part 03

" nih om ada sedikit uang untuk pegangan kamu, siapa tahu kamu memerlukan uang ini"

" makasih banyak om dan Tante sudah baik sama aku"

"iya " sahut tantenya

ke esokkan harinya

jam sudah menunjukkan pukul 07.30 Maura sudah siap dengan kopernya ingin berangkat ke perkumpulan TKW yang berangkat hari ini

"hhmm..." Maura menarik napas panjang untuk menenangkan diri

"semoga selamat sampai tujuan" batin nya berkata

Maura pun berangkat menggunakan taksi online..

beberapa menit di perjalanan akhirnya Maura sampai di perkumpulan, dari kejauha Maura sudah melihat Annisa dan Mila..

"Ra.." Mila melambaikan tangan nya kearah Maura

"hai.." Maura membalas juga melambaikan tangan nya

mereka padahal baru kenal kemaren tapi kaya udah lama banget kenal mereka, gue enak aja ngobrol sama mereka" batin Maura berkata

"masih ada menunggu orang ya?" tanya maura

" kamu Ra yang di tunggu dari tadi"

" hah beneran? perasaan tadi aku sudah cepat berangkatnya eh malah tetap terlambat " ucap Maura

"udah gak papa.. sebentar lagi kita berangkat ke bandara"

"aduh aku jadi takut nih" ucap nisa

"udah santai aja.. kita berdoa aja " ucap Maura

mereka pun berangkat menuju ke bandara

keesokkan hari nya Maura sudah nb sampai di penginapan TKW di korea, dan rencana nya hari ini Maura akan di jemput oleh majikan nya

" akhirnya satu cita cita ku sudah tercapai, bisa berangkat ke Korea dan sebentar lagi aku akan bisa nonton konser K-Pop di sini terutama yang ku nantikan konser BTS " ucap Maura dalam hati sambil menatap gedung dengung tinggi di hadapan nya

" Maura apa kamu sudah siap? majikan kamu sedang di perjalanan untuk menjemput kamu " tanya Bu Laras beliau seorang yang percaya untuk menyuruh calon calon TKW di Korea

" apa saya sendiri berangkat kesana?" tanya maura

"tidak nanti akan ada pendamping untuk mendampingi kamu kesana dan menyerahkan surat kontrak kamu kepada majikan kamu"

" baik Bu terima kasih"

Bu Laras pun meninggalkan Maura

"oh ya aku lupa cerita, Mila dan Nisa sudah semenjak kemaren saat datang majikan nya sudah menunggu jadi hanya aku seorang diri yang masih menunggu majikan, kalian pasti penasaran kan seberapa penting nya majikan ku itu jadi harus di rahasiakan identitas nya" ucap Maura

satu jam kemudian ibu Laras kembali datang untuk memanggil Maura

"bawa tas dan koper kamu, jemputan kamu sudah ada di depan"

"baik Bu" ucapan maura sembari membawa barang barang nya

di luar Maura bingung harus menaiki mobil yang mana karena ada dua mobil hitam yang sama dengan kaca yang tertutup dan berwarna gelap

"kamu masuk sini" lagi lagi ibu Laras yang mengarahkan Maura karena dia masih terlihat begitu bingung "kamu masuk aja tinggal aja barang barang kamu nanti juga ada yang memasukan nya " ucap ibu Laras

"baik Bu" Maura pun membuka pintu mobil itu, pintu mobil geser dan di dalam nya begitu mewah namun Maura bingung yang mana yang akan jadi majikan nya, di dalam mobil itu ada dua orang laki laki menggunakan baju kaos poling berwarna hitam dengan perawakan yang besar dan kekar

"apa mereka majikan aku ya? kalo iya mereka seram sekali " ucap Maura dalam hati

ibu ervica juga masuk kedalam mobil yang di tumpangi Maura dan duduk di sebelah nya Maura

" Bu yang mana majikan saya?" tanya maura dengan suara pelan

"suuutt ibu juga tidak tahu, nanti tunggu sampai rumah aja nanti kamu akan tahu" ucap ibu ervica dengan suara berbisik

mobil pun langsung melaju dengan kecepatan tinggi, di perjalan tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun

"apa aku akan tetap aman, atau aku akan di culik?" batin Maura terus berkata kata

"seseram apa sih majikan aku?" tanya maura kepada diri nya, untuk menenangkan diri nya Maura menatap ke luar kaca sambil melihat gedung besar dan tinggi yang ada di korea salah satu nya gedung yang menurut ku mewah dan besar adalah gedung HYBE, gedung yang mulai terkenal karena debut nya grup bts...

beberapa menit kemudian mobil yang di tumpangi Maura pun berhenti depan rumah yang begitu besar dan mewah seperti istana.. sampai membuat Maura takjub dengan kemewahan rumah itu, bukan hanya Maura yang.takjub ibu ervica pun juga ikut takjub dengan rumah itu

"seberapa sering saya mengantar TKW ke rumah majikan nya baru pertama kali ini saya melihat rumah seberat ini" ucap ibu ervica "apa kamu yakin bekerja di sini, jadi pembantu di rumah besar ini?" tanya ibu ervica

mau tidak mau Maura harus berkata yakin karena dia sudah menyanda tangani kontrak itu, kalo dia membatalkan nya dia pasti akan membayar denda nya, tidak mungkin bisa dia.membayar uang dendanya

"iya saya yakin dan bersedia " ucap Maura dengan suara berat

"silahkan masuk" ucap orang yang tadinnya satu mobil dengan Maura

"terima kasih" sahut ibu ervica

di dalam sudah ada seorang wanit yang ingin menyambut kedatangan Maura dan ibu ervica

"selamat siang" ucap wanita itu dalam berbahasa Korea kepada ibu ervica (author pakai bahasa Indonesia aja ya supaya lebih gampang hehe)

"siang" sahut ibu ervica

"perkenalkan saya Yuna asisten pribadi pemilik rumah ini"

"maaf sebelumnya kalo boleh tahu pemilik rumah ini Sekarang lagi dimana?" tanya ibu ervica

"Sekar dia lagi tugas WAMIL (wajib militer) mungkin sekitar dua Minggu lagi akan pulang"

"oh begitu"

"maaf saya juga mau bertanya" ucap Maura

"silahkan!"

"rumah sebesar ini memiliki berapa asisten rumah tangga"

"disini hanya kamu"

"apa?? hanya saya saja"

"iya apa kamu keberatan?"

"oh tidak.."

"orang pemilik rumah ini orang yang sangat sibuk dan dia juga memiliki beberapa rumah jadi dia jarang sekali untuk pulang ke rumah ini, yah bisa di anggap ini rumah pribadi nya hanya orang orang tentu saja yang mengetahui rumah ini, terkecuali dia capek dengan pekerjaan nya baru dia menghabiskan waktu liburnya di sini dan kamu juga harus tau pemilik rumah ini orang yang paling disiplin dan suka kebersihan, jadi dia tidak mau orang bekerja dengan nya itu tidak di siplin, nanti saya akan mengajak kamu keliling di rumah ini" panjang lebar mereka berbincang dan ibu ervica pun berpamitan untuk kembali ke asrama

"hati hati di jalan" ucap Maura kepada ibu ervica

"kamu baik baik di sini ya, kerja yang rajin jangan bikin malu negara kita" pesan ibu ervica

" iya Bu aku janji"

ibu ervica pun pergi di antar dengan mobil yang tadi lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!