Suasana menjadi hening sejenak karena Yi Yun tidak tau harus berkata apa.
Yan Chenyu semakin sedih karena adik kecilnya kehilangan ingatan. Dia menatap Yi Yun dengan tatapan kompleks lalu bertanya. ”Apakah tubuhmu baik-baik saja? Apakah dadamu masih terasa sesak dan sulit bernafas?”
Yi Yun bingung dengan pertanyaan itu karena dia memang merasa sedikit sesak. Namun itu perlahan-lahan seperti membaik dari waktu ke waktu.
Yi Yun tidak tau bahwa Sistem sedang menyembuhkan dirinya dari dalam. Sebab, banyak kerusakan pada tubuhnya saat ini sewaktu pemilik sebelumnya yang membawa kendali tubuh.
“Grooogrooo..”
Suara perut Yi Yun terdengar karena dia merasa lapar. Dan dirinya saat ini tidak bertenaga sama sekali.
Yan Chenyu tersenyum walaupun Yi Yun tidak menjawab pertanyaannya sebelumnya. Dia sudah merasa senang bahwa Yi Yun belum mati.
“Kau pasti lapar. Ayo kita pulang. Saudarimu akan membuat makanan untukmu.” Yan Chenyu meraih lengan Yi Yun dan menariknya ke arah dia datang sebelumnya.
Karena tidak tau harus berbuat apa, Yi Yun hanya mengikuti Yan Chenyu yang menjadi saudarinya saat ini.
Namun karena jarak yang begitu jauh dan tubuh Yi Yun yang sangat lemah, dia langsung berwajah pucat.
Melihat wajah pucat Yi Yun, Yan Chenyu langsung berjongkok agar Yi Yun naik ke punggungnya.
Yi Yun ingin menolak awalnya tapi di paksa oleh Yan Chenyu. Dia hanya bisa pasrah di gendong oleh seorang wanita. Dia juga merasa tidak enak karena melihat ke arah kaki Yan Chenyu yang terlihat ada beberapa luka di sana.
Setengah jam kemudian, mereka tiba di sebuah desa kecil yang kumuh. Kondisi desa tersebut membuat Yi Yun tidak bisa berkata apa.
Dia masih tidak tau di mana saat ini sedang berada. Untuk itu, dia harus mencari informasi dan saudarinya pasti mengetahui tentang tempat dia terdampar.
Sewaktu menuju ke rumah yang di maksud oleh Yan Chenyu, Yi Yun merasa tidak nyaman saat beberapa orang menatapnya dengan wajah aneh.
Lalu mereka tiba di sebuah gubuk yang terlihat usang. Yan Chenyu membawa Yi Yun ke dalam lalu membaringkan tubuh Yi Yun di sebuah tempat yang kemungkinan adalah tempat untuk tidur.
Yan Chenyu pergi ke belakang dan menyuruh Yi Yun untuk menunggu. Tidak sampai 10 menit, dia kembali dengan membawa makanan aneh yang terlihat seperti bubur di sebuah mangkuk yang terbuat dari batu.
“Makanlah. Aku sudah membuat makanan untukmu.” Yan Chenyu tersenyum sambil memberi mangkuk kepada Yi Yun.
Namun, karena rasa lapar yang tidak tertahankan, Yi Yun menerimanya dan langsung memakannya dengan lahap walaupun rasanya sangatlah hambar.
Yi Yun tidak akan membuang makanan karena sadar kondisi mereka saat ini tidak mengijinkannya untuk menyisakan makanan.
Setelah selesai memakan makanan, Yan Chenyu membawa wadah air lalu perlahan membersihkan tubuh Yi Yun yang membuat Yi Yun memerah seketika.
“Kakak, kita di mana saat ini?” Tanya Yi Yun karena rasa penasarannya yang sangat besar.
“Kita sedang berada di desa kecil di tengah dataran sepi yang bernama Gurun Batu Besar.” Jawab Yan Chenyu yang membuat Yi Yun tidak tau harus bagaimana bereaksi karena tidak ada Gurun Batu Besar di Bumi sebelumnya.
Yi Yun langsung menganalisis semuanya dan dia merasa sedang bermimpi karena sudah membuat spekulasi bahwa dia tidak berada di Bumi.
Namun Yi Yun tidak putus asa dengan kondisinya saat ini karena pasti dia akan menemukan jalan untuk kembali.
Lamunan Yi Yun buyar karena ada suara seseorang yang tiba-tiba berteriak di tempat tinggal mereka.
“Siapapun yang tinggal di sini, cepat serahkan pesanan yang sudah di tetapkan!” Teriak seorang pria dari luar.
Yi Yun mengerutkan keningnya mendengar itu namun ketika melihat Yan Chenyu bergegas dan membawa sesuatu seperti anak panah, dia sedikit mengerti tentang mata pencaharian saudarinya.
“Kenapa jumlahnya hanya ini?” Tanya pria itu tidak puas.
“Bahan yang kalian beri tidak mencukupi untuk membuat anak panah sesuai yang kalian minta.” Yan Chenyu langsung mengatakan alasannya.
“Cih! Lain kali jika jumlah tidak sesuai, kau akan mengerti akibatnya!” Dengus pria itu lalu langsung berbalik pergi.
Mata Yi Yun melebar karena orang yang menjadi saudarinya saat ini di ancam. Dia ingin melempar orang itu dengan batu namun tetap menahan emosinya karena dia tidak boleh gegabah terhadap apapun saat ini.
Yan Chenyu mendesah lalu menutup pintu. Dia berjalan dan duduk tidak jauh dari Yi Yun.
“Siapa itu tadi?” Tanya Yi Yun.
“Dia adalah orang yang di kirim oleh keluarga Rong untuk membuat anak panah dalam jumlah besar untuk di jual ke kota yang letaknya lumayan jauh dari sini. Semua penduduk di bayar untuk itu dan bayarannya adalah makanan.” Yan Chenyu menjelaskan.
“Tidurlah Yun'er, hari sudah mulai gelap.” Yan Chenyu menghampiri Yi Yun dan berbaring di sebelahnya setelah merebahkan tubuh Yi Yun.
Yi Yun merasa semakin malu karena dia saat ini sedang di peluk oleh saudarinya saat tidur.
Namun Yi Yun tidak menolak sama sekali. Dia tau betapa sayangnya Yan Chenyu padanya dan dia tidak ingin menyakiti perasaan wanita yang menjadi saudarinya.
Ada satu hal yang membuat Yi Yun merasa bingung sampai saat ini. Mengapa nama depan mereka tidak sama. Dia tidak bertanya karena kemungkinan itu informasi yang sensitif. Suatu hari dia akan mengetahuinya sendiri.
Yi Yun tidak bisa tidur dan hanya menatap langit-langit. Pikirannya berlarian karena harus memikirkan apa yang harus di lakukan untuk hari esok.
Di sela-sela lamunannya, suara seorang wanita yang membuat jantung Yi Yun hampir copot terdengar.
[Ding!]
[Penyembuhan telah selesai]
[Memeriksa kembali tubuh Host]
[Ding]
[Pemeriksaan selesai. Tubuh Host sudah dalam kondisi sehat]
Yi Yun ingin melompat dari tempatnya berada namun menahannya karena posisinya saat ini sedang di peluk oleh Yan Chenyu. Dia menatap layar hologram di depannya.
“Bagaimana bisa ada sesuatu seperti ini di dunia ini? Dari semua yang aku lihat, tempat aku terdampar mirip zaman kuno. Apa ini hanya halusinasiku saja?” Batin Yi Yun.
“Kau siapa?” Tanya Yi Yun yang membuat Yan Chenyu terbangun.
“Ada apa Yun'er?” Tanya Yan Chenyu penasaran.
“Apa kau tidak melihat ini?” Tanya Yi Yun sambil menunjuk layar hologram di depannya.
“Hm?” Yan Chenyu bingung setelah melihat ke arah yang di tunjuk oleh Yi Yun.
“Tidak ada apa-apa di sana Yun'er.” Yan Chenyu berkata dengan nada bingung.
Namun Yi Yun mendengar suara wanita lagi yang membuatnya mengerti bahwa dia seperti mendapatkan Cheat di dalam game.
[Ding]
[Pertanyaan Host tidak bisa dijawab. Namun Host bisa memanggil Sistem atau Host bisa memberi nama]
[Sistem ada untuk membantu Host mencapai tujuannya]
Mendengar perkataan Sistem, Yi Yun langsung menaikkan sudut bibirnya. Ia tidak menduga bahwa sesuatu yang di sebut sebagai Sistem ada pada dirinya seperti saat dia bermain Game Online.
“Sepertinya ini akan menjadi menarik. Ayo kita lihat apa yang ada di dalam Sistem ini.” Batin Yi Yun dan tersenyum kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
mania ijo
ini cerita plagiat... persis sama sekali cuma beda di yg asli bukannya sistem tapi bijih berwarna ungu..
2025-03-01
0
MATADEWA
1...2...berubah....
2024-11-20
0
Fitri Winaza
awal yang menarik
2023-11-24
1