Pagi hari Santi sudah berada di sekolah seperti biasa melakukan kegiataannya lalu masuk ke kelas dan melihat tempat duduk Pepy merasa sedih kembali, ketika Santi melihat kursi yang sering pepy duduki dia tidak melihat jalannya dan Santi pun jatuh jidatnya terbentur lantai,
"Aduh sakit...." Santi duduk dilantai merasa pusing
"Santi lu ga apa-apa" Viona yang baru datang melihat Santi sedang duduk di lantai lalu menolongnya
"Sakit jidat gue" Santi memegang jidatnya
"Santi jidat lu merah" Viona berkata dan panik
Lalu Santi dibawa ke ruang kesehatan untuk mengobati jidatnya, Natasya baru datang menanyakan jidat Santi yang di balut plester.
Santi sedang makan di kantin dengan Viona dan Natasya lalu ada seorang Guru menyuruh Santi ke ruang Guru karena ada Ibu Pepy ingin bertemu, Santi pergi ke ruang guru lalu masuk dan duduk di sebelah Ibu Pepy.
"Nak Santi" Ibu Pepy menyapa
"Ya bu ada yang bisa saya bantu" Santi berkata
Ibu Pepy mengeluarkan sebuah map pelastik dan berkata pada Santi, bahwa ini untuk Santi dari Pepy karena sebelum meninggal Pepy menulis surat untuk Ibu nya.
Isi suratnya salah satunya memberikan map plastik itu untuk Santi. Dan Santi menerimanya lalu Ibu Pepy berpamitan untuk pulang memeluk Santi, dia bingung kenapa Pepy memberikan sebuah map, Santi pergi dan masuk kelas dan sudah ada Guru yang akan mengajar di kelasnya.
Setelah pelajaran selesai Santi mengajak Viona dan Natasya ke rumahnya untuk melihat map dari Pepy.
Sesampainya di rumah, Santi memgajak teman-temannya ke halaman belakang dekat sisi kolam renang, tempat dimana mereka sering berkumpul. Lalu Santi membuka resleting map dan ternyata isinya foto, poster, PC dan cd lagu dari Sanny, juga ada buku diary yang setiap hari Pepy tulis, semua melihatnya terbelalak kaget,
"Ah....ni kan Sanny, kenapa dikasih ke lu ya" kata Viona
"Mungkin Pepy pengen lu suka Kpop kali San" kata Natasya
"Gue rasa bukan itu deh maksudnya, kayanya gue di suruh baca diary dia" Santi berkata dengan menunjukan buku diary milik Pepy
"Eh ya bisa jadi siapa tau dia nulis alesan dia bunuh diri" Viona berkata
"Kan udah jelas gara-gara membernya Sanny" kata Natasya
"Siapa tau ada masalah lain selain itu, baca San" Viona berkata dengan rasa penasaran
Santi membacanya tiap lembar dengan tulisan Pepy yang rapih, Pepy menulis kesehariaannya dicantumkan tanggal dan hari, Santi membaca tiap lembar lalu lembar terakhir Santi terbelalak kaget dengan wajah sedih akan menangis.
Selesai membaca Santi tak kuasa tidak bisa menahan air matanya, akhirnya Santi menangis histeris tak kuat sudah membaca Diary Pepy, Viona dan Natsya penasaran dengan isi Diary nya,
"San kenapa cerita, Pepy kenapa" Natasya bertanya denga mengelus punggung Santi
"hik hik hik hik" Santi menangis tidak bisa menjelaskan apa-apa
"Orang nangis masa di suruh cerita, gue baca aja deh" kata Viona memberi tisu pada Santi lalu membaca Diary Pepy
"Vi yang keras dong bacanya" Natasya berkata
Viona membacanya lalu setelah membaca buku Diary Pepy, semua menjadi menangis histeris, isi dari buku Diary Pepy bercerita dari mulai kedua orang tuanya yang suka berselisih depan Pepy lalu bercerai.
Pepy sedih merasa hampa hidupnya dengan perceraiaan kedua orang tuanya, musnah sudah kebahagiaan canda tawa dalam keluarga Pepy di tambah Ibu Pepy yang menikah lagi juga Ayah Pepy menikah lagi mereka sibuk dengan pasangan barunya masing-masing.
Pepy merasa tidak ada yang memperhatikan Pepy lagi dia merasa sendiri, teman tidak punya ditambah kedua orang tua yang mengacuhkan Pepy, Lalu Pepy mencari hiburan untuk dirinya melihat Boysband Sanny di sosial media dan suka melihatnya mulai lah Pepy mempunyai idola yang bisa Pepy banggakan Merasa terisi hatinya yang kosong menjadi semangat kembali untuk hidup.
Pepy mulai menyukai dan tergila-gila kepada salah satu member Sanny karena prestasi dan suara yang bagus juga dance mereka yang sangat terlihat keren membuat Pepy terpesona.
Pepy menyukai salah satu Member Sanny yang menurut Pepy dia tampan mulai lah Pepy mencari biodata dan mengikuti kegiataannya sehari-hari melalui sosial media yang di buat para penggemarnya.
Dan Pepy pernah memenangkan fansign video call dan bercerita pada salah satu member Sanny bahwa dia sedih dengan orang tuanya yang bercerai lalu member Sanny menyemangati Pepy untuk selalu semangat dalam hidup jangan menyerah apapun yang terjadi.
Pepy merasa semangat lagi hidupnya karena salah satu member Sanny menyemangati hidupnya membuat Pepy merasa mempunyai kekasih yang menyayangi dia walau dalam hayalan saja, Pepy merasa member Sanny yang bunuh diri perhatiaan kepada dirinya saja.
Semenjak Ibu Pepy menikah lagi dia serumah dengan Ayah tirinya ternyata Pepy di perlakukan kasar dan beberapa kali Pepy di lecekan lalu terakhir kali Pepy digagahi oleh Ayah tirinya.
Ibu Pepy tidak tahu keadaan jiwa Pepy yang sangat membutuhkan perhatiaan ditambah Ayah tirinya selalu melakukannya ketika Ibu Pepy sedang bekerja dan Pepy ternyata sedang mengandung anak dari Ayah tirinya.
Pepy megetahui salah satu member Sanny bunuh diri membuat hidupnya putus harapan, merasa hampa seperti separuh jiwanya hilang juga dirinya merasa tidak ada harapan lagi untuk hidup di dunia ini dan tidak mau menanggung malu karena sudah mengandung anak dari Ayah tirinya, maka Pepy melakukan bunuh diri bersamaan dengan member Sanny.
Setelah selesai membaca, mereka bertiga menangis lalu merasa emosi dengan ayah tirinya Pepy
"Ya tuhan Pepy hik hik hik" Natasya berkata dengan menangis histeris
"Tragis banget hidupnya kasiaan, nyesel gue jauhin dia" Viona berkata terisak menangis
"Gue harus kasih buku Diary ini sama nyokapnya, gue yakin nyokapnya Pepy belum tahu brengsek banget bokap tirinya" Santi berkata menghapus air matanya dengan wajah emosi
"Ya bener San kita ke sana sekarang, biar masuk penjara aja sekalian" Viona berkata dengan emosi
"Kalau perlu langsung lapor polisi aja" Natasya berkata dengan emosi juga.
Santi, Viona dan Natasya pergi ke rumah Pepy lalu memperlihatkan isi buku Diary Pepy kepada Ibunya, lalu Ibunya terbelalak kaget sedih dan emosi merasa tidak bisa menjaga Pepy dan tidak bisa membuat Pepy bahagia selama hidupnya.
Ibunya menangis tak henti, lalu setelah Ibu nya Pepy tenang Santi, Viona dan Natasya berpamitan untuk pulang biarkan itu urusan Ibu nya yang penting Santi sudah tenang karena Ibu Pepy sudah mengetahui kebeneran yang di sembunyikan Pepy selama ini tentang Suami barunya.
Ketika Santi akan pergi meninggalkan rumah Pepy Santi melihat arwah Pepy berada di taman depan rumahnya sedang tersenyum melihat Santi, dia terbelalak kaget lalu berhenti berjalannya terpaku melihatnya diam membisu hanya melihat ke arah taman depan, lalu Viona yang melihatnya sangat aneh,
"Santi lu kenapa kok berhenti" tanya Viona
"San helloo" kata Natasya melambaikan tangannya di wajah Santi
"Eh....udah yu pulang" kata Santi baru menyadari dia bisa melihat seorang arwah yang sudah meninggal.
Ketika di dalam mobil Santi bercerita bahwa tadi melihat arwah Pepy tersenyum kepada Santi,
"Ah....serius San, liat dimana lu" tanya Viona
"Di depan taman rumahnya tadi" kata Santi
"Wajahnya gimana san" tanya Natasya
"Wajah Pepy lah masa wajah lu, makannya gue bengong tadi kaget pucet takut sih tapi karena senyum jadi ya udah deh" Santi menjelaskan
"Pantes lu diem kaya liat hantu" kata Natasya
"Ya emang liat hantu, menurut lu gue liat badut" kata Santi
"Sejak kapan lu bisa liat hantu San" tanya Viona
"Ga tau, gue juga ga ngerti baru kali ini kok"
"Apa gara-gara jidat lu kepentok" Viona berkata dan Santi memegang jidat nya
"Atau memang Pepy mau bilang makasih buat lu kali San" Natasya berkata
"Bisa jadi, bener juga" Viona berkata
"Mudah-mudahan ga datang lagi deh, semoga dia udah tenang di sana" Santi berkata
"Amin" Natasya dan Viona berkata dengan bersamaan.
Mereka pun kembali ke rumah masing-masing karena besok harus menjalankan aktifitas belajar seperti biasa, Santi baru pertama kali melihat arwah seumur hidupnya, dia tidak pernah melihat arwah atau hantu sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
anan
aku hadir k🥰🥰
2022-12-19
0
Neti Jalia
mampir🤗🙏
2022-04-10
1