PH 10 Kenyang Sampai Sekarang

“Aku pulang.” Ucap Seno ketika memasuki rumahnya.

“Oh Mas Seno sudah pulang.” Ucap Anita.

Perempuan itu tertegun ketika melihat wajah Kakaknya yang sekarang lebab di beberapa bagian. Plester berwarna cokelat pun juga terlihat menghiasi beberapa bagian wajah laki-laki itu. Sekarang Anita bisa melihat kakaknya itu memaksakan memberinya senyuman dengan sudut bibirnya yang robek.

“Mas Seno kenapa? Kenapa wajah Mas Seno seperti itu? Siapa yang memukuli Mas hingga seperti ini?”

Anita tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran ketika mengatakan hal itu. Suaranya pun sedikit bergetar. Ia langsung melempar begitu saja sapu yang ia pegang. Ia kemudian menghapiri kakaknya itu.

Dengan begitu hati-hati, Anita menangkup wajah Seno dengan kedua tangannya. Ia kemudian mengamati lebih dekat luka yang ada di wajah Kakaknya itu.

“Aku nggak papa Nit, tenang aja nggak usah khawatir.” Ucap Seno.

“Nggak papa gimana? Lihat saja wajah Mas Seno jadi nggak berbentuk kayak gini. Gimana aku nggak khawatir coba.” Ucap Anita dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

“Siapa yang sudah pukulin Mas Seno hingga kayak gini?”

“Biar Mas jelaskan semuanya. Sekarang mana Renata? Ada yang harus kita diskusikan bersama.”

“Baiklah kalo gitu Mas Seno duduk aja dulu. Aku akan panggil Rena dulu.”

Meski Seno bisa berjalan sendiri tetap saja Anita menuntunnya hingga Kakaknya itu duduk di kursi. Setelahnya Anita berlari pergi ke kamar Renata. Tidak lama berselang Anita kembali dengan Renata mengekor di belakangnya.

“Siapa yang mukulin Kakak hingga kayak gini?” Tanya Renata khawatir.

“Hah.” Seno menarik nafas panjang. Laki-laki itu memulai ceritanya dengan Joko yang menawar sayur di kebun mereka dnegan harga rendah. Lalu, ia beralihke kebun mereka yang rusak, dan terakhir pemukulan yang dialaminya.

“Kita laporkan Pak Joko ke polisi saja kalau begitu Mas.” Ucap Anita setelah Seno menyelesaikan ceritanya.

“Kita nggak punya bukti mengenai keterlibatan Pak Joko dalam semua kejadian itu. Memang aku curiga Pak Joko juga memiliki keterlibatan dalam pengeroyokanku oleh para preman pasar itu. Tetapi, aku tidak punya bukti mengenai hal itu.”

“Aku sudah melaporkan kasus pengeroyokanku ke polisi. Aku hanya berharap polisi menemukan bukti keterlibatan Pak Joko dalam kasus itu. Kita tidak bisa menuduh di begitu saja.” Jelas Seno.

“Aku nggak nyangka ada orang sejahat Pak Joko. Seenaknya saja merusak kebun orang ketika kita tidak menjual sayur kepadanya. Lalu sekarang bagaimana dengan kebun kita Mas?” Tanya Renata.

“Ini juga yang ingin aku diskusikan dengan kalian. Aku belum berani menanami kebun kita yang di sana. Aku takut Pak Joko akan kembali merusak lagi sayuran yang ada di sana. Dia saja tidak behenti setelah merusak kebun kita, dan malah memukuliku.”

“Jadi kedepannya cukup beresiko untuk kita mengelola kebun itu. Kita sudah dimasukkan ke dalam daftar musuh dari Pak Joko. Jadi, apa saran kalian untuk hal ini? Apakah kita tetap menanami kebun tersebut atau kalian memiliki solusi lain?” Tanya Seno.

Ketiga bersaudara tersebut pun terdiam. Mereka kini mulai memikirkan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini.

“Apa kita jual saja kebun itu? Nanti uangnya bisa Mas Seno pakai sebagai modal usaha.” Saran Renata.

“Aku tidak setuju jika itu di jual. Kita tidak dalam keadaan terdesak dan sangat membutuhkan uang.”

“Benar kata Mas Seno. Kita tidak bisa menjualnya. Tetapi kita masih bisa menyewakannya kepada orang lain. Aku yakin ada yang mau menyewa kebun kita itu. Meskipun pendapatan perbulan kita akan berkurang, itu lebih baik daripada menjualnya atau membiarkannya menjadi gersang.” Imbuh Anita.

“Aku setuju dengan hal itu, bagaimana denganmu Rena?”

“Aku tidak masalah dengan pilihan itu. Tetapi, jika kita menyewakannya, bagaimana dengan Mas Seno? Dia tidak bisa lagi mengelola kebun itu. Lalu akan kerja apa Mas Seno setelah ini?”

“Kamu tenang saja Rena. Aku masih kita masih punya kebun belakang bukan? Aku bisa mengelola kebun itu.”

“Tetapi kebun di belakang rumah itu tidak terlalu luas. Jika Mas Seno hanya mengelola kebun itu saja tanpa ada pemasukan lainnya, maka pendapatan Mas Seno akan kurang bukan?”

“Memang yang kamu katakan itu ada benarnya. Pendapatanku akan berkurang banyak jika hanya mengandalkan kebun belakang. Tetapi itu dulu, sekarangs tidak lagi.” Jawab Seno.

“Maksud Mas Seno apa?” Tanya Anita.

“Seseorang tiba-tiba saja mengirimiku paket berisi bibit sayuran varietas baru. Masa tanam dari sayuran itu lebih cepat. Tidak hanya itu, manfaatnya juga menakjubkan. Menurutku itu bukan lagi disebut sebagai sayuran tetapi tanaman obat.”

“Satu wortelnya bisa terjual dengan harga lebih dari lima puluh ribu. Jadi, sekali panen pendapatanku tetap akan banyak. Bahkan ada kemungkinan lebih banyak daripada pendapatan yang aku peroleh dari kebun yang di sana.” Jelas Seno.

“Memangnya wortel apa yang dijual dengan harga segitu? Aku rasa jika kita membandrol dengan harga segitu, tidak akan ada yang mau membelinya. Orang bodoh mana yang mau membeli satu buah wortel yang setara dengan satu hari uang makan orang pada umumnya.” Ucap Anita.

“Aku sudah bertemu dengan orang bodoh itu. Dia adalah Miranda. Harga yang dia berikan padaku bahkan lebih tinggi lagi. Tujuh puluh ribu per buahnya.”

“Eh Miranda mau membelinya dengan harga segitu? Jangan-jangan dia beli dengan harga segitu karena pengen bantuin Mas Seno. Nggak mungkin ada wortel yang bisa terjual dengan harga seperti itu. Miranda nggak bisa Mas Seno jadi patokan bahwa wortel itu akan laku di harga segitu.” Jelas Anita.

Ucapan Anita ada benarnya. Meskipun Seno memiliki sayuran kualitas bagus, ia sulit menjualnya. Padahal, selisih harga di antara sayuran biasa milik Seno dengan sayuran pada umumnya, hanya dua hingga lima ribu rupiah saja.

Dengan selisih harga sebanyak itu saja Seno kesulitan menjualnya, apalagi sayuran khusus yang berasal dari sistem. Sudah jelas akan lebih sulit lagi. Jadi, meskipun bisnis ini memberikan Seno pendapayan besar, jika tidak ada satu pun yang membeli sayurnya, maka ia tidak akan pernah memiliki pendapatan.

“Hah.” Seno menghembuskan nafas panjang. “Kamu benar mengenai hal itu. Sangat sulit menjual sayuran dengan harga yang lebih tinggi dari pasaran. Meskipun sayur yang aku jual memiliki kualitas baik, tidak semua orang mau membayar lebih hanya untuk sebuah sayur dengan kulitas baik.”

“Ujung-ujungnya juga sama aja bukan?” Ucap Renata.

“Jika Mas Seno mengelola kebun itu, pasti Pak Joko akan menghalang-halangi agar selalu gagal. Pasti ujung-ujungnya kita harus menjual sayur itu ke Pak Joko dengan harga murah. Jika Mas Seno mengelola kebun belakang dan berhasil panen, pada akhirnya Mas Seno juga kesulitan menjual.”

“Semuanya sama saja bukan. Mas Seno akan sulit meneruskan bisnis almarhum orang tua kita. Jadi, kenapa kita tidak menjual kebun itu saja? Jika Mas Seno tidak segera mendapatkan pekerjaan dengan gaji tetap, maka cuti kuliah yang Mas Seno ambil akan sia-sia.” Jelas Renata.

“Hah.” Seno menghembuskan nafas panjang. “Aku tahu ini tidak akan semudah itu. Tetapi, aku masih ingin mencoba, aku belum menyerah. Beri aku waktu enam bulan ini. Aku akan berusaha mencari cara agar bisa menjual semua sayur-sayur itu.”

“Jika memang dalam waktu enam bulan ini aku tidak menghasilkan apapun, maka semester depan aku akan melanjutkan kuliahku. Mau kalian jual kebun itu atau disewakan saja itu nanti terserah kalian. Tetapi beri aku kesempatan untuk berusaha dulu.” Pinta Seno kepada kedua adiknya.

Seno tidak mau menyerah begitu saja. Ia masih belum memanfaatkan sistem yang ia terima dengan baik. Ini masih cukup awal untuk menyerah begitu saja. Rintangan yang ada saat ini belum cukup untuk menjadi alasan Seno menyerah.

“Baiklah aku tidak masalah dengan hal itu. Lagi pula sekarang sudah telat untuk masuk kuliah. Jadi Mas Seno manfaatkan saja waktu Mas untuk mengelola kebun belakang dengan baik.” Jawab Anita.

“Lalu kenapa Mas Seno memagari kebun kita itu? Apakah itu karena masalah Pak Joko?” Tanya Renata.

Renata cukup kaget ketika mengetahui bahwa kebun belakang rumah mereka sekarang tengah ada pengerjaan pagar yang cukup tinggi. Sebelumnya Renata ingin menanyakannya kepada Seno ketika Kakaknya datang.

Tetapi karena keadaan Seno ketika datang dan pembicaraan yang mereka lakukan setelahnya, Renata lupa menanyakannya. Sekarang setelah mereka menemukan kesimpulan dari pembicaraan mereka, Renata menayanyakan hal ini kepada Seno.

“Ya itu ada hubungannya dengan Pak Joko. Selain itu, aku membangun pagar itu untuk melindungi varietas baru sayuran yang aku punya. Ke depannya, jika sayuranku laku mahal pasti akan ada orang yang iri denganku.”

“Aku membangun tembok yang mengelilingi kebun untuk bersiap siap jika nanti ada orang yang berniat jahat padaku. Aku membangun pagar tembok itu dari uang yang aku pinjam dari Ferdi. Jadi, aku tidak memakai uang kalian.” Jelas Seno.

Setelah sampai di kamarnya, Seno baru sadar bahwa sejak siang tadi dirinya belum mengisi perutnya. Tetapi Seno tidak mengalami rasa lapar. Bahkan sampai sekarang.

"Sial. Kentang itu sungguh mengerikkan. Hanya empat potongan dadu aku jadi kenyang seharian seperti ini. Itu bahkan tidak ada seperempat dari kentang tadi."

"Jika begini, aku tidak akan lagi memakan kentang tersebut. Aku tidak akan bisa menikmati makanan lainnya jika aku memakannya."

Seno kemudian teringat akan sup yang ia tinggalkan tadi. Apakah sup itu dimakan salah satu adiknya, atau tetap dibiarkan di dapur.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Cerita konyolnya ini…mana ada dizaman hukum sudah berjalan orang bisa berbuat seenaknya….dasar author kotor otaknya….

2025-03-28

0

MATADEWA

MATADEWA

Next....

2023-02-06

1

dewa mabuk

dewa mabuk

jangan kan dua ribu, lima ratus perak pun di datengin warungnya sama ibuku

2022-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 PH 1 Kehidupan Baru Seno
2 PH 2 Stamina +2
3 PH 3 Ternyata Bisa Panen Lebih Cepat
4 PH 4 Tiga Wortel untuk Miranda
5 PH 5 Wortel yang Terasa Manis
6 PH 6 Manfaat Wortel yang Luar Biasa
7 PH 7 Kebun yang Gagal Panen
8 PH 8 Wortel Enam Belas Juta Rupiah (revisi)
9 PH 9 Babak Belur
10 PH 10 Kenyang Sampai Sekarang
11 PH 11 Balas Dendam Renata
12 PH 12 Berjualan Sayur Online (revisi)
13 PH 13 Pesanan Tujuh Puluh Juta
14 PH 14 Kehebohan Laman Lelang (revisi)
15 PH 15 Sangat Sulit Dicabut (revisi)
16 PH 16 Hewan Peliharaan Baru
17 PH 17 Kebun Di Dimensi Lain (revisi)
18 PH 18 Cara Panen Stamina (Revisi)
19 PH 19 Sultan Baru VS Sultan Batubara (revisi)
20 PH 20 Asisten Dalam Berkebun (Revisi)
21 PH 21 Lima Belas Juta Sangatlah Murah (Revisi)
22 PH 22 Bazaar Dimulai (revisi)
23 PH 23 Miko dan Fahmi (Revisi)
24 PH 24 Kentang Favorit Mahasiswa (Revisi)
25 pengumuman
26 PH 25 Keripik Kentang (revisi)
27 PH 26 Irfan (Revisi)
28 PH 27 Manfaat Brokoli (Revisi)
29 PH 28 Kerjasama Dengan Wira Supermarket (revisi)
30 PH 29 Penanda Tanganan Perjanjian (Revisi)
31 Pengumuman
32 PH 30 Kolonel Johan (1) (revisi)
33 PH 31 Kolonel Johan (2) (revisi)
34 pengumuman 3
35 PH 32 Mulutmu Harimaumu
36 PH 33 Siluman Peliharaan Seno (1)
37 PH 34 Siluman Peliharaan Seno (2)
38 Bab 35 Sonia
39 PH 36 Raisa
40 Bab 37 Sektor Perternakan
41 PH 38 Hampir Diseruduk Sapi
42 Bab 39 Memberi Makan Sapi
43 PH 40 Pandangan Iri Para Laki-laki
44 PH 41 Jendral Eko Susanto
45 PH 42 Melelang Kentang
46 PH 43 Penyusup
47 PH 44 Kulit Bercahaya Milik Seno
48 PH 45 Susu Grade D
49 PH 46 Sapi Penyuka EDM
50 PH 47 Bacalah
51 PH 48 Rapat Para Jendral
52 PH 49 Gempa
53 PH 50 Dunia Bawah
54 Bab 51 Jasmine
55 PH 52
56 PH 53 Perdebatan Para Jendral
57 PH 54 Pesta Ulang Tahun (1)
58 PH 55 Pesta Ulang Tahun (2)
59 PH 56 Begal
60 PH 57 Traktiran
61 PH 58 Balikan? Jangan Mimpi
62 PH 59 Naik Level
63 PH 60 Thorbiorn Arisson - Thor
64 PH 61 Hukuman Dua Milyar Rupiah
65 PH 62 Misi : Buat Olahan Susu
66 PH 63 Berbarengan Menjadi Pacar Seno??
67 PH 64 Sektor Pengolahan Hasil Kebun dan Ternak
68 PH 65 Model Promosi
69 PH 66 Menjadi Seperti Usia Dua Puluh Tahunan
70 PH 67 Seratus Lima Puluh Juta dalam Delapan Menit
71 PH 68 Keju Super Lumer
72 PH 69 Pepaya Alat Balas Dendam
73 PH 70 Susu Penyembuh Patah Tulang
74 PH 71 Debat Para Dokter
75 PH 72 Misi Selesai
76 PH 73 Amrul dan Lani (1)
77 PH 74 Amrul dan Lani (2)
78 PH 75 Ditangkap Polisi
79 PH 76 Kebahagiaan Yang Singkat
80 PH 77 Orang-Orang yang Menjamin Seno
81 PH 78 Mencabut Laporan
82 PH 79 Dua Pepaya Seratus Juta Rupiah
83 PH 80 Orang Yang Tidak Menyerah
84 PH 81 Lamaran Dua Minggu Lagi
85 PH 82 Betty Melahirkan
86 PH 83 Misi Berat
87 PH 84 Ekspedisi Thorbiorn (1)
88 PH 85 Ekspedisi Thorbiorn (2)
89 PH 86 Ekspedisi Thorbiorn (3)
90 PH 87 Sosok Berjubah Hitam (1)
91 PH 88 Sosok Berjubah Hitam (2)
92 PH 89 Telepon dari Miranda
93 PH 90 Resmi
94 PH 91 Seperti Monyet
95 PH 92 Cokelat Pemulih Tenaga
96 PH 93 Memenangkan Empat Give Away
97 PH 94 Keluarga Miranda
98 PH 95 Penolakan Keluarga Dina (1)
99 PH 96 Penolakan Keluarga Dina (2)
100 PH 97 Tiarsus Ularalei
101 PH 98 Rencana Lain Seno
102 PH 99 Video Parkour Yang Menghebohkan
103 PH 100 Restu
104 PH 101 Kebun Level 6
105 PH 102 Misi Berat Lainya - Taklukkan Mereka
106 PH 103 Kelinci Yang Ingin Membangun Rumah
107 PH 104 Misi Yang Cepat Selesai
108 PH 105 Dikerumuni Mahasiswa
109 PH 106 Dikerumuni Mahasiswa (2)
110 PH 107 Pertanyaan Dina
111 PH 108 Promosi Ray
112 PH 109 Promosi Ray (2)
113 PH 110 Rencana Pembuatan Website
114 PH 111 Manfaat Minuman Anggur Fermentasi
115 PH 112 Misi Yang Ditunda
116 PH 113 Resepsi Pernikahan
117 PH 114 Resepsi Pernikahan (2)
118 PH 115 Malam Pertama
119 PH 116 Sub Sistem
120 PH 117 Sub Sistem (2)
121 PH 118 Sub Sistem (3)
122 PH 119 Ekspedisi Penaklukkan (1)
123 PH 120 Ekspedisi Penaklukkan (2)
124 PH 121 Ekspedisi Penaklukkan (3)
125 PH 122 Gylinox
126 PH 123 Perkemahan Tentara
127 PH 124 Pertengkaran
128 PH 125 Hipotesis Seno
129 PH 126 Kenaikan Harga
130 PH 127 Eksplorasi Dimensi Baru
131 PH 128 Benda Di Dalam Gua
132 Bukan Update (Rekomendasi Karya)
133 PH 129 Berlian Asli
134 PH 130 Diskusi
135 PH 131 Madu Lebah Amiagon
136 PH 132 Keantusiasan Miranda
137 PH 133 Pemindahan Portal
138 PH 134 Kedatangan Johan
139 Pengumuman
140 PH 135 Rp 450.000,-
141 PH 136 Azkareia
142 PH 137 Hukuman Untuk Azkareia
143 PH 138 Ekspedisi Cabe Rawit (1)
144 PH 139 Ekspedisi Cabe Rawit (2)
145 PH 140 Pamer Kekuatan
146 PH 141 Menaklukkan Momoy
147 rekomendasi
148 PH 142 Laporan Tiarsus
149 PH 143 Kekuatan Yang Bertambah
150 PH 144 Pulang
151 PH 145 Ayah Bunda
152 PH 146 Berbelanja (1)
153 PH 147 Berbelanja (2)
154 PH 148 Menjadi Lebih Terkenal
155 PH 149 Lalana Semeira, Laluna Semeira, dan Ruisyo Momoro
156 PH 150 Rp 100.000,-
157 PH 151 Tiga Jendral Yang Keras Kepala
158 PH 152 Kemampuan Baru Jasmine
159 PH 153 Pengawal Untuk Para Keluarga
160 PH 154 Rencana Miranda
161 PH 155 The Auction
162 PH 156 Tim Alpha Bergerak
163 PH 157 Penyesalan Roy
164 PH 158 Kehadiran Para Jendral
165 PH 159 Anak Buah Baru
166 PH 160 Naik Level
167 PH 161 Penelitian Dina
168 PH 162 Misi Yang Sangat, Sangat, dan Sangat Berat?
169 PH 163 Rapat Petinggi Militer
170 PH 164 Rapat Petinggi Militer (2)
171 PH 165 Roy dan Fantasinya
172 PH 167 Pertemuan (1)
173 PH 167 Pertemuan (2)
174 PH 168 Andre dan Indro
175 PH 169 Rumah Melati Putih
176 PH 170 Rumah Merah Putih (2)
177 PH 171 Undangan
178 PH 172 Pembicaraan Di Rumah Pohon
179 PH 173 Kembalinya Sistem
180 PH 174 Roy Yang Tidak Kembali
181 PH 175 Diskusi yang Gagal
182 PH 176 Memancing
183 PH 177 Diskusi yang Alot
184 PH 178
185 PH 179
186 PH 180 Laman Web Yang Tidak Bisa Diakses
187 PH 181 Rombongan Ibu-Ibu
188 PH 182 Pemilik Sistem Yang Lain
189 PH 183 Momoy yang Kecewa
190 PH 184 Pertumpahan Darah
191 PH 185 Lahan Penyimpanan
192 PH 186 Lelang
193 PH 187 Lelang (2)
194 PH 188 Lucas Giorgio
195 PH 189 Tiga Anak Buah Baru
196 PH 190 Dua Ayam Merah
197 PH 191 Sektor Baru
198 PH 192
199 PH 193
200 PH 194 Kemarahan Seno
201 PH 195 New York
202 PH 196 Pengintaian Roman
203 PH 197 Menyingkirkan Roman
204 PH 198 Tim Peretas
205 PH 199
206 PH 200
207 PH 201
208 PH 202 Anthony
209 PH 203
210 PH 204 Si Kejam Anthony
211 PH 205 Rapat Gabungan
212 PH 206 Permohonan Eko
213 PH 207 Pulang
214 PH 208 Inti Dimensi Yang Mengacau
215 PH 209
216 PH 210
217 PH 211 Kabur
218 PH 212
219 PH 213
220 PH 214
221 PH 215
222 PH 216
223 PH 217
224 PH 218
225 PH 219 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (1)
226 PH 220 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (2)
227 PH 221 Gosip Ibu-Ibu Arisan
228 PH 222 Ketidak Sabaran Berujung Petaka
229 PH 223
230 PH 224 Level 10
231 PH 225
232 PH 226 Melihat Rumah Baru
233 PH 227 Menunggu
234 PH 228 Solusi Sederhana
235 PH 229 Muradae
236 PH 230 Teh Hijau
237 PH 231 Inti Dimensi Lain
238 PH 232 Preman China
239 PH 233 Su Chen, Su Cai (1)
240 PH 234 Su Chen, Su Cai (2)
241 PH 235 Misi Selesai
242 PH 236 Ras Hujole dan Ras Mogoley
243 PH 237 Ratu Leleisa
244 PH 238 Efek Akhir Perang
245 PH 239
246 PH 240 Kemarahan Dua Istri Seno
247 PH 241
248 PH 242 Bangun
249 PH 243 Pengendali Tanah
250 PH 243 Kekacauan Yang Sistem Buat
251 PH 245 Pemikiran Dina
252 PH 246 Balas Dendam Seno
253 PH 247 Beragam Tanaman Baru (1)
254 PH 248 Beragam Tanaman Baru (2)
255 PH 249 Sendira
256 PH 250 Dimensi Di Dasar Laut
257 PH 251 Dimensi Baines (1)
258 PH 252 Dimensi Baines (2)
259 PH 253 Dimensi Baines (3)
260 PH 254 Enam Belas Bulan
261 PH 255 Tiga Tahun Delapan Bulan
262 PH 256
263 PH 257 Selamat Tinggal Erza
264 Terima Kasih
Episodes

Updated 264 Episodes

1
PH 1 Kehidupan Baru Seno
2
PH 2 Stamina +2
3
PH 3 Ternyata Bisa Panen Lebih Cepat
4
PH 4 Tiga Wortel untuk Miranda
5
PH 5 Wortel yang Terasa Manis
6
PH 6 Manfaat Wortel yang Luar Biasa
7
PH 7 Kebun yang Gagal Panen
8
PH 8 Wortel Enam Belas Juta Rupiah (revisi)
9
PH 9 Babak Belur
10
PH 10 Kenyang Sampai Sekarang
11
PH 11 Balas Dendam Renata
12
PH 12 Berjualan Sayur Online (revisi)
13
PH 13 Pesanan Tujuh Puluh Juta
14
PH 14 Kehebohan Laman Lelang (revisi)
15
PH 15 Sangat Sulit Dicabut (revisi)
16
PH 16 Hewan Peliharaan Baru
17
PH 17 Kebun Di Dimensi Lain (revisi)
18
PH 18 Cara Panen Stamina (Revisi)
19
PH 19 Sultan Baru VS Sultan Batubara (revisi)
20
PH 20 Asisten Dalam Berkebun (Revisi)
21
PH 21 Lima Belas Juta Sangatlah Murah (Revisi)
22
PH 22 Bazaar Dimulai (revisi)
23
PH 23 Miko dan Fahmi (Revisi)
24
PH 24 Kentang Favorit Mahasiswa (Revisi)
25
pengumuman
26
PH 25 Keripik Kentang (revisi)
27
PH 26 Irfan (Revisi)
28
PH 27 Manfaat Brokoli (Revisi)
29
PH 28 Kerjasama Dengan Wira Supermarket (revisi)
30
PH 29 Penanda Tanganan Perjanjian (Revisi)
31
Pengumuman
32
PH 30 Kolonel Johan (1) (revisi)
33
PH 31 Kolonel Johan (2) (revisi)
34
pengumuman 3
35
PH 32 Mulutmu Harimaumu
36
PH 33 Siluman Peliharaan Seno (1)
37
PH 34 Siluman Peliharaan Seno (2)
38
Bab 35 Sonia
39
PH 36 Raisa
40
Bab 37 Sektor Perternakan
41
PH 38 Hampir Diseruduk Sapi
42
Bab 39 Memberi Makan Sapi
43
PH 40 Pandangan Iri Para Laki-laki
44
PH 41 Jendral Eko Susanto
45
PH 42 Melelang Kentang
46
PH 43 Penyusup
47
PH 44 Kulit Bercahaya Milik Seno
48
PH 45 Susu Grade D
49
PH 46 Sapi Penyuka EDM
50
PH 47 Bacalah
51
PH 48 Rapat Para Jendral
52
PH 49 Gempa
53
PH 50 Dunia Bawah
54
Bab 51 Jasmine
55
PH 52
56
PH 53 Perdebatan Para Jendral
57
PH 54 Pesta Ulang Tahun (1)
58
PH 55 Pesta Ulang Tahun (2)
59
PH 56 Begal
60
PH 57 Traktiran
61
PH 58 Balikan? Jangan Mimpi
62
PH 59 Naik Level
63
PH 60 Thorbiorn Arisson - Thor
64
PH 61 Hukuman Dua Milyar Rupiah
65
PH 62 Misi : Buat Olahan Susu
66
PH 63 Berbarengan Menjadi Pacar Seno??
67
PH 64 Sektor Pengolahan Hasil Kebun dan Ternak
68
PH 65 Model Promosi
69
PH 66 Menjadi Seperti Usia Dua Puluh Tahunan
70
PH 67 Seratus Lima Puluh Juta dalam Delapan Menit
71
PH 68 Keju Super Lumer
72
PH 69 Pepaya Alat Balas Dendam
73
PH 70 Susu Penyembuh Patah Tulang
74
PH 71 Debat Para Dokter
75
PH 72 Misi Selesai
76
PH 73 Amrul dan Lani (1)
77
PH 74 Amrul dan Lani (2)
78
PH 75 Ditangkap Polisi
79
PH 76 Kebahagiaan Yang Singkat
80
PH 77 Orang-Orang yang Menjamin Seno
81
PH 78 Mencabut Laporan
82
PH 79 Dua Pepaya Seratus Juta Rupiah
83
PH 80 Orang Yang Tidak Menyerah
84
PH 81 Lamaran Dua Minggu Lagi
85
PH 82 Betty Melahirkan
86
PH 83 Misi Berat
87
PH 84 Ekspedisi Thorbiorn (1)
88
PH 85 Ekspedisi Thorbiorn (2)
89
PH 86 Ekspedisi Thorbiorn (3)
90
PH 87 Sosok Berjubah Hitam (1)
91
PH 88 Sosok Berjubah Hitam (2)
92
PH 89 Telepon dari Miranda
93
PH 90 Resmi
94
PH 91 Seperti Monyet
95
PH 92 Cokelat Pemulih Tenaga
96
PH 93 Memenangkan Empat Give Away
97
PH 94 Keluarga Miranda
98
PH 95 Penolakan Keluarga Dina (1)
99
PH 96 Penolakan Keluarga Dina (2)
100
PH 97 Tiarsus Ularalei
101
PH 98 Rencana Lain Seno
102
PH 99 Video Parkour Yang Menghebohkan
103
PH 100 Restu
104
PH 101 Kebun Level 6
105
PH 102 Misi Berat Lainya - Taklukkan Mereka
106
PH 103 Kelinci Yang Ingin Membangun Rumah
107
PH 104 Misi Yang Cepat Selesai
108
PH 105 Dikerumuni Mahasiswa
109
PH 106 Dikerumuni Mahasiswa (2)
110
PH 107 Pertanyaan Dina
111
PH 108 Promosi Ray
112
PH 109 Promosi Ray (2)
113
PH 110 Rencana Pembuatan Website
114
PH 111 Manfaat Minuman Anggur Fermentasi
115
PH 112 Misi Yang Ditunda
116
PH 113 Resepsi Pernikahan
117
PH 114 Resepsi Pernikahan (2)
118
PH 115 Malam Pertama
119
PH 116 Sub Sistem
120
PH 117 Sub Sistem (2)
121
PH 118 Sub Sistem (3)
122
PH 119 Ekspedisi Penaklukkan (1)
123
PH 120 Ekspedisi Penaklukkan (2)
124
PH 121 Ekspedisi Penaklukkan (3)
125
PH 122 Gylinox
126
PH 123 Perkemahan Tentara
127
PH 124 Pertengkaran
128
PH 125 Hipotesis Seno
129
PH 126 Kenaikan Harga
130
PH 127 Eksplorasi Dimensi Baru
131
PH 128 Benda Di Dalam Gua
132
Bukan Update (Rekomendasi Karya)
133
PH 129 Berlian Asli
134
PH 130 Diskusi
135
PH 131 Madu Lebah Amiagon
136
PH 132 Keantusiasan Miranda
137
PH 133 Pemindahan Portal
138
PH 134 Kedatangan Johan
139
Pengumuman
140
PH 135 Rp 450.000,-
141
PH 136 Azkareia
142
PH 137 Hukuman Untuk Azkareia
143
PH 138 Ekspedisi Cabe Rawit (1)
144
PH 139 Ekspedisi Cabe Rawit (2)
145
PH 140 Pamer Kekuatan
146
PH 141 Menaklukkan Momoy
147
rekomendasi
148
PH 142 Laporan Tiarsus
149
PH 143 Kekuatan Yang Bertambah
150
PH 144 Pulang
151
PH 145 Ayah Bunda
152
PH 146 Berbelanja (1)
153
PH 147 Berbelanja (2)
154
PH 148 Menjadi Lebih Terkenal
155
PH 149 Lalana Semeira, Laluna Semeira, dan Ruisyo Momoro
156
PH 150 Rp 100.000,-
157
PH 151 Tiga Jendral Yang Keras Kepala
158
PH 152 Kemampuan Baru Jasmine
159
PH 153 Pengawal Untuk Para Keluarga
160
PH 154 Rencana Miranda
161
PH 155 The Auction
162
PH 156 Tim Alpha Bergerak
163
PH 157 Penyesalan Roy
164
PH 158 Kehadiran Para Jendral
165
PH 159 Anak Buah Baru
166
PH 160 Naik Level
167
PH 161 Penelitian Dina
168
PH 162 Misi Yang Sangat, Sangat, dan Sangat Berat?
169
PH 163 Rapat Petinggi Militer
170
PH 164 Rapat Petinggi Militer (2)
171
PH 165 Roy dan Fantasinya
172
PH 167 Pertemuan (1)
173
PH 167 Pertemuan (2)
174
PH 168 Andre dan Indro
175
PH 169 Rumah Melati Putih
176
PH 170 Rumah Merah Putih (2)
177
PH 171 Undangan
178
PH 172 Pembicaraan Di Rumah Pohon
179
PH 173 Kembalinya Sistem
180
PH 174 Roy Yang Tidak Kembali
181
PH 175 Diskusi yang Gagal
182
PH 176 Memancing
183
PH 177 Diskusi yang Alot
184
PH 178
185
PH 179
186
PH 180 Laman Web Yang Tidak Bisa Diakses
187
PH 181 Rombongan Ibu-Ibu
188
PH 182 Pemilik Sistem Yang Lain
189
PH 183 Momoy yang Kecewa
190
PH 184 Pertumpahan Darah
191
PH 185 Lahan Penyimpanan
192
PH 186 Lelang
193
PH 187 Lelang (2)
194
PH 188 Lucas Giorgio
195
PH 189 Tiga Anak Buah Baru
196
PH 190 Dua Ayam Merah
197
PH 191 Sektor Baru
198
PH 192
199
PH 193
200
PH 194 Kemarahan Seno
201
PH 195 New York
202
PH 196 Pengintaian Roman
203
PH 197 Menyingkirkan Roman
204
PH 198 Tim Peretas
205
PH 199
206
PH 200
207
PH 201
208
PH 202 Anthony
209
PH 203
210
PH 204 Si Kejam Anthony
211
PH 205 Rapat Gabungan
212
PH 206 Permohonan Eko
213
PH 207 Pulang
214
PH 208 Inti Dimensi Yang Mengacau
215
PH 209
216
PH 210
217
PH 211 Kabur
218
PH 212
219
PH 213
220
PH 214
221
PH 215
222
PH 216
223
PH 217
224
PH 218
225
PH 219 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (1)
226
PH 220 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (2)
227
PH 221 Gosip Ibu-Ibu Arisan
228
PH 222 Ketidak Sabaran Berujung Petaka
229
PH 223
230
PH 224 Level 10
231
PH 225
232
PH 226 Melihat Rumah Baru
233
PH 227 Menunggu
234
PH 228 Solusi Sederhana
235
PH 229 Muradae
236
PH 230 Teh Hijau
237
PH 231 Inti Dimensi Lain
238
PH 232 Preman China
239
PH 233 Su Chen, Su Cai (1)
240
PH 234 Su Chen, Su Cai (2)
241
PH 235 Misi Selesai
242
PH 236 Ras Hujole dan Ras Mogoley
243
PH 237 Ratu Leleisa
244
PH 238 Efek Akhir Perang
245
PH 239
246
PH 240 Kemarahan Dua Istri Seno
247
PH 241
248
PH 242 Bangun
249
PH 243 Pengendali Tanah
250
PH 243 Kekacauan Yang Sistem Buat
251
PH 245 Pemikiran Dina
252
PH 246 Balas Dendam Seno
253
PH 247 Beragam Tanaman Baru (1)
254
PH 248 Beragam Tanaman Baru (2)
255
PH 249 Sendira
256
PH 250 Dimensi Di Dasar Laut
257
PH 251 Dimensi Baines (1)
258
PH 252 Dimensi Baines (2)
259
PH 253 Dimensi Baines (3)
260
PH 254 Enam Belas Bulan
261
PH 255 Tiga Tahun Delapan Bulan
262
PH 256
263
PH 257 Selamat Tinggal Erza
264
Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!