Tania dan Ririn yang sudah sampai di kantor langsung mengabsen diri, sebelum mereka berpisah karena beda ruangan...
" semangat lu presentasinya gue percaya lu bisa " ucap Ririn
" amin thanks Rin lu juga semangat kerjanya biar akhir tahun kita bisa holiday " ucap Tania
" pastinya dong " ucap Ririn semangat
mereka berdua pun masuk ke dalam lift hanya saja Ririn turun duluan di lantai tiga sedangkan Tania masih stay karena ruang kerjanya berada di lantai lima beda dua lantai...
" pagi semua " ucap Tania
" pagi juga mba Tania " ucap mereka serempak
Tania pun duduk di meja kerjanya tiba-tiba kabin tempat meja kerja Tania di ketuk oleh seseorang...
" eh pagi pak Sony " ucap Tania ramah
" pagi juga Tania, gimana sudah siap semuanya " tanya pak Sony
" sudah pak tinggal kita langsung ke ruang meeting " ucap Tania
" siap-siap sebentar lagi meetingnya di mulai " ucap pak Sony
" baik pak " ucap Tania
pak Sony pun pergi dari meja kerja Tania sedangkan Tania menyiapkan semuanya untuk presentasi nanti, sedikit gugup karena ini akhir dari proyek besar ini sebelum proyek ini beralih tangan ke pihak periklanan...
sedangkan Derian baru sampai di kantor bersama Doni, banyak yang menyapa dirinya tapi Derian hanya merespon dengan anggukkan saja, mereka berdua pun berjalan menuju lift setelah pintu lift terbuka mereka segera masuk dan Doni menekan tombol paling atas yang dimana ruangan CEO berada...
setelah sampai di ruangannya Derian duduk di kursi kebesarannya sambil melihat pekerjaannya yang ada di dalam laptop, sambil mendengarkan yang Doni bicarakan...
" hari ini jadwal pak Derian adalah meeting membahas proyek yang sedang berlangsung, lalu saat makan siang bapak ada meeting bersama bu Riana di salah satu restoran dekat kantor selebihnya bapak free " ucap Doni
" bukannya kerja sama dengan perusahaan R crop ditangani oleh anak sulungnya " tanya Derian
" beliau ada urusan kata sekertarisnya jadi di wakilkan oleh adiknya " ucap Doni
" baiklah " ucap Derian
" oh iya pak soal kekacauan yang waktu itu semuanya sudah di bereskan " ucap Doni
" gimana dengan orangnya " tanya Derian
" orangnya tentu saja pihak HRD sudah memberi surat pemecatan dan sekarang orang itu sudah tidak bekerja disini lagi " ucap Doni
" baiklah, meetingnya jam berapa " tanya Derian
" sekarang pak barusan wakil mereka sudah memberi tahu " ucap Doni
" ya sudah kita berangkat sekarang " ucap Derian
" baik pak " ucap Doni
Derian pun keluar dari ruangannya diikuti oleh Doni menuju ruang meeting yang berada dibawah lantai ruang kerja Derian...
setelah sampai Doni membukakan pintu ruang meeting dan Derian pun masuk dengan wajah dingin dan datar, orang yang didalam sontak berdiri dan membungkukkan badannya memberi salam...
" bisa di mulai sekarang " ucap Derian
" bisa pak " ucap pak Sony
Tania yang sudah siap untuk presentasi menyalakan laptopnya yang terhubung ke layar besar yang berada tepat di depan mereka, dengan tenang Tania menejelaskan dan Derian yang sangat serius mendengarkan, semuanya sesuai dugaan semua orang takjub melihat akhir dari proyek itu sekaligus lega karena semuanya selesai sesuai prediksi...
" selanjutnya apa " tanya Derian setelah Tania selesai dengan tugasnya..
" tim periklanan yang akan menyelesaikan akhirnya setelah itu proyek ini akan bisa di katakan benar-benar selesai " ucap pak Sony
" baiklah tim periklanan segera tangani ini bulan depan kita akan bisa menikmati hasilnya, terima kasih atas kerja keras kalian " ucap Derian lalu memberi salam dengan cara membungkukkan badannya dan di balas dengan mereka...
" sama-sama pak ini sudah tugas kami " ucap pak Sony
Derian pun keluar dari ruang meeting bersama Doni tinggal lah tim marketing dan tim periklanan yang masih disana...
" mba Tania keren banget " ucap salah seorang tim periklanan
" ah biasa aja saya cuma menjalankan tugas saya, selanjutnya tugas kalian berikan yang terbaik juga " ucap Tania tulus
" pastinya itu mba " ucap tim periklanan
" selamat Tania saya bangga sama kamu " ucap pak Sony
" makasih pak terima kasih juga bimbingannya" ucap Tania
sedangkan di lantai paling bawah Santi bersama Dio baru saja sampai di kantor Derian, walaupun kantor cabang milik Derian tak sebesar kantor pusat tapi kantor ini cukup nyaman dan juga letaknya strategis...
" oma ayo cepetan Dio udah gak sabal ketemu tante baik " ucap Dio
" bentar dong nak oma harus tanya dulu sama mba resepsionisnya oma kan gak tau tante baik kamu itu kaya gimana " ucap Santi
" tapi Dio tau oma " ucap Dio
" tau apa " tanya Santi
" tau tante baik oma " ucap Dio tidak sabar
" ruang kerja tante baik dimana coba emang kamu tau " tanya Santi
" gak " ucap Dio sambil menggelengkan kepalanya
" nah kan mending kita tanya dulu nanti kita suruh tante baiknya buat samperin kita " ucap Santi
" ok oma " ucap Dio pasrah
mereka pun berjalan ke meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan Tania...
" maaf mba boleh tanya sesuatu " ucap Santi
" oh iya ibu ada yang bisa saya bantu " tanya penjaga resepsionis
" apa mba tau seseorang yang belakangan ini suka pergi bersama anak ini " ucap Santi sambil menunjuk kearah Dio
Santi maupun Dio tidak tau nama asli Tania karena yang Dio tau itu adalah tante baik, mba-mba resepsionis itu melihat kebawah dia terkejut karena anak kecil itu adalah anak bossnya...
" maaf ibu, ibu ini siapa ya kok bisa bareng sama anak boss saya " tanya mba resepsionis
" saya mamanya Derian " ucap Santi ramah
" oh maaf bu saya lancang " ucap mba resepsionis tidak enak
" gak apa-apa, apa mbanya tau sama orang yang saya tanyakan tadi karena saya tidak tau nama orang yang sedang saya cari " ucap Santi
" setau saya selain pak Derian adek ini suka pergi bersama salah satu karyawan sini yang dibagian marketing " ucap mba resepsionis
" oh gitu kalo boleh tau siapa namanya " tanya Santi
" mba Tania bu apa mau saya panggilkan " ucap mba resepsionis
" boleh terima kasih sebelumnya " ucap Santi
" sama-sama bu " ucap mba resepsionis
mba-mba itu segera menelepon kebagian marketing untuk menanyakan keberadaan Tania ternyata Tania sedang ada meeting penting...
" bu maaf mba Tanianya sedang meeting ibu mau nunggu disini apa mau ke lantai pak Derian saya bisa antar " ucap mba Resepsionis
" oh gak usah tolong kasih tau aja suruh Tanianya kesini saya akan tunggu di sofa belah sana " ucap Santi sambil menunjuk kearah sofa tunggu
" baik bu " ucap mba resepsionis
Santi dan Dio pun berjalan menuju sofa yang berada di lantai bawah untuk menunggu Tania, bukan karena apa dia tidak ingin anaknya tau kalo dirinya diam-diam ingin bertemu sama seseorang...
Tania yang baru saja datang habis meeting cukup menguras waktu mereka berada disana selama tiga jam dan ini sudah mau jam makan siang pantes perutnya sudah keroncongan..
tiba-tiba seseorang memanggil Tania membuat Tania mau tidak mau melihat siapa yang memanggilnya...
" mba Tania tadi mba Risna telepon " ucap Suci anak magang
" Risna yang di lobby " tanya Tania
" iya mba katanya ada seseorang yang nunggu mba disana " ucap Suci
" siapa " tanya Tania perasaan dirinya tidak buat janji sama siapapun apalagi punya utang gak sama sekali...
" gak tau mba tapi tadi mba Risna bilang mba disuruh kebawah buat nemuin orang itu " ucap Suci
" ya sudah makasih ya suci " ucap Tania
" sama-sama mba " ucap Suci
Suci pun pamit untuk bekerja kembali sedangkan Tania segera pergi dari meja kerjanya menuju lantai bawah dia penasaran siapa yang menemuinya...
sesampainya di lantai bawah Tania langsung berjalan kearah kabin resepsionis..
" Ris ada apaan " tanya Tania
" eh dah datang itu mba bu Santi sudah nunggu mba dari tadi " ucap Risna
" bu Santi siapa aku gak kenal " ucap Tania
" bu Santi ibunya si boss duren " ucap Risna
" Hah, jangan bercanda ah aku gak ada urusan " ucap Tania
" gak tau aku mba tadi beliau nanyain mba beliau juga bawa anak si boss noh anaknya lagi main di deket pot gede " ucap Risna sambil menunjuk kearah Dio
anak itu sangat anteng dengan mainannya sedang kan Santi sendiri dengan santainya membaca majalah, Tania ragu untuk menghampiri dia tidak tau apa kesalahannya sampai-sampai ibunya si boss datang menemuinya...
" ya udah sih mba samperin aja kasian udah nunggu lama " ucap Risna
" ya udah deh makasih ya Ris aku kesana dulu " ucap Tania
" sama-sama mba " ucap Risna
Tania pun melangkah kearah Santi dan mengucapkan salam..
" selamat siang ibu cari saya " ucap Tania
Santi yang asik dengan membaca majalah segera mendongkakkan kepalanya dan melihat siapa yang berbicara kepadanya, ternyata gadis cantik yang perawakan cukup tinggi langsing..
" emmm Tania bukan " tanya Santi
" iya ibu saya Tania, ada yang bisa saya bantu maaf ibu lama menunggu " ucap Tania
" oh tidak apa-apa saya orangnya santai kok " ucap Santi sambil tersenyum dan dibalas oleh Tania dengan senyuman juga...
belum Tania mau berucap lagi tiba-tiba tubuhnya sedikit terhuyung ke depan karena dorongan dari belakang ternyata Dio yang memeluk badannya...
" tante baik Dio kangen " ucap Dio
" eh ada Dio juga tante juga kangen sama Dio kenapa gak pernah main lagi kesini " tanya Tania dia sedikit membungkuk mensejajarkan badannya dengan tinggi Dio..
" papi gak bolehin Dio maen lagi kesini katanya Dio lusuh " ucap Dio
" Dio baik kok malahan tante kesepian Dio gak ada " ucap Tania
" seliusan " tanya Dio polos
" iya beneran deh " ucap Tania
" Dio juga kesepian " ucap Dio sambil memeluk Tania membuat Tania tersenyum...
perlakuan mereka tak luput dari penglihatan Santi, Santi bisa tebak kalo Tania adalah gadis baik dan juga sayang sama anak kecil...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️
happy reading guys 😉😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
PENASARAN DGN ORGNYA, KOQ GK DIJELASIN, APA JULUA..
2024-06-21
2
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑻𝒂𝒏𝒊𝒂 𝒄𝒂𝒍𝒐𝒏 𝒌𝒂𝒏𝒅𝒊𝒅𝒂𝒕 𝒋𝒅 𝒎𝒂𝒏𝒕𝒖 𝒚𝒂 𝒃𝒖 𝑺𝒂𝒏𝒕𝒊 😅😅😅
2024-05-24
1
Eni Purwanti
wah dapet calon mama mertua baik tuh😁😁😁😁
2022-05-15
1