Pria itu mengejar santi karena merasa bersalah telah menyenggol santi sampai terjatuh dan membuat lututnya berdarah
"biar saya pegang tangan kamu" (bahasa ingris) pria asing berkata
"tidak usah, saya bisa sendiri" (bahasa inggris) santi berkata
santi sangat pintar bahasa inggris karena dia ingin sekali bekerja di kantor kedutan yang berada di salah satu negara sebagai perwakilan dari indonesia
sedang berjalan kencang karena takut dengan pria asing itu yang mengejar santi, tiba tiba santi terjatuh dan dengan sigapnya pria asing itu memeluk pinggang santi lalu mereka saling pandang dan santi salah tingkah
"lepas, hotel saya sudah dekat" (bahasa inggris) santi berkata
"kita satu hotel jadi saya mohon untuk membantu anda supaya saya tidak merasa bersalah" (bahasa inggris) pria asing itu berkata
"baik tapi anda tidak boleh kurang ajar, bila anda kurang ajar saya berteriak" (bahasa inggris) santi berkata dengan wajah meringis kesakitan
"saya janji tidak akan kurang ajar terhadap anda" (bahasa inggris) pria asing berkata
lalu pria asing itu memapah santi masuk dalam hotel sampai depan kamar santi
"terima kasih" (bahasa inggris) santi berkata
pria asing hanya menggagukan kepalanya lalu pergi dan masuk ke dalam kamarnya, sedang membuka pintu pria asing itu melirik santi sampai santi masuk ke dalam kamarnya
santi penasaran dengan pria asing itu, melihat matanya sewaktu saling pandang ketika santi akan jatuh
"dia orang bule bukan ya tapi matanya kok kaya orang asia matanya menggoda lagi, ih apa sih jauh jauh sama pikiran gini" santi bergumam dengan membayangkan mata pria asing itu
pagi hari pria asing itu akan sarapan melewati kamar santi dan meliriknya ingin sekali melihat keadaan santi namun khawatir dengan santi akan membuat masalah untuk dirinya
santi sedang mandi dan akan keluar untuk sarapan, lalu di area sarapan hotel santi melihat pria asing itu duduk paling pojok seperti tidak ingin di ketahui keberadaannya
"aneh" santi bergumam melirik ke pria asing itu
setelah selesai sarapan santi pergi dan akan masuk dalam taxi pria asing pun masuk lalu mereka berselisih masalah taxi
"aku duluaan masuk dalam taxi" (bahasa inggris) santi berkata dengan angkuh
"maaf tapi saya terburu buru" (bahasa inggris) pria asing itu berkata
"sudah gini saja, kaliaan duduk berdua sekarang saya tanya mau kemana" (bahasa inggris) supir taxi berkata
"seminyak" santi dan pria asing itu berkata serempak dan saling pandang
"wah berarti bisa bersamaan kalau begitu" (bahasa inggris) supir taxi berkata
lalu mobil pun melaju dan santi memberi alamat tujuaannya kepada supir taxi, pria asing mengerutkan dahinya hanya diam dalam perjalanan santi membuang muka melihat arah jendela mobil , santi berpikir seorang pria tidak mau mengalah kepada wanitanya bagaimana kalau punya istri pasti akan selalu berselisih
sedangkan pria asing ingin menanyakan keadaan lututnya namun tidak berani karena khawatir dengan indetintas dirinya, sampailah alamat tujuaan ketika akan keluar pria asing memberi ongkos dan keluar mobil, santi pun akan memberi ongkos namun supir taxi berkata
"mba kan udah sama pria itu ongkosnya jadi mba gratis he he he" supir taxi berkata tersenyum
"makasih ya pak" santi berkata lalu pergi
santi berjalan menuju rumah pamannya namun pria asing itu terlihat menuju jalan yang sama, lalu santi berjalan cepat dan mendahului pria asing itu dengan cemberut dan masuk ke halaman rumah pamannya kebetulan pamannya sedang membersihkan halaman
"assalamualikum" santi dan pria asing itu berkata dengan serempak
dengan spontan kaget santi melihat pria asing itu mengikutinya dan berlari ke belakang badan pamannya
"walaikumssalam, loh kok bisa bareng santi kamu kenapa" paman bagus berkata
"dia nguntit aku om liat ngikutin sampe sini" santi berkata dengan ketakutan
"ha ha ha santi ini pria yang mau om kenalin dia satu penginepan dengan kamu, om memang ngasih rekomendasi penginepan tante kamu karena di hotelnya ada wanita yang ngikutin katanya" paman menjelaskan
"oh...." santi berkata lalu masuk ke dalam rumah paman bagus dengan cemberut
"ayo masuk dion" paman bagus berkata pada pria asing itu
"dion..." santi bergumam nama pria itu
"terima kasih mr bagus" do hyun berkata
"dion kenalkan ini keponakan saya namanya santi" (bahasa inggris) paman bagus berkata
"haii" do hyun mengajak berjabat tangan
"haii" santi berkata enggan berjabat tangan dengan do hyun memalingkan wajahnya
"kaliaan ngobrol dulu, santi ajak ngobrol dion bahasa inggris kamu kan bagus paman mau buat minuman dan cemilan" paman bagus berkata
santi hanya diam dan memalingkan mukanya masih kesal karena do hyun tidak mau mengalah dalam taxi tadi, sedangkan do hyun memulai bicara
"kamu baik baik saja bagaimana lutut kamu" (dalam bahasa inggris) do hyun berkata
santi mengambil uang dari dompetnya
"ini uang taxi" (bahasa inggris) santi berkata dengan memberikan uangnya
"tidak aku yang bayar taxi tadi, biarkan aku menebus kesalahan karena lutut kamu berdarah" (bahasa inggris) do hyun berkata
"tidak perlu, silakan ambil uangnya" (bahasa inggris) santi berkata masih memalingkan wajahnya dari do hyun
do hyun tidak mengambil uangnya lalu santi menyimpan kembali uangnya kedalam dompet
do hyun tidak membuka masker dan topinya karena khawatir santi adalah salah satu fansnya maka do hyun mempertahankan maskernya menutupi setengah wajahnya
"loh kok pada diem, dion kenapa masker kamu tidak di buka bisanya datang ke rumah masker dan topi kamu di buka, biar ponakan saya melihat wajah kamu yang tampan itu ha ha" (bahasa inggris) paman berkata dengan tertawa menggoda do hyun
"issshh paman mungkin dia ga pede ada aku" santi berkata
"baik saya akan buka" (bahasa inggris) do hyun berkata
do hyun membuka makser dan topinya juga menutup matanya karena berpikir santi akan berteriak histeris seperti wanita lain yang melihat do hyun, namun setelah beberapa menit tidak ada teriakaan sama sekali do hyun membuka matanya dan melihat santi acuh seperti tidak mengenal do hyun, sedangkan santi dengan acuhnya hanya memakan cemilan dan minuman jus buah segar buatan pamannya tidak terlihat dari wajahnya mengenal do hyun
do hyun heran dengan santi apakah dia tidak mengenalnya atau memang menahannya karena gengsi
"dion hayo makan cemilan kamu dan itu minumannya masih segar" (bahasa inggris) paman berkata
"terima kasih mr bagus telah merepotkan anda" (bahasa inggris) do hyun berkata
"sekarang belajar bahasa indonesianya biar santi yang mengajari kamu oke" (bahasa inggris) paman bagus berkata
"dia berani bayar berapa" santi berkata
"saya akan bayar kamu" do hyun berkata mengerti santi mengatakan kalimat itu
santi spontan melirik do hyun dan tidak mengedipkan matanya melihat wajah do hyun, mereka saling pandang beberapa detik lalu paman bagus mengejutkannya
"belum waktunya kaliaan saling pandang" (bahasa inggris) paman bagus berkata dan tersenyum
santi dan do hyun tersadarkan oleh ucapan paman bagus
"kamu mengerti yang saya katakan" santi bertanya
"sedikit saya mengerti" do hyun berucap
"kan paman yang ngajarinnya san" paman berkata
"pantesan mayanlah udah bisa" santi menjawab dengan wajah masih kesal dengan do hyun
do hyun melirik ke arah santi mencuri pandang karena baru mengenal wanita unik seperti santi yang angkuh namun manis dan do hyun ternyata penasaran kepada santi ingin tahu apakah mengenal dengan dirinya atau memang tidak tahu sama sekali tentang do hyun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments