Hari minggu harusnya di manfaatkan untuk malas malasan tapi tidak dengan gadis satu ini, tadi malam dia dapat panggilan dari ibu atasannya siapa lagi kalo bukan Santi...
pertemuan kemarin mereka saling tukar nomor telepon, dan berakhir Santi mengajak Tania untuk jalan-jalan di hari minggu sebelum dirinya pulang kembali...
Tania yang sudah rapi dengan pakaian casualnya, rambut yang di ikat satu lalu mengambil tas selempang miliknya diatas kasur yang sudah dia siapkan, lalu berjalan keluar apartemennya...
tadi Santi sudah menghubungi dirinya kalo beliau sudah dekat dengan apartemen miliknya, daripada Santi yang menunggu terlihat tidak sopan lebih baik dirinya yang menunggu di dekat gerbang apartemen...
sesampainya disana Tania duduk di pos security, sambil mengobrol sedikit karena tidak akrab sama sekali, tak lama mobil Santi tiba disana Tania yang sedang mengobrol terkejut mendengar panggilan suara anak kecil yang memanggil namanya, yang tak lain adalah Dio...
" tante baik " panggil Dio sambil memperlihatkan kepalanya..
" eh bentar ya " ucap Tania kearah Dio lalu Tania melirik kearah security yang sudah berumur lalu berucap.. " terima kasih ya pak sudah menemani saya " ucap Tania
" sama-sama mba Tania, justru saya senang karena ada teman ngobrol " ucap pak security
" iya, kalo begitu saya permisi ya pak " ucap Tania
" baik mba hati-hati di jalan " ucap paj security
" iya pak siap " ucap Tania sambil tersenyum
Tania pun berjalan kearah mobil Santi yang dimana Dio masih setia mengeluarkan kepalanya, Tania yang melihat itu tersenyum dan mengelus kepala Dio...
" tante ayo masuk " ucap Dio
" iya, kamu hati-hati nanti kepalanya kebentur kenapa harus di keluarin sih " ucap Tania
Dio yang mendengar itu hanya tertawa kecil sambil dia menutup mulutnya pakai kedua tangan mungilnya, membuat Tania gemas ingin mencubit pipi Dio...
" ayo nak masuk " ucap Santi
" makasih tante " ucap Tania lalu masuk ke dalam mobil
" harusnya tante yang bilang makasih karena kamu mau di repotkan lagi sama tante, pasti hari minggu kamu harusnya istirahat " ucap Santi
" tidak apa-apa tante, aku seneng kok kali-kali gitu hari minggu ada yang ngajak jalan " ucap Tania
malu kalo harus menceritakan kehidupannya yang ah sudahlah, orang lain mana paham dengan nasib jomblo apalagi di tambah ngenes...
" kita mau kemana emangnya tan " tanya Tania
" ke mall tante ke Time zone " ucap Dio
" siapa yang mau ke time zone " tanya Santi
" Dio oma, Dio mau main " ucap Dio sambil menepuk dadanya pelan karena menyebut kemauan dan namanya...
" tapi oma gak mau " ucap Santi menjahili cucunya itu sangat menyenangkan..
" yyyaaahhh begitu, gak asik " ucap Dio lesu
" haha,, becanda kita akan ke mall untuk ber senang-senang " ucap Santi
" benelan ya oma,, yeyy " ucap Dio yang ditanggapi anggukan oleh Santi...
Tania yang melihat itu hanya tersenyum bocah kecil itu sepertinya tidak merasakan kekosongan di dalam hidupnya, yang Tania lihat Dio anaknya sangat ceria jarang Tania lihat Dio murung selama Dio berada di dekatnya seminggu ke belakang...
mobil yang berhenti di lampu merah, dan penghuni mobil yang asik bercerita tapi di dominasi oleh Dio, dan sesekali Tania dan Santi menimpali kadang mereka tertawa mendengar celotehan dari Dio...
mereka bertiga pun sampai di salah satu mall terbesar di kota itu, dan berjalan ke dalam dan menuju tangga berjalan menuju lantai atas yang dimana tempat time zone berada...
lantai atas di khususkan untuk tempat bermain anak sekaligus tempat penitipan anak, kalo sewaktu waktu orangtuanya sibuk dengan acara shopping, dan juga ada cafe mini untuk bersantai sambil mengawasi anak-anak yang sedang bermain...
Dio yang sudah tidak sabar langsung masuk ke arena permainan dia memulai dari trampolin, sedangkan Santi dan Tania mereka berdua duduk di cafe mini sambil meminum minuman yang mereka pesan sambil mengawasi Dio yang sedang aktif...
" terlihat bahagia kan " tanya Santi
" maksudnya tante " tanya Tania bingung
" Dio, dia seperti anak yang bahagia kan " ucap Santi sambil melihat cucunya lalu melihat sekilas ke Tania karena dia kembali melihat cucunya...
" iya anak se usia Dio sedang bahagia bahagianya, hidup tanpa beban bermain sesuka hati " ucap Tania
" kamu salah Dio anaknya tidak seceria itu sebelum ketemu dengan kamu " ucap Santi
" kenapa bisa begitu " ucap Tania
" Dio menemukan sosok ibu di diri kamu Tania " ucap Santi
ucapan Santi membuat Tania diam,, sosok ibu dari dirinya masa iya, dia itu orangnya sedikit bar-bar dan masa iya dia ada sisi seorang ibunya, Tania sedikit tak percaya tapi hatinya merasakan kehangatan aneh satu kata yang terlintas di pikirannya..
" Dio sudah tidak memiliki seorang ibu semenjak dia lahir, hidupnya hanya di kelilingi oleh Derian, sedangkan oma sama opanya walaupun ada kami juga jarang bertemu karena kesibukan kami " ucap Santi lirih ada penyesalan saat melihat cucunya karena dia tidak bisa merawat cucunya saat anak itu harus terpaksa Derian bawa ke kantor...
" maaf tante, maksud tante ibunya Dio meninggal saat Dio di lahirkan " tanya Tania
" sebenarnya Sasa koma dulu tiga hari karena pendarahan, tapi takdir berkata lain yang kami harapkan Sasa akan membuka mata ternyata dia menutup matanya untuk selama lamanya " ucap Santi
" maaf tante" ucap Tania tidak enak
" gak apa-apa, justru tante mau bilang makasih sudah mau di repotkan oleh Derian dan Dio " ucap Santi
" tidak apa-apa tante Dio anaknya penurut kok, mingkin kejadian waktu itu akunya lagi apes " ucap Tania
tak lama kemudian Dio menghampiri mereka dengan wajah ceria dan keringat yang membanjiri keningnya...
" oma, tante " panggil Dio
" gimana nak kok udahan mainnya " tanya Santi sedangkan Tania mengelap keringat Dio menggunakan tisu...
" haus oma " ucap Dio
" duduk dulu disini ya tante pesenin Dio minum " ucap Tania
Dio hanya menganggukkan kepalanya lalu Tania pergi untuk memesan minuman...
" seneng gak " tanya Santi
" seneng oma " ucap Dio
" lain kali kesini lagi ya " ucap Dio lagi
" lain kali datangnya sama tante Tania dan juga papi " ucap Santi
" hemm, papi kan sibuk oma tadi aja papi malah pelgi " ucap Dio
" lain kali pasti bisa " ucap Santi
sebelum Dio berbicara kembali Tania sudah keburu datang membawakan minuman untuk Dio...
" ini jus buat Dio " ucap Tania
" makasih tante " ucap Dio
" sama-sama sayang " ucap Tania sambil mengelus rambut Dio..
" kamu ikut pulang dulu ya ke apartemen Derian " ucap Santi
" gak enak tante malu juga sama pak Derian " ucap Tania
" gak apa-apa derian gak ada di apartemen dan juga tante harus segera pulang soalnya pesawat landing sore " ucap Santi
" kamu mau kan temenin Dio dulu sebelum Derian datang " ucap Santi
" gimana kalo Dio di apartemen saya aja dulu, nanti pak Derian bisa jemput Dio di apartemen" ucap Tania
" oh gitu ya, ya sudah terima kasih ya Tania " ucap Santi
" sama-sama tante " ucap Tania
mereka bertiga pun meninggalkan mall menuju apartemen Tania...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇 😇
happy reading guys 😉😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Lies Atikah
jangan merendah kan diri tania sama si daren poko nya jangan cita duluan dia kan belum move on dari bini nya
2024-05-27
3
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑻𝒂𝒏𝒊𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒂𝒖 𝒅𝒆𝒌𝒆𝒕" 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑫𝒆𝒓𝒊𝒂𝒏
2024-05-24
0
Eni Purwanti
omanya orang sibuk juga. maklum horang kayaaa😁😁😁😁😁
2022-05-15
0