Yi Yun sangat kesal karena seseorang mencoba membunuhnya serta Yan Chenyu dari jauh.
“Masuklah lebih dulu. Aku akan melihat apakah mereka berani keluar atau tidak,” ucap Yi Yun.
Yan Chenyu langsung mengangguk mendengar perkataan Yi Yun. Dia tau bahwa dia saat ini tidak bisa membantu Yi Yun karena dia bahkan belum pernah bertarung satu kali pun.
Yi Yun memeriksa sekeliling tapi tidak menemukan keberadaan individu yang mengincarnya dan Yan Chenyu.
“Cih! Sepertinya mereka tidak berani keluar.” Dengus Yi Yun. Ia kemudian mengambil empat jarum tersebut. Dari ujung jarum, ada cairan yang perlahan menetes tanda bahwa jarum itu beracun.
“Sistem, jual keempat jarum ini.” Perintah Yi Yun di benaknya.
[Empat Jarum tingkat Perunggu di jual seharga 4 Poin]
Yi Yun tersenyum karena jarum itu memiliki harga juga. Ia menunggu sejenak tapi tidak ada yang keluar. Karena tidak ada yang keluar, ia hanya masuk ke dalam penginapan.
**
Di atas sebuah gedung tinggi
“Insting anak itu sangat hebat mampu mendeteksi serangan milikku yang sudah di lapisi oleh Qi agar suara serangan tidak terdengar,” ucap salah satu individu berkerudung.
“Sepertinya mereka bukan target yang mudah,” ucap individu kedua.
“Mungkin itu hanya kebetulan. Kita akan menunggu waktu berikutnya,” ucap individu pertama.
Individu kedua hanya mengangguk mendengar itu. Mereka berdua terus menatap ke arah penginapan dari waktu ke waktu untuk melihat apakah Yi Yun keluar atau tidak.
**
Di dalam penginapan
Yi Yun masuk ke dalam kamar dan melihat Yan Chenyu yang berjalan ke sana ke mari karena gugup.
Ketika Yan Chenyu melihat Yi Yun masuk, dia langsung merasa lega. “Yun'er, aku tidak menyangka akan ada orang yang berani mencari masalah di dalam kota.”
“Mereka adalah seorang pembunuh yang pasti di sewa oleh keluarga Rong. Jangan hiraukan mereka karena mereka tidak akan berani muncul di depan umum. Kita hanya perlu keluar saat orang-orang rame di sekitar.” Ujar Yi Yun.
“Ya. Apa yang kamu katakan benar. Sepertinya kita harus bersembunyi di penginapan terlebih dahulu. Tapi, apakah mereka akan menyelinap masuk?” Tanya Yan Chenyu gugup.
“Itu tidak akan terjadi.” Jawab Yi Yun. Seorang pembunuh tidak akan mengambil resiko besar jika mereka mengincar target di kota yang memiliki hukum seperti kota Batu Putih.
Mendengar jawaban Yi Yun, Yan Chenyu lebih tenang. Tapi, dia tidak tau bahwa Yi Yun mencoba untuk memburu para pembunuh tersebut.
Lalu malam pun tiba. Yi Yun menyuruh Yan Chenyu untuk tidur dan tidak berkultivasi. Sebab, dia berencana untuk mengejar pembunuh tersebut.
Seperti biasa. Yan Chenyu langsung memeluk Yi Yun ketika tidur yang membuat Yi Yun sakit kepala.
“Kakak, bisakah kau tidak melakukan itu? Aku sudah dewasa.” Yi Yun berkata dengan nada lelah yang membuat Yan Chenyu cemberut.
“Baiklah. Tapi kau harus tidur di sebelahku. Jangan jauh-jauh dariku.” Perintah Yan Chenyu.
“Baiklah baiklah, aku tidak akan jauh.” Jawab Yi Yun.
Yan Chenyu tersenyum seketika mendengar jawaban Yi Yun. Lalu mereka berbicara sejenak dan Yan Chenyu tertidur tidak lama kemudian.
Melihat Yan Chenyu yang sudah tertidur, Yi Yun langsung turun dari kasur perlahan. Ia langsung menyelinap keluar dari kamar untuk memancing pembunuh tersebut keluar.
Ketika Yi Yun keluar, Yan Chenyu membuka matanya. Dia sudah menduga bahwa Yi Yun akan mengincar orang yang mencoba membunuh mereka sebelumnya. Karena, Yi Yun tidak akan pernah menolak sebelumnya jika dia memeluknya saat tidur. Ia mengepalkan tangannya dengan erat karena merasa menjadi beban.
“Maafkan kakak Yun'er, lain kali kakak akan berusaha dan berkultivasi lebih keras agar aku bisa melindungimu.” Bisik Yan Chenyu. Ia lalu duduk bersila dan mulai berkultivasi lagi.
**
Yi Yun saat ini sedang keluar dari penginapan. Ia perlahan berjalan ke arah tertentu agar memancing lawan agar keluar.
Kedua individu berjubah tersebut melihat itu mengerut seketika.
“Apakah anak itu sengaja menyuruh kita keluar?” Tanya individu pertama.
“Aku tidak tau. Namun ini adalah kesempatan. Kita telah membuang waktu sehari untuk memburu anak ini,” ucap individu kedua.
“Baik. Ayo kita ikuti dia lalu bunuh jika ada kesempatan,” ucap individu pertama.
Mereka berdua langsung bergerak mengikuti Yi Yun dari belakang. Awalnya Yi Yun melewati tempat yang lumayan ramai yang membuat kedua pembunuh merasa heran dan mengira Yi Yun hanya ingin berkeliling kota.
Namun, tidak lama kemudian, Yi Yun melewati tempat yang sangat sepi dan sangat jarang di lewati oleh orang-orang.
“Ini kesempatan! Ayo kita bunuh bocah itu di sini!” Ucap individu kedua.
Individu pertama merasa ada yang tidak beres tapi tetap mengangguk. Mereka berdua langsung mendekat ke arah Yi Yun perlahan-lahan.
Setelah mencapai jarak tertentu, mereka langsung melempar jarum lagi ke arah Yi Yun.
Yi Yun terlihat buru-buru menghindarinya. Dia terlihat agak takut sambil melihat sekelilingnya lalu melarikan diri secepat yang dia bisa.
“Sepertinya dia sudah ketakutan. Ayo kita bunuh dia!” Ucap individu kedua.
Mereka berdua langsung mengikuti Yi Yun secepat yang mereka bisa. Mereka melihat Yi Yun berbelok di gedung yang tinggi.
Karena gedung terlalu tinggi, mereka berdua akhirnya turun ke bawah bangunan untuk mengejar Yi Yun.
Ketika mereka berbelok ke tempat Yi Yun lari, bilah pedang tiba-tiba menebas ke arah mereka berdua.
Sraing!
Tebasan itu mengenai salah satu dari mereka dan langsung membelahnya menjadi dua di lehernya.
[Ding!]
[Membunuh individu tingkat Pemurnian Qi tahap pertama, hadiah 22 Poin]
“Akhirnya kalian turun juga? Aku kira kalian akan terus bersembunyi.” ucap Yi Yun sambil tersenyum jahat.
“Kau!” Pembunuh tersebut ketakutan lalu mengeluarkan pedang pendek dan langsung menebas ke arah Yi Yun.
Yi Yun yang menggunakan teknik Kehalusan Menit sudah memprediksi arah laju tebasan lawannya.
Yi Yun langsung mundur satu langkah sambil memiringkan sedikit tubuhnya. Setelah itu, ia membuat gaya tolakan di kakinya dan melesat ke arah musuh. Ia langsung menebas sekuat tenaga ke arah musuh yang masih terkejut dengan responnya.
Pembunuh tersebut buru-buru menghindari tebasan Yi Yun sebisanya.
Srak!
Tebasan itu mengenai sedikit lehernya. Ia ingin membalas namun tinju Yi Yun melesat ke arah wajahnya.
Buak!
Tinju Yi Yun mengenai tepat pada wajahnya dan membuka kerudungnya.
Ketika kerudung terbuka, terlihat seorang gadis kecil yang sudah memiliki wajah pucat karena ketakutan.
“Oh? Gadis kecil?” Yi Yun tersenyum kecil sambil perlahan berjalan ke arah gadis kecil tersebut.
“Tolong jangan bunuh aku..” gadis kecil itu memohon dengan sangat.
“Apa kau pikir hanya karena kau seorang gadis kecil aku akan mengampunimu? Aku tidak sebodoh itu!” Yi Yun langsung melesat ke arah gadis kecil tersebut.
Gadis kecil itu tau riwayatnya akan tamat langsung bersujud di tanah yang membuat Yi Yun sedikit terkejut.
“Aku mohon, tolong jangan bunuh aku. Aku akan memberi apa pun.”!Ucap gadis kecil tersebut yang membuat langkah Yi Yun terhenti.
Yi Yun sebenarnya tidak ingin mengampuni musuh. Namun, ia merasa bahwa gadis yang terlihat 1 tahun lebih muda darinya tidak mengeluarkan bau darah seperti pembunuh sebelumnya. Dan dari awal, ia tidak merasakan niat membunuh dari gadis kecil di depannya.
“Katakan, kenapa aku harus mengampunimu?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
MATADEWA
Teruskan.....
2024-11-21
0
shadow life
top
2023-11-17
0
lance lor
next thur
2023-09-19
0