💗💗💗💗💗💗💗💗
Jam lima tepat semua kembali berkumpul di lobby hotel, keluarga besar Rahardian sedang bersiap menuju bandara.
"Pisang aman, kak?" goda Reza pada si sulung.
"Nih ada" jawabnya sambil mengusap-usap bantal kuning itu.
"Disana pulangnya jauh, jadi gak bisa kabur" Reza yang tahu kejadian drama malam pertama Air tak hentinya mengejek.
"Coba aja tinggalin, berani gak dia berenang demi si Pisang" timpal Hujan dengan senyum menggoda.
"Wah nantangin" ucap Air dengan tangan sudah berada di pinggangnya.
"Kalo sampe kejadian nih pisang gak ada, Lo yang harus siap gue pencet pencet" tambahnya lagi yang langsung membuat semua tertawa.
****
Air dan Hujan satu mobil dengan Bumi juga kahyangan, anak kedua itu membawa mobilnya Sendiri dengan sang kekasih yang duduk di sisinya sedang Pasangan pengantin baru sudah nyaman di kursi belajang.
"Berapa jam kesana, Ay?" tanya Hujan pada sang suami yang menyandarkan kepala di bahunya.
"Empat jam kalo gak salah, udah lama banget gak kesana" jawab Air
Hujan hanya mengangguk, lalu kembali melempar pandangannya jauh keluar sambil menikmati jari tangannya yang Sedang di mainkan oleh sang suami.
"Aw..." pekik Hujan saat Air meremas tangannya dengan kencang.
"Sakit, Ay" keluh gadis itu sambil meringis.
"Gemes banget gue sama tangan Lo" Kata Air.
"Tapi gak di remes begitu kali" protes Hujan lagi.
"Lucu, Jan Hujan dereeeeeees! mirip sama Ceker Ayam putih banget" kekeh Air yang langsung mendapat cubitan panas dari sang istri.
Bumi yang melihat pasangan yang sedang ribut dibelakang hanya bisa menggelengkan kepalanya sedangkan Kahyangan hanya tersenyum simpul.
"Kita gak boleh berantem ya nanti" bisik Bumi pada kekasihnya.
.
.
.
Sampai di bandara semua langsung turun dari mobil untuk bersiap menaiki pesawat pribadi milik keluarga, kali dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya.
Hujan hanya bisa menelan Saliva sambil mencubit kecil tangannya, lagi-lagi ia harus di takjub kan dengan segala kemewahan yang ada di dapan matanya.
"Napa lo?" tanya Air saat kedua sudah duduk berdampingan.
"Ini punya Lo, bagus banget" ucapnya dengan rasa kagum luar biasa.
"Bukan, ini punya Papa, gue harus jual ginjal gue sama ginjal Lo dulu kalo mau punya ini" jawabnya asal.
"Lo aja, gue sih gak mau" dengus Hujan kesal.
Air sengaja menarik sang istri ke kursi pojok karna tak ingin diganggu, ia memilih tidurnya aman dan nyaman jauh dari papanya yang mungkin saja terus menggoda seperti biasa.
"Kenapa disini sih, ini kan belakang, Ay" protes gadis itu. Ia ingin menikmati jalan-jalan naik pesawat pribadi dengan mengobrol dengan Cahaya dan juga Kahyangan.
"Masih mending di belakang, daripada Lo gue taro di sayap, atau mau di bannya sekalian?"
"Sumpah! Lo jahat banget. gue ilang awas ya kalo Lo sampe nangis" ancam Hujan pada suaminya.
"Jangan ilang dulu, Jan Hujan dereeeeeees!"
Air langsung memeluk istrinya dari samping, membuat Hujan tentu sulit sekali bergerak.
ia menghela nafas bingung antara kesal dan bahagia karna Air selalu memberi hal itu dalam waktu bersamaan.
"Minggir lah, gue mau bangun!"
"Gak boleh! disini aja" Titahnya yang masih belum mau melepaskan pelukannya.
"Gue mau pindah ke sayap, biar langsung terjun sekalian nanti pas udah sampe di bawah gue tinggal melambaikan tangan, dadah Ay........" ucap Hujan.
"Iiiiiiih, gak boleh!!" rengek Air makin mengeratkan pelukannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dari pada Lo terjun, mending gue yang manjat!!
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Suka-suka Lo ay..
gue sakit kepala ah..
mau minggat nyari tukang somay 🙄🙄🙄
like komen nya yuk ramai kan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
inayah machmud
ya ampun kakak Ay manja nya ga ketulungan. ..🤭😂😂😂
2022-11-17
0
MinThor ajaib
manjat ke puncak nikmat yaa🤣🤣
2022-11-13
0
Ray
Titip sekalian siomay ya, gak pake kol dan gak pedes ya Outhor😂😄🙏
Pasangan pengantin yg bikin gemesss amat ya, pengen karungin aja deh😱🤔🤣🙏Lanjut dan semangat 💪🙏😘
2022-10-31
0