17

Maura pun kembali masuk ke dalam rumah majikan nya yaitu rumah Kim soekjin dengan membawa selembar kertas yang tadi tiket di berikan Rama

"apa itu?" tanya jin yang kepo dengan kertas di tangan nya Maura

dengan segera maura menyembunyikan tiket nya ke dalam saku baju nya

"kepo.saja, kan kita sudah tanda tangan perjanjian jangan mengurusi urusan pribadi satu sama lain, antara majikan dan babu" ucap Maura yang membuat jin terdiam lalu jin meninggalkan nya ke ruang tv

" tuan boleh minta tolong?" teriak Maura dari dapur

"ada apa?" sahut jin

"pesan kan taksi online nya saya tidak tahu alamat teman-teman nya tuan" ucap Maura lagi

"siap kan dulu saja nasi nya" jin kembali teriak dari arah kejauhan

"tuan.. cepat pesankan nasi nya sudah saya siapkan semua " ucap Maura yang datang menghampiri jin

" nih buka bagasi mobil terus masukkan nasi nya ke dalam" jin mengasihkan kunci mobilnya yang mewah kepada Maura

" maaf tuan saya hanya wanita kampung, punya mobil saja tidak apalagi saya di suruh buka mobil tuan yang begitu mahal " ucap Maura

"sini" dengan kasar jin mengambil kunci mobil kembali yang ada di tangan nya Maura

"hhm di artikel-artike BTS dia terlihat seorang Hyung yang paling sayang sama adik-adik nya tapi nyata nya dia seorang laki-laki yang begitu dingin dan kasar, seadainya saja kalian para army tahu dengan sifat asli nya kalian tidak akan memuji-muji dia lagi" ucap Maura kesal

"kenapa diam di situ, kamu mau menunggu apa lagi?" tanya jin yang sedang berdiri di belakang Maura

" baik tuan" Maura langsung berlari ke arah dapur untuk mengambil nasi-nasi yang ingin dia bawa

beberapa menit kemudian Maura sudah selsai memasukkan nasi itu

"sudah tuan" ucap Maura

"saya juga sudah tahu " jawab jin yang langsung mengambil jaket tebal nya sedangkan Maura hanya menggunakan baju biasa

jin pun membuka pintu mobil nya yang juga di iringi Maura juga membuka pintu mobil belakang

"kenapa di belakang?" tanya jin

"lalu saya duduk dimana? bukan kah seharusnya pembantu dan maiikan saya seharunya memang di belakang?" tanya maura

"duduk di depan" sahut jin dengan tatapan yang lurus ke depan

.tidak perlu menunggu perintah ke dua kali Maura langsung membuka pintu depan tepatnya duduk di samping jin

"mimpi apa gue selama ini bisa duduk di mobil mewah dan duduk di samping aset negara seganteng dia" ucap Maura sambil menatap wajah jin yang begitu bersih dan mulus

"begitu sempurna tuhan menciptakan mu tuan" rintihan Maura dalam hati nya

"tidak perlu menatap saya seperti itu, apa kau tidak pernah melihat YouTube? bukan kah saya memang tampan dari dulu?" ucap jin dengan tatapan fokus ke depan

"tidak boleh jadi orang yang terlalu pede" sahut Maura

"saya tidak pede tapi saya hanya mencintai diri saya, dan saya juga hanya mengakui ketampanan yang Tuhan berikan pada saya"

"terserah tuan lah kalo begitu" jawab Maura yang sudah tidak bisa menjawab ucapan jin

Maura mulai merasa kedinginan karena AC mobil jin yang cukup besar dan cuaca di luar juga sedang mendung

"kenapa? kamu mual naik mobil mahal?" tanya jin

"tidak.." jawab Maura

"lalu kenapa kamu seperti itu?"

"saya lupa bawa jaket, saya hanya kedinginan" sahut Maura

"hhm" hanya itu yang keluar dari mulut nya jin

"ini kita mau kerumah siapa dulu?" tanya maura lagi namun tidak ada jawaban dari jin

"hyung?" panggil maura

"kamu memanggil saya hyung?" ucap jin

"kenapa apa salah saya memanggil tuan hyung, hyung kan arti nya kakak laki-laki.. ataj saya harus memanggil tuan opa?"

" kamu lebih pantas panggil saya majikan atau tuan" sahut jin

"memang kejam" ucap maura yang langsung membalikkan badan nya untuk tidak menghadap jin lagi

senyap sunyi yang ada di dalam mobil itu beberapa menit kemudian mobil nya pun berhenti di depan rumah yang tidak kalah besar dan mewah nya dengan milik jin

"rumah siapa ini?" tanya maura kepada jin

"kenapa bertanya, bukan kah kamu tadi merajuk dengan saya" ucap jin

"gak" sahut maura " ini rumah siapa ?" tanya maura lagi

"tidak usah bertanya, nanti kMu juga akan tahu sendiri" sahut jin dengan ketus

"huh..."

tit..tit...tit... jin membunyikan klakson mobil nya tapi gerang itu masih belum di buka. dengan segera jin meraih ponselnya

"buka gerbang hyung di depan" ucap jin sambil bicara dengan orang yang tadi di telpon

tidak menunggu lama gerbang itu langsung terbuka lebar seperti terbuka otomatis.

"wah rumahnya bagus banget " ucap maura sembari melihat kemegahan rumah itu dan beberapa menit kemudian keluar seorang laki-laki berambut putih menggunakan kacamata

"buka bagasi nya" perintah jin kepada maura

"baik tuan" dengan segera maura turun dari mobil nya

"kenapa tidak menggunakan taksi online hyung?"

"hobah... rumah kalian terlalu jauh itu akan terlalu banyak mengeluarkan biaya" ucap jin

kalian pasti tau kan siapa orang yang dengan sebutan hoba, dia adalah j-hope

"tuan rumah anda bagus sekali" ucap maura

"terima kasih dan terima kasih juga untuk makanannya" ucap j-hope sambil tersenyum lebar kepada maura

"ya sudah kalo begitu kami harus pergi dulu" jin memotong pembicaraan maura dan j-hope

"iya hati-hati di jalan hyung, bye"

jin langsung membanting setir nya keluar dari rumah nya j-hope

"setelah ini kita kerumah siapa lagi?" tanya maura lagi

"tidak usah banyak tanya" sahut jin

beberapa menit kemudian mobil kembali berhenti di depan rumah mewah yang berwarna ungu

"wah bagus banget rumah nya berwarna ungu, yang melambangkan army, rumah siapa ini tuan?"

"tak menunggu lama jin di depan gerbng rumah itu tiba-tiba terbuka luas dan langsung di sambut dengan orang pemilik rumahnya yaitu leader nya bts yaitu Rm atau kim namjoon

" oh hyung.. aku cinta kamu.. maaf aku sudah merepotkan hyung"

"iya gak papa" sahut jin

"tuan ini nasi nya.. tuan rumah anda sangat terinspirasi sekali sama army ya" ucap maura

"iya saya sangat mencintai army, karena mereka saya bisa sukses seperti ini"

"tuan apa boleh aku minta foto sama tuan?" tanya maura

"boleh asal jangan di sebar dulu "

"baik tuan.. tuan tolong bilngin sama tuan jin untuk fotokan kita"

"hyung tolong turun dulu dari mobil. tolong fotokan kami" ucap rm

sambil mengomel jin tetap mengikuti permintaan adek nya

"1..2...3.. " jin memberi kode untuk mefoto rm dan maura

" bolweh aku memeluk tuan?" tanya maura

"silahkan.." ucap rm

maura terlihat begitu mungil di sebelah rm

"udah" ucap jin

"terima kasih tuan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!