💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Hujan hanya menggelengkan kepalanya, ia harus sadar dengan siapa dirinya kini berdiri.
Hujan belum siap memberi hatinya pada si bayi buaya cengengnya itu.
"Pacar Lo gimana di kampus?" tanya Hujan.
"Aman masih sesuai dengan barisannya masing masing" jawab Air santai.
"Jadi masih punya pacar?"
"Banyak! sampe gak inget ada berapa"
Hujan yang tadi berdiri disini Air kini pindah ke hadapannya, dengan tangan melipat di dada.
"Belum di putusin juga tuh para deretan cewe cewe Lo itu?" Tanya gadis itu.
"Belom." sahutnya biasa saja, walau ia sadar aura wajah sang istri sudah lain.
"Salut banget sama cowok yang satu ini, bisa berbagi cinta dengan banyak gadis di luar sana" ucap Hujan sambil bertepuk tangan kecil.
"Keren ya gue, hahaha"
Bukannya sadar, pemuda itu malah tertawa dan ikut bertepuk tangan bersama sang istri, tentu itu membuat emosi Hujan terpancing.
"Susah banget ya kayanya bikin gue cuma satu-satunya buat Lo" ucapnya sambil menarik tangan Air dengan kasar
BYUUUUUUUURRRRR
Bayi buaya Cengengnya itupun berhasil masuk kedalam kolam renang yang nampak tak ada siapapun disana karna ini adalah area privat keluarga.
Hujan yang puas hanya bisa tersenyum menyeringai, lega hatinya melihat Suami Playboy nya itu tercebur ke dalam kolam renang.
Ia yang masih berdiri sisi kolam akhirnya pergi meninggalkan Air begitu saja.
Namun langkahnya terhenti saat ia curiga tak ada suara apapun yang ia dengar.
Gak mungkin kan si Ay gak teriak marah marah.
Deg..
"Sama, Gue juga takut"
Pernyataan sang suami kembali terngiang di telinganya, hal yang sempat di anggap candaan olehnya.
"Ay!!" ucapnya lirih dan Langsung membalikkan tubuhnya.
Kolam yang begitu tenang membuat ia khawatir hal buruk benar-benar terjadi, dengan rasa takut yang luar biasa akhirnya Hujan memberanikan diri masuk kedalam kolam renang sambil menutup matanya.
.
.
"Ay, please bertahan" ucapnya yang sudah berhasil menarik tubuh Air dengan susah payah sampai ke tepi kolam, beruntungnya kedalaman kolam tersebut tak sampai sebatas dadanya, jadi memudahkan ia untuk membawa suaminya itu hingga naik ke atas kolam.
"Ay, bangun dong" Seru Hujan dengan suara bergetar bukan hanya takut tapi diapun merasa kedinginan.
"Ay, buka mata Lo, gue mohon!"
"Jangan begini, maafin gue Ay"
"Gak apa-apa Lo masih punya pacar tapi Lo harus bangun, Ay"
"Ay, asal jangan kawin lagi ya"
"Bangun, Ay. ntar gue di omelin mama sama papa kalo Lo kenapa-kenapa"
Hujan terus saja memohon sambil mengguncangkan tubuh suaminya yang terbaring lemah dengan mata tertutup.
"Lo kebanyakan bohong sih, jadi pas Lo jujur gak bisa berenang gue gak percaya" kata Hujan yang semakin panik.
Hujan mencoba menekan dada Air namun tak membuahkan hasil, pemuda itu masih belum membuka matanya.
"Ay.. jahat banget sih Lo" sentaknya yang sudah putus asa.
Hujan sudah bisa membayangkan bagaimana nanti kelurga konglomerat itu akan murka padanya jika saja sesuatu terjadi pada anak Kesayangan mereka.
Ia menelan Salivanya kuat-kuat sebelum menolong Air agar cepat tersadar.
Hujan menarik nafasnya sebelum memberi nafas buatan untuk sang suami.
"Abis ini bangun ya, Ay" lirihnya sebelum ia menyentuhkan bibirnya.
.
.
DEG
Mata gadis itu membulat sempurna saat ia merasa tengkuknya di tarik paksa, bahkan bibirnya mulai di gigit kecil oleh pemuda yang kini ada di bawahnya itu.
"Aw!" pekik Hujan yang merasa bibirnya kesakitan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Buka mulut Lo.. Lo kira gue ciuman sama tembok!
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Astaga gue kena prank 🙄🙄🙄🙄
Laknat banget Lo kak
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
inayah machmud
dasar bayi buaya modus. ..
2022-11-15
0
MinThor ajaib
kak ay kan bayi buaya, gak mungkin gak bisa berenang😭😭😭
2022-11-12
0
Ray
Tembok mah rata Ay,kecuali yg belum diaci masih gradakan permukaannya😄🤣😂
2022-10-31
0