PH 18 Cara Panen Stamina (Revisi)

[Ding]

[Selamat Host telah menjalankan misi pembersihan kebun]

[Selamat Host mendapatkan +2 stamina]

“Hah.” Seno menghembuskan nafas panjang setelah berhasil menyelesaikan misinya.

Seno cukup senang sekarang. Dengan begini, stamina miliknya akan bertambah dan dirinya bisa melatih fisiknya lebih lama lagi dari sebelumnya.

“Sekarang semua kebun milikku sudah siap di tanami. Eh tapi aku belum membuka kotak petani pemula yang aku terima. Sistem, buka kotak itu untukku.” Pinta Seno.

[Ding]

[Selamat Host mendapatkan 10 kantong bukan pupuk biasa]

[Selamat Host mendapatkan 10 benih brokoli penuh vitamin dan mineral]

[Selamat Host mendapatkan +500 poin tanam]

[Semua hadiah telah disimpan di penyimpanan sistem]

“Sudah aku duga aku akan mendapatkan sayuran baru. Baiklah sekarang saatnya aku menanami kebun milikku ini.”

“Panel Sistem”

[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]

[Kekuatan : 7 (Manusia Dewasa : 10)]

[Stamina : 5 +4 (Manusia Dewasa : 10)]

[Luas lahan : 800 m2 (+700 m2)]

[Level kebun : 2 (0/1000)]

[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 5.000.000]

[Poin tanam : 486.600]

[Penyimpanan Sistem : 15 slot (10/15)]

[Misi : - Ajak orang untuk mengkonsumsi 50 buah kentang mengenyangkan (0/50). Batas Waktu : 9 hari]

[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam

Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam

Kentang mengenyangkan : 100 poin tanam]

Seno langsung bergerak menanami kebun miliknya dengan sayuran baru. Yang pertama kali Seno tanami adalah kebun baru miliknya. Nantinya, jika kebun ini penuh barulah Seno menanami kebun di belakang rumahnya.

Karena Seno memiliki misi mengkonsumsi kentang, laki-laki itu berencana menanam seribu kentang mengenyangkan. Sisa poinnya akan Seno pakai untuk menanam wortel.

Laki-laki itu sudah membuat sebuah perhitungan, dengan poin tanam yang ia miliki sekarang, Seno dapat menanam seribu kentang mengenyangkan dan seribu sembilan ratus empat belas buah wortel. Jumlahnya menurun dari sebelumnya.

Itu karena poin yang Seno miliki sudah habis untuk menaikkan level miliknya. Itu berarti, sisa petak tanah yang kosong, nantinya akan Seno tanami dengan sayuran biasa.

Yang tidak Seno sadari, ketika dirinya menanami sayuran di kebunnya, ada lima pasang mata yang memperhatikan gerak geriknya. Mereka terlihat penasaran dengan kegiatan yang sedang Seno lakukan.

Seno masih sibuk dengan benih-benih miliknya. Asalkan mereka tidak mengganggu apa yang ia lakukan, Seno tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan.

Lagipula, Sistem mengatakan bahwa perubahan baru akan terjadi setelah mereka mengkonsumsi lima buah sayuran khsus. Jadi, untuk apa Seno terus menerus memperhatikan gerak gerik mereka.

“Eh ternyata benih sayuran biasaku sudah habis. Sepertinya aku perlu membeli benih sayuran dulu.”

Seno memilih membersihkan badan terlebih dahulu sebelum ke kota. Setelah membersihkan diri, Seno mendapatkan sebuah panggilan di ponselnya. Ketika melihat, itu adalah nomor asing yang menelponnya.

Langsung Seno mengangkat penggilan tersebut. Kemungkinan itu adalah panggilan penting. Jadi, Seno tidak mau melewatkan penggilan tersebut.

“Selamat Siang, apakah ini dengan Bapak Seno?” Tanya seorang laki-laki di ujung panggilan.

“Ya saya sendiri. Ini siapa ya?”

“Kami dari pihak kepolisian. Sekarang ini kami sudah memproses laporan yang sebelumnya Pak Seno masukkan. Sekarang, kami sudah menangkap pelaku pengeroyokan Pak Seno tempo hari. Tidak hanya itu saja, kami juga menemukan tersangka baru dalam kasus ini.” Jelas orang tersebut.

Ini adalah kabar gembira untuk Seno. Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya tertengkap juga pelaku pengeroyokan itu. Polisi bahkan sudah menemukan tersangka lainnya. Apakah itu Joko? Seno sendiri belum tahu. Karena saat ini polisi yang menghubunginya kembali melanjutkan pembicaraannya.

“Untuk itu, Kami meminta kehadiran Pak Seno untuk mengecek apakah benar orang yang sudah kami tangkap ini terlibat dalam pengeroyokan Pak Seno. Jadi, bisakah Pak Seno datang?” Pinta polisi tersebut.

“Tentu, tentu saja Pak. Sekarang juga saya kan berangkat ke sana.” Jawab Seno.

Untung saja dirinya sudah membersihkan diri dan bersiap ke kota. Jika begini, Seno bisa langsung pergi ke kantor polisi tanpa melakukan persiapan lagi.

Tiga puluh menit kemudian, Seno dibawa oleh salah seorang polisi ke ruang introgasi. Dari kaca yang memisahkan ruang introgasi dan lorong di depannya, Seno bisa melihat keberadaan tiga orang preman yang tangannya terborgol. Mereka adalah preman yang sama dengan yang memukuli Seno.

Tidak hanya ketiga orang itu saja yang terborgol, Seno juga melihat dua orang lainnya yang ada di sana. Tentu saja ia mengenali kedua orang itu. Mereka adalah Joko dan salah satu anak buahnya. Ternyata benar dugaannya Joko adalah dalang di balik pengeroyokannya.

“Apakah benar itu mereka Pak?” Tanya polisi tersebut.

“Ya itu benar mereka Pak Polisi. Kalau boleh tahu, berapa lama mereka akan dipenjara?”

Jika sudah seperti ini, jelas mereka akan mendekam di balik jeruji besi. Namun, Seno tidak tahu berapa lama mereka akan mendekam di balik jeruji besi.

“Itu nanti tergantung tuntutan dari Jaksa. Tetapi dari pengalaman kasus yang sudah saya tangani sebelumnya, penganiayaan yang Pak Seno alami ini hanya penganiayaan ringan. Jadi, berdasar pasal 352 ayat (1) KUHP, pelaku hanya mendapat hukuman paling lama tiga bulan penjara.” Jelas polisi tersebut.

Tiga bulan penjara ya? Itu hanya hukuman maksimal. Bisa jadi hukuman yang diterima oleh Joko kurang dari itu. Tetapi, itu tidak terlalu masalah untuk Seno.

Saat ini dirinya sudah melatih tubuhnya setiap harinya. Seno yakin, jika harus menghadapi anak buah Joko lagi, ia bisa lolos tanpa mengalami luka seperti sebelumnya.

Jika memang Seno tidak bisa mengalahkan mereka, Seno juga bisa menyewa pengawal untuk melindunginya. Dalam waktu satu bulan saja Seno yakin kekayaan yang ia miliki sudah cukup banyak untuk dirinya mempekerjakan pengawal.

Jadi, asalkan hukuman Joko lebih dari sebulan, Seno yakin ia akan bisa mengalahkan laki-laki itu nantinya. Dengan tidak adanya penganggu selama dirinya masih lemah seperti sekarang, Seno yakin bisnisnya akan semakin berkembang pesat.

“Tetapi, jika penganiayaan ini adalah penganiayaan terencana, maka dia akan dikenakan pasal 353 ayat (1) KUHP, ancaman hukumannya paling lama empat tahun penjara.” Imbuh polisi tersebut.

Mendengar hal itu, mata Seno semakin berbinar. Ini lebih bagus lagi baginya. Semoga saja polisi mengkatagorikan penganiayaan yang ia alami sebagai penganiayaan terencana. Dengan begitu, Joko tidak akan mengganggunya dalam beberapa tahun, bukan bulan lagi.

Setelah melihat para tersangka tersebut, Seno kemudian ditanyai beberapa hal untuk memperlengkap berkas penyidikan yang ada. Setelah menghabiskan setengah jam waktunya di kantor polisi, Seno pergi dari sana.

Ketika ia mengecek ponselnya, Seno baru tahu bahwa Dina mengiriminya pesan lima belas menit yang lalu.

[Dina : Seno sibuk nggak? Nongkrong yuk.]

Melihat pesan dari Dina itu membuat sudut bibir Seno tertarik. Kebetulan sekali ketika dirinya sudah ada di kota, Dina mengajaknya keluar. Sekalian saja ia nongkrong bersama dengan Dina. Sudah saatnya dia santai sedikit setelah beberapa hari bergelut dengan sayuran.

[Seno : Tentu saja Din, ini aku sudah ada di kota sekarang. Apakah Kamu mau aku jemput sekalian?]

[Dina : Nggak usah. Kita ketemuan di kafe yang waktu itu saja. Sampai bertemu di sana.]

*****

“Hai Dina. Eh udah nunggu lama ya?” Sapa Seno ketika dirinya duduk di kursi yang ada di depan Dina.

“Hai Seno. Nggak kok. Aku baru juga dateng. Pesenanku aja belom nyampe. Kamu pesen aja dulu gih.”

“Baiklah.” Seno pun memanggil pelayan kafe dan menyebutkan pesanannya.

“Jadi, gimana kebun sayur milikmu? Lancar-lancar saja kah?” Tanya Dina.

Perempuan itu memperhatikan Seno yang kulitnya sedikit menggelap semenjak terakhir kali mereka bertemu. Itu mungkin karena Seno sering bekerja di bawah terik mentari.

Dina merasa kasihan melihat Seno yang bekerja keras seperti itu. Pasti menjadi petani cukup melelahkan dan menguras tenaga. Mungkin Dina akan membantu Seno mencari pekerjaan yang tidak mengharuskannya berada di bawah terik mentari.

“Syukurlah tidak terlalu buruk. Sekarang aku berjualan sayur secara online. Aku tiap pagi atau sore ngirim sayur ke pelangganku. Jadi, pemasukanku sudah cukup bagus sekarang.” Jelas Seno.

“Lalu sekarang aku nggak ganggu waktu Kamu kirim sayur bukan?”

Perempuan itu baru sadar jika Seno mengirim sayur pagi atau sore hari, sudah pasti dirinya telah mengganggu jam kerja temannya ini. Dina merasa tidak enak jika dirinya benar-benar telah melakukannya.

Seno mengibaskan sebelah tangannya. “Tenang saja. Kalau aku berada di sini, itu berarti aku sedang luang. Kamu sama sekali nggak ganggu waktuku. Aku mengirim sayuran pun nggak setiap hari.”

“Beberapa orang membeli dalam jumlah cukup banyak untuk stok beberapa hari. Jadi, aku biasa mengirim sayur dua hari sekali.” Jelas Seno.

“Syukurlah kalau begitu. Aku kira aku sudah mengganggu waktumu. Apakah pelangganmu sudah cukup banyak sekarang?”

“Syukurlah aku mendapatkan hasil yang cukup bagus Din. Dalam sekali kirim sayur, setidaknya aku mendapatkan uang satu hingga dua juta. Itu adalah keuntungan bersihku.”

‘Itu saja belum termasuk dengan penjualan sayur khusus milikku yang sekali jual puluhan juta.’ Gumam Seno dalam hati.

Jika Seno memberitahukan semua pendapatannya kepada Dina, ia khawatir temannya itu akan pingsan karena kaget dengan nominal pendapatan bulanan Seno. Jadi, laki-laki itu cukup memberitahu Dina mengenai keuntungan yang ia dapat dari berjualan sayuran biasa.

“Eh beneran dapet segitu? Banyak sekali? Jika kayak gitu, sebulan Kamu bisa dapet tiga puluh juta dong?” Tanya Dina tidak percaya.

Jika penghasilan Seno dari menjual sayur secara online saja sebesar itu, maka pekerjaan yang nantinya akan Dina tawarkan untuk Seno akan jadi sia-sia. Keuntungan bersihnya saja sebanyak itu.

Jelas itu jauh berbeda dengan pekerjaan yang akan Dina tawarkan yang hanya memiliki gaji kurang dari sepuluh juta. Dina rasa Seno akan menolak mentah-mentah tawarannya itu. Untung Dina belum mengatakan hal ini kepada laki-laki itu.

“Ya bisa dibilang sebulannya aku dapet untung lebih dari dua puluh juta. Itu karena sayuran yang aku jual memiliki kualitas bagus. Sayur dariku adalah sayur organik yang tidak memakai pestisida kimia. Jadi, para orang kaya di kota ini berlangganan sayur padaku.” Jelas Seno.

Setelah dipikir-pikir, Seno mendapatkan banyak pesanan dari kalangan atas setelah dirinya menjual sayur kepada Cindy. Itu berarti, peningkatan pelanggannya ada hubungannya dengan Cindy. Mungkin Seno akan memberikannya beberapa sayuran khusus sebagai bonus untuk perempuan itu.

“Oh begitu toh. Emang sih kalo sayuran organik itu harganya jauh lebih mahal daripada sayuran biasanya.”

Tiba-tiba saja Dina terpikirkan sesuatu. Ia masih bisa membantu Seno. Meski ia tidak bisa memberikan Seno pekerjaan dengan penghasilan tinggi, ia masih bisa membantu laki-laki ini memasarkan sayuran miliknya.

“Seno, apakah Kamu butuh promosi? Kalo Kamu butuh, Kamu bisa ikut acara di kampusku. Kebetulan empat hari lagi akan ada bazaar di kampusku. Kamu bisa menyewa salah satu booth untuk berjualan sayur-sayur milikmu itu.”

Mata Seno berbinar ketika mendengar saran dari Dina ini. Di pikiran Seno, bukan sayuran yang akan ia jual. Tetapi kentang miliknya. Bukankah dengan dirinya menjual kentang mengenyangkan miliknya di sana, Seno bisa mendapatkan untung dan juga menyelesaikan misinya.

“Jadi bagaimana? Kamu berminat?” Imbuh Dina.

Bazaar selama dua hari? Itu cukup bagus untuk melakukan promosi sayur miliknya tentunya Seno tidak akan melewatkan hal ini. “Tentu saja aku akan melakukannya. Akhir pekan ini ya. Itu berarti hari Senin dan Selasa bukan?”

Itu waktu yang sangat tepat. Dengan begini, kentang yang hari ini ia tanam, sudah bisa dipanen sebelum acara itu berlangsung.

Sekarang, yang perlu Seno pikirkan adalah cara memasak seperti apa yang perlu ia pakai untuk mengolah kentangnya itu. Dengan tampilan yang menarik, jelas akan ada banyak orang yang tertarik membeli kentang di booth miliknya bukan?

“Baiklah jika Kamu ikut. Aku akan menghubungi temanku untuk menyisihkan satu booth untukmu.”

“Pilihkan lokasi yang terbaik. Harga tidak menjadi masalah untukku. Kalau bisa, aku mau boothku berlokasi di dekat pintu masuk.” Pinta Seno.

“Baiklah akan aku lakukan. Semoga saja masih ada booth dengan lokasi yang Kamu minta.”

Setelahnya, Seno dan Dina mengobrol cukup lama di kafe tersebut. Sebelum pulang, Sneo tidak lupa mampir ke toko pertanian untuk membeli beberapa benih sayuran biasa.bukankah ini adalah tujuan utama dirinya datang ke kota?

Terpopuler

Comments

Sahrul Fadriansyah

Sahrul Fadriansyah

revisi kak

2022-12-08

1

yuce

yuce

nagi yg invin diet malas makan nasi cocok vanvaet makan kentang mengenyangkan jadi terap langsing tanpa makan nasi. bagi pekerjaaan model cocok banget itu.

2022-11-09

1

lucy

lucy

gua nggk ngerti soal beginian tp baca ini seru bgt ahahha

2022-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 PH 1 Kehidupan Baru Seno
2 PH 2 Stamina +2
3 PH 3 Ternyata Bisa Panen Lebih Cepat
4 PH 4 Tiga Wortel untuk Miranda
5 PH 5 Wortel yang Terasa Manis
6 PH 6 Manfaat Wortel yang Luar Biasa
7 PH 7 Kebun yang Gagal Panen
8 PH 8 Wortel Enam Belas Juta Rupiah (revisi)
9 PH 9 Babak Belur
10 PH 10 Kenyang Sampai Sekarang
11 PH 11 Balas Dendam Renata
12 PH 12 Berjualan Sayur Online (revisi)
13 PH 13 Pesanan Tujuh Puluh Juta
14 PH 14 Kehebohan Laman Lelang (revisi)
15 PH 15 Sangat Sulit Dicabut (revisi)
16 PH 16 Hewan Peliharaan Baru
17 PH 17 Kebun Di Dimensi Lain (revisi)
18 PH 18 Cara Panen Stamina (Revisi)
19 PH 19 Sultan Baru VS Sultan Batubara (revisi)
20 PH 20 Asisten Dalam Berkebun (Revisi)
21 PH 21 Lima Belas Juta Sangatlah Murah (Revisi)
22 PH 22 Bazaar Dimulai (revisi)
23 PH 23 Miko dan Fahmi (Revisi)
24 PH 24 Kentang Favorit Mahasiswa (Revisi)
25 pengumuman
26 PH 25 Keripik Kentang (revisi)
27 PH 26 Irfan (Revisi)
28 PH 27 Manfaat Brokoli (Revisi)
29 PH 28 Kerjasama Dengan Wira Supermarket (revisi)
30 PH 29 Penanda Tanganan Perjanjian (Revisi)
31 Pengumuman
32 PH 30 Kolonel Johan (1) (revisi)
33 PH 31 Kolonel Johan (2) (revisi)
34 pengumuman 3
35 PH 32 Mulutmu Harimaumu
36 PH 33 Siluman Peliharaan Seno (1)
37 PH 34 Siluman Peliharaan Seno (2)
38 Bab 35 Sonia
39 PH 36 Raisa
40 Bab 37 Sektor Perternakan
41 PH 38 Hampir Diseruduk Sapi
42 Bab 39 Memberi Makan Sapi
43 PH 40 Pandangan Iri Para Laki-laki
44 PH 41 Jendral Eko Susanto
45 PH 42 Melelang Kentang
46 PH 43 Penyusup
47 PH 44 Kulit Bercahaya Milik Seno
48 PH 45 Susu Grade D
49 PH 46 Sapi Penyuka EDM
50 PH 47 Bacalah
51 PH 48 Rapat Para Jendral
52 PH 49 Gempa
53 PH 50 Dunia Bawah
54 Bab 51 Jasmine
55 PH 52
56 PH 53 Perdebatan Para Jendral
57 PH 54 Pesta Ulang Tahun (1)
58 PH 55 Pesta Ulang Tahun (2)
59 PH 56 Begal
60 PH 57 Traktiran
61 PH 58 Balikan? Jangan Mimpi
62 PH 59 Naik Level
63 PH 60 Thorbiorn Arisson - Thor
64 PH 61 Hukuman Dua Milyar Rupiah
65 PH 62 Misi : Buat Olahan Susu
66 PH 63 Berbarengan Menjadi Pacar Seno??
67 PH 64 Sektor Pengolahan Hasil Kebun dan Ternak
68 PH 65 Model Promosi
69 PH 66 Menjadi Seperti Usia Dua Puluh Tahunan
70 PH 67 Seratus Lima Puluh Juta dalam Delapan Menit
71 PH 68 Keju Super Lumer
72 PH 69 Pepaya Alat Balas Dendam
73 PH 70 Susu Penyembuh Patah Tulang
74 PH 71 Debat Para Dokter
75 PH 72 Misi Selesai
76 PH 73 Amrul dan Lani (1)
77 PH 74 Amrul dan Lani (2)
78 PH 75 Ditangkap Polisi
79 PH 76 Kebahagiaan Yang Singkat
80 PH 77 Orang-Orang yang Menjamin Seno
81 PH 78 Mencabut Laporan
82 PH 79 Dua Pepaya Seratus Juta Rupiah
83 PH 80 Orang Yang Tidak Menyerah
84 PH 81 Lamaran Dua Minggu Lagi
85 PH 82 Betty Melahirkan
86 PH 83 Misi Berat
87 PH 84 Ekspedisi Thorbiorn (1)
88 PH 85 Ekspedisi Thorbiorn (2)
89 PH 86 Ekspedisi Thorbiorn (3)
90 PH 87 Sosok Berjubah Hitam (1)
91 PH 88 Sosok Berjubah Hitam (2)
92 PH 89 Telepon dari Miranda
93 PH 90 Resmi
94 PH 91 Seperti Monyet
95 PH 92 Cokelat Pemulih Tenaga
96 PH 93 Memenangkan Empat Give Away
97 PH 94 Keluarga Miranda
98 PH 95 Penolakan Keluarga Dina (1)
99 PH 96 Penolakan Keluarga Dina (2)
100 PH 97 Tiarsus Ularalei
101 PH 98 Rencana Lain Seno
102 PH 99 Video Parkour Yang Menghebohkan
103 PH 100 Restu
104 PH 101 Kebun Level 6
105 PH 102 Misi Berat Lainya - Taklukkan Mereka
106 PH 103 Kelinci Yang Ingin Membangun Rumah
107 PH 104 Misi Yang Cepat Selesai
108 PH 105 Dikerumuni Mahasiswa
109 PH 106 Dikerumuni Mahasiswa (2)
110 PH 107 Pertanyaan Dina
111 PH 108 Promosi Ray
112 PH 109 Promosi Ray (2)
113 PH 110 Rencana Pembuatan Website
114 PH 111 Manfaat Minuman Anggur Fermentasi
115 PH 112 Misi Yang Ditunda
116 PH 113 Resepsi Pernikahan
117 PH 114 Resepsi Pernikahan (2)
118 PH 115 Malam Pertama
119 PH 116 Sub Sistem
120 PH 117 Sub Sistem (2)
121 PH 118 Sub Sistem (3)
122 PH 119 Ekspedisi Penaklukkan (1)
123 PH 120 Ekspedisi Penaklukkan (2)
124 PH 121 Ekspedisi Penaklukkan (3)
125 PH 122 Gylinox
126 PH 123 Perkemahan Tentara
127 PH 124 Pertengkaran
128 PH 125 Hipotesis Seno
129 PH 126 Kenaikan Harga
130 PH 127 Eksplorasi Dimensi Baru
131 PH 128 Benda Di Dalam Gua
132 Bukan Update (Rekomendasi Karya)
133 PH 129 Berlian Asli
134 PH 130 Diskusi
135 PH 131 Madu Lebah Amiagon
136 PH 132 Keantusiasan Miranda
137 PH 133 Pemindahan Portal
138 PH 134 Kedatangan Johan
139 Pengumuman
140 PH 135 Rp 450.000,-
141 PH 136 Azkareia
142 PH 137 Hukuman Untuk Azkareia
143 PH 138 Ekspedisi Cabe Rawit (1)
144 PH 139 Ekspedisi Cabe Rawit (2)
145 PH 140 Pamer Kekuatan
146 PH 141 Menaklukkan Momoy
147 rekomendasi
148 PH 142 Laporan Tiarsus
149 PH 143 Kekuatan Yang Bertambah
150 PH 144 Pulang
151 PH 145 Ayah Bunda
152 PH 146 Berbelanja (1)
153 PH 147 Berbelanja (2)
154 PH 148 Menjadi Lebih Terkenal
155 PH 149 Lalana Semeira, Laluna Semeira, dan Ruisyo Momoro
156 PH 150 Rp 100.000,-
157 PH 151 Tiga Jendral Yang Keras Kepala
158 PH 152 Kemampuan Baru Jasmine
159 PH 153 Pengawal Untuk Para Keluarga
160 PH 154 Rencana Miranda
161 PH 155 The Auction
162 PH 156 Tim Alpha Bergerak
163 PH 157 Penyesalan Roy
164 PH 158 Kehadiran Para Jendral
165 PH 159 Anak Buah Baru
166 PH 160 Naik Level
167 PH 161 Penelitian Dina
168 PH 162 Misi Yang Sangat, Sangat, dan Sangat Berat?
169 PH 163 Rapat Petinggi Militer
170 PH 164 Rapat Petinggi Militer (2)
171 PH 165 Roy dan Fantasinya
172 PH 167 Pertemuan (1)
173 PH 167 Pertemuan (2)
174 PH 168 Andre dan Indro
175 PH 169 Rumah Melati Putih
176 PH 170 Rumah Merah Putih (2)
177 PH 171 Undangan
178 PH 172 Pembicaraan Di Rumah Pohon
179 PH 173 Kembalinya Sistem
180 PH 174 Roy Yang Tidak Kembali
181 PH 175 Diskusi yang Gagal
182 PH 176 Memancing
183 PH 177 Diskusi yang Alot
184 PH 178
185 PH 179
186 PH 180 Laman Web Yang Tidak Bisa Diakses
187 PH 181 Rombongan Ibu-Ibu
188 PH 182 Pemilik Sistem Yang Lain
189 PH 183 Momoy yang Kecewa
190 PH 184 Pertumpahan Darah
191 PH 185 Lahan Penyimpanan
192 PH 186 Lelang
193 PH 187 Lelang (2)
194 PH 188 Lucas Giorgio
195 PH 189 Tiga Anak Buah Baru
196 PH 190 Dua Ayam Merah
197 PH 191 Sektor Baru
198 PH 192
199 PH 193
200 PH 194 Kemarahan Seno
201 PH 195 New York
202 PH 196 Pengintaian Roman
203 PH 197 Menyingkirkan Roman
204 PH 198 Tim Peretas
205 PH 199
206 PH 200
207 PH 201
208 PH 202 Anthony
209 PH 203
210 PH 204 Si Kejam Anthony
211 PH 205 Rapat Gabungan
212 PH 206 Permohonan Eko
213 PH 207 Pulang
214 PH 208 Inti Dimensi Yang Mengacau
215 PH 209
216 PH 210
217 PH 211 Kabur
218 PH 212
219 PH 213
220 PH 214
221 PH 215
222 PH 216
223 PH 217
224 PH 218
225 PH 219 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (1)
226 PH 220 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (2)
227 PH 221 Gosip Ibu-Ibu Arisan
228 PH 222 Ketidak Sabaran Berujung Petaka
229 PH 223
230 PH 224 Level 10
231 PH 225
232 PH 226 Melihat Rumah Baru
233 PH 227 Menunggu
234 PH 228 Solusi Sederhana
235 PH 229 Muradae
236 PH 230 Teh Hijau
237 PH 231 Inti Dimensi Lain
238 PH 232 Preman China
239 PH 233 Su Chen, Su Cai (1)
240 PH 234 Su Chen, Su Cai (2)
241 PH 235 Misi Selesai
242 PH 236 Ras Hujole dan Ras Mogoley
243 PH 237 Ratu Leleisa
244 PH 238 Efek Akhir Perang
245 PH 239
246 PH 240 Kemarahan Dua Istri Seno
247 PH 241
248 PH 242 Bangun
249 PH 243 Pengendali Tanah
250 PH 243 Kekacauan Yang Sistem Buat
251 PH 245 Pemikiran Dina
252 PH 246 Balas Dendam Seno
253 PH 247 Beragam Tanaman Baru (1)
254 PH 248 Beragam Tanaman Baru (2)
255 PH 249 Sendira
256 PH 250 Dimensi Di Dasar Laut
257 PH 251 Dimensi Baines (1)
258 PH 252 Dimensi Baines (2)
259 PH 253 Dimensi Baines (3)
260 PH 254 Enam Belas Bulan
261 PH 255 Tiga Tahun Delapan Bulan
262 PH 256
263 PH 257 Selamat Tinggal Erza
264 Terima Kasih
Episodes

Updated 264 Episodes

1
PH 1 Kehidupan Baru Seno
2
PH 2 Stamina +2
3
PH 3 Ternyata Bisa Panen Lebih Cepat
4
PH 4 Tiga Wortel untuk Miranda
5
PH 5 Wortel yang Terasa Manis
6
PH 6 Manfaat Wortel yang Luar Biasa
7
PH 7 Kebun yang Gagal Panen
8
PH 8 Wortel Enam Belas Juta Rupiah (revisi)
9
PH 9 Babak Belur
10
PH 10 Kenyang Sampai Sekarang
11
PH 11 Balas Dendam Renata
12
PH 12 Berjualan Sayur Online (revisi)
13
PH 13 Pesanan Tujuh Puluh Juta
14
PH 14 Kehebohan Laman Lelang (revisi)
15
PH 15 Sangat Sulit Dicabut (revisi)
16
PH 16 Hewan Peliharaan Baru
17
PH 17 Kebun Di Dimensi Lain (revisi)
18
PH 18 Cara Panen Stamina (Revisi)
19
PH 19 Sultan Baru VS Sultan Batubara (revisi)
20
PH 20 Asisten Dalam Berkebun (Revisi)
21
PH 21 Lima Belas Juta Sangatlah Murah (Revisi)
22
PH 22 Bazaar Dimulai (revisi)
23
PH 23 Miko dan Fahmi (Revisi)
24
PH 24 Kentang Favorit Mahasiswa (Revisi)
25
pengumuman
26
PH 25 Keripik Kentang (revisi)
27
PH 26 Irfan (Revisi)
28
PH 27 Manfaat Brokoli (Revisi)
29
PH 28 Kerjasama Dengan Wira Supermarket (revisi)
30
PH 29 Penanda Tanganan Perjanjian (Revisi)
31
Pengumuman
32
PH 30 Kolonel Johan (1) (revisi)
33
PH 31 Kolonel Johan (2) (revisi)
34
pengumuman 3
35
PH 32 Mulutmu Harimaumu
36
PH 33 Siluman Peliharaan Seno (1)
37
PH 34 Siluman Peliharaan Seno (2)
38
Bab 35 Sonia
39
PH 36 Raisa
40
Bab 37 Sektor Perternakan
41
PH 38 Hampir Diseruduk Sapi
42
Bab 39 Memberi Makan Sapi
43
PH 40 Pandangan Iri Para Laki-laki
44
PH 41 Jendral Eko Susanto
45
PH 42 Melelang Kentang
46
PH 43 Penyusup
47
PH 44 Kulit Bercahaya Milik Seno
48
PH 45 Susu Grade D
49
PH 46 Sapi Penyuka EDM
50
PH 47 Bacalah
51
PH 48 Rapat Para Jendral
52
PH 49 Gempa
53
PH 50 Dunia Bawah
54
Bab 51 Jasmine
55
PH 52
56
PH 53 Perdebatan Para Jendral
57
PH 54 Pesta Ulang Tahun (1)
58
PH 55 Pesta Ulang Tahun (2)
59
PH 56 Begal
60
PH 57 Traktiran
61
PH 58 Balikan? Jangan Mimpi
62
PH 59 Naik Level
63
PH 60 Thorbiorn Arisson - Thor
64
PH 61 Hukuman Dua Milyar Rupiah
65
PH 62 Misi : Buat Olahan Susu
66
PH 63 Berbarengan Menjadi Pacar Seno??
67
PH 64 Sektor Pengolahan Hasil Kebun dan Ternak
68
PH 65 Model Promosi
69
PH 66 Menjadi Seperti Usia Dua Puluh Tahunan
70
PH 67 Seratus Lima Puluh Juta dalam Delapan Menit
71
PH 68 Keju Super Lumer
72
PH 69 Pepaya Alat Balas Dendam
73
PH 70 Susu Penyembuh Patah Tulang
74
PH 71 Debat Para Dokter
75
PH 72 Misi Selesai
76
PH 73 Amrul dan Lani (1)
77
PH 74 Amrul dan Lani (2)
78
PH 75 Ditangkap Polisi
79
PH 76 Kebahagiaan Yang Singkat
80
PH 77 Orang-Orang yang Menjamin Seno
81
PH 78 Mencabut Laporan
82
PH 79 Dua Pepaya Seratus Juta Rupiah
83
PH 80 Orang Yang Tidak Menyerah
84
PH 81 Lamaran Dua Minggu Lagi
85
PH 82 Betty Melahirkan
86
PH 83 Misi Berat
87
PH 84 Ekspedisi Thorbiorn (1)
88
PH 85 Ekspedisi Thorbiorn (2)
89
PH 86 Ekspedisi Thorbiorn (3)
90
PH 87 Sosok Berjubah Hitam (1)
91
PH 88 Sosok Berjubah Hitam (2)
92
PH 89 Telepon dari Miranda
93
PH 90 Resmi
94
PH 91 Seperti Monyet
95
PH 92 Cokelat Pemulih Tenaga
96
PH 93 Memenangkan Empat Give Away
97
PH 94 Keluarga Miranda
98
PH 95 Penolakan Keluarga Dina (1)
99
PH 96 Penolakan Keluarga Dina (2)
100
PH 97 Tiarsus Ularalei
101
PH 98 Rencana Lain Seno
102
PH 99 Video Parkour Yang Menghebohkan
103
PH 100 Restu
104
PH 101 Kebun Level 6
105
PH 102 Misi Berat Lainya - Taklukkan Mereka
106
PH 103 Kelinci Yang Ingin Membangun Rumah
107
PH 104 Misi Yang Cepat Selesai
108
PH 105 Dikerumuni Mahasiswa
109
PH 106 Dikerumuni Mahasiswa (2)
110
PH 107 Pertanyaan Dina
111
PH 108 Promosi Ray
112
PH 109 Promosi Ray (2)
113
PH 110 Rencana Pembuatan Website
114
PH 111 Manfaat Minuman Anggur Fermentasi
115
PH 112 Misi Yang Ditunda
116
PH 113 Resepsi Pernikahan
117
PH 114 Resepsi Pernikahan (2)
118
PH 115 Malam Pertama
119
PH 116 Sub Sistem
120
PH 117 Sub Sistem (2)
121
PH 118 Sub Sistem (3)
122
PH 119 Ekspedisi Penaklukkan (1)
123
PH 120 Ekspedisi Penaklukkan (2)
124
PH 121 Ekspedisi Penaklukkan (3)
125
PH 122 Gylinox
126
PH 123 Perkemahan Tentara
127
PH 124 Pertengkaran
128
PH 125 Hipotesis Seno
129
PH 126 Kenaikan Harga
130
PH 127 Eksplorasi Dimensi Baru
131
PH 128 Benda Di Dalam Gua
132
Bukan Update (Rekomendasi Karya)
133
PH 129 Berlian Asli
134
PH 130 Diskusi
135
PH 131 Madu Lebah Amiagon
136
PH 132 Keantusiasan Miranda
137
PH 133 Pemindahan Portal
138
PH 134 Kedatangan Johan
139
Pengumuman
140
PH 135 Rp 450.000,-
141
PH 136 Azkareia
142
PH 137 Hukuman Untuk Azkareia
143
PH 138 Ekspedisi Cabe Rawit (1)
144
PH 139 Ekspedisi Cabe Rawit (2)
145
PH 140 Pamer Kekuatan
146
PH 141 Menaklukkan Momoy
147
rekomendasi
148
PH 142 Laporan Tiarsus
149
PH 143 Kekuatan Yang Bertambah
150
PH 144 Pulang
151
PH 145 Ayah Bunda
152
PH 146 Berbelanja (1)
153
PH 147 Berbelanja (2)
154
PH 148 Menjadi Lebih Terkenal
155
PH 149 Lalana Semeira, Laluna Semeira, dan Ruisyo Momoro
156
PH 150 Rp 100.000,-
157
PH 151 Tiga Jendral Yang Keras Kepala
158
PH 152 Kemampuan Baru Jasmine
159
PH 153 Pengawal Untuk Para Keluarga
160
PH 154 Rencana Miranda
161
PH 155 The Auction
162
PH 156 Tim Alpha Bergerak
163
PH 157 Penyesalan Roy
164
PH 158 Kehadiran Para Jendral
165
PH 159 Anak Buah Baru
166
PH 160 Naik Level
167
PH 161 Penelitian Dina
168
PH 162 Misi Yang Sangat, Sangat, dan Sangat Berat?
169
PH 163 Rapat Petinggi Militer
170
PH 164 Rapat Petinggi Militer (2)
171
PH 165 Roy dan Fantasinya
172
PH 167 Pertemuan (1)
173
PH 167 Pertemuan (2)
174
PH 168 Andre dan Indro
175
PH 169 Rumah Melati Putih
176
PH 170 Rumah Merah Putih (2)
177
PH 171 Undangan
178
PH 172 Pembicaraan Di Rumah Pohon
179
PH 173 Kembalinya Sistem
180
PH 174 Roy Yang Tidak Kembali
181
PH 175 Diskusi yang Gagal
182
PH 176 Memancing
183
PH 177 Diskusi yang Alot
184
PH 178
185
PH 179
186
PH 180 Laman Web Yang Tidak Bisa Diakses
187
PH 181 Rombongan Ibu-Ibu
188
PH 182 Pemilik Sistem Yang Lain
189
PH 183 Momoy yang Kecewa
190
PH 184 Pertumpahan Darah
191
PH 185 Lahan Penyimpanan
192
PH 186 Lelang
193
PH 187 Lelang (2)
194
PH 188 Lucas Giorgio
195
PH 189 Tiga Anak Buah Baru
196
PH 190 Dua Ayam Merah
197
PH 191 Sektor Baru
198
PH 192
199
PH 193
200
PH 194 Kemarahan Seno
201
PH 195 New York
202
PH 196 Pengintaian Roman
203
PH 197 Menyingkirkan Roman
204
PH 198 Tim Peretas
205
PH 199
206
PH 200
207
PH 201
208
PH 202 Anthony
209
PH 203
210
PH 204 Si Kejam Anthony
211
PH 205 Rapat Gabungan
212
PH 206 Permohonan Eko
213
PH 207 Pulang
214
PH 208 Inti Dimensi Yang Mengacau
215
PH 209
216
PH 210
217
PH 211 Kabur
218
PH 212
219
PH 213
220
PH 214
221
PH 215
222
PH 216
223
PH 217
224
PH 218
225
PH 219 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (1)
226
PH 220 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (2)
227
PH 221 Gosip Ibu-Ibu Arisan
228
PH 222 Ketidak Sabaran Berujung Petaka
229
PH 223
230
PH 224 Level 10
231
PH 225
232
PH 226 Melihat Rumah Baru
233
PH 227 Menunggu
234
PH 228 Solusi Sederhana
235
PH 229 Muradae
236
PH 230 Teh Hijau
237
PH 231 Inti Dimensi Lain
238
PH 232 Preman China
239
PH 233 Su Chen, Su Cai (1)
240
PH 234 Su Chen, Su Cai (2)
241
PH 235 Misi Selesai
242
PH 236 Ras Hujole dan Ras Mogoley
243
PH 237 Ratu Leleisa
244
PH 238 Efek Akhir Perang
245
PH 239
246
PH 240 Kemarahan Dua Istri Seno
247
PH 241
248
PH 242 Bangun
249
PH 243 Pengendali Tanah
250
PH 243 Kekacauan Yang Sistem Buat
251
PH 245 Pemikiran Dina
252
PH 246 Balas Dendam Seno
253
PH 247 Beragam Tanaman Baru (1)
254
PH 248 Beragam Tanaman Baru (2)
255
PH 249 Sendira
256
PH 250 Dimensi Di Dasar Laut
257
PH 251 Dimensi Baines (1)
258
PH 252 Dimensi Baines (2)
259
PH 253 Dimensi Baines (3)
260
PH 254 Enam Belas Bulan
261
PH 255 Tiga Tahun Delapan Bulan
262
PH 256
263
PH 257 Selamat Tinggal Erza
264
Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!