Malam harinya, Seno mengecek aplikasi lelang tempat dirinya mengunggah wortel-wortel miliknya. Jika tidak salah, hari ini adalah hari penutupan lelang tersebut. Seno ingin tahu berapa harga yang ditawarkan oleh orang lain untuk wortel-wortel miliknya ini.
Seno cukup kaget ketika melihat jumlah komentar yang memenuhi laman lelangnya. Ada lebih dari lima ribu komentar yang Seno terima. Tidak hanya itu saja yang mebuat Seno kaget. Tetapi harga terakhir sebelum penutupan lelang.
“Astaga! Apakah aku salah lihat? Lima ratus ribu per buahnya? Bagaimana bisa wortel-wortel ini terjual dengan harga segitu? Lagipula, mereka juga tidak mengetahui manfaat dari wortel milikku ini. Jadi, apa yang membuat mereka mau membeli dengan harga semahal itu?” Tanya Seno pada dirinya sendiri.
Kemudian, Seno mengecek komentar yang ada di sana. Dari situ ia tahu bahwa wortel miliknya bisa naik secara derastis seperti ini karena ada dua orang kaya yang berlomba mempertontonkan harta mereka. Mereka saling menaikkan harga untuk mengungguli satu sama lain.
Lalu, komentar lainnya merupakan komentar berisikan pengguna lainnya yang menyaksikan perseteruan di antara kedua orang kaya tersebut.
Seno lalu melihat batas waktu lelang yang masih tersisa. Itu kurang dua puluh menit lagi. Sekarang, dua orang kaya itu semakin keras dalam bersaing. Mereka saling menaikkan harga. Tidak hanya itu, keduanya juga saling ejek di kolom komentar.
[Sultan Baru : Cih… nggak mampu ya Om @Sultan Batubara kok naikin harganya cuma tiga ribu perak. Gitu saja ngakunya sultan.]
[Sultan Batubara : @Sultan Baru Heh, ini namanya ngasih kamu anak baru kesempatan untuk unjuk gigi. Jadi aku hanya menaikkan tiga ribu doang. Aku takut jika harganya aku naikkan terlalu tinggi, maka kamu tidak akan mampu lagi menaikkan harganya.]
Setelah menjawab demikian, Sultan Batubara kemudian menaikkan tawaran wortel tersebut sebanyak tiga ribu perak. Sekarang harga dari setiap buah wortelnya sudah mencapai lima ratus enam puluh tiga ribu rupiah.
Melihat ejekan yang di layangkan oleh Sultan Batubara, pemilik akun Sultan Baru pun tidak tinggal diam. Kali ini emosinya sudah terbakar. Selama beberapa hari ini pemilik akun Sultan Batubara sudah mengejeknya seperti ini. Ia tidak bisa menerima jika terus diperlakukan seperti ini.
Oleh karena itu, Sultan Baru menaikkan tawarannya lebih tinggi dari biasanya. Sebelum-sebelumnya, nominal terbesar yang diberikan oleh Sultan Baru untuk menambahkan tawarannya adalah lima puluh ribu.
Sekarang ia menambahkan dua ratus ribu ke dalam tawarannya. Dengan begini, wortel milik Seno yang sedang di lelang ini berada pada harga tujuh ratus enam puluh tiga ribu rupiah. Jika Sultan baru memenangkan lelang ini, maka ia perlu membayar lebih dari lima belas juta kepada Seno.
[Kakak Tampan : Sultan mah bebas ya. Lima belas juta lebih hanya untuk dua puluh wortel. Jika aku punya uang sebanyak itu dan semuanya aku pake untuk membeli bakso, berapa mangkok ya yang bisa aku dapatkan?]
[Monta : Fix ternyata bukan orang bodoh yang membeli wortel itu, tetapi orang yang terlalu banyak uang sampai bingung mau dihabiskan untuk apa uang itu.]
[Burung Camar : Terima kasih @Petani Hebat, lelang ini membuatku tahu bagaimana kehidupan seorang Sultan. Gampang sekali ya ngeluarin uang lima belas juta.]
[Sultan Batubara : @Sultan Baru, selamat-selamat sudah keluar uang banyak untuk beli wortel yang manfaatnya masih dipertanyaakan itu. Hahaha.]
Melihat komentar dari Sultan Batubara, pemilik akun Sultan Baru benar-benar marah sekarang. Dirinya benar-benar sedang dipermainkan oleh pemilik akun Sultan Batubara.
Lihat saja dia langsung mundur begitu saja dan tidak menambahkan tawarannya setelah harga wortelnya mencapai tujuh ratus ribu lebih per buahnya.
[Sultan Baru : @Sultan Batubara, sialan Kau. Lihat saja aku akan menghafalkan akun milikmu itu. Suatu hari nanti, aku akan membalasa penghinaan ini.]
[Sultan Batubara : @Sultan Baru, Aku akan menunggu itu. Itu pun jika Kamu mampu mengalahkanku. Eh tapi jangan lupa bayar semua wortel-wortel itu. Kamu tidak mau bukan akunmu di banned oleh platform. Hahaha.]
[Sultan Baru : @Sultan Batubara, Kau kira aku tidak mampu membayarnya? Itu hanyalah uang kecil untukku. Tentu aku akan membayarnya.]
Bersamaan dengan pemilik akun Sultan Baru mengirim komentarnya, lelang wortel milik Seno sudah selesai. Hal ini membuat Seno yang mengamati jalannya perseteruan antara dua orang kaya secara online tersebut, membelalakan matanya.
Ia tidak percaya bahwa wortel miliknya bisa mencapai harga sebesar itu. Meski kenaikkan harga dari wortel milinya itu ada hubungannya dengan perseteruan dua orang kaya, tetap saja harga wortel Seno naik dengan pesat.
Harga dua puluh wortel ini bahkan mendekati harga dua ratus tiga puluh wortel yang sebelum ini ia jual kepada Miranda. Lima belas juta dua ratus enam puluh ribu, jumlah yang tidak sedikit.
Meski itu akan dikurangi dengan biaya platform lelang sebesar sepuluh persen, tetap saja Seno mengantongi uang yang cukup besar dari lelang ini. Seno mendapatkan pendapatan bersih tiga belas juta tujuh ratus lebih untuk dua puluh wortel.
“Wah ternyata harganya bisa semenakjubkan ini. Lelang adalah cara terbaik untuk mendapatkan penghasilan besar.”
“Kedepannya memang pendapatanku dari lelang tidak akan sebesar ini. Tetapi, aku yakin setidaknya setelah banyak yang mengetahui manfaat dari wortel milikku, maka satu buah wortel khusus ini bisa terjual lebih dari seratus ribu rupiah.”
Tidak lama kemudian, Seno mendapatkan pemberitahuan bahwa pemilik akun Sultan baru sudah membayar wortel yang ia lelang sebelumnya. Seno memiliki waktu tiga hari kerja untuk mengirim wortel-wortel tersebut kepada pembelinya.
Jika tidak, maka Seno tidak akan bisa mendapatkan uang hasil pembelian itu. Sekarang uang tersebut masih berada di rekening platform untuk ditahan.
“Baiklah. Besok aku akan mengirimkan wortel ini. Aku akan memberi dua wortel sebagai bonus kepadamu.” Gumam Seno.
Sementara itu, di tempat lain, di sebuah kamar yang cukup luas, seorang pemuda terlihat melemparkan beberapa bantal dari kasur miliknya. Kamarnya sekarang cukup berantakan dengan bantal selimut dan baju yang berserakan.
Meski terlihat berantakan seperti itu, tidak ada ada barang yang mudah pecah yang dilemparkan oleh pemuda itu. Ini berarti, meskipun ia sedang marah, pemuda itu masih tahu diri dan tidak menambah kekacauan dengan melempar sembarang benda.
“Sial-sial. Aku kehilangan lima belas juta begitu saja. Itu adalah sepertiga dari uang jajanku bulan ini. Siapa itu yang sudah berani-beraninya mempermaikan aku. Jika aku menemukannya, maka akan aku hajar orang itu.” Teriak pemuda itu dengan lantangnya.
Pemuda ini ternyata adalah pemilik akun Sultan Baru yang sebelumnya membeli wortel milik Seno. Ia meluapkan kemarahannya karena sudah kehilangan uang sebanyak itu hanya untuk membeli dua puluh wortel dari Seno.
Tidak lama kemudian, pintu kamar dari pemuda itu terbuka. Di sana ada seorang pemuda yang usianya tidak jauh berbeda dengan pemilik akun Sultan Baru. Pemuda itu masuk tanpa mengetuk pintu atau pun menunggu pemilik kamar mempersilahkannya masuk.
“Hallo Brandon sepupuku yang sangat tampan.” Sapa pemuda yang baru masuk ke dalam kamar tersebut.
Pemilik akun Sultan Baru yang ternyata memiliki nama asli Brandon itu, memandang tidak suka kepada pengunjung kamarnya ini. Meski mereka bukanlah musuh, tetapi keduanya sudah menjadi saingan dalam melakukan apa pun sejak mereka masih kecil.
Brandon selalu saja dibanding-bandingkan dengan Diomarch sepupunya yang sekarang ada di kamarnya ini. Perbedaan umur mereka yang hanya beberapa bulan membuat pencapaian Brandon terlihat sangat biasa saja jika dibandingkan dengan Diomarch.
“Mau apa Kamu kemari Dio.”
“Aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan sepupuku setelah membeli dua puluh wortel seharga lima belas juta.” Jawab Diomarch santai.
“Kamu!” Ucap Brandon sembari mengarahkan telunjuknya ke arah Diomarch. “Jadi Kau adalah pemilik akun dengan nama Sultan Batubara itu.”
“Ya itu aku.” Jawab Diomarch sembari menunjukkan barisan gigi miliknya.
“Aku rasa kamu sudah membayar worte-wortel itu.” Ucap Diomarch sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar sepupunya.
Jika begini, ia tidak perlu lagi berlama-lama di kamar Brandon. Tujuannya sudah tercapai. Diomarch datang kemari hanya ingin melihat apakah sepupunya itu sudah membayar wortel yang ia menangkan pada lelang barusan. Melihat kamar Brandon yang seperti ini, sudah jelas ia telah membayarnya.
“Jangan seenaknya datang dan pergi begitu saja. Aku belum selesai dengamu.” Ucap Brandon yang kini berjalan mendekati Diomarch.
“Heh.” Diomarch mendengus pelan. “Itu adalah balasan dariku setelah Kamu mengempesi mobil milikku. Gara-gara Kamu aku jadi telat berangkat sekolah. Kamu kira aku tidak tahu bahwa kamu yang melakukannya.”
“Brandon, lihat saja, jika kamu masih menggangguku aku tidak akan segan-segan melaporkan apa yang sudah Kamu lakukan selama ini kepada Kakek. Kamu tidak mau bukan Kakek mengetahui semua itu?”
Ucapan Diomarch itu membuat Brandon menghentikan langkah kakinya. Jika begini, ia hanya bisa menerima kekalahan yang baru ia terima. Jika Diomarch sampai melaporkan apa yang sudah ia lakukan kepadanya selama ini kepada Kakek mereka, maka uang bulanan Brandon akan dihentikan oleh Kakek mereka.
Jika itu terjadi, Brandon tidak hanya kehilangan lima belas juta saja, tetapi lima puluh juta sebagai uang bulanannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 264 Episodes
Comments
kang Deden
sultan mah bebas hhe
2023-08-01
2
kutu kupret🐭🖤🐭
wooooh 😱
50 Jeti uang bulanan 😱😱
2022-11-06
1
~Anyelir~
sultan kw kak kw super fu fu fu
2022-05-16
1