PH 9 Babak Belur

Setelah mengirimkan wortel khusus itu ke rumah Miranda beserta beberapa sayuran lainnya sebagai bonus, Seno pergi ke pasar. Ia ingin menjual stok sayur miliknya ke pedagang yang ada di sana. Memang sebelum ini Seno sudah mendapatkan tujuh belas juta dari Miranda.

Tetapi Seno ingin mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi. Ini semua untuk membiayai kedua adiknya. Renata memiliki cita-cita menjadi dokter. Kuliah pada jurusan kedokteran itu tidak murah. Jadi Seno sebisa mungkin menabung banyak untuk memepersiapkan dana pendidikan adiknya itu.

Selain itu, Seno masih harus mengumpulkan uang untuk mengembalikan uang milik Ferdi yang sudah ia pakai. Jika Seno berhasil menjual semua sayur yang tersimpan di kotak penyimpanan sistem miliknya, pasti saldo di rekeningnya akan bertambah beberapa juta.

Pasar tujuan Seno adalah pasar tani yang paling dekat dengan rumahnya. Pasar ini cukup besar. Banyak sayuran yang dibawa ke sini. Setelah mermarkirkan motornya, Seno kemudian menghampiri pedagang sayur yang ada di sana.

Laki-laki itu menawarkan sayur dari kebunnya kepada pedagang. Ia juga membawa beberapa ikat sayurnya, dengan harapan mereka bisa tahu bahwa kualitas sayur milik Seno sangat baik. Tetapi Seno tidak mendapatkan respon yang ia harapkan. Ia malah dianggap remeh oleh pedagang.

“Harganya kemahalan Mas. Masih murah ke tengkulak yang lainnya. Kalo Mas-nya ngasih aku harga segitu, gimana aku bisa ambil untung Mas.” Ucap seorang ibu pedagang sayuran.

“Tetapi Bu, kualitas sayur dariku ini bagus. Lihat saja ini segar-segar dan warnanya hijau segar seperti ini. Jika ibu mengambil sayur dariku, maka aku akan mengirimkan sayur yang dipanen di sore harinya. Jadi, ketika Ibu menjualnya di pagi hari, sayur-sayurnya masih segar.”

Ibu pedagang sayur tersebut malah memandang Seno dengan pandangan mencemooh. Ia kemudian memegang sayuran yang dijadikan Seno sebagai contoh itu.

“Ini beneran hasil dari kebun punya Mas? Kok ini kayak yang ada di supermarket ya? Jangan-jangan Mas ini beli di supermarket lalu ngaku-ngaku hasil kebun sendiri ya?”

“Enggak Bu, sumpah ini hasil kebun saya sendiri.” Ucap Seno sembari mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.

“Nggak ah Mas. Aku nggak akan ambil. Itu kemahalan menurutku. Meski benar kualitas sayur kebun milik Mas sebagus itu, tetapi itu tidak cocok di jual di pasar tradisional seperti ini.” Jelas ibu pedagang sayuran.

Meski Seno sudah pindah ke beberapa lapak penjual sayur, respon yang mereka berikan tidak jauh berbeda. Mereka bilang bahwa harga yang Seno berikan terlalu mahal untuk mereka. Jadi, mereka tidak akan mengambil sayur milik Seno.

Beberapa pedagang memang berminat mengambil sayur dari Seno, tetapi mereka meminta Seno menurunkan harganya. Seno tidak bisa melakukan hal itu. Kualitas sayur miliknya ini jauh lebih baik daripada sayur pada umumnya. Jadi cukup wajar jika harganya lebih tinggi dari yang lain.

“Ternyata susah sekali menjual sayur langsung seperti ini. Jika begini, aku akan memiliki banyak stok tetapi tidak ada yang terjual. Meski panenku cepat, jika tidak menjadi penghasilan itu sama saja.” Gumam Seno.

Ketika Seno akan menuju ke parkiran. Tiga orang laki-laki menghadangnya. Wajah mereka cukup garang. Beberapa tato juga terlihat menghiasi kulit mereka. Seno berpikiran postif mengenai hal ini. Kemungkinan mereka hanya berpapasan saja dengannya.

“Permisi, maaf mau lewat.” Ucap Seno sembari mencoba melewati preman pasar tersebut.

Tetapi mereka juga bergerak menghadang jalan yang akan Seno ambil. Hal itu membuat Seno mengerutkan keningnya. Kenapa para preman pasar ini menghadangnya sekarang?

“Ada apa ini Mas? Kok menghadangku. Aku mau lewat, permisi.” Ucap Seno sekali lagi.

“Serahin duitmu dulu baru bisa lewat.” Ucap salah satu preman yang ada di sana.

Mendengar hal itu, Seno mengambil uang dua puluh ribu dari saku miliknya. Ia kemudian menyerahkannya kepada preman di depannya. “Ini Mas.”

“Apa-apaan ini. Cuma dua puluh ribu. Kamu pikir kami anak SD bisa seneng di kasih duit segitu. Ternyata Kamu ini minta dihajar rupanya.”

Tanpa menunggu Seno memberikan respon, ketiga preman tersebut kemudian mengerumuni Seno. Bergantian ketiganya melayangkan pukulan ke tubuh Seno.

Entah kenapa sekarang Seno bisa melihat pergerakan yang ketiga preman itu lakukan. Bahkan pergerakan kecil sekalipun bisa ia lihat. Hal itu tiba-tiba membuat Seno memikirkan wortel yang sebelumnya ia makan.

Wortel itu membuat matanya dapat memandang pergerakan seseorang secara mendetail. Ia baru sadar sekarang. Ternyata wortel itu tidak hanya menyembuhkan penyakit mata, tetapi juga membuat matanya memiliki kemampuan seperti ini.

Meskipun Seno seakan bisa membaca pergerakan mereka karena bisa melihat gerakan kecil yang mereka lakukan, tubuhnya tidak dapat mengimbangi kecepatan matanya menangkap pergerakan mereka.

Jadi, setelah beberapa kali berhasil menangkis serangan dari ketiga preman tersebut, pada akhirnya pukulan mereka mengenai tubuh Seno. Jika seperti ini, yang bisa Seno lakukan adalah melindungi bagian vital tubunya agar tidak terluka parah.

Andaikan Seno memiliki kemampuan bela diri, pasti sekarang dirinya akan bisa bertahan dari serangan ketiga preman tersebut. Wajah, perut, dan kaki Seno menjadi sasaran dari ketiga preman tersebut. Meski sebisa mungkin menghindar dan melindungi tubuhnya. Beberapa pukulan mereka akhirnya mengenai tubuh Seno.

Beberapa orang melihat kejadian pemukulan tersebut. Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang berniat menolong. Mereka tidak mau menjadi sasaran kemarahan ketiga preman tersebut. Apalagi kebanyakan yang datang ke pasar ini adalah ibu-ibu.

Jadi, mereka hanya bisa melihat Seno dihajar oleh ketiga preman tersebut. Tiga orang preman tersebut baru berhenti setelah Seno tersungkur di tanah. Sebelum pergi, preman tersebut mengambil sisa uang milik Seno yang ada di dompetnya.

“Mangkanya, jangan membantah orang lain kalo dimintai sesuatu. Turuti aja maunya. Sekarang Kamu tahu sendiri akibatnya jika melawan.” Bisik salah satu preman tersebut sebelum pergi dari sana.

Mendengar hal itu, Seno tahu bahwa pemalakan tadi hanyalah sebuah alasan. Tujuan utama mereka adalah menghajar Seno. Ada seseorang yang menyuruh mereka melakukan hal itu.

Pantas saja para preman itu meminta lebih ketika Seno memberi mereka uang dua puluh ribu. Biasanya mereka menerima saja uang yang diberikan. Tidak menarget seperti sekarang. Semua itu karena mereka ingin menjadikan Seno yang memberi uang kecil, sebagai alasan mereka menghajarnya.

Setelah preman itu benar-benar pergi, beberapa orang yang baik hati mendatangi Seno. Mereka membantu laki-laki itu bangkit dan menanyakan keadaanya.

“Mas nggak papa?” tanya seseorang.

“Makasih sudah membantu. Aku baik-baik saja. Terima kasih semuanya.”

“Mas lebih baik Mas periksakan diri ke rumah sakit. Takutnya entar ada yang luka parah.” Ucap seorang Ibu ikut menolong Seno.

“Baik terima kasih semuanya.”

Seno mengecek isi dompetnya. Selain uang sebesar tiga ratus ribu di dompetnya, tidak ada yang berkurang dari dompetnya. Seno lalu menyimpan

Setelah itu dengan sedikit terseok-seok, Seno melangkah menuju motor miliknya. Sepertinya tadi salah satu preman menginjak kakinya dengan keras. Saat ini salah satu kakinya terasa sakit. Seno memaksakan dirinya untuk mengendarai motornya menuju ke rumah sakit.

Seno ingin melakukan visum sekarang. Hasil dari pemeriksaan tersebut nantinya akan ia bawa ke kantor polisi untuk melaporkan pemukulannya ini. Itu akan menjadi bukti yang cukup kuat untuk menjebloskan ketiga preman tadi ke penjara. Lebih bagus lagi jika dalang di balik semua ini juga ikut masuk penjara.

Hasil pemeriksaan dari rumah sakit menunjukkan bahwa tidak ada luka yang serius di tubuh Seno. Hanya lebam-lebam di wajahnya saja yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh dan tidak berbekas.

Setelah dari rumah sakit, Seno langsung menuju ke kantor polisi terdekat. Laporan dari Seno langsung diproses oleh polisi. Beberapa pertanyaan Seno terima dari polisi yang menerima laporannya.

Semua proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Seno baru kembali ke rumahnya ketika hari menjelang gelap. Apalagi dengan keadaannya yang sekarang, Seno tidak bisa memacu motor miliknya dalam kecepatan tinggi.

Ketika sampai di rumah, lampu ruang tamunya sudah menyala. Itu berarti adiknya sudah pulang. Jika mereka melihat Seno dengan kondisi seperti ini, kedua adiknya pasti khawatir. Ini berarti, Seno harus bisa menenangkan kedua adiknya setelah ini.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Author begho taiklah….bikin cerita kok kek gini dasar

2025-03-28

0

Rest Area

Rest Area

TOLOL LEMAH.. TAIK

2024-10-31

0

S Property

S Property

punya sistem tapi lemah lawak bngt ni cerita

2024-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 PH 1 Kehidupan Baru Seno
2 PH 2 Stamina +2
3 PH 3 Ternyata Bisa Panen Lebih Cepat
4 PH 4 Tiga Wortel untuk Miranda
5 PH 5 Wortel yang Terasa Manis
6 PH 6 Manfaat Wortel yang Luar Biasa
7 PH 7 Kebun yang Gagal Panen
8 PH 8 Wortel Enam Belas Juta Rupiah (revisi)
9 PH 9 Babak Belur
10 PH 10 Kenyang Sampai Sekarang
11 PH 11 Balas Dendam Renata
12 PH 12 Berjualan Sayur Online (revisi)
13 PH 13 Pesanan Tujuh Puluh Juta
14 PH 14 Kehebohan Laman Lelang (revisi)
15 PH 15 Sangat Sulit Dicabut (revisi)
16 PH 16 Hewan Peliharaan Baru
17 PH 17 Kebun Di Dimensi Lain (revisi)
18 PH 18 Cara Panen Stamina (Revisi)
19 PH 19 Sultan Baru VS Sultan Batubara (revisi)
20 PH 20 Asisten Dalam Berkebun (Revisi)
21 PH 21 Lima Belas Juta Sangatlah Murah (Revisi)
22 PH 22 Bazaar Dimulai (revisi)
23 PH 23 Miko dan Fahmi (Revisi)
24 PH 24 Kentang Favorit Mahasiswa (Revisi)
25 pengumuman
26 PH 25 Keripik Kentang (revisi)
27 PH 26 Irfan (Revisi)
28 PH 27 Manfaat Brokoli (Revisi)
29 PH 28 Kerjasama Dengan Wira Supermarket (revisi)
30 PH 29 Penanda Tanganan Perjanjian (Revisi)
31 Pengumuman
32 PH 30 Kolonel Johan (1) (revisi)
33 PH 31 Kolonel Johan (2) (revisi)
34 pengumuman 3
35 PH 32 Mulutmu Harimaumu
36 PH 33 Siluman Peliharaan Seno (1)
37 PH 34 Siluman Peliharaan Seno (2)
38 Bab 35 Sonia
39 PH 36 Raisa
40 Bab 37 Sektor Perternakan
41 PH 38 Hampir Diseruduk Sapi
42 Bab 39 Memberi Makan Sapi
43 PH 40 Pandangan Iri Para Laki-laki
44 PH 41 Jendral Eko Susanto
45 PH 42 Melelang Kentang
46 PH 43 Penyusup
47 PH 44 Kulit Bercahaya Milik Seno
48 PH 45 Susu Grade D
49 PH 46 Sapi Penyuka EDM
50 PH 47 Bacalah
51 PH 48 Rapat Para Jendral
52 PH 49 Gempa
53 PH 50 Dunia Bawah
54 Bab 51 Jasmine
55 PH 52
56 PH 53 Perdebatan Para Jendral
57 PH 54 Pesta Ulang Tahun (1)
58 PH 55 Pesta Ulang Tahun (2)
59 PH 56 Begal
60 PH 57 Traktiran
61 PH 58 Balikan? Jangan Mimpi
62 PH 59 Naik Level
63 PH 60 Thorbiorn Arisson - Thor
64 PH 61 Hukuman Dua Milyar Rupiah
65 PH 62 Misi : Buat Olahan Susu
66 PH 63 Berbarengan Menjadi Pacar Seno??
67 PH 64 Sektor Pengolahan Hasil Kebun dan Ternak
68 PH 65 Model Promosi
69 PH 66 Menjadi Seperti Usia Dua Puluh Tahunan
70 PH 67 Seratus Lima Puluh Juta dalam Delapan Menit
71 PH 68 Keju Super Lumer
72 PH 69 Pepaya Alat Balas Dendam
73 PH 70 Susu Penyembuh Patah Tulang
74 PH 71 Debat Para Dokter
75 PH 72 Misi Selesai
76 PH 73 Amrul dan Lani (1)
77 PH 74 Amrul dan Lani (2)
78 PH 75 Ditangkap Polisi
79 PH 76 Kebahagiaan Yang Singkat
80 PH 77 Orang-Orang yang Menjamin Seno
81 PH 78 Mencabut Laporan
82 PH 79 Dua Pepaya Seratus Juta Rupiah
83 PH 80 Orang Yang Tidak Menyerah
84 PH 81 Lamaran Dua Minggu Lagi
85 PH 82 Betty Melahirkan
86 PH 83 Misi Berat
87 PH 84 Ekspedisi Thorbiorn (1)
88 PH 85 Ekspedisi Thorbiorn (2)
89 PH 86 Ekspedisi Thorbiorn (3)
90 PH 87 Sosok Berjubah Hitam (1)
91 PH 88 Sosok Berjubah Hitam (2)
92 PH 89 Telepon dari Miranda
93 PH 90 Resmi
94 PH 91 Seperti Monyet
95 PH 92 Cokelat Pemulih Tenaga
96 PH 93 Memenangkan Empat Give Away
97 PH 94 Keluarga Miranda
98 PH 95 Penolakan Keluarga Dina (1)
99 PH 96 Penolakan Keluarga Dina (2)
100 PH 97 Tiarsus Ularalei
101 PH 98 Rencana Lain Seno
102 PH 99 Video Parkour Yang Menghebohkan
103 PH 100 Restu
104 PH 101 Kebun Level 6
105 PH 102 Misi Berat Lainya - Taklukkan Mereka
106 PH 103 Kelinci Yang Ingin Membangun Rumah
107 PH 104 Misi Yang Cepat Selesai
108 PH 105 Dikerumuni Mahasiswa
109 PH 106 Dikerumuni Mahasiswa (2)
110 PH 107 Pertanyaan Dina
111 PH 108 Promosi Ray
112 PH 109 Promosi Ray (2)
113 PH 110 Rencana Pembuatan Website
114 PH 111 Manfaat Minuman Anggur Fermentasi
115 PH 112 Misi Yang Ditunda
116 PH 113 Resepsi Pernikahan
117 PH 114 Resepsi Pernikahan (2)
118 PH 115 Malam Pertama
119 PH 116 Sub Sistem
120 PH 117 Sub Sistem (2)
121 PH 118 Sub Sistem (3)
122 PH 119 Ekspedisi Penaklukkan (1)
123 PH 120 Ekspedisi Penaklukkan (2)
124 PH 121 Ekspedisi Penaklukkan (3)
125 PH 122 Gylinox
126 PH 123 Perkemahan Tentara
127 PH 124 Pertengkaran
128 PH 125 Hipotesis Seno
129 PH 126 Kenaikan Harga
130 PH 127 Eksplorasi Dimensi Baru
131 PH 128 Benda Di Dalam Gua
132 Bukan Update (Rekomendasi Karya)
133 PH 129 Berlian Asli
134 PH 130 Diskusi
135 PH 131 Madu Lebah Amiagon
136 PH 132 Keantusiasan Miranda
137 PH 133 Pemindahan Portal
138 PH 134 Kedatangan Johan
139 Pengumuman
140 PH 135 Rp 450.000,-
141 PH 136 Azkareia
142 PH 137 Hukuman Untuk Azkareia
143 PH 138 Ekspedisi Cabe Rawit (1)
144 PH 139 Ekspedisi Cabe Rawit (2)
145 PH 140 Pamer Kekuatan
146 PH 141 Menaklukkan Momoy
147 rekomendasi
148 PH 142 Laporan Tiarsus
149 PH 143 Kekuatan Yang Bertambah
150 PH 144 Pulang
151 PH 145 Ayah Bunda
152 PH 146 Berbelanja (1)
153 PH 147 Berbelanja (2)
154 PH 148 Menjadi Lebih Terkenal
155 PH 149 Lalana Semeira, Laluna Semeira, dan Ruisyo Momoro
156 PH 150 Rp 100.000,-
157 PH 151 Tiga Jendral Yang Keras Kepala
158 PH 152 Kemampuan Baru Jasmine
159 PH 153 Pengawal Untuk Para Keluarga
160 PH 154 Rencana Miranda
161 PH 155 The Auction
162 PH 156 Tim Alpha Bergerak
163 PH 157 Penyesalan Roy
164 PH 158 Kehadiran Para Jendral
165 PH 159 Anak Buah Baru
166 PH 160 Naik Level
167 PH 161 Penelitian Dina
168 PH 162 Misi Yang Sangat, Sangat, dan Sangat Berat?
169 PH 163 Rapat Petinggi Militer
170 PH 164 Rapat Petinggi Militer (2)
171 PH 165 Roy dan Fantasinya
172 PH 167 Pertemuan (1)
173 PH 167 Pertemuan (2)
174 PH 168 Andre dan Indro
175 PH 169 Rumah Melati Putih
176 PH 170 Rumah Merah Putih (2)
177 PH 171 Undangan
178 PH 172 Pembicaraan Di Rumah Pohon
179 PH 173 Kembalinya Sistem
180 PH 174 Roy Yang Tidak Kembali
181 PH 175 Diskusi yang Gagal
182 PH 176 Memancing
183 PH 177 Diskusi yang Alot
184 PH 178
185 PH 179
186 PH 180 Laman Web Yang Tidak Bisa Diakses
187 PH 181 Rombongan Ibu-Ibu
188 PH 182 Pemilik Sistem Yang Lain
189 PH 183 Momoy yang Kecewa
190 PH 184 Pertumpahan Darah
191 PH 185 Lahan Penyimpanan
192 PH 186 Lelang
193 PH 187 Lelang (2)
194 PH 188 Lucas Giorgio
195 PH 189 Tiga Anak Buah Baru
196 PH 190 Dua Ayam Merah
197 PH 191 Sektor Baru
198 PH 192
199 PH 193
200 PH 194 Kemarahan Seno
201 PH 195 New York
202 PH 196 Pengintaian Roman
203 PH 197 Menyingkirkan Roman
204 PH 198 Tim Peretas
205 PH 199
206 PH 200
207 PH 201
208 PH 202 Anthony
209 PH 203
210 PH 204 Si Kejam Anthony
211 PH 205 Rapat Gabungan
212 PH 206 Permohonan Eko
213 PH 207 Pulang
214 PH 208 Inti Dimensi Yang Mengacau
215 PH 209
216 PH 210
217 PH 211 Kabur
218 PH 212
219 PH 213
220 PH 214
221 PH 215
222 PH 216
223 PH 217
224 PH 218
225 PH 219 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (1)
226 PH 220 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (2)
227 PH 221 Gosip Ibu-Ibu Arisan
228 PH 222 Ketidak Sabaran Berujung Petaka
229 PH 223
230 PH 224 Level 10
231 PH 225
232 PH 226 Melihat Rumah Baru
233 PH 227 Menunggu
234 PH 228 Solusi Sederhana
235 PH 229 Muradae
236 PH 230 Teh Hijau
237 PH 231 Inti Dimensi Lain
238 PH 232 Preman China
239 PH 233 Su Chen, Su Cai (1)
240 PH 234 Su Chen, Su Cai (2)
241 PH 235 Misi Selesai
242 PH 236 Ras Hujole dan Ras Mogoley
243 PH 237 Ratu Leleisa
244 PH 238 Efek Akhir Perang
245 PH 239
246 PH 240 Kemarahan Dua Istri Seno
247 PH 241
248 PH 242 Bangun
249 PH 243 Pengendali Tanah
250 PH 243 Kekacauan Yang Sistem Buat
251 PH 245 Pemikiran Dina
252 PH 246 Balas Dendam Seno
253 PH 247 Beragam Tanaman Baru (1)
254 PH 248 Beragam Tanaman Baru (2)
255 PH 249 Sendira
256 PH 250 Dimensi Di Dasar Laut
257 PH 251 Dimensi Baines (1)
258 PH 252 Dimensi Baines (2)
259 PH 253 Dimensi Baines (3)
260 PH 254 Enam Belas Bulan
261 PH 255 Tiga Tahun Delapan Bulan
262 PH 256
263 PH 257 Selamat Tinggal Erza
264 Terima Kasih
Episodes

Updated 264 Episodes

1
PH 1 Kehidupan Baru Seno
2
PH 2 Stamina +2
3
PH 3 Ternyata Bisa Panen Lebih Cepat
4
PH 4 Tiga Wortel untuk Miranda
5
PH 5 Wortel yang Terasa Manis
6
PH 6 Manfaat Wortel yang Luar Biasa
7
PH 7 Kebun yang Gagal Panen
8
PH 8 Wortel Enam Belas Juta Rupiah (revisi)
9
PH 9 Babak Belur
10
PH 10 Kenyang Sampai Sekarang
11
PH 11 Balas Dendam Renata
12
PH 12 Berjualan Sayur Online (revisi)
13
PH 13 Pesanan Tujuh Puluh Juta
14
PH 14 Kehebohan Laman Lelang (revisi)
15
PH 15 Sangat Sulit Dicabut (revisi)
16
PH 16 Hewan Peliharaan Baru
17
PH 17 Kebun Di Dimensi Lain (revisi)
18
PH 18 Cara Panen Stamina (Revisi)
19
PH 19 Sultan Baru VS Sultan Batubara (revisi)
20
PH 20 Asisten Dalam Berkebun (Revisi)
21
PH 21 Lima Belas Juta Sangatlah Murah (Revisi)
22
PH 22 Bazaar Dimulai (revisi)
23
PH 23 Miko dan Fahmi (Revisi)
24
PH 24 Kentang Favorit Mahasiswa (Revisi)
25
pengumuman
26
PH 25 Keripik Kentang (revisi)
27
PH 26 Irfan (Revisi)
28
PH 27 Manfaat Brokoli (Revisi)
29
PH 28 Kerjasama Dengan Wira Supermarket (revisi)
30
PH 29 Penanda Tanganan Perjanjian (Revisi)
31
Pengumuman
32
PH 30 Kolonel Johan (1) (revisi)
33
PH 31 Kolonel Johan (2) (revisi)
34
pengumuman 3
35
PH 32 Mulutmu Harimaumu
36
PH 33 Siluman Peliharaan Seno (1)
37
PH 34 Siluman Peliharaan Seno (2)
38
Bab 35 Sonia
39
PH 36 Raisa
40
Bab 37 Sektor Perternakan
41
PH 38 Hampir Diseruduk Sapi
42
Bab 39 Memberi Makan Sapi
43
PH 40 Pandangan Iri Para Laki-laki
44
PH 41 Jendral Eko Susanto
45
PH 42 Melelang Kentang
46
PH 43 Penyusup
47
PH 44 Kulit Bercahaya Milik Seno
48
PH 45 Susu Grade D
49
PH 46 Sapi Penyuka EDM
50
PH 47 Bacalah
51
PH 48 Rapat Para Jendral
52
PH 49 Gempa
53
PH 50 Dunia Bawah
54
Bab 51 Jasmine
55
PH 52
56
PH 53 Perdebatan Para Jendral
57
PH 54 Pesta Ulang Tahun (1)
58
PH 55 Pesta Ulang Tahun (2)
59
PH 56 Begal
60
PH 57 Traktiran
61
PH 58 Balikan? Jangan Mimpi
62
PH 59 Naik Level
63
PH 60 Thorbiorn Arisson - Thor
64
PH 61 Hukuman Dua Milyar Rupiah
65
PH 62 Misi : Buat Olahan Susu
66
PH 63 Berbarengan Menjadi Pacar Seno??
67
PH 64 Sektor Pengolahan Hasil Kebun dan Ternak
68
PH 65 Model Promosi
69
PH 66 Menjadi Seperti Usia Dua Puluh Tahunan
70
PH 67 Seratus Lima Puluh Juta dalam Delapan Menit
71
PH 68 Keju Super Lumer
72
PH 69 Pepaya Alat Balas Dendam
73
PH 70 Susu Penyembuh Patah Tulang
74
PH 71 Debat Para Dokter
75
PH 72 Misi Selesai
76
PH 73 Amrul dan Lani (1)
77
PH 74 Amrul dan Lani (2)
78
PH 75 Ditangkap Polisi
79
PH 76 Kebahagiaan Yang Singkat
80
PH 77 Orang-Orang yang Menjamin Seno
81
PH 78 Mencabut Laporan
82
PH 79 Dua Pepaya Seratus Juta Rupiah
83
PH 80 Orang Yang Tidak Menyerah
84
PH 81 Lamaran Dua Minggu Lagi
85
PH 82 Betty Melahirkan
86
PH 83 Misi Berat
87
PH 84 Ekspedisi Thorbiorn (1)
88
PH 85 Ekspedisi Thorbiorn (2)
89
PH 86 Ekspedisi Thorbiorn (3)
90
PH 87 Sosok Berjubah Hitam (1)
91
PH 88 Sosok Berjubah Hitam (2)
92
PH 89 Telepon dari Miranda
93
PH 90 Resmi
94
PH 91 Seperti Monyet
95
PH 92 Cokelat Pemulih Tenaga
96
PH 93 Memenangkan Empat Give Away
97
PH 94 Keluarga Miranda
98
PH 95 Penolakan Keluarga Dina (1)
99
PH 96 Penolakan Keluarga Dina (2)
100
PH 97 Tiarsus Ularalei
101
PH 98 Rencana Lain Seno
102
PH 99 Video Parkour Yang Menghebohkan
103
PH 100 Restu
104
PH 101 Kebun Level 6
105
PH 102 Misi Berat Lainya - Taklukkan Mereka
106
PH 103 Kelinci Yang Ingin Membangun Rumah
107
PH 104 Misi Yang Cepat Selesai
108
PH 105 Dikerumuni Mahasiswa
109
PH 106 Dikerumuni Mahasiswa (2)
110
PH 107 Pertanyaan Dina
111
PH 108 Promosi Ray
112
PH 109 Promosi Ray (2)
113
PH 110 Rencana Pembuatan Website
114
PH 111 Manfaat Minuman Anggur Fermentasi
115
PH 112 Misi Yang Ditunda
116
PH 113 Resepsi Pernikahan
117
PH 114 Resepsi Pernikahan (2)
118
PH 115 Malam Pertama
119
PH 116 Sub Sistem
120
PH 117 Sub Sistem (2)
121
PH 118 Sub Sistem (3)
122
PH 119 Ekspedisi Penaklukkan (1)
123
PH 120 Ekspedisi Penaklukkan (2)
124
PH 121 Ekspedisi Penaklukkan (3)
125
PH 122 Gylinox
126
PH 123 Perkemahan Tentara
127
PH 124 Pertengkaran
128
PH 125 Hipotesis Seno
129
PH 126 Kenaikan Harga
130
PH 127 Eksplorasi Dimensi Baru
131
PH 128 Benda Di Dalam Gua
132
Bukan Update (Rekomendasi Karya)
133
PH 129 Berlian Asli
134
PH 130 Diskusi
135
PH 131 Madu Lebah Amiagon
136
PH 132 Keantusiasan Miranda
137
PH 133 Pemindahan Portal
138
PH 134 Kedatangan Johan
139
Pengumuman
140
PH 135 Rp 450.000,-
141
PH 136 Azkareia
142
PH 137 Hukuman Untuk Azkareia
143
PH 138 Ekspedisi Cabe Rawit (1)
144
PH 139 Ekspedisi Cabe Rawit (2)
145
PH 140 Pamer Kekuatan
146
PH 141 Menaklukkan Momoy
147
rekomendasi
148
PH 142 Laporan Tiarsus
149
PH 143 Kekuatan Yang Bertambah
150
PH 144 Pulang
151
PH 145 Ayah Bunda
152
PH 146 Berbelanja (1)
153
PH 147 Berbelanja (2)
154
PH 148 Menjadi Lebih Terkenal
155
PH 149 Lalana Semeira, Laluna Semeira, dan Ruisyo Momoro
156
PH 150 Rp 100.000,-
157
PH 151 Tiga Jendral Yang Keras Kepala
158
PH 152 Kemampuan Baru Jasmine
159
PH 153 Pengawal Untuk Para Keluarga
160
PH 154 Rencana Miranda
161
PH 155 The Auction
162
PH 156 Tim Alpha Bergerak
163
PH 157 Penyesalan Roy
164
PH 158 Kehadiran Para Jendral
165
PH 159 Anak Buah Baru
166
PH 160 Naik Level
167
PH 161 Penelitian Dina
168
PH 162 Misi Yang Sangat, Sangat, dan Sangat Berat?
169
PH 163 Rapat Petinggi Militer
170
PH 164 Rapat Petinggi Militer (2)
171
PH 165 Roy dan Fantasinya
172
PH 167 Pertemuan (1)
173
PH 167 Pertemuan (2)
174
PH 168 Andre dan Indro
175
PH 169 Rumah Melati Putih
176
PH 170 Rumah Merah Putih (2)
177
PH 171 Undangan
178
PH 172 Pembicaraan Di Rumah Pohon
179
PH 173 Kembalinya Sistem
180
PH 174 Roy Yang Tidak Kembali
181
PH 175 Diskusi yang Gagal
182
PH 176 Memancing
183
PH 177 Diskusi yang Alot
184
PH 178
185
PH 179
186
PH 180 Laman Web Yang Tidak Bisa Diakses
187
PH 181 Rombongan Ibu-Ibu
188
PH 182 Pemilik Sistem Yang Lain
189
PH 183 Momoy yang Kecewa
190
PH 184 Pertumpahan Darah
191
PH 185 Lahan Penyimpanan
192
PH 186 Lelang
193
PH 187 Lelang (2)
194
PH 188 Lucas Giorgio
195
PH 189 Tiga Anak Buah Baru
196
PH 190 Dua Ayam Merah
197
PH 191 Sektor Baru
198
PH 192
199
PH 193
200
PH 194 Kemarahan Seno
201
PH 195 New York
202
PH 196 Pengintaian Roman
203
PH 197 Menyingkirkan Roman
204
PH 198 Tim Peretas
205
PH 199
206
PH 200
207
PH 201
208
PH 202 Anthony
209
PH 203
210
PH 204 Si Kejam Anthony
211
PH 205 Rapat Gabungan
212
PH 206 Permohonan Eko
213
PH 207 Pulang
214
PH 208 Inti Dimensi Yang Mengacau
215
PH 209
216
PH 210
217
PH 211 Kabur
218
PH 212
219
PH 213
220
PH 214
221
PH 215
222
PH 216
223
PH 217
224
PH 218
225
PH 219 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (1)
226
PH 220 Nenek-nenek di Tempat Hiburan Malam (2)
227
PH 221 Gosip Ibu-Ibu Arisan
228
PH 222 Ketidak Sabaran Berujung Petaka
229
PH 223
230
PH 224 Level 10
231
PH 225
232
PH 226 Melihat Rumah Baru
233
PH 227 Menunggu
234
PH 228 Solusi Sederhana
235
PH 229 Muradae
236
PH 230 Teh Hijau
237
PH 231 Inti Dimensi Lain
238
PH 232 Preman China
239
PH 233 Su Chen, Su Cai (1)
240
PH 234 Su Chen, Su Cai (2)
241
PH 235 Misi Selesai
242
PH 236 Ras Hujole dan Ras Mogoley
243
PH 237 Ratu Leleisa
244
PH 238 Efek Akhir Perang
245
PH 239
246
PH 240 Kemarahan Dua Istri Seno
247
PH 241
248
PH 242 Bangun
249
PH 243 Pengendali Tanah
250
PH 243 Kekacauan Yang Sistem Buat
251
PH 245 Pemikiran Dina
252
PH 246 Balas Dendam Seno
253
PH 247 Beragam Tanaman Baru (1)
254
PH 248 Beragam Tanaman Baru (2)
255
PH 249 Sendira
256
PH 250 Dimensi Di Dasar Laut
257
PH 251 Dimensi Baines (1)
258
PH 252 Dimensi Baines (2)
259
PH 253 Dimensi Baines (3)
260
PH 254 Enam Belas Bulan
261
PH 255 Tiga Tahun Delapan Bulan
262
PH 256
263
PH 257 Selamat Tinggal Erza
264
Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!