Santi akan pergi ke bali sendiri karena santi hanya ingin menyendiri, sakit hatinya oleh cantika dan robi masih membuat perasaannya jelek, setelah sampai di bali santi menginap di penginapan tantenya sedang akan masuk ke dalam santi menyenggol seorang pria asing memakai masker dan topi, pria asing itu meminta maaf dan menundukan kepalanya
santi hanya terdiam dan melihatnya dari belakang, lalu santi masuk ke dalam dan sudah mengenal dengan para kariyawan tantenya
"hai santi apa kabar, sudah lama tidak ke bali" karyawan berkata tersenyum
"iya aku udah kuliah jadi jadwalnya lumayan sibuk" santi berkata dan tersenyum
"kamar kamu udah saya siapkan, silakan ikuti saya" karyawan berkata
"engga usah biar aku sendiri kamar biasa kan" santi berkata
"maaf santi kamar biasa sudah ada yang isi jadi kamar kamu sebelahnya ga apa apa kan" karyawan berkata
"ya engga apa apa, oh ya tante yuninya mana" santi bertanya
"lagi ke korea kan buka restoran di sana" karyawan berkata
"ah...serius kok ga bilang" santi berkata
"karena baru seminggu jadi belum bisa di lepas restorannya tapi ibu yuni sudah berpesan bila ada santi service katanya yang bagus" karyawan berkata
"idih lebay deh ha ha ha, ya udah aku ke kamar dulu ya" santi berkata dan pergi ke kamar yang sudah di siapkan
ketika sedang berjalan akan ke kamarnya santi melihat ada seorang pria yang tadi menyenggolnya masuk ke kamar yang biasa santi tempati
"itu kan cowok yang tadi, ih aneh ngapain pake masker segala lagi flu kali ya" santi berkata dalam hati lalu masuk dalam kamar
santi berencana selama dua minggu berada di bali dan menikmati kesendiriannya di pulau penuh dengan tempat yang indah, besok harinya santi akan jalan jalan ke pantai kuta lalu di hubungi oleh natasya dan viona mereka bertanya keadaan santi
"santi kamu gimana sekarang keadaannya" viona bertanya
"aku baik baik aja kok" santi menjawab
"kamu liburan kemana san" natasya bertanya
mereka menggunakan sambungan bersama
"aku ada di bali, lagi di pantai kuta nih" santi menjawab membuat iri teman temannya
"ah serius aaaa" serempak viona dan natasya berteriak
santi menjauhan ponselnya dari telinganya karena teriakan teman temannya membuat kaget
"duh ga usah teriak, aku kan bukan idola kalian" santi berkata
"santi kok ga ngajak sih" natasya berkata
"ya lu liburan sendiri aja sih" viona berkata
"gue di suruh tante gue ke sini eh malah dia ada di korea" santi berkata
"ah tante lu lagi di korea, ih gue pengen liburan ke sana ketemu ama oppa do hyun" natasya berkata
"tante gue di sana buka usaha bukan mau liburan atau ketemu oppa" santi menjelaskan
"asik dong usaha apa san" viona bertanya
"buka restoran, udah dulu ya nanti aku telpon kaliaan lagi" santi berkata dan mematikan sabungan telponnya
lalu santi melanjutkan kembali jalan jalan mengelilingi pantai dengan senyum lebar santi sangat senang merasa beban hidupnya sedikit mengurangi masalah dengan robi dan cantika pun tidak ingin santi mengingatnya
setelah makan siang santi berniat untuk melakukan sholat duhur melihat ada sebuah mesjid lalu santi masuk ke sana setelah selesai melakukan sholat ketika akan berjalan keluar santi tersenggol seorang pria asing, untuk kedua kalinya menyenggol pria yang sama
"sori" pria asing berkata lalu pergi
santi hanya diam dan melihatnya cemberut lalu pergi begitu saja
"kok dia ada dimana mana sih, aneh deh" santi bergumam lalu tidak sengaja santi bertemu dengan mantan suami tante yuni
"santi" pamannya memanggil
santi meliriknya dan tersenyum
"om bagus" santi berkata lalu menyium tangan pamannya
"kamu lagi di bali ya, main dong ke rumah om, walau om udah cerai sama tante kamu tapi kan om masih anggap kamu sebagai keponakan om" paman bagus berkata
"boleh om kebetulan santi juga bingung mau kemana nih" santi berkata
lalu santi ke rumah paman bagus yang adalah mr bagus mantan dari suami tante yuni dahulu mereka dekat namun setelah tantenya bercerai santi jarang bertemu dengan pamannya
santi melihat lihat rumah yang asri dan bersih walau pamannya tinggal sendiri namun masalah membersihkan rumah lebih pintar pamannya yang melakukan di banding tantenya
namun tante yuni lebih pintar menjalankan usaha di banding paman bagus, mereka berdua itu pasangan sangat serasi namun karena perbedaan prinsip dan tidak memiliki keturunan salah satu penyebab penceraiaan mereka
"aku udah lama ga ketemu sama om, kangen juga" santi berkata dengan melihat lihat taman belakang rumah
"makannya kalau ke bali nanti ke sini ya, kamu liburan ama siapa san" paman bagus bertanya
"sendiri om" santi menjawab
"dari wajahnya lagi ada masalah ya" paman bagus berkata
"om dari dulu ga berubah jago banget kalau nebak bener om lagi bete nih" santi berkata
"coba cerita siapa tahu om bisa bantu" paman bagus berkata dengan memberikan santi minuman jus buah segar
santi menceritakan dari awal menjodohkan robi kekasihnya dengan temannya santi dari dulu senang bercerita kepada pamannya karena tantenya sibuk dengan usaha penginapannya maka santi lebih terbuka dengan pamannya
"kok kamu baik banget ngasih pacar kamu ke temen kamu hebat kamu om bangga tapi salah kamu lakuin itu" paman bagus berkata
"salahnya apa om, santi kan kasiaan sama cantika yang sakit kangker" santi berkata
"salahnya kamu terlalu ngalah, harusnya teman kamu tahu bahwa cowok itu mantan kamu jadi temen kamu ga bakalan seenaknya kaya gitu" paman bagus berkata
"ya sih tapi yaudah lah lagiaan aku mau move on om makannya ke sini juga" santi berkata
"gitu dong lagiaan besok om kenalin sama cowok dari korea dia baik baru sekitar 10 hari masuk islam" paman bagus berkata
"belum mau pacaran ah om masih pengen jomblo aja, lagiaan cowok korea kan cantik cantik ga ah" santi berkata
"kenalan bukan berarti harus pacaran kan bisa juga jadi temen kalau cocok nikah, anaknya sopan sama orang tua dia lagi belajar bahasa indonesia siapa tau bisa main di bali bareng sama kamu" paman bagus berkata
"cowok korea kan pada dandan om emang ada yang laki banget" santi berkata dengan wajah polosnya
"ha ha ha kamu tuh ya dimana mana cowok tuh ga ada yang dandan kalau dandan cewek" paman bagus berkata
"itu yang nyanyi aku liat di posternya pada pake bedak lipstik" santi pernah melihat poster boysband sanny yang di berikan pepy
"oh itu kan cuman lagi manggung aja, kalau sehari harinya enggalah san, ganteng loh cowok korea aslinya om aja kalau jadi cewek pasti suka" paman bagus berkata
"idih paman bener bener promosiin banget, penasaran kaya apa sih" santi berkata
mereka bercanda dan tertawa santi makan malam di rumah pamannya lalu berpamitan pulang karena sudah malam
"om aku pulang ya" santi berkata dengan mencium tangan pamannya
"hati hati, besok datang lagi ke sini ya" paman bagus berkata
"siap om" santi berkata dan melambaikan tangan kepada paman bagus
santi sedang berjalan di pinggir jalan untuk yang ketiga kalinya menyenggol pria asing itu namun kali ini santi terjatuh keras membuat lututnya berdarah karena santi menggunakan celana pendek
"aw sakit..." pekik santi lalu pria asing itu panik melihat lutut santi berdarah
"sori, maaf tidak di sengaja" pria asing berkata
lalu memapah santi ke tempat duduk pinggir pantai, santi merasa kesakitan
"sebentar saya beli dulu obat" pria asing itu berkata
santi meniup lutunya yang berdarah karena perih lalu pria asing itu kembali membawa minuman, dan lutut santi dpakaikan hansaplast dengan gambar love lalu mereka saling pandang karena pria asing itu tidak tahu gambar yang akan dberikan pada santi
"biar saya antar ke hotel kamu menginap, maaf bahasa indonesia saya masih jelek baru belajar sedikit" (bahasa inggris) pria asing berkata
santi hanya diam karena merasa aneh ada orang memakai masker dan topi sangat mencurigakan dan santi tidak ingin berbicara pada pria asing lalu santi pergi dengan kaki sakit berjalan dengan timpang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments