Di rumah Santi sedang makan malam lalu dia kedatangan kekasihnya karena Robi ingin bertemu ,
"Eh ka ada apa" Santi bertanya duduk di sebelah Robi
"Pengen liat kamu aja kangen, besok malem kan malam minggu nonton bioskop yu" ajak Robi
"Hayuu aku juga jenuh di rumah aja"
"Oh ya San nanti liburan selesai ujiaan mau kemana" tanya Robi
"Belum tau ka, biasannya sih ke Bali nemuin tante aku"
"San kamu yakin ga akan ke konser Mars sodara aku kebetulan pengelola konsernya jadi kita dapet tiket murah" kata Robi mengajak Santi
"Engga ka" jawab Santi
"Walau demi nemenin aku tetep ga mau" paksa Robi
"Nemenin? katanya ga suka Kpop" wajah Santi berkerut
"Ya ga suka sih cuman pengen ke konsernya aja bareng kamu, soalnya aku belum pernah ke konser sama cewek" Robi tetap berusaha mengajak Santi
"Ya udah nanti aku pikirin dulu ya ka, tapi ga janji"
"Sip" kata Robi terlihat senang
Robi ingin menyaksikan konser boysband Mars, karena memang suka lagu-lagu Korea pop namun Robi gengsi untuk mengakunya kepada Santi karena jarang pria memyukai K-pop.
Santi curiga pada Robi kekasihnya yang terlalu memaksa untuk melihat konser Mars, dia berpikir apakah Robi kekasihnya penggemar Mars atau hanya suka dengan lagu Korea saja, namun karena Santi kekasih yang baik entah kenapa berpikir akan menemani menonton konser Mars demi Robi, walau hati paling dalam menolaknya tidak ingin melihat apalagi mendengar lagu-lagu Korea Pop.
Malam sudah larut Robi pun berpamitan untuk pulang dan asanti masuk ke dalam kamarnya, melihat ponselnya penuh dengan chat dalam group membicarakan pepy yang tadi siang di sekolah akan bunuh diri, Santi kesal kepada teman-temannya,
"Duh kok di obrolin di group sih, kasiaan pepy kalau baca pada ga ada akhlak nih anak anak" gumam Santi lalu mebalas chat group kelasnya
"Woi tidur udah malam oppa-oppa kaliaan nunggu tuh dalam mimpi" Santi memblasa pesan chat dengan brcanda.
Lalu di balas oleh Viona dengan emo katawa dan Natasya dengan emo love, lalu Santi menonaktifkan ponselnya dan tidur untuk menjelang hari esok.
Pagi cerah, Santi bangun dengan senang dan bahagia, Santi setelah berdandan akan berangkat ke sekolah lalu turun ke bawah untuk sarapan,
"Pagi semuanya" sapa Santi kepada keluarganya
"Pagi sayang, ceria banget anak mamah" mamah Mila berkata
"Pagi ka" Lucky berkata
"Mana Safira pasti baru bagun" kata Santi
"Emang...." kata Lucky
"Safira....woi oppa nunggu nih" pekik Santi terkikik
"Ha ha ha ha oppah Surya ya ka" kata Lucky memanggil nama kakeknya
"Yoi ha ha ha ha" kata Santi meledek
"Eh kangen ya ke oppa Surya nanti liburan ke sana ya" kata mamah Mila
"Asiikk aku sih mening di ajak ke rumah oppah surya di banding oppa nya Safira" kata Santi
"Kaka....apa sih bukan oppah kakek tapi oppa abang tau" kata Safira baru turun dan kesal diledek terus oleh kaka-kakanya
"Iya tau, lagiaan lama kebiasaanya pasti nonton drakor ya" kata Santi
"Bukan, aku ngobrolin member Sanny yang bunuh diri semaleman di groupnya fans sunny" kata Safira
"Kemaren tuh teman ka Santi ada yang bunuh diri di sekolah" Lucky berkata
"Serius San, siapa...ya ampun kok serem" mamah Mila bertanya
"Iya mah dia fans nya Sanny tuh kaya Safira awalnya nangis gitu eh malah coba bunuh diri cuman gara-gara Idol nya bunuh diri dia merasa kesepiaan katanya" kata Santi
"Kok gitu amat sih suka sama idola, Safira awas ya mamah ga mau ah kamu suka sama Kpop lagi udah ah serem gitu" mamah mila khawatir
"Engga lah mah, fira masih wajar kok ngefans nya, lagiaan Fira ga kesepiaan kan ada temen-temen plus ka Santi juga mamah, Fira juga Idol nya banyak kok ga satu" kata Safira
"Asik Safira ga di ijinin nonton Mars soalnya kaka mau ngadu sama papah ah..." kata Santi menggoda adiknya
"Kaka kok gitu sih kan beda ka, Fira janji ga akan berlebih" kata Safira cemberut
"Oh jadi kamu fans musiman ya de " kata Lucky
"Fans musiman apaan ky" tanya Santi sambil memakan sarapannya
"Itu kalau lagi viral group Mars ikut suka, kau lagi viral group Sanny ikut suka jadi bukan Fans setia ka" kata Lucky
"Kamu kok hafal curiga suka ya" kata Santi
"Engga lah, cuman banyak di kelas yang suka Kpop jadi suka denger aja apalagi si Anisa suka Kpop juga" kata Lucky, Anisa teman dekat Lucky
"Ga musiman kok, cuman Fora dimana ada yang bertelanta apalagi ganteng suka deh" kata Safira dengan tersenyum
"Udah sana pada berangkat sekolah nanti telat loh" kata mamah Mila
Selesai makan merekapun berpamitan untuk pergi ke sekolah mencium tangan mamah Mila. Mereka pun berangkat ke sekolah, sampai lah di sekolah Santi dan Lucky, ketika melewati ruang guru Santi melihat para guru sedang membicarakan Pepy lalu Santi masuk kelas melihat teman-temannya sedang menangis begitu juga Viona dan Natasya menangis tidak biasaannya, lalu Santi dengan penasaran bertanya,
"Vi, Nat kenapa kok nangis, member Mars ada yang meninggal ya" tanya Santi menghapiri Viona dan Natasya
"Pepy San....Pepy meninggal dia bunuh diri" Viona berkata
Santi terbelalak kaget mendengar kabar itu lalu merasa lemas badannya dan Santi terjatuh dengan jantung berdetak kencang entah kenapa sakit hati rasanya kehilangan seorang teman walau tidak dekat dengan Pepy namun Santi merasa sudah dekat karena rasa kasiaan menjadi rasa sayangnya kepada Pepy.
Santi mengingat kata-kata terakhir Pepy dan tersenyum kepada Santi mengucapkan terima kasih, badan Santi ambruk ke lantai terasa lemas dan di bantu oleh Viona dan Natasya untuk duduk di kursi, wajah Santi tidak menangis namun hanya menatap kedepan belum percaya dengan perkataan Viona,
"Santi lu ga apa-apa kan" tanya Natasya khawatir
"San kenapa lu" kata Viona yang melihat wajah santi pucat pasi dan pendangan kosong tanpa air mata keluar,
Santi tidak percaya dengan kabar Pepy telah melakukan bunuh diri, Santi membawa ponselnya dan mengaktifkannya lalu terlihat banyak pesan juga telpon masuk dari Pepy, Santi kaget melihat pesan dari Pepy, "Santi aku butuh kamu" pesan dari Pepy 1
"Santi makasih udah baik sama aku" pesan dari pepy 2
"Santi selamat tinggal aku ga kuat dengan semuanya" pesan terakhir Pepy pada santi
Setelah membaca pesan dari Pepy, Santi akhirnya menangis menyesal mengapa ponselnya di non aktifkan tadi malam, dia berpikir mungkin kalau ponsel Santi aktif Pepy tidak akan bunuh diri, Santi bisa menemaninya dan mendengarkan kelu kesah Pepy.
Satu kelas dengan Guru wali kelas datang ke pemakaman Pepy terlihat ibu Pepy yang menangis karena putri satu-satunya Pepy melakukan hal yang tragis seperti itu. Semua mengucapkan bela sungkawa atas kematiaan Pepy, Santi memeluk erat ibu Pepy,
"Bu ikut berduka cita, kita semua sayang sama Pepy semoga Pepy tenang di sana" Santi berkata dengan terisak menangis,
"Makasih nak Santi, Pepy sempet cerita nak Santi baik selalu mendekati Pepy di kelas jadi Pepy engga kesepiaan lagi" Ibu Pepy berkata
Santi semakin sedih mendengar ucapan ibu Pepy, Lalu semua kembali ke sekolah dan di kelas pun terasa suasana haru semua menangis lalu guru pun memimpin doa untuk Pepy.
Santi melihat kursi Pepy yang kosong dan Pepy selalu diam tidak ada teman yang menemaninya, karena menurut murid lain Pepy seperti orang aneh, hanya Santi yang selalu mengajak Pepy ke kantin dan mengobrol namun Pepy selalu menolaknya dan dia suka menyendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Mega Ackerman
Like
2022-03-24
1