Bumi
Indonesia, Tahun 2016
Saat ini seorang pemuda terlihat sedang berlari buru-buru ke sebuah tempat. Di tangan kanannya, terlihat kertas dengan Lebel Indomaret.
“Aku harus buru-buru!” Pria muda itu berlari secepat mungkin dengan wajah tersenyum.
Pria muda itu bernama Adrian. Dia baru saja keluar dari sebuah Indomaret untuk melakukan Top Up untuk game tertentu.
Adrian adalah seorang pemuda berumur 16 tahun dengan penampilan tampan. Dia adalah pemuda cerdas tapi sangat malas. Hobinya adalah bermain Biliar dan memang benar dia sangat hebat bermain Biliar. Namun, dia juga memiliki hobi lainnya yaitu bermain Game Online.
Karena Game Online, semua hasil kerjanya yang di kumpulkan olehnya habis sedikit demi sedikit untuk melakukan Top Up di game tertentu.
Ketika sampai di sebuah bangunan yang bertuliskan Warnet Orang Gaul, dia langsung tersenyum lebar.
Adrian masuk ke dalam Warnet Orang Gaul secepat mungkin. Namun, ketika sampai di sana, semua PC sudah di isi dengan orang-orang.
“Kenapa penuh? Bukankah aku sudah memesan satu tempat kosong?” Adrian mengerutkan dahinya sambil menatap Operator Warnet Orang Gaul.
“Hoi, kenapa semua PC penuh? Bukankah aku sudah meminta satu PC sebelumnya dan sudah membayarnya?” Tanya Adrian dengan wajah kesal.
Operator Warnet Orang Gaul terdiam sejenak karena tidak tau harus menjawab apa. Operator Warnet Orang Gaul hanya menatap individu tertentu yang duduk di bangku PC yang sudah di pesan oleh Adrian.
Melihat tatapan sang Operator Warnet Orang Gaul, tatapan Adrian juga jatuh pada individu tersebut.
“Alex!” Adrian merasa kesal melihat siapa yang duduk di kursi tersebut.
“Oh? Yo Adrian! Kau terlambat satu langkah lagi.” Individu bernama Alex berkata dengan senyum lebar di wajahnya dan siapapun tau bahwa senyum itu adalah ejekan.
Adrian yang merasa kesal berjalan menuju pemuda bernama Alex. Karena dia sangat menggemari Game Online, dia sama sekali tidak bisa untuk tidak bermain Game Online dalam sehari saja.
Bahkan orang tua Adrian sudah merasa kewalahan melihat sikapnya.
Orang tua Adrian membelinya sebuah PC untuk bermain di rumah. Namun, ia lebih memilih bermain di Warnet karena merasa sunyi bermain di rumah.
Game Online yang sering di mainkan olehnya adalah Game yang bertemakan pertarungan. Dan Adrian sangat menyukai karakter Game Online yang suka membantai di sana sini dengan pedang yang kuat.
“Kenapa kau duduk di tempat aku memesan PC?” Tanya Adrian dengan wajah marah.
“Pesan? Kenapa mereka harus membiarkan PC kosong sementara ada yang ingin bermain?” Alex bertanya dengan pertanyaan yang masuk akal.
“Kau-..” Adrian ingin mengucapkan sesuatu namun di potong oleh Alex.
“Kau seharusnya tidak bermain Game Online lagi, Adrian.. Apa kau tidak tau bahwa kau hanya menjadi beban karena sangat suka berkeliaran sendirian memukul ke sana ke mari?” Alex berkata sambil melihat ke arah sebelahnya.
Di sebelahnya adalah seorang pemuda biasa yang sedang bermain Game. Mendengar perkataan Alex, pemuda itu berhenti sejenak membuat Pause di Game lalu menatap Adrian yang sedang marah.
“Benar apa yang di katakan oleh mereka Dedi, apa kau tidak menyadarinya? Kau selalu saja berkeliaran dan membuat Team kita kalah. Dan kami semua sudah sepakat menggantikan tempatmu dengan Alex.” Pemuda yang berbicara itu bernama Yusuf. Dia merupakan pemimpin mereka di dalam Game Online tersebut.
“Apa maksudmu, Yusuf? Jangan bercanda denganku!” Adrian tidak terima di tendang dari Grup karena sangat mencintai Game Online tersebut.
Namun dia tidak bisa jika bermain sendirian. Dia akan merasa ada sesuatu yang kurang jika bermain sendirian. Itulah sebabnya dia tidak terima di tendang oleh Yusuf.
“Bukan kau yang memutuskan Adrian, kamilah yang telah sepakat untuk mengeluarkanmu dari Grup.” Sambung seorang pemuda lainnya bernama Ben Chong.
Namanya sebenarnya adalah Ben Michael. Namun, karena wajahnya terlihat seperti orang China, semua teman-temannya memanggilnya Acong dan terjadilah panggilannya Ben Chong.
“Acong sialan!” Geram Adrian karena mereka berdua tidak pernah sepakat dalam semua hal.
“Apa? Kau tidak senang?” Ben Chong menantang Adrian secara langsung.
Awalnya Adrian tidak ingin memperpanjang argumen dan pergi. Namun Ben Chong terus memanasnya.
“Lemah..” Dengus Ben Chong ke arah Adrian yang ingin berbalik pergi.
Tanpa berbicara, Adrian muncul entah kapan di sebelah Ben Chong sambil mengayunkan bogem miliknya.
Buak!
Bogem mentah milik Adrian mengenai tepat di wajah Ben Chong dan langsung membuat hidung Ben Chong patah lalu menyemprotkan banyak darah.
Ben Chong yang merasakan sakit langsung melompat ke arah Adrian dan perkelahian mereka berlangsung dalam beberapa menit. Dan Adrian keluar sebagai pemenang.
Setelah itu, Adrian di usir dari Warnet Orang Gaul.
Adrian yang sedang berjalan pulang menatap kertas dari Indomaret yang sudah di lumuri sedikit darah Ben Chong.
Dia langsung melempar kertas itu setelah meremasnya karena merasa kesal.
Di tengah jalan, ia yang sedang tidak mood berjalan ke sebuah bangunan yang lumayan besar. Dia masuk ke dalam sana dan langsung melihat sekeliling.
Di depan sana sanga banyak meja Biliar. Untuk menghilangkan rasa bosan, ia langsung bermain Biliar seorang diri.
Namun, ketika sudah beberapa putaran bermain, ia melihat sebuah benda aneh dan tidak memperhatikannya sejak awal.
Di tempat pemasangan bola, ada benda kecil lebih kecil dari ukuran biji kacang.
“Hm? Apa ini?” Tanya Adrian pada dirinya sendiri lalu meraih benda kecil itu.
“Emas?” Adrian melebarkan matanya sedikit karena sudah mencoba meremas atau menggesek benda yang di pungutnya.
Karena tidak ada yang memperhatikan, ia hanya menyimpannya di kantongnya. Jika itu emas, dia berencana untuk menjualnya.
Setelah selesai melampiaskan kekesalannya, ia pulang ke rumah karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WiB.
Ketika sampai di rumah, Adrian di beri ceramah oleh ayah dan ibunya karena kemalasannya.
Adrian hanya bisa diam karena dihujani kata-kata sayang dari orangtuanya.
Setelah selesai menerima ceramah, Adrian masuk ke dalam kamarnya dengan wajah kusut karena ocehan kedua orangtuanya.
Saat dia mengganti baju, ia yang melempar celana begitu saja terkejut karena melihat sesuatu bersinar sedetik di dalam saku celana yang di lempar olehnya. Ia menghampiri celana itu lalu meraih saku celana. Dia mengambil benda kecil yang terlihat seperti emas itu.
“Apa ini?” Adrian bingung lalu mencoba menggigit benda itu apakah itu bisa retak atau tidak.
Krak!
Suara renyah terdengar dari mulut Adrian. Itu bukan biji kecil itu yang retak tapi giginya yang patah.
“Aduh! Apa-apaan ini? Aku bahkan tidak kuat mengigit benda ini! Bagaimana bisa itu mematahkan gigiku?” Adrian terkejut luar biasa.
Karena giginya terlepas satu, darah perlahan keluar dan ia buru-buru mengambil tisu untuk membersihkannya. Benda kecil itu masih berada di tangannya. Setelah mengambil tisu, Adrian yang ingin membersihkan darah terkejut karena benda itu yang memiliki sedikit jejak darah di permukaannya menyedot darahnya.
“Apa ini?” Adrian semakin penasaran dengan benda kecil itu. Dia mengabaikan giginya untuk sementara waktu lalu mengambil jarum kecil.
Adrian menusuk jarinya dan dari luka itu keluar setetes darah. Dia kemudian mendekatkan benda kecil itu ke arah tetesan darah. Setelah benda kecil itu bersentuhan dengan tangannya yang mengeluarkan darah, benda kecil itu menempel erat tiba-tiba dan mulai menyedot darah Adrian dengan rakus.
“Sial!” Adrian melambai-lambaikan tangannya agar benda kecil itu terlepas. Namun benda itu tidak kunjung lepas dan menyedot darahnya dengan kecepatan mengerikan.
Pandangan Adrian mulai kabur karena kehilangan banyak darah lalu dia tergeletak di bawah. Setelah ia tidak sadarkan diri, benda kecil itu terhenti menyedot darahnya. Benda kecil itu bergetar tiba-tiba lalu pusaran aneh muncul dari arah benda kecil itu.
Pusaran itu melebar dan mulai menyedot semua yang ada di sekitarnya termasuk Adrian dan juga benda kecil itu.
Zhep!
Setelah itu, tubuh Adrian menghilang seketika bersama dengan benda kecil tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
MATADEWA
Menghilang.....????
2024-11-20
0
MataKatra
mending pake kata menghisap daripada menyedot kak... kesannya gimana gitu...
2024-11-19
1
Hany Putry
sebelum kesedot pusaran adrian udh beli rokok sempoerna 2 bungkus sma minuman kaleng di indomaret utk setok di dunia baru
2024-03-05
1