Yi Yun bergerak ke arah Rong Jun karena tidak akan melepaskan musuh begitu saja yang berniat membunuhnya sebelumnya.
Rong Jun sangat marah mendengarnya. Ia langsung berbalik dan mengayunkan pedangnya ke arah Yi Yun yang sudah mendekat padanya.
Yi Yun dengan wajah tersenyum mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas sekuat tenaga.
Trang!
Pedang Yi Yun mengenai pedang Rong Jun dan membuat pedang Rong Jun terlepas dari tangannya.
“Jangan sombong bocah!” Teriak Rong Jun. Walau pun dia sudah tidak memegang pedangnya lagi, ia tentu saja masih bisa bertarung.
Ketika Yi Yun ingin menebas Rong Jun, Rong Jun langsung membuat kuda-kuda menyerang dengan tangan kirinya. Di tangan kiri Rong Jun terlihat aura yang merupakan Qi berkumpul dan dapat di lihat oleh mata telanjang.
Yi Yun menyipitkan matanya dan menghentikan langkahnya mendekat ke arah Rong Jun.
“Oh? Sepertinya kau cukup waspada!” ucap Rong Jun sambil mengayunkan tinjunya ke arah Yi Yun.
Melihat tinju itu mengarah padanya, Yi Yun mengangkat pedangnya untuk menahan serangan karena tau dia tidak mungkin bisa menahannya dengan tubuhnya.
Tinju yang di baluti oleh Qi yang padat mengenai tepat di pedang Yi Yun.
Tring!
Yi Yun otomatis terdorong mundur beberapa meter.
“Kau akan menyesal karena masih ingin melanjutkan pertarungan!” Rong Jun mengayunkan tangan kanannya ke arah Yi Yun lagi.
Melihat serangan datang, Yi Yun buru-buru mengangkat tangan kirinya.
Bang!
Krak!
Pukulan mengenai tangan Yi Yun dan membuat pergelangan tangan Yi Yun patah serta tinju Rong Jun melesat ke wajahnya.
Buak!
Yi Yun terpental hampir 10 meter lalu menancapkan pedangnya di tanah untuk menyetabilkan tubuhnya.
Yi Yun merasakan sakit luar biasa karena pergelangan tangannya patah dan juga darah berceceran di wajahnya karena tinju tadi tepat mengenai di hidungnya.
“Itu sakit sialan!” ucap Yi Yun dingin. Ia perlahan berdiri dan berjalan ke arah Rong Jun tanpa menghiraukan pergelangan tangannya yang patah.
“Apa sekarang kau tau apa perbedaan kekuatan kita?” Tanya Rong Jun. Di kedua tangan Rong Jun saat ini sedang terlihat aura berwarna putih membaluti tangannya.
Yi Yun tidak menjawab pertanyaan Rong Jun dan hanya berjalan perlahan-lahan. Pikirannya semakin tenang saat ini.
Karena Yi Yun tidak menjawab sama sekali, Rong Jun langsung melesat ke arah Yi Yun sambil mengayunkan tinjunya lagi.
Ketika tinju perlahan mendekat, Yi Yun merasa waktu seperti melambat seketika.
[Ding!]
[Host telah mempelajari teknik Kehalusan Menit]
[Tingkat penyelesaian (20%)]
Yi Yun tidak menghiraukan pemberitahuan Sistem di dalam benaknya. Ia saat ini sedang fokus pada serangan milik Rong Jun.
Ketika tinju mendekat, Yi Yun lebih dulu menunduk ke bawah dan langsung membuat kuda-kuda menebas menggunakan pedang.
Zhep!
Tinju melewati kepala Yi Yun yang membuat Rong Jun terkejut. Ia melihat Yi Yun yang sudah mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.
Rong Jun ingin menghindar namun pedang lebih dulu mendekat ke arah lehernya.
Srak!
Tebasan Yi Yun mengenai sedikit leher Rong Jun yang membuatnya langsung mengeluarkan darah.
Karena Rong Jun menghindari serangannya, Yi Yun langsung mengayunkan tinjunya ke arah kepala Rong Jun.
Dengan kecepatan reaksi Yi Yun, Rong Jun tidak bisa menghindar sama sekali.
Buak!
Tinju Yi Yun mengenai wajah Rong Jun. Namun, karena pergelangan tangan Yi Yun patah, serangan itu tidak kuat sama sekali.
Namun tinju itu membuat perhatian Rong Jun teralihkan sejenak.
Yi Yun tidak membuang waktu dan mengayunkan pedangnya lagi walaupun tebasan tidak akan terlalu kuat karena tidak mengambil ancang-ancang.
Sraing!
Tebasan melewati Rong Jun lagi dan menebas wajahnya.
Rong Jun langsung mundur seketika karena merasa bahaya besar dari Yi Yun. Ketika menjauh, ia menyentuh dahinya yang terkena tebasan Yi Yun.
“Anak ini sungguh berbahaya!” Batin Rong Jun. Ia sebenarnya tidak ingin bertarung lagi karena merasa dia akan kalah. Pergerakan Yi Yun berbeda dari sebelumnya karena teknik baru tersebut.
Yi Yun dengan wajah tanpa emosi berjalan perlahan ke arah Rong Jun.
“Kita hentikan di sini! Kau tidak tau musuh seperti apa yang kau undang karena melukai kami!” Ancam Rong Jun.
Yi Yun tersenyum mendengar itu tapi tidak menjawab sama sekali. Dia terus berjalan ke arah Rong Jun yang sudah semakin marah karena perkataannya di abaikan.
“Bantu aku membunuh bocah ini!” Perintah Rong Jun kepada satu pengawal pribadi Rong Meng.
Pengawal tersebut langsung setuju dan tiba di bagian belakang Yi Yun untuk mengepungnya dari depan dan belakang.
Rong Jun langsung bergerak begitu juga dengan pengawal Rong Meng.
“Apa kalian kira dengan jumlah kalian akan menang?” Bisik Yi Yun. Ia memfokuskan pikirannya untuk merasakan gerakan mereka lagi sama seperti semula.
Ketika Rong Jun dan pengawalnya tiba, mereka berdua mengayunkan tinju dan pedang di saat bersamaan.
Tinju mengarah pada wajah Yi Yun dan pedang mengarah pada lehernya.
Yi Yun melangkah ke samping sedikit lalu mengangkat pedangnya tepat di depan wajahnya namun posisi pedang miring sedikit.
Tring!
Gesekan antara pedang dan Qi milik Rong Jun terdengar karena tinju Rong Jun adalah yang pertama tiba. Namun tinju itu terlihat seperti terpeleset dan mengarah pada tebasan milik pengawalnya.
Srak!
Tebasan itu mengenai tinju Rong Meng yang membuat tangannya tersayat sedikit.
Mereka berdua terkejut bahwa Yi Yun mampu melakukan hal seperti itu.
Yi Yun memutar sedikit tubuhnya lalu menebas ke arah Rong Jun sekuat tenaga.
Sraing!
Tebasan yang sangat cepat mengarah pada leher Rong Jun dan dia tidak bisa menghindarinya sama sekali karena jarak yang begitu dekat.
Srak!
Tebasan itu membelah leher Rong Jun seketika dan Yi Yun tidak menghentikan tebasannya.
Yi Yun terus menebas sambil memutar tubuhnya dan tebasannya mengarah ke pengawal Rong Meng.
Srak!
Tebasan tersebut mengenai mata pengawal Rong Meng.
“Arrrggghh!”
Pengawal Rong Meng berteriak sangat keras dan memegang matanya dengan kedua tangannya.
Yi Yun tidak menunggu apapun dan langsung menghunuskan pedangnya lagi ke arah kepala lawannya.
Jleb!
[Ding!]
[Membunuh individu tingkat Pemurnian Tubuh tahap ketujuh, hadiah 8 Poin. Total Poin 118]
Yi Yun langsung melihat ke belakang lagi karena pemberitahuan membunuh lawan hanya terdengar satu kali.
Rong Jun berada di bawah dan masih bernafas sambil memegang lehernya yang mengeluarkan banyak darah.
“Tidak di sangka kau akan masih hidup,” ucap Yi Yun sambil berjalan ke arah Rong Jun.
Rong Jun yang melihat Yi Yun ke arahnya langsung ketakutan seketika. Ia ingin berteriak tapi lehernya tertebas sangat dalam dan dia tidak mampu mengeluarkan suaranya.
Semua orang menonton adegan di sana dengan seksama karena mereka tau bahwa tuan muda Keluarga Rong akan terbunuh hari ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
MATADEWA
Jadi buronan.....
2024-11-21
0
shadow life
oke
2023-11-17
1
chlo lahui
sikaaattt☕️🚬
2023-10-31
1