💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
"Gak mau, Mah" rengek Air saat Melisa merayu dirinya untuk kembali berganti pakaian.
Dua jam yang di gunakan untuk keluarga beristirahat sudah selesai, kali ini saatnya mereka menerima tamu undangan dari para petinggi perusahaan, rumah sakit, restauran, serta berbagai kolega bisnis keluarga dari dalam dan luar negeri. Bukan hanya para pengusaha karna dari para pejabat beberapa negara pun ikut hadir malam ini.
"Ayo, kak" bujuk Melisa lagi, ia yang sudah rapi dengan gaunnya pun harus meringsek naik keatas tempat tidur.
"Capek, Mah"
"Sekali seumur hidup, cape gak apa-apa" ujar wanita itu sambil menarik bantal dari atas wajah si sulung.
"Emang gak boleh ya mah kalo berkali-kali?" tanyanya polos.
PLAAAAAAAKKKKK
"Baru sehari udah niat nambah, dasar anak nakal! gak ada akhlak. Cebong bandel" sungut Melisa sambil memukuli putranya itu.
"Aw.. sakit mah"
"Berani poligami?, mau nikah lagi?, mau mama gantung di pohon nangka?, iya!"
Air yang masih meringis kesakakitan pun menggigit ujung bantalnya.
"Mama kenapa, Sih?"
"Cepet bangun!" titah Melisa lagi yang sudah sangat gemas dengan kelakuan putra sulungnya itu.
.
.
CEKLEK
Pintu kamar dibuka Hujan dengan pelan karna ia tahu tadi suaminya meminta izin untuk tidur.
Derap langkahnya kini sudah hampir Sampai ke tepi ranjang dimana Air bersembunyi di bawah selimut tebalnya.
Dengan perasaan ragu dan takut Hujan memberanikan diri untuk menyibakkan kain tebal itu dari atas tubuh suaminya karena memang waktu yang tersisa tak banyak lagi sebab sudah ada beberapa tamu yang datang kembali.
DOOOOORRRRRRR
Hujan yang terkejut langsung memegang bagian dadanya, jantungnya sempat terhenti sejenak saat ada tangan memegang bahu polosnya yang kini sudah terlihat cantik dengan gaun panjang.
"Ngagetin aja!" sungutnya kesal, tapi ia langsung membalikan tubuhnya lagi saat melihat Air hanya memakai handuk sebatas pinggang.
"Cepet pake baju, kita mau foto dulu sebelum ke ballroom" titah Hujan pada suaminya, ia memejamkan matanya rapat-rapat dengan tangan mengepal.
Hampir sembilan belas tahun hidupnya, ini pertama kalinya ia melihat seorang pemuda hanya memakai handuk tepat di depan wajahnya.
"Kabur yuk" bisik Air yang malah melingkar kan tangannya di perut rata Hujan.
"Gue capek. pengen pulang" bisiknya lagi, ia letakkan dagunya dibahu kanan sang istri.
"Tanggung tinggal dua jam lagi, abis itu kita bisa istirahat" jawab Hujan dengan menekan Suaranya.
"Maunya sekarang, tadi tidurnya cuma sebentar" rengeknya sambil bergumam.
Hujan menghela nafas, dadanya begitu sesak apalagi saat Air semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher putih miliknya.
"Cepet! waktunya gak banyak loh"
Gadis itu langsung melepas pelukan suaminya, tanpa melihat kearah Air ia langsung pergi dengan sedikit menundukkan wajahnya.
******
"Jangan jauh-jauh, sini deketan!" pinta Air saat sesi pemotretan.
Hujan kembali menggeser duduknya, ia yang ingin menghindar harus kembali pasrah saat seorang potografer mengangguk kan kepalanya.
"Cium lagi ya" kekehnya yang lagi lagi menarik bahu putih milik gadis halalnya.
"Ay, udah dong" elak Hujan yang nampak sangat malu.
Potografer yang bertugas memfoto mereka pun Kebingungan Karna Air tak ingin berganti gaya yang lainnya.
Ia hanya ingin satu pose saja dalam pemotretan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pokoknya gue cuma mau cium cium!
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Astaga si kakak 🤭🤭🤭🤭
Itu pipi Hujan bisa bolong di ciumin Mulu..
kalo bosen nie pipi gue nganggur Ay 🤪🤪🤪🤪
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
Nurhayati Nia
🤣🤣🤣🤣🤣 astogeeee kelakuan ni kecebong atu yang suka bikin emak"resahhhh
2023-03-22
1
inayah machmud
ya ampun si kakak. ..🤭🤣🤣🤣
2022-11-15
0
Ray
Awas ntar rembes pipinya Hujan diciumin Air terus😂😄🤣Ganti gaya ya Abang Ay🙏😍
2022-10-31
0