Yi Yun menatap Yan Chenyu dengan tatapan hangat dan rasa kagum tinggi.
Karena tidak bisa memeriksa tubuh Yan Chenyu lagi, Yi Yun bertanya hal lain pada Sistem.
“Adalah pil untuk membantu menerobos ke tingkat Pemurnian Qi tanpa efek samping?”
[Ya. Pil Pemurnian Qi tanpa efek samping seharga 250 Poin per pil]
Yi Yun mengerutkan keningnya karena ini lima kali lebih mahal dari pil Pemurnian Tubuh. Namun ia merasa itu wajar karena tingkatan sudah sangat berbeda.
“Apa perbedaan antara kultivator Pemurnian Tubuh, Pemurnian Qi dan Pemurnian Jiwa?” Tanya Yi Yun penasaran karena tidak mampu membeli pil Pemurnian Qi saat ini.
[Tingkat Pemurnian Tubuh adalah seorang kultivator mulai menempa tubuhnya menggunakan Qi asing di udara atau cara lain yaitu pil yang mengandung Qi agar tubuh lebih kuat beberapa kali dari manusia normal]
[Tingkat Pemurnian Qi adalah tingkat yang di mana kultivator mulai menyerap Qi di udara atau pil lalu menggabungkannya dengan tubuh serta meridian. Itu membuat kultivator mampu menggunakan Qi]
[Tingkat Pemurnian Jiwa adalah tingkat yang di mana kultivator mampu mengedarkan energi jiwa miliknya untuk melacak sesuatu. Untuk melacak, di butuhkan teknik sederhana dan juga energi dari jiwa yang di sebut sebagai energi spiritual]
Mendengar penjelasan itu, Yi Yun mengerti seketika. Ia tidak memiliki hal yang ingin di tanyakan lagi pada Sistem.
Setelah beberapa saat, Yan Chenyu membuka matanya dengan senyum lebar. Ia langsung menerkam Yi Yun karena membantunya menjadi seorang kultivator.
“Yun'er, terima kasih..” bisik Yan Chenyu sambil memeluk Yi Yun.
“Tidak perlu berterima kasih. Kau adalah saudariku.” Yi Yun tersenyum kecil sambil memeluk Yan Chenyu juga.
Yan Chenyu semakin senang mendengar perkataan Yi Yun. Setelah melepaskan pelukan, mereka mulai memakan daging sebelumnya karena Yi Yun menunggu Yan Chenyu selesai berkultivasi.
Setelah itu, mereka berdua tidur karena keesokan harinya mereka harus melewati hutan agar mencapai kota terdekat.
Keesokan harinya mereka terbangun lalu langsung keluar dari dalam gua. Karena mereka saat ini sudah memasuki dunia kultivator, mereka berdua tidak perlu makan selama seminggu di tingkat kultivasi yang mereka miliki.
“Ayo pergi. Kita harus buru-buru karena mungkin keluarga Rong akan mengejar kita.” Saran Yi Yun.
Yan Chenyu mengangguk setuju dan langsung menuntun Yi Yun ke arah tujuan. Mereka langsung berlari di dalam hutan karena tubuh mereka sudah lumayan kuat dan memiliki stamina yang besar.
**
Setengah hari setelah Yi Yun dan Yan Chenyu pergi dari gua, sekelompok individu muncul di sana dan memeriksa gua tempat mereka bermalam.
“Tuan muda, mereka bermalam di gua ini sebelumnya,” ucap salah satu pengawal.
Orang yang mengejar Yi Yun dan Yan Chenyu adalah Rong Chen. Dia membawa lebih dari 20 bawahannya untuk mengejar mereka berdua.
“Sepertinya tujuan mereka kota Batu Putih. Ayo kita bergegas. Jika mereka tiba lebih dulu, kita akan kerepotan karena banyak orang kuat di sana!” Perintah Rong Chen.
Rong Chen langsung bergerak ke arah kota Batu Putih tempat tujuan Yi Yun dan Yan Chenyu bersama semua bawahnya.
**
Yi Yun dan Yan Chenyu terus bergerak secepat yang mereka bisa. Mereka berdua sesekali beristirahat sejenak untuk memulihkan energi mereka.
Dua hari kemudian, Yi Yun dan Yan Chenyu tiba di dekat kota Batu Putih.
Karena kultivasi mereka saat ini, sangat sulit bagi Rong Chen untuk mengejar mereka.
“Kita telah tiba. Itu adalah kota Batu Putih. Alasan kota itu di namai seperti itu kamu pasti tau hanya dengan melihat kota dari sini,” ujar Yan Chenyu sambil menunjuk kota Batu Putih yang terlihat sangat besar.
Walau pun kota tersebut di kelilingi tembok, masih banyak terlihat bangunan tinggi. Dan semua bangunan serta tembok berwarna putih bersih.
Yi Yun kagum melihat kota Batu Putih karena merasa kota itu setengah luas dari kota Jakarta di Bumi.
“Ayo kita ke sana,” ucap Yan Chenyu dan langsung menarik Yi Yun yang melamun melihat kota Batu Putih.
15 menit kemudian, mereka tiba di depan gerbang kota Batu Putih.
“Kakak, apakah ada biaya masuk ke dalam kota?” Tanya Yi Yun karena melihat ada banyak penjaga di depan gerbang kota.
Yan Chenyu membatu seketika mendengar perkataan Yi Yun. “Kita tidak punya koin.” Bisik Yan Chenyu dengan nada malu.
“Koin?” Tanya Yi Yun heran.
“Ya, untuk alat pembayaran, ada koin perunggu, koin perak dan koin emas. 1 koin emas senilai 100 koin perak dan 1 koin perak senilai 100 koin perunggu.” Yan Chenyu menjelaskan dengan nada aneh. Setelah merenung, ia paham bahwa Yi Yun kehilangan ingatan.
“Sistem, apakah ada koin di jual?” Tanya Yi Yun di benaknya.
[1 Poin senilai 1 koin emas. Jika koin emas di jual ke Sistem, 10 koin emas sama dengan 1 Poin]
Yi Yun langsung mendengus karena melihat perbandingan itu.
“Beli 16 koin emas!” Perintah Yi Yun dengan nada tidak puas di benaknya.
[Ding!]
[16 koin emas di beli seharga 16 Poin. Sisa Poin 120]
Yi Yun langsung mengeluarkan kantongan yang berisi 16 koin emas.
Yan Chenyu melihat ke arah itu terkejut karena Yi Yun tiba-tiba mendapatkan koin emas dari udara tipis. Namun, dia tidak bertanya sama sekali tentang hal itu karena Yi Yun sudah mengatakan padanya akan mengatakan tentang itu suatu hari nanti.
“Ayo kita masuk ke kota. Kita sudah memiliki koin emas.” Yi Yun tersenyum dan menyerahkan koin emas kepada Yan Chenyu.
Yan Chenyu merasa malu karena saat ini terlihat bahwa adiknya yang mengurusnya bukan sebaliknya.
Sewaktu, mereka bergerak ke arah gerbang, Yi Yun mengerut lalu melihat ke belakang begitu juga Yan Chenyu.
Yi Yun terkejut karena melihat banyak individu yang berlari ke arah mereka. Mereka berdua langsung tau bahwa rombongan itu berasal dari keluarga Rong.
“Ayo kita harus bergegas ke dalam. Di dalam sana, mereka tidak akan bisa menggangu kita,” ucap Yan Chenyu sambil menarik Yi Yun.
Yi Yun dan Yan Chenyu langsung bergerak secepat yang mereka bisa. Setelah tiba di depan gerbang, beberapa penjaga menghentikan mereka.
“1 koin emas untuk satu orang,” ucap salah satu penjaga.
Yan Chenyu langsung memberi 2 koin emas dan menarik Yi Yun ke dalam gerbang.
“Hentikan mereka!” Teriak Rong Chen dari jauh.
Beberapa penjaga bingung mendengar teriakan itu.
“Bukankah itu tuan muda pertama Keluarga Rong?” Tanya salah satu penjaga.
“Ya. Tidak salah lagi. Kenapa dia membawa pasukannya? Jangan bilang dia ingin menyerang kota.” Ejek penjaga lainnya.
“Jaga bicaramu. Jika dia mendengar, kau akan mati. Apa kau lupa bahwa Rong Chen adalah seorang jenius dan juga sudah menjadi anggota sekte tertentu?” Salah satu penjaga memperingati.
Penjaga sebelumnya yang mengejek Rong Chen gugup seketika.
“Penjaga! Hentikan kedua orang itu!” Perintah Rong Chen lagi dari jauh.
Semua penjaga bingung mendengarnya. Mereka semua melihat ke arah dalam gerbang dan tidak tau siapa yang harus di hentikan karena sangat banyak jumlah orang yang berada di gerbang saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
MATADEWA
Awas tuan muda kena bantai bocah2....
2024-11-21
0
shadow life
oke
2023-11-17
2
Ajna dillah
semangat
2023-11-17
0