Sudah hampir satu minggu Derian berada di perusahaan cabangnya, banyak pekerjaan yang harus ia urus sedangkan di perusahaan pusat dirinya mempercayakan sahabatnya sekaligus sekertarisnya sendiri untuk memegang kendali sementara waktu sebelum dia membereskan urusannya disini...
hari ini ada rapat penting dan Derian bingung harus menitipkan anaknya dengan siapa, sedangkan dirinya belum menemukan baby sister yang cocok untuk menjaga dan merawat anaknya..
" Dio " panggil Derian
sang anak hanya melirik sang ayah sebentar lalu beralih ke arah layar besar yang ada di depannya, anak itu sedang asik menonton kartun kesukaannya yaitu bocah kembar dari Malaysia...
" Dio ayo mandi ikut papi ke kantor " ucap Derian
" bental " ucap Dio
" nanti nonton lagi " ucap Derian
" kebulu habis nanti filmnya " ucap Dio
" nanti papi pause kartunnya " ucap Derian
" ok " ucap Dio
anak itu bangkit dari kursi dan berjalan menuju papinya, sedangkan Derian mengambil remote buat mempause siaran kartun kesukaan anaknya...
" papi aku gak mau ikut ke kantol " ucap Dio
" kenapa, biasanya kamu mau ikut papi ke kantor " tanya Derian
" males ah disana gak asik " ucap Dio
Derian yang mendengar ucapan polos sang anak hanya menggelengkan kepalanya, anaknya ini sebenarnya anak yang pintar bisa saja Derian memasukkannya ke taman kanak-kanak, tapi Derian enggan karena usia Dio baru empat tahun...
Dio yang masih kecil sudah terbiasa beradaptasi dengan orang-orang dewasa, dengan suasana kantor, dan juga dengan suara-suara yang dia dengar dari ketikan keyboard komputer...
sedangkan di tempat lain Tania yang sudah siap dengan setelan kantornya sedang sarapan yang sederhana nasi uduk andalannya...
hanya butuh lima menit nasi uduk plus teh manis hangat sudah habis, Tania pun langsung bergegas keluar dari apartemen sederhananya menuju basemen menuju mobilnya...
hari ini dia ada rapat penting membahas soal proyek yang sedang perusahaan kerjakan, bagiannya mempresentasikan tentang apa aja yang sudah selesai dan tentang apa saja yang harus ditambahkan...
" bismillah " gumam Tania
mobil Tania pun meluncur meninggalkan parkiran menuju tempat kerjanya, kerja di perusahaan Wijaya group itu senang-senang susah, senang gajinya lumayan besar susahnya dia ditempatkan di bagian lapangan, panas-panasan, kehujanan sudah menjadi biasa untuk Tania...
butuh waktu dua puluh menit untuk Tania sampai, dia pun memarkirkan mobilnya setelah itu dia pun berjalan menuju lobby tak sengaja berpapasan dengan Ririn sahabatnya yang sama kerja disana...
" pagi " sapa sang resepsionis
" pagi juga " sapa Tania sambil tersenyum
" Tan " panggil Ririn
" baru nyampe lu " tanya Tania
" iya, hari ini rapatnya di majuin " ucap Ririn
" lah masa kok gue kagak tau sih " ucap Tania
" emangnya lu gak cek handphone lu " tanya Ririn
" belom semalem handphone gue mati " ucap Tania sambil menghidupkan handphonenya
" jangan di biasain kaya gitu kalo ada yang penting gimana " ucap Ririn
" iya semalem gue cape banget " ucap Tania
" banyak banget ya pekerjaan di lapangan " tanya Ririn
" lumayan, si boss kan minta nih proyek cepet kelar " ucap Tania
" CEO maksud lu " tanya Ririn
" iya siapa lagi " ucap Tania
mereka berdua pun masuk ke dalam lift bersama karyawan lain, saling menyapa satu sama lain beramah tamah, gak tau emang sifat karyawan disana di tuntut buat menjadi karyawan yang ramah, atau hanya buat formalitas saja...
" Rin jangan lupa siapin mental " ucap Tania
" yang ada lu yang harus siapin mental " ucap Ririn meledek..
Tania tidak menanggapi lagi omongan Ririn dia berjalan menuju mejanya, banyak sekali berkas-berkas yang harus dia bereskan..
" Tania " panggil seseorang
" oh iya pak selamat pagi " ucap Tania sopan
" pagi juga apa kamu siap " ucap atasan Tania
" iya pak sebagian persiapan sudah semua tinggal susun dan langsung keruang rapat " ucap Tania
" bagus, good luck saya permisi " ucap atasan Tania
" iya pak, terima kasih " ucap Tania
atasan Tania alias pak Sony pergi meninggalkan meja kerja Tania...
di tempat lain alias lantai paling bawah Derian baru sampai di kantor cabangnya bersama Dio dan asistennya, sedangkan sekertarisnya sudah kembali ke perusahaan pusat...
" pagi pak " ucap seorang resepsionis
Derian hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju lift, Doni yang berada di sebelah kanan Derian langsung menekan tombol lift setelah lift terbuka mereka pun masuk...
" hari ini jadwal saya apa saja " tanya Derian
" pagi ini pak Derian ada rapat bersama staf dari lapangan, lanjut ada pertemuan dengan investor dari jepang setelah itu anda free " ucap Doni
" dimana lokasi buat pertemuan dengan mr. Makazuma " ucap Derian
" di restoran jepang tak jauh dari sini " ucap Doni
" atur semua " ucap Derian
" baik pak, sepuluh menit lagi rapat akan di mulai " ucap Doni
Derian hanya berdehem dan langsung keluar dari dalam lift setelah pintu lift terbuka...
" Dio " panggil Derian
" iya papi " ucap Dio
" kamu main dulu disini papi ada kerjaan " ucap Derian
" sama siapa " tanya Dio
" ditemani sama om Doni dulu " ucap Derian
Dio hanya mengangguk pertanda setuju..
" kamu disini saja jaga anak saya, biar saya yang keruang rapat sendirian " ucap Derian
" baik pak, saya akan menyiapkan berkas-berkasnya " ucap Doni
setelah memberikan berkas yang harus bosnya bawa Doni pun menjaga anak dari bosnya itu, Dio anaknya sangat kalem tidak pernah memberantakan apapun cukup kasih mainan kesukaannya dia akan diam dan tidak banyak gerak...
Derian pun keluar dari ruangannya menuju tempat rapat dengan wajah dingin, Derian pun masuk ke dalam ruangan meeting..
saat Derian masuk semua orang yang ada disana langsung berdiri begitu juga dengan Tania...
saat mata mereka bertemu Tania sangat kaget kenapa laki-laki yang menuduhnya penculik ada disini, sedangkan Derian pun sama dia kaget ternyata wanita itu adalah karyawannya sendiri tapi Derian masih bisa mengontrol raut wajahnya, beda dengan Tania yang masih bengong melihat Derian ada disana...
" selamat pagi " ucap Derian
" pagi pak " serempak mereka
" mungkin, disini masih belum tau siapa saya, So.. saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu sebelum membahas meeting hari ini,, perkenalkan saya Derian Wijaya CEO dari Wijaya group " ucap Derian
sontak mereka hanya bertepuk tangan mendengar ucapan Derian, sedangkan Tania otaknya sudah ngeblank saat dirinya melihat sosok dari Derian...
" inikah yang disebut Ririn tadi " gumam Tania
" mari kita mulai " ucap Derian
mereka pun akhirny duduk kembali, dan salah satu staf disana berdiri dan memperkenalkan dirinya di hadapan Derian...
" perkenalkan pak saya Sony penanggung jawab di lapangan dan ini wakil saya Tania " ucap Sony
" baiklah " ucap Derian
" hari ini wakil saya yang akan menjelaskan tentang detail semuanya " ucap Sony
Derian hanya mengguk saja dan mempersilahkan Tania untuk menjelaskan semua detailnya..
Tania pun berdiri di hadapan mereka semua, dia pun membuka laptopnya dan menyambungkannya dengan layar besar yang berada di belakangnya, setelah menyala terlihat jelas layar itu menampilkan sebuah grafik dan juga tulisan...
" semua dari proyek ini sudah menempuh delapan puluh persen, kita hanya memperbaiki hal yang kecil-kecil saja seperti, memperbaiki sistem pengerjaannya, dekor, dan juga alat untuk on off, setelah itu bagian periklanan sudah bisa mengiklankan produk kita di industri " ucap Tania
" hanya itu saja yang harus di cek kembali " tanya Derian
" setiap sistem harus berfungsi dengan baik perusahaan kita sudah menjajal semua produk dan itu sukses di rancah industri, di dalam negeri maupun di luar negeri, semua kerja keras kita harus terbayar dengan adanya sistem yang sangat memuaskan " ucap Tania
" baiklah saya tunggu sisanya minggu depan harus sudah di luncurkan " ucap Derian
" baik pak " ucap mereka semua
" saya akhiri meeting hari ini sampai jumpa minggu depan " ucap Derian sambil berdiri dan berjalan keluar ruang meeting..
" kerja bagus Tania " ucap pak Sony
" makasih pak " ucap Tania sambil tersenyum
Tania masih duduk di kursi di ruangan itu, yang lainnya satu persatu keluar tinggal lah dia sendirian...
" ya ampun kenapa tuh orang malah jadi bos gue " ucap Tania frustasi
setelah cukup lama Tania pun keluar dari ruangan itu, dan tak sengaja berpapasan dengan Derian yang baru saja keluar dari arah toilet yang ada disana...
dengan sopan Tania menyapa Derian dengan senyum dan anggukkan kepala dan di balas oleh Derian dengan anggukkan kembali..
terasa canggung mereka pun sama-sama masuk ke dalam lift disana mereka hanya berdua semakin tidak enak suasannya..
lantai tempat kerja Tania sudah lebih dulu sampai, Tania pun berpamitan dengan Derian..
" saya duluan pak selamat pagi " ucap Tania
" iya " ucap Derian singkat
pintu lift pun kembali tertutup tinggal lah Derian sendiri, Derian hanya menghela nafas kasar bisa-bisanya tadi dia menahan nafas gara-gara suasana yang sangat canggung...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️
happy reading guys 😉😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒄𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏 😅😅😅
2024-05-24
3
harwanti unyil
jangan dingin" pak bos
2023-08-24
0
Eni Purwanti
masih pada canggung ya😊😊😊😊 ntar ada Dio yang jadi penengahnya😁😁😁😁😁
2022-05-14
1