🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
PLETAAKKKK...
Reza dengan kesal menyentil dahi anaknya dengan perasaan gemas.
"Di tungguin dari tadi malah keenakan cium cium disini" oceh pria tiga anak itu yang sudah meletakan tangannya di pinggang.
"Lagi foto, Pah" elak Air sambil mengusap keningnya yang terasa panas.
"Foto apa?, majalah mesum!"
Hujan yang merasa malu langsung menggeser lagi duduknya.
"Tamu udah banyak tuh" ocehnya lagi, namun malah menarik tangan menantunya.
Hujan yang kaget hanya ikut saja saat tangannya di tarik oleh Reza, papa mertuanya.
"Pah, istri kakak mau dibawa kemana?"
"Pah.. balikin"
"Itu punya Kakak, baru pipinya doang yang dapet" teriak Air saat melihat papa dan Hujan kini sudah menghilang dari balik pintu.
Matanya memicing pada pria yang masih memegang kamera di tangannya sedang mengulum senyum.
"Apa Lo?, mau gue cium?" sentaknya pada sang potografer.
"Enggak Tuan, saya masih normal" jawabnya dengan nada terbata karna takut dengan sorot mata tajam Air
"Cih, Lo kira gue serius dan gak normal?, belom pernah makan Sepatu sama susu coklat ya!" sentaknya kesal.
.
.
.
.
.
Air dan Hujan kembali ke ballroom, Keduanya masih menjalani peran sebagai raja dan ratu seharinya.
Dalam waktu dua jam acara selesai dan semua keluarga sudah kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan melepas lelah untuk satu hari ini yang begitu menguras tenaga.
"Mau mandi duluan gak?" tanya Hujan saat ia duduk di depan cermin.
"Gak" jawab Air santai sambil membuka jasnya.
"Kenapa?, jorok banget gak mau mandi" ejek gadis itu yang menatap sang suami dari pantulan cermin.
"Takut gantengnya ilang" kekeh Air.
Hujan menggaruk kepalanya yang tak gatal, sosok pemuda di belakangnya itu memang cukup unik karena memiliki tingkat kepercayaan diri yang luar biasa meski memang itu benar.
"Kenapa senyum-senyum?" bisik Air yang ternyata kembali merapatkan tubuh ke punggung sang istri.
"Gak apa" jawab Hujan yang langsung menunduk.
"Lo cantik ya, tapi sayang!" ujar Air sambil mengusap kepala sang istri yang kemarin sore ia doakan dengan setulus hatinya.
"Sayang, kenapa?" tanya Hujan bingung, adakah yang salah dengan wajahnya.
"Yes!!! gue di panggil sayang"
Cup..
Air kembali mencium pipi kanan istrinya sambil tertawa terbahak bahak kemudian berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Hujan yang bingung antara senang dan kesal hanya bisa menutup wajahnya yang merah menahan malu.
"Dia tuh nyebelin banget sih!" dengusnya kesal jika sudah di goda oleh pemuda yang kini resmi menyandang sebagai suaminya.
Dengan sisa tenaga yang ia punya, akhirnya Hujan bisa melepas semua pakaian dan atribut yang menempel di tubuhnya, ia memilih kembali berendam dalam bathtub yang sudah ia isi dengan aromaterapi.
.
.
Langkahnya terhenti di ambang pintu saat melihat punggung suaminya sedikit berguncang karna kekehan tawa kecil, dengan kening mengkerut dan rasa penasaran dalam hatinya ia pun mendekat ke arah ranjang dengan langkah pelan.
"Ya ampun! lagi curhat sama Pisang" gumam Hujan, ia merasa lucu dengan tingkah Air yang baru ia lihat dan tahu selama ini.
Hujan kembali melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian untuk mengambil kaos oblongnya.
Usai merapihkan diri dalam ruang ganti, iapun kembali kedalam kamar kali ini sorot matanya tak menangkap sosok suaminya di atas tempat tidur.
"kemana?.masa kabur lagi?" Bathin Hujan.
Ia yang sudah pasrah karna mungkin akan ditinggal lagi akhirnya kembali melanjutkan langkah ke arah ranjang yang memang sudah bersih tanpa hiasan apapun tak seperti malam kemarin.
"Ya ampun!" pekiknya kaget saat melihat Sang suami ternyata sudah mendengkur halus dengan pisang dalam dekapannya ia terlelap di atas sofa yang menghadap ke TV.
"Kok tidur disini sih, Ay" Hujan memutari sofa lalu berjongkok di hadapan wajah polos suaminya.
"Ay, pindah yuk" kata Hujan dengan pelan, namun betapa terkejutnya ia saat tiba-tiba tubuhnya justru di angkat oleh Air hingga berada di atasnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mau disini aja, Anget!!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Tuh pisang kayanya di lempar deh 🤭🤭🤭🤭
Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
inayah machmud
kakak Ay kelakuan nya gokil banget. ..🤭😂😂😂
2022-11-15
1
Ray
Ntar si pisang iri dan ngambek lagi, giliran ada yg lebih kinclong si pisang ditinggalkan 🤔🤣😄
2022-10-31
0
tralala 😽😽😽😽
😅😅😅
2022-08-21
0