selesai makan Maura dan Anisa menyebrang untuk ke depan kantornya BTS
"semoga aja merek tidak keluar, bagaimana nanti kalo tuan Jin melihat aku jalan-jalan kesini " ucap Maura dalam hati
"gue pengen banget melihat mereka secara langsung, pasti mereka seperti pangeran yang ganteng-ganteng" ucap anisa yang tetap menunggu mereka
tiba-tiba beberapa mobil mewah berhenti di depan gedung itu
"bts...BTS...BTS..." teriak semua fans yang ada di depan gedung itu
"Ra BTS Ra" teriak bisa yang sudah tidak sabar ingin melihat BTS
"sabar sa, iya gue tau "
"agghhhh" teriak histeris fans nya saat melihat jungkook yang keluar dari mobil pertama
"jin..." panggil fans saat jin keluar mobil
Maura pasang muka kaya orang gak kenal dengan mereka
jin menatap ke arah Maura dan Nisa
"Ra jin Hyung menatap kita Ra, Ra kita di tatap nya Ra.. ganteng banget" ucap nisa
" iya biarin aja" sahut muara
"j-Hope.. rm .. suga..." teriak fans itu lagi saat mereka bertiga keluar dari mobil
"Hay..." j-Hope melambaikan tangan nya ke arah Maura dan Nisa
"kok J-Hope melambaikan tangan ke arah kita ya Ra, kaya kenal gitu, setahu gue J-Hope itu sangat perhatian sama orang yang dia kenal, apa dia kenal.sama kita ya? tapi kan kita baru di negara ini" ucap anisa bingung
"mungkin dia hanya menyapa fans saja tapi arah nya aja tepat sama kita" Maura mencoba mengeles
"iya kali ya, gue nya aja yang ke pede an haha" ucap anisa sambil tertawa
Maura dan Nisa pun melanjutkan perjalanan nya untuk berkeliling
"wow..." jin Hyung melemparkan badannya ke kursi panjang
"Hyung..." panggil J-Hope
"hhmmm.."
"aku tadi seperti melihat Maura di depan"
"hhmm" sahut jin
"iya memang dia, dia sama temannya! apa dia ada ijin sama Hyung?" tanya Rm
"iya saya juga melihat, biarkan dia jalan-jalan" sahut jin
"jin Hyung memang yang terbaik, bukan sama member saja tapi juga dengan pembantu" jawab Jimin
"hhmm aku jadi kepikiran nasi gorengnya " ucap jungkook
"selalu makanan yang kamu ingat" ucap v
"hahaha" semua member pun tertawa dengan ulahnya si bontot
"kamu kemana?" pesan yang di kirimkan jin kepada Maura
Maura begitu kaget saat membaca pesan dari jin
"dari mana dia dapat nomor aku bukan kah aku belum.memberikan nomor aku" ucap Maura dalam.hati sambil menatap layar ponselnya
"kenapa Ra?" tanya nisa
"gak papa nis"
"majikan loe cariin loe ya?" tanya nisa
"ah enggak kok"
"maaf tuan, apa tuan tadi melihat saya?" Maura membalas pesan jin
"iya.." balasan dari jin
"saya tadi cari makan terus teman saya ngajakin melihat BTS dia sangat ngefans sama BTS"
"kamu harus ingat dengan perjanjian kita tentang member "
"iya tuan saya sangat ingat" balas Maura
"waduh seram sekali jin Hyung mengancam pembantu nya " ucap Suga yang melirik pesan di kirimkan jin kepada Maura
"hah apa kata nya?" tanya Jimin kepo
"kamu ingat kan perjanjian kita! itu pesan yang dikirimkan jin Hyung" ucap Suga
"Hyung kamu harus ingat" rm mendekati jin
"apa?" tanya jin
"hati-hati jatuh cinta dengan pembantu kamu, pembantu kamu masih muda " ucap Rm
"tidak ada idol jatuh cinta sama pembantu " jawab jin
"wah benar-benar pedas mulut nya" ucap Suga padahal biasa nya mulut Suga yang lebih pedas dari member lain
"jangan pulang malam" jin mengirimkan lagi pesan kepada Maura
"tuan jin" Anisa membaca nama yang masuk pesan di ponselnya Maura
"jin siapa Ra majikan Lo?" tanya Anisa
"hah loe baca apa?" tanya maura
"tuh pesan yang masuk di hp loe"
"ya majikan gue"
"majikan loe jin BTS ?" tanya Anisa
"iya.." jawab Maura sambil tersenyum
"alah loe menghayal nya ketinggian melebihi army aja Lo"
"haha iya nis gue menghayal" ucap Maura sambil tertawa
" terus majikan Lo nama nya jin juga?"
"iya nis "
"coba gue liat foto profil nya" Nisa begitu penasaran
"gak ada sa"
"ih loe Ra bikin gue penasaran aja"
"iya sa.."
"iya apa nya?" Nisa semakin penasaran sama Maura
"majikan gue jin BTS sa hahah"
"gak gue gak percaya, mana mungkin jin BTS pembantu nya TKW kaya kita gini kan mereka itu asisten nya aja berkelas banget dan juga banyak bodyguard nya"
"iya sa Lo benar mana mungkin" jawab Maura
saat mereka lagi asik ngobrol sambil ngemil es krim tiba tiba datang seorang laki-laki, ya bisa di bilang wajah nya seperti orang Indonesia
"hallo" sapa laki-laki itu
"hey.." jawab Maura dan Anisa
"saya boleh gabung gak?'" tanya laki-laki itu
"boleh silahkan " ucap Maura dan Anisa
"perkenalkan nama saya Rama "
"perkenalkan nama saya Anisa dan ini teman saya nama nya Maura " ucap Anisa
" kalian dari Indonesia?" tanya laki-laki itu
"iya" jawab Maura dan Anisa
"apa kalian liburan atau bekerja?"
"kita di sini bekerja sebagai TKW" jawab Maura
"oh saya sangat senang kalo di negara orang bertemu dengan orang yang satu negara sama saya" ucap laki-laki itu
"iya.. ngomong-ngomong kamu di sini ngapain? bekerja atau jalan-jalan?" tanya maura
"saya di Negera ini juga bekerja" jawab laki -laki itu
"bekerja apa?" Maura kembali bertanya
"saya bekerja di sebuah pabrik "
"pabrik di bidang apa?"
"pabrik percetakan album artis-artis Korea!"
"termasuk bts?" tanya Anisa . Anisa begitu mengidolakan member BTS
"iya, termasuk bts dan BTS album yang paling banyak dan paling laris " jawab laki-laki itu
"hhm aku jadi mau album nya "ucap Anisa
"mahal gak album nya?"
"saya kurang tahu kalo harga jua soalnya kami hanya memperoduksi saja"
"agghh aku ngefans banget sama BTS"
"hhm kata nya bts dalam minggu ini dia akan mengadakan konser nya" ucap Rama
"iya benar mereka.akan mengadakan konser, gue harus datang ke konser itu, gue akan ngajakin Mila dan Lo Ra juga harus ikut" ucap anisa
" tapi sa.."
"kenaapa?" " tanya Anisa
"gue gak ada uangnya untuk beli tiket, tiket nya mahal banget sa" ucap Maura sambil berbisik kepada Anisa
"kenapa kamu gak ada uang untuk nonton konser?" tanya Rama , rupanya dia mengerti apa yang Maura dan bisa bicarakan
"tidak kok " jawab Maura
"kalo memang kamu ingin hadir di konser itu aku yang temani kamu dan belikan kamu tiket gratis "
"ah gak usah aku gak enak kita baru kenal" ucap Maura menolak secara halus
"ya gak papa, kalo aku mah gak jadi masalah "
" iya Ra loe harus ikut mumpung dapat tiket gratis" ucap Anisa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments