab maura
yang tadi nya jin ingin mengangkat badannya jadi tidak jadi karena maura masih ingin duduk di situ
Beberapa menit kemudian jin sudah terasa dingin
"kamu mau berapa lama lagi di sini? Kamu mau saya yang sakit?" tanya jin
"iya iya kita pulang" maura langsung berjalan menuju mobil juga di iringi oleh jin
"serasa pacaran" ucap maura dalam hati sambil tersenyum
Di dalm mobil maura terasa ngsntuk dan dia merebahkan badannya
20 menit kemudian mereka sampai di rumahnya jin yang ternyata maura tertidur lelap di mobil
"dia tidur, bagaimana saya membangunkan nya" ucap jin sambil memperhatikan wajahnya maura yang sedang tidur, tak tega rasa nya jin ingin membangunkan nya, dengan terpaksa jin menggendong maura untuk masuk ke dalam kamarnya, sesampainya di dalam kamar jin langsung melepaskan jaket dan sendal nya lalu di tutupnya badan maura dengan selimut
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments