Yi Yun berjalan ke arah Rong Jun dengan senyum di wajahnya. Sangat terlihat bahwa dia sangat menikmati sensasi membunuh seseorang sama seperti saat bermain game.
Rong Jun merangkak mundur sambil memegang lehernya yang terkena tebas.
“Keluarga Rong? Biarkan mereka tau siapa yang mereka usik! Jika keluarga Rong masih mengusikku, aku pasti akan memusnahkan mereka semua!” Ucap Yi Yun lalu melempar pedangnya ke arah Rong Jun.
Jleb!
Pedang milik Yi Yun tepat mengenai dahi Rong Jun dan membunuhnya seketika.
[Membunuh individu tingkat Pemurnian Qi tahap pertama, hadiah 22 Poin. Total Poin 140]
[Catatan : Pembunuhan individu tingkat Pemurnian Qi adalah 20 Poin. Setiap selisih perbedaan tahap, akan memiliki perbedaan 2 Poin]
Mendengar itu, Yi Yun mengerti tentang jumlah dan perbedaan Poin yang di dapat setiap membunuh musuhnya.
Lalu tatapan Yi Yun beralih ke individu terakhir yaitu Rong Meng yang sudah gemetaran di tempat.
“Tolong.. jangan bunuh aku.. aku akan memberikan apapun padamu..” Rong Meng memohon sambil meneteskan air matanya.
Melihat itu, Yi Yun tersenyum lebar. Ia langsung melesat ke arah Rong Meng dan menendang kepalanya.
Buak!
Rong Meng memuntahkan darah dan giginya sambil berguling-guling di tanah.
Yi Yun melompat dan muncul di atas Rong Meng dengan senyum kejam sambil mengayunkan tinjunya ke arah Rong Meng sekuat tenaga.
Brak!
Suara pecah terdengar karena kepala Rong Meng hancur seketika. Melihat itu, Yi Yun sedikit jijik namun tetap memasang wajah biasa.
[Membunuh individu tingkat Pemurnian Tubuh tahap keenam, hadiah 7 Poin. Total Poin 147]
“Dasar pecundang.” Bisik Yi Yun tanpa emosi lalu berjalan mengutip semua jarahan yang ada. Ia juga mengambil manual yang di ambil oleh Rong Meng sebelumnya.
Yi Yun menjarah enam pedang yang sama. Lalu ia mengambil Pedang Darah dan menyimpannya dalam slot penyimpanan yang di sediakan oleh Sistem.
“Jual keenam pedang.” Ucap Yi Yun dalam pikirannya.
[Ding!]
[Enam pedang tingkat Perunggu telah di jual senilai 12 Poin. Total Poin 159]
Yi Yun sedikit cemberut melihat jumlah itu karena terlalu sedikit. Namun ia memikirkan kembali tentang perbandingan harga jual beli dan hanya bisa mendesah.
Banyak orang yang menatap Yi Yun dengan wajah serius karena dia akan menjadi incaran keluarga Rong mulai saat ini karena membunuh dua tuan muda Keluarga Rong.
Merasakan tatapan semua orang, Yi Yun mengerti apa arti tatapan itu.
“Kiddo Yun, cepat pergilah dari desa ini karena keluarga Rong pasti akan mengejarmu dan mengirim pasukan.” Seorang wanita paruh baya yang merupakan tetangga Yi Yun berkata dengan nada serius dan gugup.
Walau pun Yi Yun tidak mengenalnya, ia sudah membuat spekulasi siapa wanita paruh baya tersebut. “Baiklah bibi. Aku dan kakak akan pergi.”
Yi Yun langsung pergi ke dalam rumah setelah membungkuk sedikit.
Yan Chenyu tetap di dalam rumah dan tidak keluar karena perintah Yi Yun. Ia masih memegang pipinya yang masih sedikit bengkak.
Ketika Yi Yun masuk ke dalam rumah, Yan Chenyu langsung berdiri dan menghampiri Yi Yun.
“Yun'er, apa kau baik-baik saja?” Tanya Yan Chenyu gugup. Ia melihat pergelangan tangan Yi Yun yang terlihat berwana merah biru dan tau bahwa pergelangan Yi Yun patah.
Melihat tatapan Yan Chenyu, Yi Yun langsung mencoba menenangkannya. “Tanganku tidak apa-apa. Nanti akan sembuh sepenuhnya. Sekarang yang lebih penting, ayo kita pergi terlebih dahulu karena keluarga Rong pasti akan mengejar kita. Dengan kekuatan ku saat ini, aku tidak yakin untuk melawan mereka sekaligus.” Ucap Yi Yun.
Yan Chenyu mengangguk. Ia ingin bersiap-siap dan mengemasi barang tapi Yi Yun menahannya dan mengatakan bahwa tidak perlu membawa apa-apa.
Lalu mereka berdua langsung keluar dari rumah mereka. Semua orang yang ada di menatap Yi Yun dan Yan Chenyu.
Yan Chenyu yang melihat keadaan di luar terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Yi Yun akan membunuh enam orang sendirian.
Yi Yun menarik Yan Chenyu sambil bertanya. "Kakak, di mana letak kota terdekat dari sini?"
“Ayo. Ke arah sini.” Jawab Yan Chenyu dan langsung menarik Yi Yun ke arah yang berbeda.
Mereka berdua mengabaikan tatapan semua orang pada mereka berdua yang buru-buru bergerak.
**
Di sebuah bangunan yang lumayan mewah. Bangunan itu adalah bangunan kediaman keluarga Rong.
Seorang pria tua dan pria muda sedang membahas sesuatu di sebuah ruangan.
Tiba-tiba seorang pengawal masuk ke dalam ruangan buru-buru dengan wajah penuh keringat.
“Tuan, ada kabar buruk!” Pengawal itu langsung berbicara tanpa mengetuk pintu.
“Apa kau tidak tau kami sedang berdiskusi saat ini?” Bentak pria muda tersebut.
Pria muda tersebut adalah tuan muda pertama Keluarga Rong, Rong Chun.
“Tapi tuan muda, ini adalah berita buruk tentang tuan muda kedua dan ketiga..” pengawal buru-buru berbicara lagi.
Rong Chun mengerutkan dahinya. “Cepat katakan!” Perintah Rong Chun.
“Tuan muda kedua dan ketiga beserta pengawal mereka telah di bunuh.” Jawab pengawal itu dengan nada gugup.
“Apa?” Teriak pria tua yang merupakan kepala keluarga Rong, Rong Shen. Ia berdiri seketika dari tempat duduknya.
Rong Chun melebarkan matanya mendengar itu. Ia langsung muncul seketika di depan pengawal tersebut lalu meraih kerahnya.
“Katakan! Siapa yang melakukannya!” Teriak Rong Chun.
“Di- dia adalah seorang anak ber-bernama Yi Yun, tuan muda..” pengawal itu ketakutan karena di kabarkan bahwa kekuatan tuan muda pertama Keluarga Rong hanya sedikit lebih rendah dari Rong Shen. Dia di anggap jenius dalam berkultivasi.
“Jelaskan secara detail! Aku tidak mengenalnya!” Teriak Rong Chen lagi.
“Tenang Chen'er..” Rong Shen berkata dengan nada pelan namun tersirat kemarahan yang sangat besar.
Rong Chen yang mendengar perkataan ayahnya langsung menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri lalu melepaskan kerah pengawal tersebut.
“Ceritakan secara detail.” Ucap Rong Shen.
Pengawal itu dengan gugup menceritakan tentang kejadian tersebut dan juga tentang Yi Yun.
Mereka berdua terkejut bahwa ada anak berusia 13 tahun yang memiliki kekuatan seperti itu di desa kecil yang termasuk terbengkalai di bawah kekuasaan keluarga Rong mereka.
Rong Shen dan Rong Chun menggertakkan gigi mereka sampai terdengar yang membuat pengawal ketakutan.
“Cepat kirim pasukan mengejar mereka. Sewa pembunuh bayaran juga untuk memburu mereka dengan segala cara!” Perintah Rong Shen dengan nada dingin.
“Baik!” Jawab pengawal dan buru-buru keluar dari dalam ruangan.
Rong Chen memasang wajah jelek dan suasana di dalam ruangan hening seketika. Ia kemudian membuka suara dan mengambil keputusan. “Aku akan pergi secara pribadi memburu bocah itu. Dia akan tau bahwa menentang keluarga kita tidak akan berakhir baik!”
Rong Shen yang memasang wajah gelap hanya mengangguk karena yakin dengan kekuatan putranya.
Rong Chen keluar dari ruangan itu. Setelah keluar, dia membawa pengawalnya untuk mencari Yi Yun dan Yan Chenyu bersama-sama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
MATADEWA
Entah siapa yg diburu.....
2024-11-21
0
shadow life
yes
2023-11-17
0
lance lor
oke lanjut thur
2023-09-19
0