Pagi hari di sekolah Santi melihat keramaiaan dan banyak yang membicarakan ada yang menaiki atap sekolah akan melakukan bunuh diri, Santi baru datang melihat di lapangan sangat ramai para murid melihat ke atas dan berteriak,
"Turun...." kata para murid
Lalu Santi melihat ke atas dan ternyata itu Pepy teman sekelasnya, Santi terbelalak kaget melihatnya lalu dia segera menaiki tangga dan ke atap berniat menolong temannya Pepy, setelah sampai di sana sudah ada beberapa guru dan murid juga Viona dan Natasya sudah di atas,
"San, Pepy mau bunuh diri" Viona berkata dengan Sedih
"Kenapa sih ya ampun" Santi berkata
Lalu Santi mencoba mendekati Pepy dan bertanya kepada Pepy denga lembut,
"Py tenang ini bukan jalan keluar dari masalah lu, jangan lakukan hal bodoh Py" Santi berkata dan mendekati Pepy
"Santi gue sakit hati, gue ga kuat buat hidup lagi" Pepy berkata dengan terisak menangis
"Pepy bisa kita bicara berdua saja, siapa tahu gue bisa kasih saran, kita cari jalan keluar masalah lu barengan" kata Santi
"Santi masalah gue ga ada jalan keluarnya" kata Pepy menangis
"Semua masalah ada jalan keluarnya Py, ayo turun dulu" rayu Santi
Ketika Pepy sedang fokus bicara dengan Santi, Pak Guru menarik lengan Pepy dan dia terjatuh ke pangkuaan Pak Guru dengan selamat,
"Alhamdulilah" Santi berkata dengan lemas
Lalu Santi memeluk Pepy dan menenangkan Pepy membawa ke bawah tangga, Pepy menangis selama dipeluk Santi, perasaan kasiaan terlihat dari wajah Santi kepada Pepy. Lalu Guru menyarankan Pepy untuk pulang saja karena apa yang di alami Pepy sudah tidak akan bisa fokus belajar lagi.
Santi ijin untuk menemani Pepy menunggu di ruanh guru untuk di jemput orang tuanya, Guru pun mengijinkan karena seserorang seperti Pepy memang butuh teman untuk mencurahkan perasaannya. Ketika di ruang Guru yang sepi Santi bertanya kepada Pepy,
"Py ada masalah apa, lu bisa cerita sama gue" Santi bertanya
Pepy hanya diam tidak menjawab, Santi bingung harus bicara apa karena tidak mau memaksakan seseorang untuk cerita masalahnya,
"Py kalau lu ada masalah kan bisa cerita kapan aja sama gue jangan lakuin itu, masa depan kamu masih panjang, kasiaan orang tua lu" Santi menasehati
"Lu ga akan bisa ngerti perasaan gue San apalagi lu engga suka Kpop" Pepy menjawab
"Apa hubungannya sama Kpop Py" tanya Santi dengan heran dan penasaran
"Gue lakuin ini buat member Sanny yang bunuh diri San" kata Pepy
"Ya ampun Pepy, cuman gara-gara dia bunuh diri kamu mau akhiri hidup kamu cuman gara-gara cowok yang lu aja ga deket" Santi berkata dengan kaget mendengarnya
"Lu ga akan ngerti perasaan gue San, percuma gue cerita sama lu juga"
"Oke sori, tapi logikanya masa depan lu masih panjang py bunuh diri bukan jalan keluarnya, masih banyak kan idola yang butuh dukungan lu, masih bisa cari idola lain selain dia kita hanya bisa berdoa buat yang udah meninggal" nasehat Santi
"Ga tau San, gue sayang banget sama dia, dia itu penyemangat hidup gue di kala gue sendiri dan sedih" pepy berkata dan menunduk
"Jangan bilang dia pacar halu lu" Santi berkata ingat perkataan adiknya
Pepy diam dan datanglah ibu Pepy yang sangat khawatir dengan keadaan putrinya, lalu Pepy di bawa oleh Ibunya untuk pulang ke rumahnya ketika Pepy pergi akan menaiki mobilnya pepy memeluk Santi dan berkata,
"Santi makasih ya, lu udah baik sama gue" Pepy berkata dan tersenyum
"Kalau butuh curhat telpon gue aja ya Py" Santi berkata dan Pepy tersenyum
Santi melabaikan tangannya kepada Pepy, lalu Santi masuk kelas untuk mengikuti pelajaran. Setelah selesai pelajaran Santi, Viona dan Natasya pergi ke kantin untuk makan siang, Viona dan Natasya bertanya tentang Pepy,
"San gimana Pepy, apa alesannya lakuin itu serem banget sih" tanya Viona
"Kaliaan awas ya kalau lakuin itu bener gue ga abis pikir sama pikiran yang mengidolakan seseorang sampai segitunya" Santi berkata
"Emang kenapa apa hubugannya ama gue" kata Natasya
"Hubungannya sama-sama suka kpop"
"Iya terus ada apa sama Kpop" kata Viona
"Gue tau jangan-jangan gara-gara member Sanny bunuh diri dan dia mau lakuin itu juga ah....ya ampun" Natasya menebaknya
"Ah...serius San, bener kaya gitu alesannya" Viona bertanya
"Kok lu bisa tahu Nat" Santi dengan wajah kaget
"Tau lah, kan di Korea banyak kasus fans bunuh diri ngikutin Idolanya" Natasya berkata
"Sumpah gue specles, baru denger ada kasus si gila ini sih, demi cowok yang kita ga kenal mereka rela akhiri hidupnya wah......udah pada rusak apa logikanya, cinta mereka sama Idola nya udah ga normal" Santi berkata dengan wajah kesal
"Emang banyak yang tergila-gila san sama Idola Kpop, sampai ada juga yang cari info pribadi idolanya sampai di ikutin ke rumah malah Do Hyun pernah di ambil celana boxernya" Natasya berkata
"Chung Hee aja pernah di cakar di bandara san, menurut gue itu bukan fans yang normal sih udah kaya obesis berlebihan dan ujungnya jadi sasaeng" kata Viona
"Haduuu gue mulai pusing sama nama-nama itu, pokoknya kalau kaliaan ada yang kaya gitu the end temenan ama gue" Santi kesal
"Ga lah gue ngefans masih wajar kok, ga tau tuh Natasya di dompetnya aja ada foto Do Hyun kayanya bentar lagi obesisnya pengen jadi istri Do Hyun Mars" Viona berkata
"Pacar halu gue tau dia, untung-untung nanti jadi calon pendamping di masa depan, liat ganteng kan Oppa gue" Natasya berkata dengan memperlihatkan foto idolanya dalam dompet
"Emang si Alex ga cemburu Nat sama Idola lu" tanya Santi merasa risih melihat temannya yang selalu memuji Idol nya
"Engga lah orang dia sekarang gue dandanin ala Do Hyun" Natasya berkata lalu tersenyum
"Ah....serius terus dia mau" tanya santi dengan wajah heran
"Mau lah kalau engga putus aja ama gue" kata Natasya
"Ya ampun kasiaan Alex jadi korban fans gila" Santi berkata
"Ih Santi ha ha ha ha" kata Natasya tertawa
"Ha ha ha ha gue mah malah marah cowok gue" kata Viona
"Nah itu cowok normal berarti" kata Santi
"Lah emang Alex ga normal" Natasya berkata
"Ya artiin aja sendiri ha ha ha" kata Santi tertawa
"Eh....tapi untung ada lu San, jadi si pepy ga jadi bundir, coba kalau jadi bisa horor sekolah kita ih....serem" Viona berkata
Mereka senang bahagia memiliki sahabat yang peduli walau beda kesenangan dan Idola tapi mereka saling sayang. Mereka berteman sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama sampai Sekolah Menengah Atas mereka masih satu kelas dan bersama, mereka berteman sudah 6 tahun dan berencana kuliah di satu Universitas yang sama juga.
Seperti biasa Santi pulang sekolah dengan adiknya Safira dan di dalam mobil Santi menceritakan tentang temannya yang akan melakukan bunuh diri karena seorang Idol K-pop nya, Safira kaget ternyata ada penggemar indonesia sampai akan bunuh diri juga, lalu Safira bercerita,
"Ka tapi ya bukan teman kaka aja yang mau bunuh diri, di Koorea aja banyak ka malah ada yang udah bunuh diri 2 orang" kata Safira
"Ah serius ya ampun de udah ah kamu jangan fans Kpop lagi, ngeri de kalau kamu lupa diri" Santi khawatir kepada adiknya
"Ga semua gitu ka, itu kan sebagiaan fans karena udah ngerasa memiliki nya besar ke idola, emang sih ga wajar, kalau aku masih wajar ka"
"Wajar apaan sampe nangis di kamar kaya orang gila"
"Tapi kan sekarang udah engga ka"
"Awas ya de kamu jangan sampai mendalam gitu kalau mau fans ama Idol, toh dia aja sama kaya kita ciptaan Allah, orang biasa keliaatannya aja glamour kalau lagi nyanyi pake makeup segala lagi" kata Santi menasehati adiknya
"Ya ka, tapi aslinya ganteng ka ga pake makeup juga coba deh liat IG nya" kata Safari memperlihatkan foto idolanya di ponsel
"Ih itu mirip si koko warung ya ha ha ha ha" kata Santi menggoda adiknya
"Kaka.....beda jauh ih....." kata Safira cemberut
"Iya beda, cuman matanya aja kaya si koko" kata Santi
Santi senang melihat adiknya sudah tidak sedih lagi, setidaknya Safira, Natasya dan Viona masih terlihat dalam batas wajar menggemari idolanya. Santi tidak ingin adik dan teman tersayangnya terobesis oleh pria yang tidak mereka kenal seperti Pepy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Yasmin
wah seru nih thor....aku lanjut baca novel kedua nih....
2022-04-08
1
Mega Ackerman
Aku mampir lagi kak
2022-03-24
1