Sore hari dimana lalu lintas sangat padat karena sebagian orang pulang dari tempat kerja menuju rumah dan begitu juga dengan Tania dia sudah berada di dalam mobilnya menuju apartment nya tapi dia mendadak ingin mampir dulu ke kafe tempat dia biasa nongkrong dengan sahabatnya..
mobil Tania pun melaju ke arah kafe tak butuh lama akhirnya Tania sampai di kafe tersebut cukup ramai dengan anak muda yang sedang asik nongkrong Tania pun masuk ke dalam kafe tersebut dan duduk di salah satu meja di sana..
" maaf mba mau pesan apa " tanya pelayan sambil memberikan menu
" hemm minta spaghetti beef cheese satu sama es lemon tea satu makasih " ucap Tania
" oh baik mohon ditunggu " ucap pelayan yang ditanggapi anggukan sama Tania
sepeninggalnya pelayan tadi Tania pun sibuk dengan laptopnya ada pekerjaan yang belum selesai karena tadi dia harus pergi survei tempat saat dirinya lagi fokus dengan pekerjaan tiba-tiba ada yang menarik kemeja putihnya Tania pun langsung menengok siapa gerangan yang narik-narik bajunya saat mata mereka beradu Tania sangat terkejut..
" loh kamu " ucap Tania kaget
" haii tante " ucap Dio sambil tersenyum polos
" haii juga emm.. Dio ya " ucap Tania ragu karena dia lupa nama anak itu..
" iya tan " ucap Dio sambil tersenyum
" kamu kesini sama siapa " tanya Tania
" sama papi " ucap Dio sambil berusaha untuk duduk Tania yang melihat itu hanya tersenyum sambil membantu Dio duduk..
" trus papi kamu dimana " tanya Tania
" tadi lagi di parkiran " ucap Dio yang ditanggapi oh ria sama Tania
saat Tania kembali sibuk dengan pekerjaannya dan Dio yang asik dengan mainannya tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Dio..
" Dio " panggil seseorang
" papi sini " ucap Dio sambil memanggil papinya
" ko kamu duduk disini " ucap Derian
" kita duduk bareng tante baik ya " ucap Dio
" eh gak bisa sayang kita cari meja lain " ucap Derian
" gak mau Dio mau disini " ucap Dio merajuk
" tapi.." ucapannya terpotong oleh Tania
" gak apa-apa disini ajh lagian saya juga sendirian " ucap Tania ketus
Tania masih sebal dengan kejadian waktu itu dimana dirinya di tuding mau menculik anak dari laki-laki yang sedang berdiri di sampingnya..
" tapi gak apa-apa " tanya Derian tak enak
" gak apa-apa selow ajh " ucap Tania
makanan Tania yang tadi dia pesan akhirnya datang..
" tante dah pesan makanan ya " tanya Dio polos
" iya kan tante yang duluan dateng kesini tante kesini buat makan bukan buat numpang WiFi gratis " ucap Tania sambil tersenyum..
" WiFi itu apa tante " tanya Dio
" eh itu.. " ucap Tania bingung
" udah kamu mau pesan apa Dio " tanya Derian
" aku mau steak sama minumnya susu coklat hangat " ucap Dio
" baiklah mba saya pesan steak sapi dua susu coklat hangat satu sama orange jus satu " ucap Derian
" baik pak tunggu sebentar " ucap pelayan yang ditanggapi anggukan sama Derian
" kalo kamu mau makan duluan silahkan takut nanti makanan kamu keburu dingin " ucap Derian
" ya udah saya makan duluan ya maaf " ucap Tania
" iya gak apa-apa " ucap Derian santai sambil memainkan handphone nya..
saat Tania lagi menikmati makanannya Dio tiba-tiba berucap..
" tante aku boleh gak nyobain makanan tante kayanya enak " ucap Dio
" oh ***... " ucapan Tania terpotong oleh suara Derian yang keras..
" gak boleh kamu alergi mie Dio " ucap Derian tegas
" tapi pi aku pengen coba sekali saja " ucap Dio memohon
" kata papi gak ya gak Dio kamu mau masuk rumah sakit lagi kaya waktu kemarin-kemarin " tanya Derian tegas
" gak mau " ucap Dio lemas
" emang Dio alergi semua mie " tanya Tania penasaran
" iya " ucap Derian singkat yang ditanggapi anggukan kecil oleh Tania..
makanan pesanan Derian pun sampai dan Derian pun sigap memotong kecil-kecil steak itu dan di berikan ke Dio..
perlakuan Derian tak luput dari penglihatan Tania Derian benar-benar sangat perhatian banget..
mereka pun makan dengan suasana tenang mungkin orang lain yang melihat itu akan mengira kalo mereka adalah keluarga bahagia yang sedang lonch bareng..
saat Tania akan membayar makanannya tiba-tiba Derian berucap..
" biar saya saja itung-itung permintaan maaf saya soal tempo lalu " ucap Derian
" eh gak usah pak saya bisa bayar sendiri " ucap Tania
" saya gak mau mendengar kata penolakan mending kamu diem bareng Dio " ucap Derian
Tania yang mendengar itu hanya mendengus kesal seneng sih ada yang mentraktir tapi gak gini juga kali..
" tante lain kali traktir Dio es cream lagi ya " ucap Dio polos
" gak mau ah nanti tante di sangka mau nyulik kamu lagi " ucap Tania pura-pura marah
Dio yang mendengar itu matanya langsung berkaca kaca dan sekali matanya berkedip air matanya akan turun dari mata bulatnya itu Tania yang melihat itu jadi gelagapan..
" eh.. eh ko nangis " ucap Tania panik
dan detik itu juga Dio langsung nangis kencang membuat Tania semakin panik dan membuat sebagian pengunjung melihat ke arah Tania..
" ada apa ini " tanya Derian
" hhhuuuwwwaaa papi tante gak mau neraktir Dio lagi " ucap Dio saat Derian memangku anaknya..
" teraktir apa hemm " tanya Derian sambil menghapus air mata anaknya..
" es cream " ucap Dio
" es cream " ucap Derian mengulang sambil alisnya terangkat sebelah..
" iya kata tante dia gak mau teraktir Dio es cream lagi katanya takut di sebut mau culik aku lagi " ucap Dio polos
" APA " ucap Derian kaget
" eh itu anu emm ya allah " ucap Tania gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal..
" kamu masih dendam sama saya " tanya Derian sambil memincingkan matanya ke arah Tania..
" eh bukan gth ya ampun gimana ya ngomongnya saya cuma bercanda ko ya bener becanda " ucap Tania kikuk..
" jadi tante mau teraktir aku lagi " ucap Dio dengan mata berbinar
" iya lain kali tante teraktir Dio lagi kalo begitu tante pamit ya udah sore banget tante harus pulang " ucap Tania sambil mengelus rambut Dio..
" bareng ajh " ucap Derian
" gak usah saya bawa mobil " ucap Tania
" oh ya sudah kalo begitu hati-hati " ucap Derian
" iya " ucap Tania singkat
Tania pun meninggalkan kedua pria berbeda generasi itu sedangkan Derian hanya melihat punggung Tania dengan tatapan yang tak bisa diartikan..
" pi kenapa ayo puang " ucap Dio membuyarkan lamunan Derian..
" eh iya ayo " ucap Derian sambil tersenyum kikuk..
mereka pun akhirnya puang kerumah masing-masing Derian dengan pikirannya yang tak menentu sedangkan Dio sudah tertidur di kursi samping dan Tania dia sudah sampai di apartment kecinya hari yang sangat melelahkan..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
Happy reading guys 😇😇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
C a l l i s t o ®
Plett, lonch.. simple si tp kacau bnget akan lebih baik kalo survey di internet dulu kan ada, atau kalo ga bisa english mending pake bahasa indonesia aja.
2024-07-21
1
C a l l i s t o ®
Ada orang alergi mie?? alergi gandum gt? aku tau si ini jarang banget tp emang ada cuma kasian dia jd ga bisa makan roti² gt masak
2024-07-21
0
Masitoh Itoh
mulai ada rasa ni pk duda
2024-07-01
0